Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 135 : Prototype Anti-Detection Aircraft


__ADS_3

Diskusi perlahan mulai berubah menjadi pembicaraan santai sebuah keluarga. Ren sedikit tidak nyaman karena sebagian besar topik berkaitan dengan gaya hidup para roh, terlebih karena mereka semua wanita.


Demi menghindari kecanggungan yang tidak perlu, Ren memutuskan untuk segera pergi. Dia kemudian berdiri yang membuat semua perhatian terpaku padanya secara bersamaan.


"Ehm, tmpaknya aku harus pergi sekarang," ucapnya sedikit tidak enak.


Mayoritas dari mereka tidak begitu mengenal Ren sehingga tanggapan mereka hanya diam atau mungkin mengangguk kecil. Hanya Arystina dan Aurlin yang menanggapi perkataan Ren dengan cara yang berbeda.


"Begitu. Semoga Anda berhasil dalam rencananya, Yang Mulia." Aurlin membungkuk seraya mempersembahkan senyum tulus yang mendoakan.


Melihat Aurlin yang begitu sopan dan menghormati seperti ini membuat kenangan lama dalam diri Ren muncul kembali. Tepatnya, pada saat Aurlin dan Ren dipertemukan untuk pertama kali, Aurlin saat itu bersikap seperti seorang ibu yang berbicara dengan anaknya.


Perubahan sikap ini cukup lucu sampai membuatnya ingin tertawa sendiri. Hal-hal memang dapat berubah tanpa bisa kau perkirakan, bukan?


"Yang Mulia, dimana Anda akan membuat, Mm ... fesyawat itu?" Arystina bertanya, tapi pengucapan kata pesawatnya sendiri seperti anak kecil yang baru mengeja.


Mempertimbangkan ukuran, dan kemencolokkan sesuatu yang akan dibuatnya, Ren mau tidak mau harus memikirkan dengan baik tempat itu. Setidaknya, tidak terlalu jauh dari Shade of Spirits, tapi dalam batas tidak mengganggu mereka semua.


"Ah, kebetulan sekali. Aku memiliki pertanyaan, apabila sebagian besar pepohonan di hutan sebelah sana dipangkas untuk membuat tanah lapang yang cukup besar, apa itu tidak masalah?" Ren menunjuk ke arah timur.


Meskipun Ren bisa melakukan itu tanpa bertanya pada mereka, tapi instingnya mengatakan bahwa meminta izin terlebih dahulu akan membawa dampak yang baik, sekarang atau di masa depan.


"Saya rasa tidak masalah. Bukan begitu, Nona?" Aurlin mengkonfirmasi persetujuannya.


"Iya, tidak masalah. Kalaupun Anda khawatir akan kerusakan hutan nantinya, maka setelah semua selesai mungkin saya bisa memperbaikinya."


Seperti yang diharapkan dari Roh Hutan yang akhirnya menunjukan eksistensi kemampuan rohnya. Dengan adanya persetujuan dan jaminan, sudah pasti tidak lagi ada halangan untuk Ren beraksi.


"Aku mengerti. Terima kasih, dan duduklah menunggu dengan nyaman semuanya."

__ADS_1


Mereka hanya perlu menunggu terciptanya kendaraan super mewah yang akan dipersembahkan oleh Ren untuk ditumpangi mereka semua. Lalu setelah mengucapkan kata terakhir, Ren menghilang dalam satu kedipan mata dari pandangan setiap orang yang ada disana.


Sosok Ren kembali muncul di atas hutan yang sebelumnya dia singgung. Di depan matanya tampak hamparan pepohonan yang meluas sampai mata tak lagi mampu memandang. Membuktikan betapa luas, dan besarnya Hutan Loudeas.


Ren berniat membuat sebuah lapangan berbentuk melingkar dengan diameter kurang lebih 250 meter. Disebabkan tidak ada alat pengukuran yang pasti, maka dia hanya bisa menebak dan memperkirakan menggunakan insting.


"Seharusnya menggunakan sihir tanah untuk memutarbalikkan permukaan tanah akan lebih mudah dan hasilnya pasti bersih, tapi mempertimbangkan getaran yang akan dihasilkan ... itu tidak mungkin dilakukan ya?"


Jika sudah seperti ini, pilihan satu-satunya adalah memotong setiap pohon dan tumbuhan yang ada lalu membersihkan tempat itu secara manual. Tidak, meskipun disebut manual tapi Ren masih akan menggunakan sihir untuk melakukannya.


"Menarilah dalam keputusasaan, tercabiklah dalam keheningan."


Ren merentangkan lengan dengan gaya yang berlebihan, kemudian lonjakan mana keluar dari tubuhnya bersamaan dengan diaktifkannya sihir angin tingkat tinggi <>.


Angin berhembus dalam radius yang telah ditentukan. Ketika angin melewati hutan, segala bentuk tumbuhan yang dilewatinya terpotong tanpa usaha yang berarti. Semuanya roboh dalam waktu yang singkat dan hampir bersamaan.


Sihir ini tidak menampilkan citra bar-bar layaknya angin tornado, melainkan menampilkan suatu kesunyian dan ketenangan angin yang berhembus di musim semi. Hanya saja, dalam angin yang berhembus ini terkandung kematian tersembunyi yang menunggu siapapun yang melewatinya.


Ketika angin kematian itu berhenti berhembus, Ren mengaktifkan satu sihir lainnya untuk menyingkirkan tumbuhan yang telah tumbang dan bertebaran. Tidak membutuhkan waktu lama sampai proses itu selesai, dan kini sebuah tanah lapang telah tercipta tepat di bawahnya.


Sekarang waktunya menjalankan tujuan yang sesungguhnya, pikir Ren dalam benak. Pembuatan sebuah pesawat memang akan membutuhkan waktu lama, tapi hal itu hanya berlaku jika proses pembuatannya menggunakan cara yang normal, dan berbeda dengan Ren yang akan menggunakan sedikit cara curang disini.


Rencananya, hal pertama yang harus dia lakukan adalah membuat tubuh pesawat tanpa mesin menggunakan skill Blood Art. Bentuk pesawat secara garis besar sudah tergambar jelas dalam pikirannya. Namun untuk detail-detail kecil seperti interior, kursi, dan sebagainya masih harus dipikirkan secara matang.


"Yah, ini tidak akan berjalan baik jika mengikuti standar pesawat normal. Mari kita berimprovisasi sebisa mungkin, hal yang paling penting adalah kegunaannya bukan?" ucap Ren kepada dirinya sendiri, sambil sedikit tersenyum penuh motivasi.


Tanpa menunggu waktu lebih lama, Ren memulai pembentukan tubuh pesawat secara garis besar. Mungkin jika ditanya bentuk seperti apa yang akan dibuatnya maka dengan pasti dia akan menjawab, F-11 Nighthawk.


Terdengar membingungkan karena seperti yang diketahui, bentuk itu merupakan bentuk pesawat tempur, dan bukan pesawat yang dikhususkan untuk membawa banyak orang, tetapi bukan Ren namanya kalau tidak memiliki alasan khusus dibalik pemilihan bentuk ini.

__ADS_1


Selang beberapa puluh menit kemudian, kombinasi dari Ren dan skillnya menunjukan kehebatan mereka. Sebuah pesawat berbentuk F11-Nighthawk tercipta dengan ukuran beberapa kali lipat lebih besar dari aslinya.


Pesawat itu berwarna merah, sebab terbuat dari skill sementara Blood Art. Beberapa bentuk dan detail kecil telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga diharapkan akan mampu memberi kenyamanan, dan keamanan bagi para penumpangnya.


Walaupun warna merahnya tampak sedikit menakutkan dan absurd, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa kemegahannya layak untuk diakui. Ren bahkan beberapa kali berdecak kagum atas hasil yang menakjubkan ini.


"Tck, tck, pengorbananku dalam mengimplementasikan imajinasi ke dunia nyata ternyata membuahkan hasil yang memuaskan," decaknya kagum sambil mengangguk-angguk puas.


Setelah merasa puas dengan memandang dari luar, kini Ren memutuskan untuk memeriksa bagian dalam. Seharusnya, Blood Art akan bergerak sesuai kehendaknya dan tidak mungkin salah membentuk sesuatu, tetapi demi hal yang tidak diinginkan wajib hukumnya melakukan pemeriksaan.


Ren menghubungkan mana dengan seluruh bagian pesawat untuk mengambil alih kendali. Kemudian dengan satu pengendalian, pintu pesawat terbuka dan memberi tangga untuk dia memasukinya.


"Yah, itu bagus jika ini bekerja dengan baik. Lagipula, andaikan ada suatu kesalahan dalam suatu fungsi maka aku hanya perlu memperbaikinya."


Pesawat ini terbuat dari Blood Art, dengan kata lain secara tidak langsung terhubung kepada Ren melalui perantara efek skill tersebut. Sedangkan untuk mengontrol beberapa bagian di dalamnya, maka dibutuhkan penghubungan mana secara terpisah.


Begitu Ren masuk, suasana nostalgia terhadap pesawat langsung datang menghampiri. Suasana itu terus berkembang seiring berjalannya pemeriksaan bagian-bagian lain.


"Bagian penumpang mungkin tidak masalah. Mereka tidak akan protes hanya karena kursinya keras 'kan?" Ren meyakinkan dirinya sendiri.


Kemudian ia berlanjut memeriksa bagian ruang kemudi yang sebetulnya eksistensi ruang ini tidak terlalu diperlukan. Ren sendiri membuatnya dengan alasan untuk dirinya. Tidak ada apapun selain dari kursi, bahkan keberadaan kemudi, tombol-tombol, dan hal lain yang seharusnya ditemukan tidak ada disini.


"Ah, ya semua aman. Sekarang waktunya memasang tenaga sihir. Dan sepertinya hari ini ... aku harus libur untuk beristirahat."


Melihat keluar jendela kokpit pesawat, tampak di sebelah timur cahaya yang menandakan fajar telah tiba. Kemunculan cahaya ini juga memberi tanda bahwa pekerjaannya harus segera diselesaikan.


Masih dengan semangat dan motivasi yang besar, Ren perlahan tapi pasti memasang berbagai jenis sihir yang mampu mengangkat dan mendorong pesawat agar dapat melaju di udara.


Usaha ini dia lakukan tidak lain dan tidak bukan karena pesawat ini tidak mengandung mesin seperti pesawat pada umumnya. Bahkan untuk seseorang seperti Ren, membuat pesawat asli yang rumit itu masih cukup mustahil untuk direalisasikan.

__ADS_1


Kendati demikian, Ren harus merasa puas dengan pesawat yang ada. Dia juga akan memberi nama pesawat yang terbuat dari Blood Art ini sebagai Prototype untuk Anti-Detection Aircraft yang rencananya akan dia buat di masa depan.


Dan tentu pembuatannya tidak akan menggunakan Blood Art, melainkan menggunakan bahan yang bersifat permanen. Berdasarkan hal itu, kesulitan dalam membuat pesawat di masa depan sudah pasti akan meningkat drastis.


__ADS_2