
Ini adalah bencana, kelompok para murid yang menghadapi monster-monster terkuat mulai kewalahan untuk menahan serangan dari para monster itu. Beberapa menit pertama mereka memang dapat melakukan perlawanan yang sengit yang merupakan hasil dari kerja sama semua orang, tetapi lama-kelamaan stamina dan mana mereka mulai habis sehingga keadaan berubah dengan cepat.
Jebakan-jebakan yang dibuat oleh para penyihir tidak mampu lagi menahan pergerakan para monster, secara otomatis semakin memberatkan garis depan untuk menghadapi monster tersebut. Walaupun kelemahan dari setiap monster sudah diketahui, tetapi monster tingkat tinggi itu cerdas, mereka sebisa mungkin berupaya menutup kelemahan dari serangan lawan.
Keadaan para penyihir yang mulai kehabisan mana sangat mempengaruhi kondisi pertempuran. Terlebih, mereka tidak membawa apapun yang berguna untuk memulihkan mana dengan cepat sehingga pertempuran dirasa semakin menyulitkan.
Sebagai bagian dari garis terdepan, Nivania mulai mencari cara untuk menghadapi monster-monster yang tersisa. Dari keseluruhan monster yang mereka hadapi, dua ekor King Scorpion Corrosive, empat ekor Lightning Blade Snake, dan tiga ekor Twin Head Wyvern berhasil dikalahkan.
Hampir setengah dari jumlah keseluruhan monster itu berhasil dikalahkan, tetapi jika mereka kalah pada akhirnya, semua itu tidak akan berguna sama sekali. Andai saja ada sebuah titik terang agar semua monster itu bisa dikalahkan, maka Nivania akan berusaha untuk melakukannya.
"Harus 'kah Aku menggunakan Aura of Light Blessings?"
Nivania mengalami dilema yang cukup hebat. Jika dia menggunakan Aura of Light Blessings di hadapan semua orang, akan ada kemungkinan identitas dirinya terbongkar, tetapi yang menjadi masalah adalah ... akan 'kah penggunaan Aura of Light Blessings itu merubah jalannya pertempuran?
"Nona Asisten awas!!"
Mendengar peringatan dari seseorang, Nivania merasakkan tanda bahaya yang semakin mendekat ke arahnya. Beberapa detik kemudian, Nivania menghindar secepat mungkin, bergerak menjauh dari tempat dia berdiri. Setelah menghindar, sebuah ledakan hebat terjadi tepat di tempat sebelumnya dia berasal yang disebabkan oleh hantaman dari ekor King Scorpion Corrosive.
"Hampir saja, cerobohnya aku! Tch, tidak ada pilihan lain, apapun risikonya kami harus melewati ini!"
Nivania memancarkan cahaya kuning keemasan di sekitar tubuhnya, menandakan bahwa dia telah mengaktifkan Aura of Light Blessings. Segala sesuatu mengenai kekuatan, kecepatan, ketepatan, persepsi, dan pemikirannya meningkat secara drastis.
Tidak hanya itu, sebulan terakhir ini Nivania telah cukup berlatih secara diam-diam untuk memaksimalkan potensi dari Aura of Light Blessings miliknya. Semua pelatihan itu tentu saja didasarkan pada pelatihan para murid yang diajarkan oleh Anryzel dengan mengadaptasi beberapa hal.
Akibat dari menyaksikan pelatihan itu, Nivania mengalami perkembangan pesat terutama dalam hal pengetahuan sihir. Teori Anryzel tentang penciptaan sihir benar-benar membuka pemahamannya mengenai konsep dan keberadaan sihir itu sendiri sehingga beberapa kemampuan mendasar miliknya pun ikut berkembang.
Sekarang Nivania dapat menghemat penggunaan mana Aura of Light Blessings. Dia juga menemukan kombinasi serangan yang sempurna sehingga tidak akan ada lagi mana yang terbuang sia-sia.
"Ksatria ikuti aku! Penyihir, siapkan serangan terkuat kalian untuk memusnahkan beberapa musuh sekaligus!"
Sejenak mereka tidak memahami perintah Nivania, tetapi ketika pemimpin pasukan masing-masing mengangguk memberi persetujuan, satu per satu dari mereka mulai mengikuti perintah. Para ksatria yang masih memiliki tenaga bergerak bersama Nivania, sementara para penyihir dengan tanggap mempersiapkan sihir yang dibutuhkan.
Situasi ini sangat mendesak, mereka harus sepakat dalam menggunakan satu sihir secara bersama-sama dengan keterbatasan mana yang ada. Untuk itu, seseorang mengusulkan sihir tingkat tinggi yang hanya bisa diaktifkan ketika beberapa penyihir bekerja sama.
"Berapa penyihir yang masih memiliki mana?" tanya seorang penyihir yang adalah seorang penyihir paling senior.
"Mengesampingkan yang kelelahan dan para murid akademi, maka yang masih memiliki mana hanya berjumlah tiga puluh orang."
__ADS_1
"Maka itu cukup, segera siapkan formasi melingkar. Masing-masing dari sepuluh orang mengaktifkan sihir tingkat tinggi."
Penyihir itu memutuskan untuk menggunakan tiga sihir tingkat tinggi, yang pertama adalah Fire Magic : Volcanic Rampage, kedua adalah Wind Magic : Thunderstorm, dan yang ketiga adalah Fire Magic : Blazing Meteors.
Masing-masing dari sihir tingkat tinggi ini menguras mana dalam jumlah yang sangat banyak, dan membutuhkan lingkaran sihir yang besar dan rumit sehingga dibutuhkan beberapa orang sekaligus untuk mengaktifkannya agar berhasil dan menghemat waktu.
Mengetahui para penyihir sudah mempersiapkan segalanya, Nivania segera bergerak untuk memancing musuh satu per satu. Sementara King Scorpion Corrosive diserahkan pada ksatria, Nivania memutuskan untuk memancing Twin Head Wyvern dan Lightning Blade Snake ke tempat yang ditentukan.
Secara umum, ada tiga titik poin yang menjadi medan tempur saat ini. Poin A merupakan tempat para monster berada, yaitu wilayah paling utara. Poin B merupakan tempat yang ditentukan Nivania dan ksatria untuk memancing para monster. Sedangkan Poin C merupakan tempat para penyihir merapalkan sihir tingkat tinggi, yaitu bagian terdekat dengan perkemahan.
Jarak dari satu poin ke poin lain kurang lebih dua kilometer jauhnya. Mereka dapat berkomunikasi dengan lancar itu karena sihir membantu mereka untuk berbicara dari jarak jauh antara yang satu dengan yang lain. Ini merupakan sihir pendukung yang sangat berbeda dengan telepati, atau kemampuan mengirim pesan lewat pikiran.
Sihir ini dibuat oleh seseorang dengan mencakup sebuah wilayah dalam penghalang khusus sehingga individu yang dianggap sekutu dapat berkata dan berbicara terhadap orang lain yang berada dalam area tersebut dengan kompensasi mana sebagai bayarannya.
Meskipun begitu, keberadaan sihir ini sangat membantu pertempuran walaupun cara kerjanya cukup merepotkan dan rentan terkena retasan dari pihak luar yang tidak diinginkan.
"Bagaimana perkembangan sihirnya?!" tanya Nivania.
Nivania berlari dengan kecepatan tinggi untuk menghindari dan menyerang balik para monster yang menyerangnya. Mereka yang mengejar adalah Twin Head Wyvern dan Lightning Blade Snake, keduanya adalah monster merepotkan.
Twin Head Wyvern adalah monster terbang berkecepatan tinggi dengan daya serang yang besar. Hampir mirip seperti naga, Twin Head Wyvern dapat mengeluarkan sejumlah besar energi perusak dari mulut mereka seperti bola api, atau bola listrik dan semacamnya.
Namun kali ini, Nivania benar-benar tertolong oleh Aura of Light Blessings serta para murid yang masih tetap membantu untuk mengganggu pergerakan para monster. Meskipun sebenarnya, Nivania melarang para murid untuk melakukan serangan yang berkemungkinan memicu monster itu berbalik arah dan menyerang mereka.
"Masih membutuhkan 30% proses dari keseluruhan! Mohon untuk menunggu beberapa menit lagi!" jawab penyihir dari tempat lain.
Nivania menggemertakkan giginya, dia kemudian meningkatkan intensitas peningkatan Aura of Light Blessings sehingga kecepatannya meningkat tajam. Sekarang mata Twin Head Wyvern dan Lightning Blade Snake kesulitan untuk menemukan keberadaan Nivania.
Memanfaatkan kebingungan para monster, Nivania melakukan lompatan tinggi dengan berpijak pada pepohonan untuk menggapai salah satu Twin Head Wyvern. Menggunakan rapier-nya yang kecil, Nivania lalu merobek-robek sayap Twin Head Wyvern menggunakan teknik rahasianya.
"Imperial Saint Technique : Sky Dance."
Nivania menggumamkan sepatah kalimat sembari melakukan serangan yang indah dan mematikan kepada Twin Head Wyvern. Sebagai serangan penghabisan, Nivania memanfaatkan momentum dirinya yang akan terjatuh ke tanah kembali untuk menebas kedua leher Twin Head Wyvern.
"Imperial Saint Technique : Nebula Ring."
Nivania memutar tubuhnya 360° untuk melakukan tebasan memutar menggunakan rapier. Pemandangan tersebut sulit untuk dipercaya karena rapier tidak dikhususkan untuk tebasan melainkan tusukkan, tetapi serangan tersebut nyatanya berhasil memotong leher Twin Head Wyvern.
__ADS_1
Saat Nivania memusatkan kekuatan pada kakinya dan mendarat kembali di tanah dengan selamat, dia mendapatkan suatu kabar yang baik dari para penyihir.
"Semuanya siap! Nona Assisten dan yang lain mohon untuk menjauh dari sana sekarang!!"
Nivania tersenyum lega, kemudian dengan kecepatan penuh meninggalkan poin B di mana ketiga sihir tingkat tinggi akan diaktifkan. Semua ksatria dan para murid ikut mundur, mereka sebisa mungkin menahan para monster agar tetap diam di tempat agar serangan para penyihir mengenai semua monster yang ada.
Setelah semuanya keluar dari zona berbahaya, para penyihir langsung mengaktifkan ketiga sihir tingkat tinggi secara berturut-turut. Di mulai dari Fire Magic : Volcanic Rampage yang membuat tanah terbakar dan menyemburkan lava bersuhu tinggi, kemudian Wind Magic : Thunderstorm yang menghasilkan angin tornado yang disertai halilintar, serta yang terakhir adalah Fire Magic : Blazing Meteors yang memanggil meteor tunggal dari atas langit.
Para penyihir juga mempersiapkan sebuah penghalang agar dampak dari ketiga sihir tingkat tinggi tersebut tidak mengenai mereka. Sebagai serangan terakhir, meteor yang terjatuh dan mengenai tanah benar-benar mengerikan walaupun itu hanya sihir tingkat tinggi.
Meteor menyebabkan ledakkan besar serta goncangan dahsyat pada permukaan bumi. Para monster yang terkena langsung oleh meteor tampak akan musnah begitu saja, tetapi ada kemungkinan buruk di mana mereka berhasil bertahan dari serangan itu.
Setelah dampak serangan mereda, mereka yang berada dibalik penghalang berharap dan cemas, bertanya-tanya apakah semua monster berhasil dikalahkan?
Namun, seperti yang diharapkan dari monster tingkat tinggi, King Scorpion Corrosive, Twin Head Wyvern, dan Lightning Blade Snake, masing-masing dari mereka masih ada yang bertahan sebanyak satu ekor. Tidak hanya itu, mereka mengalami kasus spesial di mana mereka mengalami sebuah evolusi yang luar biasa karena berhasil bertahan melewati situasi hidup dan mati.
King Scorpion Corrosive kini memiliki tubuh yang membara disertai dengan kilatan petir memenuhi tubuhnya. Lightning Blade Snake juga memiliki tubuh membara yang disertai petir serta dapat menyemburkan api bersuhu tinggi. Dan Twin Head Wyvern, telah kehilangan satu kepalanya tetapi kekuatan dan ukurannya berkembang pesat.
Nivania dan seluruh murid yang ada di sana hanya bisa menatap tidak percaya. Alih-alih senang, mereka justru tidak percaya diri jika harus melawan monster yang telah berevolusi dan memiliki lebih sedikit kelemahan. Intinya, mereka tidak memiliki kekuatan yang tersisa untuk bertahan dan melawan.
"Bagaimana ini, Nona Asisten?" tanya seorang penyihir.
"Ini buruk, semuanya kelelahan dan terluka," ucap seorang ksatria.
"Kami para murid juga sudah mencapai batas," seru seorang murid akademi.
Nivania pun tidak kalah bingungnya, dia berpikir sejenak, dan tersenyum pasrah, lalu berteriak sekencang-kencangnya agar seseorang dapat mendengar perkataannya.
"Profesor Anryzel! Bukankah semua ini sudah cukup bagimu?!" teriak Nivania.
Anryzel tentu mendengar teriakan tersebut, bahkan jika Nivania berbisik dia masih bisa mendengarkannya karena selama pertempuran berlangsung dirinya selalu ada di antara mereka memastikan keselamatan mereka dan memantau perkembangan pertempuran.
Anryzel menghapus mode kamuflasenya, memunculkan diri di hadapan semua orang secara tiba-tiba seperti orang yang datang dari dimensi dan ruang yang berbeda.
"Baiklah-baiklah, aku merasa ini sudah cukup."
Dengan senyum yang sepenuh hati, Anryzel menghadap pada semua orang. Mereka yang berada di sana secara alami menghela napas lega seolah-olah seluruh beban dan tugas mereka telah menghilang.
__ADS_1
"Menyebalkan, aku pikir kamu tidak akan keluar sampai akhir."
Mendengar pernyataan Nivania, Anryzel menggelengkan kepala seraya berkata, "Tentu saja tidak mungkin. Karena itu akan melanggar janjiku."