Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 24 : Kota Rondelia dan Insiden


__ADS_3

2 Hari telah berlalu.


Ren hidup di dalam penjara tanpa melakukan apapun. Sebagaimana tahanan biasa, Ren hanya diberi makanan sederhana sehari sekali.


Sebenarnya mudah saja bagi Ren keluar dari penjara ini. Namun itu tak ia lakukan, operasi penaklukan Vampire membuatnya bersabar untuk bertahan dalam penjara ini lebih lama.


Apalagi, seseorang yang bernama Rin-Yu memiliki kepribadian yang ceria dan baik.


Berbicara dengan Rin-Yu sedikit mengobati Rasa kesepian yang Ren alami. Rin-Yu merupakan orang pertama yang membuat Ren tertawa dengan tulus di dunia ini.


'Esok malam, operasi ini dilakukan ya.'


Ren bergumam, sekali lagi dia memikirkan apa yang dikatakan oleh Rin-Yu.


Rin-Yu hanyalah seorang lelaki biasa, tak memiliki keahlian apapun dalam bertarung.


Dia hidup bersama kakak nya di sebuah Rumah sederhana. Kedua orang tua Rin-Yu sudah meninggal sejak Rin-Yu masih kecil.


Sejak saat itu, Rin-Yu merasa bertanggung jawab untuk menjaga kakak perempuan satu - satu nya. Dia bekerja apapun yang diberikan oleh masyarakat sekitar nya.


Menurut Rin-Yu, Kota Rondelia dikuasai oleh seorang Duke bernama Tayslen yang Licik dan Kejam.


Duke Tayslen hanya mementingkan kekuasaan dan kekayaan, kepribadian nya benar - benar buruk. Duke Fedel dari Kota Ceeven yang seharusnya menjadi orang yang mengatur wilayah ini digantikan oleh Duke Tayslen secara tiba - tiba.


Ren yakin, Duke Tayslen melakukan hal yang curang pada kasus ini.


Kemudian, Rin-Yu bercerita tentang Vampire yang menerror kota ini sejak 4 hari yang lalu. Korban pertama Vampire ini adalah Penasihat Duke Tayslen sendiri.


Seorang saksi yang merupakan pelayan dari Duke Tayslen Melihat bahwa ada sebuah sosok yang terlihat seperti Vampire dan memiliki sayap dipunggung nya pada malam kejadian. Beberapa saat setelah pelayan itu melihat sosok seperti Vampire. Penasihat Duke Tayslen ditemukan tewas terikat di sebuah kursi dengan luka cakar di tubuh dan wajahnya.


Pada awalnya, Duke tidak menyebar luaskan informasi tentang Vampire ini pada khalayak umum. Namun, setelah hari kedua banyak yang menjadi Korban diseluruh Kota membuat Duke terpaksa mengeluarkan perintah siaga dan melarang siapapun untuk berkeliaran malam seorang diri.


Kebetulan pada saat Ren tiba di kota ini. Putri sang Duke, yaitu wanita yang Ren benci pulang dari Ibukota untuk membantu ayah nya menangani Vampire ini.


Menurut Rin-Yu wanita itu adalah seorang Ksatria Aulzania yang terkenal. Pernyataan ini membuat Ren sedikit terkejut.


'Bagaimana wanita berkepribadian buruk diterima di Ksatria Aulzania yang katanya merupakan pasukan elit diantara elit?'


Itulah yang Ren pikirkan pada saat mendengar hal ini.


'Hah..... Seorang Vampire ya? bahkan ksatria Aulzania harus menggunakan umpan, itu berarti Vampire itu kuat kan?'


Ren memikirkan hal ini, memang sejak dia pindah ke dunia ini. Belum ada seorang pun musuh yang bisa mengalahkannya. Tapi, Dunia ini pasti tak semudah itu, musuh - musuh kuat pasti sedang menunggu Ren diluar sana.


Maka dari itu, Ren tak bisa bertindak gegabah dengan menarik terlalu banyak perhatian untuk saat ini. Walaupun Vampire ini terdengar biasa saja, itu tak menutup kemungkinan jika dia lebih kuat dari perkiraan Ren.


'Sebenarnya, aku merasa kasihan padamu. Tapi apa boleh buat, aku tak memiliki seseorang yang dipercaya untuk saat ini.'


Ren menatap pada Rin-Yu yang sedang tertidur. Saat ini merupakan tengah malam, sedangkan untuk operasi akan dilakukan esok malam.


Ren mengalihkan pandangan nya, seketika Ren teringat suatu hal...


'Sudah lama aku tak melihat Inventory, mari kita masuk kesana.'


Ren mengumpulkan mana pada cincin yang ada di jarinya. Tidak seperti dulu, kali ini Ren bisa melakukannya dengan sangat mudah. Bahkan Ren dapat membuat sebuah pintu inventory sesuai keinginannya.


Kali ini, karena banyak orang Ren membuat sebuah pintu yang gelap dan tidak mencolok.


Begitu Ren masuk, pemandangan yang tak asing memasuki pandangan nya.


Item - Item dalam Game mengambang dalam sebuah Kubus transparan.


Item disini merupakan sekumpulan item yang Ren kumpulkan dengan sengaja maupun tak sengaja. Meskipun item disini luar biasa banyak, belum tentu semua ada.


Contohnya adalah Elixir, Sebuah Obat tertinggi yang bisa Alchemy ciptakan.


Mampu mengobati seluruh penyakit, kutukan dan luka apapun.


Bahkan jika Elixir ditambah oleh sebuah bahan khusus yang bernama Air Mata Dewa Efeknya dapat menghidupkan kembali nyawa seseorang. Itulah keterangan yang tertera dalam game tentang Elixir.


Elixir merupakan salah satu item terlangka yang ada dalam Game COTHENIC.


Pada saat Ren akan naik tingkat untuk menjadi Master Alchemy. Salah satu Syarat tambahan nya adalah membuat sebuah Elixir. Kesulitannya sangat tinggi, beruntung Developer memberi kemudahan dengan Syarat lainnya yaitu Membuat 10.000 potion tingkat atas dalam waktu satu hari.


'Yah, lupakan Elixir untuk saat ini.'


Ren berjalan dalam inventory itu, melihat dan melihat item yang ada di dalamnya.


Lalu Ren pindah dari Kelompok Herbal dan Tanaman obat menuju ke persenjataan.


Saat ini senjata yang Ren cari adalah sebuah.....


'Ah.. Tongkat sihir, disini kalian rupanya.'


Semua Job yang Ren miliki sudah Ren maksimalkan. Hanya saja, Ren lebih suka menggunakan Job Swordsman dan Blood Ruler. Untuk Mage dan Fighter hanya Ren gunakan untuk saat - saat tertentu.


Maka dari itu, Tongkat sihir yang Ren miliki hanya berjumlah 17 buah saja. Jika dihitung dengan yang Ren berikan pada Arisu itu hanya berjumlah 18 buah.


Biasanya seorang Mage akan memfokuskan dirinya pada satu atau dua element saja.


Karena pada dasarnya setiap Element memiliki Job yang lebih tinggi tersendiri.


Seperti halnya Job Saint, orang itu harus memaksimalkan Element Cahaya dan air miliknya untuk membuka job Saint tersebut.


Sementara Ren, dengan serakah memfokuskan dan mengembangkan diri pada semua Element. Oleh karena itu Seharusnya Ren bisa mendapatkan Job element yang lebih tinggi. Tapi menyeimbangkan dengan Job Swordsman akan lebih sulit ke depannya.


Membuat Ren tidak menambah Job nya lagi, untuk sementara.


'Hm.. Lawanku Vampire kan? seharusnya dia lemah terhadap sihir cahaya. Tapi, untuk berjaga - jaga aku akan mengambil ini.'


Ren mengambil sebuah Tongkat dari kubus transparan. Tongkat yang memiliki tiga warna yaitu Putih, Emas dan Merah.


Ketiga warna ini membalut tongkat dengan indahnya. Tongkat ini juga mengeluarkan Cahaya emas berkilauan.


'Inilah mengapa aku tidak suka Tongkat sihir, terlalu mencolok. Meski aku mengambil yang paling sederhana dalam hal penampilan.'


Ren menggerutu dalam hatinya, tongkat sihir yang ada di tangan nya adalah [Light King Wand] memiliki unsur utama berupa cahaya dan sub-unsur api.


'Aku heran, mengapa wanita menyukai hal - hal yang mencolok seperti ini.'


Ren berkata dalam hatinya kembali. Lalu berjalan ke arah pintu keluar yang sudah dia ciptakan.


Tidak mungkin bagi Ren untuk membawa Tongkat ini secara langsung. Maka dari itu Ren akan menaruh Tongkat ini di dekat pintu masuk Inventory. Supaya Ren dapat mengambilnya kapanpun hanya dengan memasukan tangan ke dalam inventory.


Cara ini Ren temukan ketika menyadari bahwa pintu masuk inventory selalu berada di tempat yang sama.


'Nah sudah selesai, mari kembali dan lekas tidur.'


Ren keluar dari inventory nya. orang - orang yang ada dalam penjara tidak menyadari ini. Membuat Ren bernafas lega, lalu Ren berbaring dan memejamkan mata.


*


*


*

__ADS_1


*


*


"Hoi Ren, bagaimana? kau siap untuk jadi umpan?" Rin-Yu mencibir Ren yang terlihat sedang melamun.


"Siap untuk Mati maksudmu? maaf saja aku masih ingin hidup" Ren membalas Rin-Yu dengan mencibir.


Kedua nya lalu tertawa, seakan tak ada beban dalam hati mereka.


Meski operasi ini berbahaya dan mempertaruhkan nyawa.


Saat mereka tertawa dan bercanda bersama, beberapa orang prajurit datang.


"Hei, Operasi akan dimulai malam ini. Ayo keluar."


Ren dan Rin-Yu digiring keluar, bersama dengan orang - orang yang ada di penjara ini. Mereka berjalan melewati jalan gelap yang hanya diterangi oleh lilin.


Pada saat mereka keluar, ternyata tempat mereka selama ini dikurung merupakan kediaman Duke itu sendiri.


Di halaman Mansion Duke orang - orang berkumpul. Terlihat ada yang memakai pakaian seperti pendeta, beberapa puluh orang prajurit. Serta Gyslen yang dikelilingi oleh pria tampan yang mengenakan senjata yang berbeda.


Ren yang selalu melihat Gyslen dikelilingi oleh pria tampan, kemudian berbisik pada Rin-Yu.


"Mengapa si wanita sialan itu selalu dikelilingi pria tampan?" Ren berbicara pelan.


"Soal itu, aku juga tak tahu pasti. Tapi ada rumor yang mengatakan bahwa dia memiliki Hobi mengkoleksi para pria tampan." Rin-Yu berbicara dengan nada Jijik


"Mengkoleksi? sudah seperti barang saja, tapi para pria itu tak masalah dengan pria lainnya?" Ren berkata dengan jijik.


"Aku juga merasa aneh dengan hal ini, sudahlah dia sudah dekat sssttt." Rin-yu menyudahi pembicaraan.


Ren, Rin-Yu dan para umpan lainnya dikumpulkan di satu tempat.


Lalu para pasukan yang berkumpul mulai mengelilingi Ren dan Rin-Yu. Hal ini karena


Gyslen sendiri bersama para pria tampan berada pusat dekat dengan Ren dan umpan lainnya.


Gyslen lalu memberikan aba - aba agar semuanya diam.


"Ehm!. Dengarkan! Malam ini, kita akan membasmi Vampire menyedihkan yang telah menerror Kota ini selama beberapa hari. Aku, Gyslen Vindecurt yang hebat dan cantik ini sendiri yang akan turun tangan!" Gyslen berbicara dengan sombong.


Prok. Prok. Prok.


Tepukan tangan terdengar dari pasukan - pasukan yang ada.


"Karena Vampire itu sangat pengecut, malam ini aku akan menggunakan orang - orang yang menyedihkan ini sebagai umpan!" Gyslen menunjuk Ren dan lainnya.


"Aku yakin, Vampire itu akan keluar dan tertarik oleh para umpan yang menyedihkan ini. Begitu Vampire itu muncul, aku akan menghabisi nya sampai tak bersisa." Gyslen masih melanjutkan pidato yang menyebalkannya.


"Baiklah semuanya, segera bersiap! dan berkumpul lagi nanti, aku akan menjelaskan Rencananya!" Gyslen memberi perintah.


Pasukan - Pasukan yang berkerumun pun kini bubar dan mempersiapkan diri.


Menyisakan hanya Gyslen dan pria tampan yang ada disekitarnya.


"Seperti yang diharapkan dari Nona Gyslen, Anda sungguh luar biasa saat berpidato tadi. Aku Zell akan menjadi pengawalmu dan setia mengikutimu." Zell menunduk dan tersenyum pada Gyslen.


"Benarkah? aku suka itu, namun katakan dengan benar. Antara aku dan Putri Rembulan siapa yang lebih cantik?" Gyslen berkata, Nada nya terlihat sedikit tidak senang.


"Tentu saja anda, Nonaku." Zell menjawab dengan cepat, diikuti oleh senyuman diwajahnya.


"Be-Benarkah? Bagus sekali, kau memang pria terbaikku." Gyslen terlihat sedikit malu atas perkataan Zell.


Wanita menyebalkan dan brengsek merasa malu? yang ada hanya rasa jijik yang bertambah di hati Ren dan Rin-Yu.


Gyslen pun mengumpulkan kembali para pasukan yang sudah bersiap. Dia menjelaskan Rencana pemusnahan Vampire di depan semua orang.


Ren dan Rin-Yu mau tak mau mengakui, bahwa Wanita yang mereka benci memang memiliki sedikit keahlian dalam hal seperti ini.


"Hanya itu, sekarang bersiap diposisi masing - masing." Gyslen menegaskan.


Sayang nya, Ren dan Rin-Yu dijadikan umpan di tempat yang terpisah.


Ren berada dekat pelabuhan, sementara Rin-Yu berada di pasar utama kota ini.


Sayang ditempat Ren, pasukan yang bersiap untuk menyergap Vampire bukan Gyslen dan para pria tampan itu sendiri. Melainkan beberapa Priest yang disiapkan oleh Gyslen, serta tambahan beberapa prajurit.


Ren beserta dua pria kurus lainnya di ikat bersamaan. Lalu para prajurit mengucurkan darah pada Ren yang merupakan umpan. Bau darah dengan cepat menyebar melalui udara.


'Aku berubah pikiran, Wanita sialan itu tidak bagus dalam Hal Rencana sama sekali. Vampire Bodoh mana yang akan menyerang umpan jelas seperti ini?'


Ren mengutuk pada Gyslen dan para pasukannya. Walaupun tubuh Ren terlihat kotor karena menyamar, itu semua hanya debu dan tanah palsu.


Tapi sekarang, seluruh tubuhnya dipenuhi oleh darah. Ren hampir kehabisan kesabaran dan berniat menghajar para prajurit yang menuangkan darah pada dirinya.


Beruntung, Ren masih memiliki kesabaran sedikit lebih banyak. Jika tidak, para prajurit itu akan dikirim pada mimpi buruk yang lebih dari kematian.


Setelah melakukan berbagai hal, para prajurit serta priest itu bersembunyi.


Menunggu Vampire itu memakan salah satu umpan yang telah mereka siapkan.


Jika salah satu umpan berhasil menarik Vampire itu, sebuah tanda cahaya akan ditembakan ke langit. Kemudian seluruh pasukan akan menghabisi mereka, Itulah Rencananya.


10 Menit berlalu... Tidak ada yang terjadi.


20 Menit berlalu....


30 Menit....


40 Menit kemudian...


Seseorang yang mengenakan Mantel tertutup berwarna hitam menghampiri umpan. Sosok nya yang berjalan dengan santai terlihat dari kejauhan.


Para Priest dan prajurit mengisyaratkan satu sama lain untuk bersiap.


Para Priest menyiapkan tongkat dan sihirnya, sementara para prajurit menyiapkan senjata mereka masing - masing.


Sosok berjubah hitam semakin mendekati Ren. Saat jarak antara Ren dan sosok itu hanya tersisa beberapa meter saja.


Para Priest merapalkan sihirnya secara bersamaan. Para prajurit yang bersiap pun melompat dari persembunyian dan mengepung sosok itu.


"Sihir atas! Holy Judgement!" Para Priest berteriak bersamaan.


Seketika, Dibawah sosok berjubah hitam, Beberapa cahaya membentuk sebuah lingkaran sihir berwarna emas. Setelah Lingkaran terbentuk dengan sempurna, Cahaya yang amat menyilaukan meledak dalam sebuah Area berbentuk kubah yang mengelilingi sosok itu.


"Apakah berhasil?"


Para Priest dan prajurit bertanya - tanya dalam hati mereka.


Cahaya itu pun kian mereda, sampai akhirnya seluruh Cahaya menghilang.


Sosok berjubah hitam itu kini tergeletak tak berdaya.


"Kita berhasil? tanpa meminta bantuan Nona Gyslen? mungkin Vampire ini begitu lemah." Salah seorang Priest berbicara.

__ADS_1


Satu orang prajurit memutuskan untuk memeriksa mayat Sosok berjubah itu.


Prajurit itu membalikan tubuh dan membuka penutup wajahnya.


Saat itulah mereka tersadar.....


"Mustahil?! ini bukan vampire?!" Para Priest dan Prajurit berteriak kaget.


Sosok yang ada dibalik Jubah itu bukanlah Vampire, melainkan manusia biasa.


Tapi karena dia terpengaruh oleh Holy Judgement berarti dia memiliki semacam kekuatan kegelapan dalam dirinya.


"Apa ini?! Vampire itu menggunakan umpan sama seperti kita?!" Seorang Priest berteriak.


"Itu! Hey lihat!" Seorang Priest lainnya menunjuk ke arah langit.


Saat itulah, semua orang terkejut, dilangit malam yang gelap. Beberapa Cahaya terlihat disana, Cahaya itu merupakan penanda Bahwa Di tempat itu ada sosok Vampire tersebut.


"Apa ditempat lain pun sama?" Salah satu Priest berbicara keheranan.


Tuk.Tuk.Tuk.Tuk.


Beberapa langkah kaki yang santai terdengar. Membuat para priest dan prajurit menjadi waspada dan memasuki Mode bertarung.


"Siapa disana?!" Seorang Priest berteriak.


Langkah kaki itu terdengar berjalan, tapi pada saat yang bersamaan itu terdengar seperti ilusi.


Orang yang berjalan tidak muncul sama sekali. Mereka semakin jelas mendengar langkah kaki itu.


Kali ini, Setiap hentakan kaki yang terdengar. Satu buah lampu yang menjadi penerangan akan padam. Satu per satu lampu padam, lagi dan lagi. Semua itu terjadi sampai lampu terakhir padam.


"Keluar kalian pengecut." Priest berteriak.


"Dasar pengecut sialan, dimana kalian?" Priest lain ikut berteriak.


Prok.


Suara satu buah tepukan tangan terdengar, seketika semua lampu yang padam tiba - tiba menyala kembali.


Para priest mendapatkan penglihatan mereka kembali. Begitu pula dengan para prajurit. Tapi, tidak jauh dari mereka, sosok lelaki yang memakai topeng dan mengenakan baju aneh muncul. Bersama dengan sosok - sosok lainnya yang ada di belakang lelaki itu.


"Kalian Akhirnya muncul! Pengecut!"


"Pengecut? jangan membuatku tertawa. Hanya karena kalian disanjung sebagai Priest dan utusan dewa. Kalian bisa sesombong ini?" Sosok pria bertopeng itu berkata, nadanya begitu dingin dan menusuk.


Para Priest yang mendengar suara yang begitu mengintimidasi sedikit gemetar.


"Guh! Beraninya kalian orang sesat membuat kami Para Priest sedikit gemetar seperti ini!" Seorang Priest berteriak.


"Benar! Kalian hanya orang sesat!" Priest lain berbicara.


"Hoho... Sesat?kalian hanya sekumpulan kecoak tidak pantas mengatakan hal itu." Sosok lelaki itu menunjuk para Priest dan prajurit.


"Ah... Benar juga, mari kita coba. Gunakan skill Holy Judgement yang kalian banggakan itu pada ku. Mari kita lihat, berkat dewa siapa yang lebih kuat. Aku atau kalian." Lelaki itu mengindikasikan Para priest untuk menyerang.


Para Priest yang mendengar ini murka, dan menatap tajam pada lelaki itu.


"Kurang ajar kau!"


"Beraninya menghina dewa kami?!"


"Kau keterlaluan orang sesat!"


Para Priest itu bersiap untuk melancarkan Holy Judgement sekali lagi.


Meskipun, Holy Judgement menguras banyak mana mereka.


"Holy Judgement!" Priest berteriak bersamaan.


Lingkaran sihir berwarna emas muncul di bawah sosok pria itu serta orang - orang yang dibelakangnya.


Pria itu tidak bergeming maupun ketakutan, yang ada hanya sebuah aura jahat keluar dari tubuhnya.


."Hehahaha! Bagus, ini bagus. Mari kita lihat.. Abyss Eater!"


Dari tubuh pria itu, merembes keluar aura kegelapan yang pekat.


Perlahan - lahan berputar disekeliling nya, lalu aura kegelapan itu membungkus Lingkaran Sihir Holy Judgement.


"Rasakanlah keputusasaan akan kekuatan mutlak." Pria itu berbicara mengejek.


Aura Kegelapan terus membungkus Holy Judgement sampai beberapa saat.


Aura Kegelapan menghilang, disertai oleh hilang nya Holy Judgement.


Para Priest yang melihat ini tak percaya, Holy Judgement mereka dikalahkan oleh Sihir orang sesat dihadapan mereka.


"M-Must-ahil!"


"Si-hir agung kami!"


"Kalah?!"


Para Priest seketika memasang wajah pucat dan berkeringat. Sihir yang mereka banggakan bisa menghapus segala macam kegelapan kini dikalahkan oleh sihir kegelapan di depan mata mereka.


Berbeda dengan para Priest yang ketakutan, sosok pria itu tertawa, entah wajah macam apa yang ada dibalik topeng itu.


"Hahahaha! Berkat dari dewa hanya segitu?! Hahahah!..." Pria itu terus tertawa mengejek para Priest.


"Hiii... Dia menyeramkan, lari!!!" Satu orang Priest mencoba untuk lari.


"Huh? Kalian, bunuh mereka. Jangan ada yang berhasil hidup." Pria bertopeng itu berkata pada orang - orang dibelakang nya.


"Mundur! Kita butuh bantuan Nona Gys-"


Srattsss


Satu orang Priest jatuh dan tumbang, bersama dengan darah yang menyembur.


"Tida-"


Sprasttt


"Lariiii! Kita mun-"


Srasssttt


Para Priest dan prajurit mencoba untuk lari sebisa mungkin. Tapi, begitu mereka bergerak, akan langsung ditumbangkan.


Membuat Darah ada dimana - mana, udara mengeluarkan bau amis yang menyengat.


"Sekumpulan orang lemah yang sombong.." Pria itu berbicara sendiri...


"Sudahlah! mari kita pergi ke tempat hidangan utama muncul!" Pria itu berteriak, kemudian sosoknya perlahan menghilang ditelan kegelapan malam.

__ADS_1


__ADS_2