Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 13 : Duke Fedel


__ADS_3

Fraudlin yang telah melihat Ren pergi segera kembali ke dalam pelelangan.


Banyak yang harus dia lakukan, bagaimanapun dia masih master alkimia dari ibukota.


Sayang nya Fraudlin tak memiliki kepercayaan akan kemampuan nya lagi setelah melihat Ren, Fraudlin hanya berharap bahwa Ren bersedia menjadi gurunya.


"Mungkin Master adalah utusan dewa, tidak mungkin seseorang seperti itu adalah manusia biasa" Fraudlin bergumam sambil membaringkan badan nya di tempat tidur.


Besok Fraudlin masih harus kembali ke ibukota kerajaan. Untuk itu Fraudlin harus segera tidur agar tak terlambat bangun keesokan harinya.


Fraudlin merasa bahwa umurnya sudah semakin tua.


Fraudlin pun tertidur


*


*


*


*


*


Keesokan hari...


Fraudlin telah bersiap untuk pergi kembali ke ibukota. Kali ini Fraudlin sedang memeriksa barang - barang yang ada di kereta nya. Fraudlin sedikit terkejut, melihat ada sebuah kotak hitam yang cukup besar di dekat barang nya.


"Kotak misterius? ini bukan milikku." Fraudlin memegang dagunya.


Karena terlanjur penasaran Fraudlin membuka kotak tersebut. Fraudlin membelalakan mata, di dalam Kotak itu ada dua botol potion. Satu berwarna merah pucat, yang satu memiliki warna merah murni.


"T-Tidak mungkin?! Life Potion yang mengandung mana murni?!" Fraudlin berteriak.


Fraudlin berusaha menenangkan diri, dalam kotak itu ada sebuah kertas yang terlihat seperti surat.


Kertas ini anehnya berwarna putih murni tanpa ada noda sedikitpun. Berbeda dengan kertas yang ada diproduksi oleh kerajaan ini.


"Surat ini...." Fraudlin membuka dan membacanya.


[Yo. Fraudlin, jika kau sudah membaca ini itu artinya kau sudah melihat kedua potion itu kan? Hahaha... Tenang saja, itu adalah Potion menengah dan atas. Aku hanya ingin meminta satu hal padamu, pelajari lah kedua potion itu. Jika kau sudah mendapat sesuatu dari potion itu yang sesuai dengan harapanku Maka aku akan mengangkatmu menjadi murid! Pikirkan ini baik - baik. Kau juga bisa mengambil potion itu, namun kau tidak akan pernah menjadi muridku. Yah.. Walau itu potion biasa. hahahah]


Setelah membaca keseluruhan isi surat ini membuat hati Fraudlin tersentuh.


Bukan hanya diizinkan untuk melihat sebuah Life potion yang dialiri mana murni, tapi juga diperbolehkan untuk meneliti nya.


Ditambah jika Fraudlin bisa menghasilkan suatu yang dapat memenuhi harapan Master Ren, dia dapat diangkat menjadi muridnya.


"Master Ren... Aku akan berusaha dengan keras!!" Fraudlin membulatkan tekadnya dengan penuh semangat yang tidak cocok pada usianya yang sudah tua.


*


*


*


*


*


*


Seminggu telah berlalu sejak Ren melelangkan Core dari Great Lion King dan mendapat uang dalam jumlah besar.


Selama seminggu ini, Ren hanya mencari informasi di seluruh kota. Hasilnya Ren mendapatkan informasi - informasi yang mungkin berguna untuk Ren kedepan nya.


Salah satu dari informasi itu adalah tentang Putri dari Duke Fedel Alvadio, penguasa Kota Ceeven ini.


Ada kabar bahwa Putri Duke yang bernama Ferlin Alvadio sedang mengalami kesulitan dalam belajar sihir.


Ferlin Alvadio pada awalnya dikirim ke ibukota untuk memasuki Akademi Aulzania.

__ADS_1


Tapi karena Tingkat sihirnya yang Rendah dia tidak lulus seleksi dan kembali dengan perasaan kecewa.


Saat ini Duke Fedel sedang mencari seorang Guru yang bisa mengajarkan putrinya sihir.


Ren berpikir bahwa tidak mungkin bagi Duke Fedel menemukan seorang yang bisa mengajari Putri nya sihir dengan baik di Kota Ceeven ini.


Untuk itulah, Rencana Ren hari ini adalah mendatangi kediaman Duke Fedel yang ada di pusat kota. Ren berencana untuk menjadi Guru dari Putri Duke Fedel.


Ren berpikir untuk menjalin koneksi dengan seorang yang penting akan mempermulus Rencana dia kedepannya.


"Hahaha, aku memiliki ide tentang ini. Mari kita pergi, Duke Fedel tunggu saja aku!" Ren tersenyum menakutkan.


Ren kali ini memakai sebuah set Jubah berwarna hitam. Hanya hitam, membuat Ren terlihat seperti penyihir yang sesungguhnya. Tidak lupa Ren menggunakan aksesoris kacamata agar dia memberikan kesan seorang Guru yang kuat.


Ren berangkat menuju kediaman Duke menggunakan Kereta Kuda yang dia beli.


Pada awalnya Ren berencana untuk membeli Rumah tapi Ren membatalkan Rencana itu.


Pusat Kota tidak jauh dari kediaman Ren, hanya beberapa menit Ren bisa melihat sebuah Mansion besar di pusat kota itu.


Mansion milik Duke Fedel merupakan bangunan terbesar di seluruh Kota Ceeven membuat Ren dapat menyadari nya dengan mudah.


Kereta kuda Ren berhenti tepat di depan pintu gerbang Mansion Duke Fedel.


Dua orang yang menjaga di kedua sisi gerbang terlihat waspada dengan kehadiran kereta kuda yang datang.


Pada saat itulah Ren keluar, dengan elegan nya Ren berjalan. Membuat kedua penjaga itu berdecak kagum.


Dalam hati kedua penjaga ini hanya berisi pertanyaan, Siapa pemuda ini?.


"Aku ingin bertemu dengan Duke Fedel, apakah dia bisa menemuiku?" Ren bertanya dengan nada terhormat.


Kedua penjaga saling memandang satu sama lain. Kemudian penjaga sebelah kanan berbicara.


"Mohon tunggu sebentar. Saya akan menanyakan hal ini pada tangan kanan Duke Fedel, Uhm dan bisakah anda mengatakan apa alasan kedatangan Anda kemari?" Prajurit bertanya dengan sopan. Mereka berpikir bahwa Ren adalah orang yang penting.


"Aku adalah penyihir yang ingin membantu Putri Duke bisa kau katakan Hal ini pada Duke?" Ren menjawab.


Beberapa menit kemudian, Prajurit itu kembali.


"Tuan, Anda diperbolehkan masuk. Silahkan ikuti saya."


Ren dipandu oleh penjaga itu untuk memasuki mansion Duke Fedel.


Ren merasa sedikit bersalah karena Goner yang telah ia bunuh ternyata bawahan Duke Fedel. Beruntung penampilan Ren sangat berbeda jauh saat itu. Jadi Ren mendapat kepercayaan dirinya untuk bertemu dengan Duke Fedel dan Putrinya.


"Silahkan Tuan sebelah sini." Penjaga itu menunjuk sebuah pintu yang besar.


"Apa aku harus masuk sendiri?" Ren bertanya pada penjaga itu.


"Benar Tuan, hanya yang berkepentingan yang boleh memasuki Ruangan Kerja Duke Fedel." Penjaga menjelaskan.


Penjaga itu kemudian pergi, meninggalkan Ren yang berdiri di depan pintu seorang diri. Ren masih berpikir apakah harus mengetuk atau langsung membukanya.


Pada akhirnya Ren memutuskan untuk mengetuk pintu nya.


Tok, Tok, Tok.


"Siapa itu?"


Sebuah suara berat dari seorang pria terdengar dari dalam.


Ren bingung harus menjawab apa.


"Saya adalah Ren Styx seorang penyihir yang mungkin dapat membantu Duke." Ren berbicara dengan sopan.


"Penyihir? Masuklah, aku sudah menunggumu."


Ren pun perlahan membuka pintu setelah mendengar jawaban itu.


Sebuah Ruangan yang terlihat antik dan berkelas memasuki pandangan Ren.

__ADS_1


Di ujung dekat jendela ruangan itu, ada sebuah meja dan kursi dengan kertas yang menumpuk diatasnya.


Seorang pria paruh baya sedang duduk, disebelah nya ada seorang pria paruh baya lainnya. Sudah terlihat jelas jika yang duduk adalah Duke Fedel itu sendiri.


"Salam Kenal, Duke Fedel yang terhormat. Nama saya Ren Styx, seorang penyihir dari luar kota." Ren berbicara sambil membungkuk ala bangsawan.


"Um.. Kau ingin mengajari putriku sihir kan? Sederhana saja, jika kau dapat membantu Putriku agar dapat mempelajari sihir. Akan kukabulkan permohonanmu." Duke Fedel menatap Ren dengan serius.


"Hart, panggil putriku kemari." Duke memerintahkan orang yang ada disisinya.


"Baiklah..." Hart kemudian meninggalkan Ruangan.


Hanya Ren dan Duke yang tersisa di ruangan itu. Tapi tak lama Duke membuka mulutnya dan menyuruh Ren untuk duduk.


Kedua nya sedikit berbincang masalah yang dialami Putri Duke.


Menurut apa yang dikatakan Duke Fedel, Putrinya telah berhenti berkembang dalam hal sihir pada usia 7 tahun.


Pada awalnya Putri Duke dapat belajar Sihir dengan Normal, tapi setelah usia 7 tahun Putri Duke selalu gagal dalam mengontrol sihir nya.


Ren langsung mencapai kesimpulan setelah mendengar hal ini. Masalah yang dihadapi Putri Duke tidak lain adalah penyimpangan mana.


*


*


*


*


*


*


Tuk.Tuk.tuk.


Suara sepatu terdengar, tak lama pintu terbuka. Kedua orang yang memasuki Ruangan adalah Hart dan Putri dari Duke Fedel, Ferlin.


Ferlin yang baru memasuki Ruangan segera mengalihkan perhatian nya pada Guru baru yang Hart bicarakan. Pada saat itu...


Badum, Badum, Badum..


Detak jantung Ferlin semakin cepat, wajahnya memerah melihat orang yang duduk bersama ayahnya.


'S-Siapa orang ini? Tampann sekali!' Ferlin berteriak dalam hatinya.


Walaupun dia malu, Ferlin tetap menjaga ketenangan dan kehormatan nya.


Ferlin bergerak ke arah ayahnya...


"Ayah, apakah ini guru yang ayah bicarakan?" Ferlin bertanya dengan nada polos.


"Benar Putriku, Perkenalkan Dia adalah Ren Styx seorang penyihir dari luar kota." Duke Fedel menjelaskan pada Ferlin.


"Salam Kenal Nona. Saya hanya seorang penyihir biasa. Tidak usah untuk anda begitu sopan pada saya." Ren berbicara dengan tulus dan sedikit tersenyum.


"Eh.. Ya. Tuan Ren. Jika anda tidak k-keberatan." Ferlin menjawab dengan wajah memerah.


Melihat Reaksi Ferlin Ren hanya tersenyum Canggung dihatinya.


Penampilan Tubuh yang sekarang dia miliki memang selalu membuat Ren dalam masalah. Ren tidak merasa sedikit pun senang, Ren merasa tubuh ini bukan tubuh aslinya.


"Jadi, Kapan pelatihan Putriku dapat dilakukan?" Fedel melirik Ren


"Um... Sekarang juga tidak masalah." Ren menjawab dengan percaya diri.


Kedua ayah dan anak itu saling memandang, kemudian menyetujuinya.


Ren meminta agar pelatihan dilakukan di tempat yang terbuka dan cukup luas.


Duke Fedel memenuhi permintaan ini dan menyediakan sebuah lahan kosong untuk Ren mengajari Ferlin.

__ADS_1


__ADS_2