Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 81 : Pencarian Kebenaran?


__ADS_3

Pada akhirnya, Ren tidak mendapatkan Jawaban dari mereka Bertiga. Ini sedikit membuat Ren merasa bodoh karena mengacungkan Pedang dalam Waktu yang lama. Sedangkan mereka bertiga, dengan nyaman menatap aneh pada Ren.


"Ah, aku mengerti." Ren mengangguk dan menurunkan Pedang Nuxuria.


Brukk!


Seketika mereka Bertiga Jatuh dengan Napas yang terengah - engah. Melihat Hal ini, Ren mengangguk pada dirinya sendiri sambil bergumam dalam Hati, "Ini sudah sangat Jelas bukan?"


Ren sangat ingin memukul dirinya sendiri, sudah cukup lama dia bertingkah ceroboh seperti ini, apalagi dia berkata bahwa Ceroboh merupakan salah satu Musuh terbesarnya.


'Ini ... Sedikit memalukan.'


Ren mengembalikan Pedang Nuxuria ke dalam Inventory lalu menciptakan Blood Sword sebagai Pengganti. Meskipun Blood Sword sendiri meniru Pedang Nuxuria, namun dia tidak mengeluarkan Tekanan yang sebesar aslinya.


Dengan senyum yang dipaksakan, Ren berusaha untuk memperbaiki suasana diantara mereka. Sementara mereka bertiga sendiri bersusah payah hanya untuk berdiri.


"Ha ... Ha ... Laselta, Erenis, kembalilah dan Laporkan hal ini." Ucap Wanita Berambut Emas.


Ren dapat melihat Aura Permusuhan dari Wanita Berambut Emas yang belum diketahui Namanya. Sedangkan untuk Gadis Kecil dan Wanita Berambut Putih Kehijauan, mereka memiliki Nama Laselta dan Erenis.


Sepertinya dugaan Ren salah, mereka Bertiga bukanlah sosok yang menyamar ataupun semacamnya. Dilihat dari segala macam tindakan yang mereka lakukan, Ren dapat menyimpulkan bahwa mereka adalah Ras yang mendiami Hutan ini.


"Tunggu ...." Ren berniat menjelaskan agar Laselta dan Erenis tidak pergi memanggil Bala Bantuan. Sayangnya, sebelum Ren dapat menyelesaikan satu kata, mereka sudah berlari menembus Akar Pohon Raksasa.


"Ya ... Ampun." Ren memegang Kepala dan menyesali Keputusan Bodoh yang telah dia ambil sebelumnya.


"Kau Makhluk Mengerikan!" Ucap Wanita Berambut Emas dengan Nada tinggi.


Tubuh Wanita itu mengeluarkan Cahaya Emas yang menyilaukan. Bukan hanya itu, Kedua Mata yang dia miliki juga mengeluarkan Cahaya Emas yang sama. Lalu kemudian, dia melayang di Atas Tanah dengan menakjubkan.


"Tidak akan kubiarkan Makhluk Mengerikan sepertimu menyakiti Saudari - Saudariku! Walaupun aku harus berkorban Nyawa untuk menahanmu disini!"


Sambil Melayang di Atas Tanah, Wanita Berambut Emas merentangkan Kedua Lengan, yang kemudian di atas Kedua Tangannya itu, muncul Dua Bola Cahaya.


Ren menyaksikan apa yang dilakukan oleh Wanita Berambut Emas dengan Wajah yang meringis. Keputusan dia yang ceroboh ternyata memiliki dampak yang seburuk ini.


"Mungkin, yang kau maksud mengerikan adalah Topeng ini bukan?" Ren menunjuk pada Topeng yang dia kenakan.


Akan tetapi, Ren tidak mendapat Tanggapan yang baik dari Wanita Berambut Emas. Wanita itu Malahan menanggapi Ren melalui sebuah Bola Cahaya yang dengan cepat mendekat ke arahnya. Ren mengetahui bahwa itu bukan sesuatu yang baik maka dari itu ... Ren menghindar.


Bam! Bam!


Bola Cahaya meledak ketika itu menyentuh Tanah. Ren yang melirik pada Ledakan seketika Bergumam, " Wow, bukankah aku tadi mengatakan untuk damai?"


Bola - Bola Cahaya kembali dilancarkan oleh Wanita Berambut Emas. Ren dengan cepat menghindari itu semua, Ledakan demi Ledakan terjadi ketika Bola Cahaya berhasil dihindari.


"Ternyata ... Aku lupa untuk berkata damai." Ren berkata Pasrah sambil menghindari Bola Cahaya dengan santai.


Melompat, Berlari, Memutar dan berbagai macam Gerakan Ren lakukan untuk menghindari semua Serangan dari Wanita Berambut Emas. Satu hal yang unik dari semua ini adalah Tingkah Ren yang menghindari Serangan dengan cara yang begitu Santai.

__ADS_1


"Kau tahu? Ada seseorang yang mengatakan bahwa Wanita Cantik yang pemarah itu tidak disukai oleh Pria." Ren berkata dengan bijak sambil berlari dikejar oleh Bola - Bola Cahaya.


Selama proses itu, Ren dengan sengaja berlari membentuk semacam Pola tertentu. Sehingga, Bola - Bola Cahaya yang meledak di Tanah akan menghasilkan Bekas dan membentuk suatu Pola seperti yang telah direncanakan oleh Ren.


"Luar biasa, kau berhasil menggambar Simbol dari Diriku." Ren berkata penuh semangat ketika menghindari Bola Cahaya.


Meskipun Ren terlihat bersenang - senang, namun dia juga pasti memiliki Rasa Bosan.


Sampai beberapa Waktu telah terlewati, tidak ada tanda - tanda Wanita Berambut Emas akan berhenti. Ren bahkan sudah menguap ketika menghindari Bola - Bola Cahaya yang datang secara terus - menerus.


"Bam, Bam, Bam, Bam. Ayolah, aku muak dengan Suara Ledakanmu." Ucap Ren Protes.


Tanpa menunggu Waktu lagi, Ren memutuskan untuk berhenti menghindar. Dia langsung berbalik ke arah Bola Cahaya yang datang. Jarak antara Bola Cahaya itu dengan dirinya sudah sangat dekat, namun dengan menakjubkan, Ren menepis Bola Cahaya itu menggunakan Lengannya.


Bola Cahaya seketika meledak tepat di Depan muka Ren. Namun alih - alih terluka, Ren malah tersenyum tanpa mendapatkan Luka sedikitpun. Sesuatu yang menakjubkan ini tentu membuat Wanita Berambut Emas berhenti melakukan Serangan karena terkejut.


"Jangan memasang Wajah Lucu seperti itu. Maafkan aku, tapi aku akan mengurungmu terlebih dahulu [Blood Pris ..."


"Berhenti!"


Sebelum Ren dapat menggunakan Kubus Merah, Muncul sebuah Suara yang menghentikan segala macam tindakannya.


* * *


* * *


* * *


Namun disaat orang - orang menjauhi apa yang disebut dengan Tahanan, Ren bahkan mengalaminya untuk Kedua kali di Dunia ini.


Pertama adalah ketika Kerajaan Aulzania menangkap dirinya, lalu yang Kedua adalah saat dimana Ren menjadi Tahanan mereka.


Ya, Mereka yang seorang Wanita.


Hanya ada para Wanita di sekitar Ren saat ini, dan yang lebih mengejutkannya lagi, mereka semua memiliki paras yang Cantik. Tidak ada dari mereka yang memiliki Wajah Keriput ataupun Berumur Tua.


Ketika Ren berpikir apakah Keputusan yang dia ambil Benar atau Salah, seseorang mendekatinya.


"Maaf tapi kami harus mengikatmu."


Sebagai Tahanan, Kedua Lengan Ren diikat menggunakan Tali yang terbuat dari Mana. Tali Mana ini sendiri dibuat oleh seorang Wanita Berpenampilan Dewasa yang menghentikan Ren sebelumnya.


Dia memiliki Dua Warna Rambut yang berbeda yaitu Biru dan Putih. Meski sedikit aneh, tidak dapat dipungkiri bahwa dia adalah seorang Wanita yang Cantik. Dia juga memiliki Aurlin sebagai Namanya.


Sebelum ditahan, Ren sempat berdiskusi dengan Aurlin untuk beberapa waktu. Dari Hasil diskusi itu, muncul sebuah Kesepakatan, dimana Ren akan bertemu dengan Pemimpin mereka, namun dalam Kondisi sebagai Tahanan.


Meskipun disebut Tahanan, tetapi disaat yang bersamaan bukan Tahanan. Ren hanya diikat oleh Tali Mana dan Ren dapat dengan mudah melepaskan Tali Mana ini. Entah ini kesengajaan dari Pihak mereka atau memang Tali Mana yang terlalu lemah, Ren sendiri tidak mengerti.


Ren mulai berjalan bersama dengan para Wanita yang menjaganya di semua sisi agar dia tidak kabur. Menembus dan Melewati, Akar Pohon yang dilewati Laselta dan Erenis ternyata tidak keras sama sekali. Buktinya, Ren dapat melewati itu dengan mudah dan mendapatkan Pemandangan baru.

__ADS_1


Sebuah Padang Rumput yang dihiasi oleh berbagai macam Tanaman Bunga memasuki Pandangan Ren. Pemandangan yang sangat berbeda, dimana sebuah Hutan kini berubah menjadi Padang Rumput.


'Padang Rumput diantara Dua Akar Raksasa ya, Menarik.' Ren berkata dalam benaknya.


Proses mengamati situasi berhasil dalam Waktu yang singkat. Ren kembali bergerak untuk mengikuti beberapa Wanita yang memimpin di Depannya. Para Wanita itu sendiri bergerak ke arah kiri yang merupakan arah dimana Pohon Raksasa berada.


Tidak perlu dikatakan lagi, butuh beberapa waktu untuk sampai di Pohon Raksasa. Dalam Rentang Waktu itu, Ren akan berusaha mendapatkan sebanyak mungkin Informasi dengan bertanya pada Aurlin yang berjalan disisinya.


"Dapatkah aku mengetahui siapa Sebenarnya kalian?" Ucap Ren bertanya.


Aurlin berbalik dengan Gerakan Halus dan Perlahan. Sebuah Senyum menghangatkan terlihat disana, Senyum yang lembut bagaikan seorang Ibu yang tersenyum pada Anaknya.


"Kau akan mendapatkan Jawabannya nanti."


Dia langsung menatap Lurus kembali setelah mengatakan Hal itu. Sementara Ren yang bertanya hanya bisa diam, sosok Aurlin sedikit mengingatkan Ren pada Ibunya. Bayangan dari sosok Ibu 'angkat' yang mengasuh Ren dengan penuh Kasih Sayang terlintas di Benaknya.


'Hm ... Sungguh Kenangan yang membuat Nostalgia.'


Namun apa yang dimaksud olehnya dengan nanti? Ren tidak mengerti. Mungkin, Ren akan mendapatkan Jawaban ketika bertemu dengan Pemimpin mereka.


"Baiklah, dapatkah aku mengetahui mengapa kalian Hidup di Hutan seperti ini?" Ren tidak menyerah dan bertanya kembali.


Aurlin kembali bergerak dengan Gerakan yang halus. Akan tetapi, dia malah mengacungkan Jari Telunjuk diantara Kedua Bibirnya, "Simpan pertanyaanmu untuk Nanti, kita akan memasuki Pohon ini." Ucapnya lembut.


Ren mengerutkan Dahi karena terheran akan sikap Aurlin. Dia ingin kembali bertanya tetapi tidak mungkin mendapatkan Jawaban. Terpaksa Ren menyerah, karena pada saat yang bersamaan pula, dia tiba didekat Pohon Raksasa.


Batang Pohon, hanya ada sebuah Batang Pohon dihadapan Ren saat ini. Apakah ini semacam Ilusi seperti Akar tadi? Ren belum dapat memastikannya. Persepsi Mana Ren sendiri terbukti tidak terlalu berguna di Tempat ini, membuat Ren sendiri bertanya mengapa ini bisa terjadi.


"Tunggu Sebentar." Aurlin berbicara kemudian dia berjalan mendekati Batang Pohon Raksasa.


Aurlin berhenti, dan langsung menyentuh Batang Pohon Raksasa menggunakan Telapak Tangannya. Dia memejamkan Mata lalu bergumam, "Sutrav ~ E•tikyradita."


Dari Area Batang Pohon yang disentuh oleh Aurlin, muncul sebuah Cahaya. Cahaya yang bergerak dengan cepat membentuk Pola yang terlihat mirip dengan Gerbang berukuran Besar. Setelah membentuk Pola Gerbang, Cahaya itu kemudian membentuk Berbagai Macam Simbol Unik disana. Setelah Cahaya menghilang dari Batang Pohon, Aurlin kembali berjalan dan mendekati Ren yang hanya diam menyaksikan.


"Mungkin seorang Manusia seperti dirimu akan merasa aneh ketika memasuki Pohon Raksasa. Namun lama kelamaan, kau akan terbiasa."


Dururururu!


Pola Gerbang yang terbentuk di Batang Pohon berubah menjadi Gerbang yang sesungguhnya. Gerbang itu terbuka secara perlahan, menampakan segala sesuatu yang berada di dalam Pohon Raksasa.


"Uhm, haruskah aku berkata ... Menakjubkan?"


Tidak ada Kata - Kata lain yang dapat mendeskripsikan Pemandangan di dalam Pohon Raksasa selain, Menakjubkan.


______


Update lama, Jumlah Kata sedikit, Cerita yang Kurang menarik, dsb.


Catatan Author :

__ADS_1


Mungkin ada dari kalian yang protes tentang beberapa hal diatas. Namun sekali lagi, saya minta maaf, ada keterbatasan yang membuat saya seperti ini. Ada Sesuatu yang ... menghalangi Pikiran untuk lebih berimajinasi lagi. :(


__ADS_2