
"Begitulah, kedatanganku sama sekali tidak bermaksud buruk."
Kedatangan Turquoise Dragon ke benua ini disebabkan oleh perintah dari para petinggi untuk memeriksa kekuatan misterius yang terbangkitkan di pusat benua manusia. Turquoise Dragon ditunjuk sebagai mata-mata karena kemampuan observasinya yang baik, dan identitas dirinya yang terbilang masih bersih di dunia luar.
Dari kemampuan tempur, Turquoise Dragon merupakan yang terbaik di antara para naga yang seumuran dengannya. Kemampuan observasi, penyamaran, dan transformasi Turquoise Dragon pun berada di tingkat yang tinggi sehingga dirinya dipercayakan untuk melaksanakan misi.
Lalu masalah identitas yang masih bersih, semua naga yang seumuran dengan Turquoise Dragon masih berumur cukup muda. Mereka tidak memiliki pengalaman yang dalam mengenai dunia luar, dan tidak pernah berbuat onar di dunia luar, karena itu mengutus naga yang masih muda itu dilakukan demi meminimalisir bahaya.
"Aku mengerti, tapi apa yang menjadi alasan bagiku untuk percaya semua kata-katamu?" Anryzel menekan dengan tatapan tajam.
Mereka berdua melakukan pembicaraan di udara. Angin yang berhembus kencang sebenarnya bisa saja memburamkan perkataan, tetapi itu tidak berlaku untuk mereka berdua.
"Apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu percaya?"
Turquoise Dragon membalas tatapan dengan keyakinan dan tekad. Meski begitu, sulit bagi Anryzel untuk mengerti sepenuhnya ekspresi dan mimik wajah dari seorang naga.
"Mengapa kau dengan mudah membocorkan rahasia? Itu sangat mencurigakan."
Turquoise Dragon menjawab dengan lancar dan cepat, "Para petinggi berpesan kepadaku, bahwa bangkitnya kekuatan misterius di benua ini mungkin berkaitan dengan ras yang telah punah, Blood Devil. Jika aku bertemu dengan salah satunya, para petinggi memerintahkanku untuk bersikap ramah dan menganggapnya sebagai sekutu."
Anryzel mengernyitkan alis, lalu melapisi tangannya dengan mana yang diubah menjadi kekuatan. Sambil mengarahkan lengan yang diperkuat, Anryzel berkata dengan nada mengancam.
"Seperti yang aku katakan, apa yang dapat membuatku percaya bahwa semua kata-katamu itu bukan kebohongan?" tegas Anryzel semakin curiga.
Keheningan menyelimuti untuk sesaat. Turquoise Dragon diam karena memikirkan cara supaya Anryzel dapat mempercayai semua kata-katanya, sedangkan Anryzel menunggunya berbicara.
"Kau mengetahui sihir pengendali pikiran?" tanya Turquoise Dragon dengan nada berat.
Entah apa yang dipikirkan oleh Turquoise Dragon, tetapi Anryzel seketika mengingat sebuah sihir yang telah dia ciptakan untuk menanggapi tantangan dari Nivania. Sihir tersebut termasuk ke dalam element kegelapan, dan memiliki cara kerja yang sama, yaitu mengendalikan pikiran.
"Aku mengetahui salah satunya. Mengapa kau bertanya? Itu tidak menjawab pertanyaanku sama sekali."
Turquoise Dragon melemaskan seluruh tubuh, dia menghilangkan seluruh pelindung sihir yang ada di sekitar tubuhnya hingga benar-benar lenyap. Kekebalan sihir Turquoise Dragon kini menurun hingga nol persen, oleh karena itu sihir serangan terlemah sekalipun akan berefek besar padanya.
"Gunakanlah, maka aku dapat menjamin bahwa perkataanku adalah benar!"
Turquoise Dragon merasa telah melakukan semua yang dia bisa. Bagaimana pun juga, semua yang dia katakan adalah benar, pesan dari para petinggi adalah sesuatu yang nyata, dan tidak pernah dia tambahi atau kurangi sedikitpun.
Memang sebuah tindakan yang sangat berisiko. Pasalnya, sebuah sihir pengendali pikiran dapat memengaruhi sebagian pikiran seseorang secara permanen, terlepas dari pengaruhnya yang baik ataupun buruk.
Dia dengan lantang menyatakan dirinya siap menerima pengaruh sihir pengendali pikiran dengan sukarela walaupun sudah mengetahui efek sampingnya. Itu dijadikan olehnya sebuah bukti bahwa dirinya benar-benar mengatakan kebenaran!
Namun hal yang disesalkan adalah ketidaktahuan Anryzel mengenai efek samping sihir pengendali pikiran tersebut. Sihir yang telah dia ciptakan dan gunakan pada Nivania tidak mengandung efek samping sehingga dia tidak mengetahui fakta ini.
"Baiklah. Jika aku menyadari ada sesuatu yang salah maka bersiaplah untuk situasi terbaik, yaitu mati."
Anryzel kemudian menggunakan sihirnya. Sebuah lingkaran sihir berwarna gelap menyelimuti area di sekitar mereka, karena targetnya kali ini seorang naga, Anryzel memperbesar beberapa kali lipat efek yang ditimbulkan demi mencegah penolakkan karena adanya penghalang yang masih tersisa di antara tubuh Turquoise Dragon.
Sihir yang memiliki dasar element kegelapan. Dikhususkan untuk memberi perintah pada pikiran lawan agar mengatakan semua yang diinginkan oleh pengguna tanpa efek samping apapun. Sihir ini belum memiliki nama yang pasti, sebab ada beberapa sihir yang serupa tetapi memiliki efek samping sehingga bisa diklasifikasikan sebagai sihir yang berbeda.
Oleh karena itulah, Anryzel menggunakan sihir ini kepada Turquoise Dragon seraya memikirkan nama yang tepat. Kekuatan yang mampu membongkar semua kebohongan, tidak ada kebenaran yang luput dari pandangan, penguasa dari kebenaran.
"Benar. < Dark Magic : Ruler of the Truth >."
Lingkaran sihir perlahan menghilang seolah-olah sihir gagal dilakukan. Namun, kenyataannya sihir itu berhasil diaktifkan ketika lingkaran sihir mulai menghilang. Sihir baru Anryzel ini memang tidak banyak memiliki efek spesial apapun dalam hal visual yang sengaja dilakukan untuk meminimalisir kewaspadaan lawan.
__ADS_1
Sementara itu, Turquoise Dragon merasa tidak ada yang berubah dari dalam dirinya. Hampir seperti tidak ada sihir pengendali pikiran apapun yang digunakan kepadanya, untuk itu dia mengira bahwa Anryzel telah gagal.
Anryzel yang menyadari kebingungan Turquoise Dragon hanya memberi indikasi lewat senyuman percaya diri. Dia kemudian menanyakan sesuatu yang ingin dia pastikan sambil memberi keyakinan pada Turquoise Dragon bahwa sihirnya telah berhasil.
"Siapa yang memerintahkanmu ke benua ini?" tanya Anryzel memulai interogasi.
"Enam kaisar agung para naga. Astral Light Dragon Emperor, Dark Calamity Dragon Emperor, Origin Flame Dragon Emperor, Water of Life Dragon Emperor, Wind Hurricane Dragon Emperor, dan Ancient Earth Dragon Emperor."
Turquoise Dragon tertegun oleh kata-katanya sendiri. Meskipun identitas para petinggi harus disembunyikan dengan sebaik mungkin bahkan dari seseorang yang dianggap sekutu, tetapi dengan mudahnya Turquoise Dragon mengatakan semua itu seolah bukan masalah.
"T-tunggu, padahal sihirmu tidak berhasil?"
Anryzel menggelengkan kepala dan berkata, "Itu berhasil dan kau tidak menyadarinya."
Ini adalah salah satu kelebihan dari di mana target tidak akan menyadari bahwa pikirannya sedang dikendalikan karena tidak adanya pertentangan antara perasaan dan otak yang menjalankan.
"Ya, detailnya tidak penting. Mari kita tanyakan apakah semua perkataanmu tadi adalah kebenaran?"
Turquoise Dragon lagi-lagi dengan sepenuh hati menjawab, "Tentu saja! Demi kehormatanku sebagai naga, dan demi kehormatan Dewa Naga beserta Enam Kaisar Naga!"
Anryzel mengangguk puas. Turquoise Dragon ternyata mengatakan semuanya secara jujur dan tanpa ada dusta. Menggunakan sihir pengendali pikiran ternyata lebih berguna daripada yang dia bayangkan.
"Aku mengerti. Maka, kembalilah ke benua mu lalu katakan pada Enam Kaisar Dewa itu bahwa aku ingin bertemu langsung dengan mereka. Apa kau paham?"
Turquoise Dragon mengangguk dengan cepat. Meski dirinya tidak akan menolak, tetapi sihir pengendali pikiran ini benar-benar menakutkan. Alih-alih memaksanya untuk menjawab secara jujur, sihir ini lebih mirip seperti memerintahkannya untuk melakukan sesuatu dengan perasaan yang benar-benar rela.
Jika Anryzel menggunakan ini lebih awal tanpa memberitahu akan menggunakan sihir pengendali pikiran, maka Turquoise Dragon akan menyangka bahwa semua jawaban itu berasal dari keinginannya sendiri.
"Sihir ini akan dilepaskan. Tidak ada efek samping apapun jadi tak usah khawatir. Asalkan kau menyampaikan pesanku dengan baik dan tidak melakukan hal yang tidak perlu maka nyawamu akan baik-baik saja," jelas Anryzel sambil menepukkan tangan satu kali.
"Kau yakin melepaskanku begitu saja? Bagaimana jika aku melakukan hal yang sebaliknya?"
Anryzel seketika terdiam, sudut bibirnya sedikit melengkung lalu dia menatap lurus ke arah mata Turquoise Dragon dengan mata yang menyala.
"Sudah aku katakan bukan? Tindakan yang tidak perlu hanya akan mengundangmu pada kematian."
Turquoise Dragon merasa sekujur tubuhnya merinding. Itu adalah ancaman yang nyata, seolah diberikan langsung oleh sang pencabut nyawa. Turquoise Dragon juga merasa bahwa tidak mungkin baginya untuk menghindari kematian jika melakukan pengkhianatan.
"B-baik, terima kasih. Aku akan menyampaikan pesan itu dengan sebaik-baiknya. Sampai jumpa kembali, Blood Devil."
Turquoise Dragon berubah ke wujudnya yang asli. Dia kemudian terbang menjauh dengan kecepatan penuh, dalam hitungan detik sosoknya telah menghilang dari pandangan.
Anryzel menyaksikan kepergian Turquoise Dragon tanpa melakukan hal lain. Kedatangan naga itu benar-benar diluar prediksi, semua tindakan Anryzel dilakukan secara spontan tanpa perencanaan apapun. Oleh karena itulah, perintah untuk menyampaikan pesan sebenarnya adalah ide yang tiba-tiba muncul secara acak.
Andaikan suatu saat nanti enam kaisar naga benar-benar datang maka Anryzel menyerahkan urusan itu kepada dirinya di masa depan. Seperti tindakan orang yang tidak bertanggung jawab tapi dia berpikir bahwa tidak bermasalah untuk melakukannya sesekali.
Anryzel kembali kepada Nivania dan yang lain. Seperti yang diperkirakan, para murid dengan sigap mendirikan tenda dan perkemahan padahal titik tujuan yang diinginkan oleh Anryzel masih jauh dari tempat mereka berada.
"Mengapa kalian mendirikan perkemahan tanpa se-izinku lagi?"
Mereka yang sedang membangun kemah menoleh dengan cepat. Saat sadar bahwa pertanyaan itu dilontarkan oleh Anryzel, keseluruhan dari mereka menghentikan pekerjaan dan menghadap pada Anryzel.
"Begini, Jenderal. Karena mengira pertarungan Anda dengan naga itu akan memakan waktu lebih lama, kami sepakat untuk mendirikan perkemahan di sini. Lagipula, hari sudah mulai sore hari dan beberapa murid akademi mengalami kelelahan yang cukup parah."
Anryzel memerhatikan satu per satu orang. Memang stamina antara dirinya dengan mereka tidak dapat dibandingkan. Mungkin, berkemah di tempat ini merupakan pilihan yang terbaik bagi para murid.
__ADS_1
Lalu tak lama kemudian Nivania datang bersama beberapa orang yang berasal dari ksatria Aulzania. Semuanya dengan kompak memperlihatkan ekspresi yang tampak sedikit bermasalah.
"Kita memiliki masalah yang cukup serius," ujar Nivania tiba-tiba.
Anryzel memiringkan kepala karena merasa heran dengan situasi yang terjadi begitu mendadak ini.
"Masalah apa? Tidak ada hal yang berarti menurutku."
Hanya untuk memastikan, Anryzel mengaktifkan persepsi mana dengan tingkatan yang lebih tinggi dengan harapan dapat menyadari masalah yang diucapkan oleh Nivania. Akan tetapi, dalam ruang lingkup persepsi mananya, tidak ada apapun yang berpotensi menjadi suatu masalah.
"Hmm ... aku tidak merasakan apapun?" ucap Anryzel enteng.
"Tidak, sepertinya ada yang salah."
Nivania memperlihatkan sebuah kertas yang bertuliskan beberapa hal. Di antara yang tertulis di atas kertas tersebut, terdapat laporan dari para pengintai yang mengatakan bahwa beberapa titik di sekitar tempat ini merupakan rumah para monster berbahaya.
"Kau melihatnya? Meski dihadapanmu mereka bukan masalah tetapi di mata para murid tentu berbeda. Untuk itu aku mewakili beberapa murid yang ingin mendiskusikan hal ini denganmu, Profesor Anryzel."
Anryzel melihat kertas itu sekilas lalu memeriksa kembali area di sekitar perkemahan dan menemukan rumah para monster yang dimaksud. Dengan memperhatikan kekuatan dan jumlah para monster tersebut, Anryzel yakin bahwa para murid dapat menangani masalah ini sendiri.
"Yakinlah, para murid dapat menghadapinya."
Nivania membulatkan mata, dia lantas melipat kembali kertas yang berisikan tulisan itu lalu dengan cepat mendekat pada Anryzel.
"Apa kamu bercanda? Kita belum tahu monster apa yang berada di luar sana, setidaknya berikan beberapa masukkan agar para muridmu merasa lebih aman."
Melihat Nivania yang begitu bersikeras, Anryzel menghela napas. Wanita itu lagi-lagi mengkhawatirkan hal yang tidak perlu. Meskipun perkataan Anryzel selalu terbukti benar, tetapi Nivania seolah belum percaya sepenuhnya.
"Lagi-lagi kau meragukanku, menyebalkan sekali."
Anryzel mempersempit jangkauan persepsi mana untuk kemudian meningkatkan kualitas dari persepsi mana itu sendiri. Setelah memulai pembentukkan [Crown] dalam diri, Anryzel dapat mengklasifikasikan persepsi mana, atau <> nya ke dalam tiga bentuk, dan tiga tingkat.
Bentuk pertama, tingkat satu sampai tiga, adalah persepsi mana yang memiliki keseimbangan di antara jangkauan dan kualitasnya dalam mendeteksi segala hal yang ada dalam ruang.
Bentuk kedua, tingkat satu sampai tiga, adalah persepsi mana yang memiliki kelebihan dalam kualitas pendeteksian dalam ruang tetapi memiliki keterbatasan dalam jangkauan.
Bentuk ketiga, tingkat satu sampai tiga, adalah persepsi mana yang unggul dalam jangkauan tetapi terbatas dalam kualitas pendeteksian suatu ruang.
Hal yang saat ini dibutuhkan oleh Anryzel adalah persepsi mana bentuk kedua yang lebih mengutamakan kualitas pendeteksian dalam suatu ruang.
Dengan bentuk kedua ini, dia bisa dengan mudah merasakan detail-detail kecil yang bahkan tidak mungkin dirasakan oleh panca indra. Bentuk kedua juga dapat melakukan hal yang lain seperti mengunci suatu target untuk dijadikan objek penerima sihir.
"Dasar dari skill <> adalah mengirimkan gelombang sihir yang disukai oleh musuh untuk mendekat."
Anryzel dengan cermat menggabungkan persepsi mana bentuk kedua dengan skill <> yang berguna untuk memancing musuh agar mendekat dan berkumpul di satu titik. Sesuai dengan target yang telah terkunci, gelombang sihir pemikat dilancarkan hingga memancing semua monster yang ditandai untuk bergerak.
Efek skill Lure memancing mereka para monster yang dengan cepat menuju area perkemahan. Lalu setelah Anryzel melakukan itu beberapa murid yang berasal dari ksatria, akademi, dan para penyihir berdatangan memberi sebuah laporan.
"Lapor, Jenderal! Dipastikan sejumlah besar gerombolan monster dari semua arah mendekat dengan cepat!"
"Profesor! Tim pengintai melihat pergerakan yang aneh dari para monster. Dalam beberapa menit mereka akan tiba di perkemahan!"
"Tuan, apa yang harus kami lakukan? Harus 'kah memasang sebuah pelindung?"
Anryzel dengan santai dan tersenyum memberi perintah, "Ini adalah bagian dari ujian akhir, lakukan apa yang telah aku ajarkan dan cobalah untuk bertahan hidup!"
__ADS_1