Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 70 : Sedikit Kesedihan dalam Hati Ren


__ADS_3

"Berhenti ...!"


Teriakan Avrogan menggema di langit malam Hutan Loudeas. Ren yang mendengar Avrogan langsung menyadari dan mengerti seberapa Berbahaya serangan nya ini jika masih terus dilanjutkan.


'Ah, sial ... Ini sudah sedikit terlambat.'


Butuh waktu agar Skill dapat dibatalkan secara sepenuhnya. Namun, Crundela yang masih dalam Jalur lintasan serangan sudah sangat dekat dan tidak memiliki waktu lagi untuk menunggu. Ren berpikir bahwa tidak ada pilihan lain, dan dengan segenap kekuatan nya, Ren berusaha mengubah Jalur Serangan.


Andaikan Crundela tidak ketakutan dan pasrah dengan Kematiannya saat ini. Mungkin, Dia dapat lari dan menghindari Serangan Ren yang Super Dahsyat ini dan sedikit meringankan Beban Ren. Namun, dia sudah putus asa dan tidak bergerak sedikitpun.


'Sialan kau Burung, menyusahkan saja!' Ren mengutuk Burung itu saat berusaha membatalkan Serangan nya.


Meskipun Skill yang Ren pakai menggunakan sebuah Ayunan Vertikal menyatu dengan Pedang Nuxuria pada awalnya. Namun Kekuatan dari Skill ini yang sesungguhnya adalah [Divine Judgement] yang telah diperkuat dan menjadi [Ancient Blue Flame Divine Judgement], dimana Bilah Api Biru yang Sangat Besar sudah tidak menyatu lagi dengan Pedang Nuxuria.


Apabila Bilah Api Biru itu masih menyatu dengan Pedang Nuxuria, Ren tentu tidak akan kesulitan untuk mengubah Jalur serangan nya. Nasi sudah menjadi Bubur, Ren hanya dapat berusaha semaksimal mungkin untuk menghentikan Serangan ini.


'Ya, aku sudah berusaha, maafkan aku.'


Bilah Api Biru yang Luar Biasa besar itu hanya bisa diubah sedikit Arah Serangan nya. Crundela yang masih dengan Pasrah terdiam tidak memiliki pilihan lain selain terluka. Sayap Kanan miliknya sudah habis terbakar dan itu disebabkan karena menyentuh sedikit serangan dari Ren.


"Aaaaaahhhhhhhhhh ...!"


Crundela yang terkena serangan menjerit kesakitan. Sayap Kanan yang dia miliki telah habis terbakar, dan langsung terjatuh dari tinggi nya langit Hutan Loudeas. Namun disaat - saat terakhir, Tubuhnya yang terjatuh berhenti di udara seolah tertahan oleh sesuatu.


Setelah itu, Ren tidak memperhatikan Crundela lebih Jauh. Serangan nya masih membutuhkan banyak waktu untuk dapat dibatalkan sepenuhnya. Tanpa berpikir panjang, Ren langsung melesat ke Jalur Lintasan milik Serangan nya sendiri.


Shing! Shing!


Dua Tebasan biasa menyilang dia lakukan untuk memperlambat Bilah Api Biru tersebut. Namun, itu tidak mempengaruhi kecepatan dari Serangan Bilah Api Biru sedikitpun. Tebasan Biasa yang dapat membelah para Naga bahkan dibuat seperti bukan apa - apa dihadapan [Ancient Blue Flame Divine Judgement].


"Tch, bagaimana bisa aku kewalahan oleh Skill ku sendiri ... Ah, aku mengingat sesuatu."


Pintu dari Inventory berbentuk Lingkaran muncul disamping Kiri Lengan Ren. Dengan segera, Ren langsung memasukan Lengan kirinya pada Pintu Inventory tersebut. Tidak membutuhkan waktu lama, Ren kembali menarik lengannya dengan sebuah Benda yang digenggam di tangan.


Benda itu adalah sebuah Pisau yang memiliki warna berganti. Tidak pernah sekalipun menampakan Warna yang tetap, setiap saat itu akan berubah - ubah menjadi Warna yang berbeda. Sebuah Pisau Semi-Transparan yang tidak dapat digambarkan dengan kata - kata.


Pisau ini adalah Senjata yang setara dengan Pedang Nuxuria. Jika Pedang Nuxuria adalah Pedang yang mampu membelah Kenyataan dan Dimensi, maka Pisau ini dapat memperbaiki Kenyataan dan Dimensi. Itulah Pisau yang Ren Genggam dengan Lengan kirinya saat ini, [Blade of Spirit Destruction] Aschalon.


Di Atas langit Hutan Loudeas dan Dihadapan Bilah Api Biru yang berukuran Luar Biasa ini. Mereka akan menjadi saksi, akan kekuatan dari dua Senjata terkuat milik Ren, yaitu Aschalon dan Nuxuria.


Satu kali Helaan Napas, sebelum Ren melesat kembali. Kali ini tujuan nya adalah menebas dengan Garis yang sama dengan Bilah Api Biru Raksasa. Sesampainya di Ujung Bilah Api Biru, Ren mulai membelah Udara menggunakan Pedang Nuxuria.


Pedang Nuxuria yang Ren gunakan untuk membelah Udara menyebabkan sesuatu yang tidak dapat dipercaya. Langit Malam yang terang akibat dari Cahaya Bilah Api Biru, terpotong tanpa sedikitpun Halangan. Sebuah Garis Hitam yang benar - benar Hitam Muncul di Langit. Garis Hitam itu sendiri terlihat seperti sebuah Mulut yang siap menelan Api Biru kapan saja.


Meski dilihat dari sudut manapun ini adalah pemandangan yang tidak masuk akal, namun itulah yang terjadi saat ini. Bilah Api Biru Raksasa ditelan oleh Garis Hitam, dan langsung menghilang tanpa adanya halangan. Dari Kejauhan mungkin terlihat seperti Bilah Api Biru yang secara tiba - tiba menghilang, namun sesungguhnya Api Biru itu ditelan oleh Garis Hitam yang merupakan Celah Dimensi.


Masalah dari [Ancient Blue Flame Divine Judgement] telah selesai. Saat ini Ren harus memperbaiki masalah yang tersisa yaitu Celah Dimensi yang dia buat sendiri. Jika itu hanya Retakan, mereka akan dapat memperbaiki dengan sendirinya. Namun apa yang Ren sebabkan kali ini bukan sekedar Retakan melainkan sebuah Celah Berukuran amat Besar.


"Ini menakjubkan ... Ah, aku harus segera memperbaikinya."


Sekali lagi, Ren melakukan hal yang sama dengan apa yang dia lakukan tadi. Perbedaan nya, kali ini dia menggunakan Aschalon untuk menutup Celah Dimensi berukuran besar itu. Pemandangan yang Mustahil dilihat kembali lagi terjadi, dimana Garis Hitam yang luar biasa besar itu menjadi langit malam kembali. Ketika Garis Hitam yang merupakan Celah Dimensi menyentuh Aschalon, maka itu akan kembali seperti semula.

__ADS_1


"Haa ... Haa ... Merusak itu lebih gampang daripada memperbaiki, aku sudah mempercayai hal ini dari dulu."


Keringat mengucur di dahi Ren dan Napas nya cepat tak beraturan. Baru kali ini Ren merasakan kelelahan yang nyata dan dirasakan langsung oleh tubuhnya sendiri. Penyebab semua ini adalah Mana Ren yang hampir terkuras habis. Penggunaan dari Pisau Aschalon untuk memperbaiki Dimensi bahkan menghabiskan hampir Tujuh Puluh Persen dari Mana Ren saat ini.


Jumlah yang luar biasa ini bahkan mengalahkan Skill apapun yang Ren gunakan selama ini. Tidak, lebih tepatnya semua Skill yang Ren gunakan selama di Dunia ini. Ada beberapa Skill yang belum Ren coba di Dunia ini dan menggunakan Seluruh Mana yang dia miliki. Ren tidak dapat membayangkan Kerusakan macam apa yang nanti akan terjadi.


Dua masalah yang begitu serius telah tiada, tapi sebelum itu, Ren harus memastikan semua masalah telah terselesaikan. Dan benar saja, pada saat Ren memperhatikan sekitarnya, ada satu masalah lagi yang ternyata tidak kalah serius nya. Masalah ini terdengar sederhana namun sebenarnya benar - benar serius, ini adalah Kebakaran Hutan.


"Lain kali, aku harus benar - benar memikirkan Konsekuensi dari Eksperimen yang aku lakukan."


Perasaan menyesal kembali dirasakan oleh Ren saat ini. Ada kalanya, Ren juga kehilangan diri, dan itu pada saat dirinya bereksperimen seperti ini. Ren adalah salah satu orang di Dunia yang menyukai suatu hal yang baru.


"Baiklah, mari kita coba padamkan api ini ... [Water Magic : Waves of Disaster]."


Gelombang Air yang terlihat seperti Tsunami dengan Ketinggian hampir mencapai Lima Puluh Meter muncul entah darimana. Gelombang Air itu kemudian Ren kendalikan agar dapat memadamkan seluruh Api yang membakar Hutan Loudeas.


Ketika berusaha memadamkan Api, Dalam lubuk Hati Ren yang terdalam, terdapat sedikit kesedihan karena telah merusak alam. Di Bumi dulu, alam telah di Rusak sekian banyak nya sampai - sampai Pepohonan hanya tersisa Sepuluh Persen di seluruh Dunia. Ren tidak ingin Dunia ini menjadi Hancur seperti Dunia nya dulu.


Setelah semua Api berhasil dipadamkan, Ren menatap Langit Hutan Loudeas yang dipenuhi oleh bintang - bintang. Itu sangat Indah ketika Ren melihatnya, Pemandangan yang hanya didapatkan di Dunia ini.


"Mungkin, aku akan menambahkan Tujuan Baru untuk memulihkan Pepohonan di Hutan ini." Ren bergumam seorang diri.


Ren baru menyadari keindahan dari Langit Malam, sebelumnya dia tidak pernah berkesempatan untuk melihat Langit Berbintang seperti ini secara langsung. Perasaan yang dia Rasakan saat ini tak bisa dilukiskan oleh Kata - Kata.


Sayang nya, sebuah Suara mengganggu suasana yang dirasakan oleh Ren saat ini. Dan itu adalah suara dari kepakan Sayap Avrogan yang mendekati dirinya. Ren menghela Napas karena merasa kesal telah diganggu. Namun, Avrogan pasti memiliki sesuatu untuk dikatakan, Ren mau tak mau harus menanggapi dirinya terlebih dahulu.


"Maafkan aku, Avrogan ... Aku sedikit berlebihan tadi."


Avrogan, dia mendekati Ren bersama dengan Crundela yang mengambang di dekatnya. Sepertinya, permintaan maaf Ren yang tiba - tiba sedikit membuat dirinya terkejut. Meski begitu, dia masih mengatakan apa yang ingin dia katakan.


"Jarang sekali orang yang memiliki kekuatan Besar meminta maaf. Aku tidak bisa menyalahkanmu atas hal ini, sedikit kesalahan juga berasal dariku. Andai saja aku tidak mengatakan 'Gunakan Serangan Terbaik kalian' mungkin kau tidak akan menggunakan Serangan terbaikmu itu."


Avrogan berhenti tepat disamping Ren yang sedang memandang Langit. Jika dipikirkan dengan baik, melihat Kuda seperti ini berbicara merupakan sebuah Pengalaman yang Aneh. Apalagi, mulutnya yang tidak bergerak namun bisa mengeluarkan suara itu lebih aneh lagi, Ren juga berpikir demikian.


Ren menutup mata dan memikirkan apa yang harus dia katakan untuk menjawab pertanyaan Avrogan. Cukup lama dia memikirkan Hal itu sebelum akhirnya membuka mata kembali.


"Kekuatan Besar ya? Aku sendiri tidak yakin mengapa aku memiliki semua ini. Banyak pertanyaan yang belum terjawab dikepalaku, seperti Mengapa aku yang dipilih dari sekian banyak orang? Mengapa aku diberikan senjata yang luar biasa itu? Apakah ini hanya kebetulan semata atau takdir, aku tidak tahu."


Ren berhenti sejenak sebelum melanjutkan pembicaraan nya.


"Kau sama sekali tidak memiliki kesalahan, ini murni karena kehilangan kendali diriku. Dari sekian banyak hal di Dunia ini, hanya hal baru lah yang terkadang membuat aku kehilangan kendali." Ren berhenti lagi, berusaha merangkai kata untuk dia berbicara selanjutnya.


"Hm ... Aku akan sedikit mengatakan kebenaran padamu. Kau berkata bahwa tadi adalah Serangan Terbaik diriku, Benar?"


"Itu Benar, dan aku meyakini andai Serangan itu tidak dihentikan, Daratan ini akan terbelah dan Hancur."


"Hahaha, ini sedikit lucu mendengar apa yang kau nyatakan barusan. Pahit memang, namun kenyataan nya, itu sama sekali bukan Serangan Terbaik yang aku miliki."


Kepala Avrogan langsung berbalik dengan cepat ke arah Ren. Sangat Cepat, sampai membuat kita berpikir bahwa Kepala dirinya akan lepas.


"Mustahil ... Apa kau serius?"

__ADS_1


"Sangat Serius, Ngomong - Ngomong ...." Ren berhenti sejenak untuk berbalik pada Crundela.


"Apakah dia masih dapat hidup? Meskipun sifatnya itu menyebalkan tapi aku tahu bahwa dia masih muda dan belum berpengalaman."


"Dia masih dalam Keadaan Hidup, hanya tidak sadarkan diri saja. Lagipula, Api Biru mu itu menakjubkan, itu tidak menyebabkan luka yang merambat dan hanya membakar apa yang mengenainya saja."


"Baguslah, pada awalnya aku membutuhkan dia untuk membantu para Bawahanku menuju Kerajaan yang jauh dari sini. Namun, dia sepertinya sudah tidak berdaya ...." Ren menghela Napas lelah.


"Hoho ... Untuk yang satu itu, aku memiliki saran yang bagus." Avrogan berkata penuh percaya diri.


"Dan saran bagus macam apa itu ...?" Ren bertanya dengan waspada.


"Pertama, lakukan Kontrak denganku, lalu yang kedua, kau bisa memanggil Raja dari [Beast Servant] Jenis Crundela dan dia merupakan Temanku yang bernama ... Indacrus."


*


*


*


*


*


Kontrak antara Ren dan Avrogan telah terjalin menggunakan [Blood Ruler : Blood Covenant] milik Ren. Kedua belah pihak telah setuju dan Kontrak pun telah dibuat tanpa halangan. Meskipun pada awalnya Avrogan terlihat Ragu - Ragu untuk menjalin Kontrak dengan Ren. Namun anehnya, setelah kejadian itu malah dia yang menyarankan Kontrak tersebut.


'Aku tidak mengerti apa yang mengubah pikirannya namun ayo lakukan ini terlebih dahulu.'


Lingkaran Sihir untuk pemanggilan kembali Ren buat di sebuah Tanah Terbuka Hutan Loudeas. Ren juga kembali menggunakan Sihir Cahaya miliknya untuk membuat Bola Cahaya sebagai penerangan.


Menurut apa yang dikatakan oleh Avrogan, Ren dapat memanggil Raja dari para [Beast Servant] Burung Garuda yang disebut dengan Indacrus. Dia adalah [Beast Servant] tingkat Legendary sama halnya dengan Avrogan, dan Avrogan menyatakan juga bahwa Indacrus adalah temannya.


Ren sempat bertanya pada Avrogan bagaimana cara agar dia dapat memanggil Indacrus dan itu cukup sederhana. Avrogan akan memberikan bantuan dengan menggunakan Mana dirinya sendiri untuk memanggil Indacrus. Itu memiliki arti bahwa Ren tidak perlu membayangkan lagi sosok Indacrus.


"Avrogan bersiaplah, [Summoning Magic : Active]."


Lingkaran Sihir aktif seperti sebelumnya, namun ada yang berbeda kali ini. Pada saat tahap membayangkan, Avrogan lah yang akan memanggil Indacrus dan bukan Ren yang membayangkan sosoknya. Pada saat proses telah mencapai tahap yang dimaksud, Avrogan melakukan aksinya ...


"Haaa ... [Calling Thunder : Execute]!"


Jeduarrrrr!


Satu Buah Guntur Petir Tunggal menyambar pada Lingkaran Sihir yang sedang aktif dihadapan Ren. Kelakuan Avrogan ini bahkan membuat Ren tidak dapat berkata - kata lagi. Ren mengira bahwa Avrogan hanya akan memasukan Mana nya, namun ternyata perkiraanya salah. Avrogan malah menyambar Lingkaran Sihir dengan Guntur Petir yang berukuran besar.


'Jika ini di Bumi aku pasti sudah Mati karena serangan Jantung.'


Setelah Petir menyambar, Tornado Mana kembali muncul pada Lingkaran Sihir. Proses ini membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dari Avrogan. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Tornado Mana semakin melemah dan menghilang.


Dan kini diatas Lingkaran Sihir itu ada seekor Burung Garuda yang bahkan lebih Gagah daripada Crundela. Jika Crundela memiliki Bulu yang berwarna Putih dan Emas, sosok yang satu ini memiliki Warna Bulu Emas dan Merah. Sama halnya dengan Crundela, dia juga terlihat memakai Topeng berwarna merah yang menyatu dengan sesuatu yang terlihat seperti Mahkota.


"Avrogan, apa yang kau maksud dengan menyambarku melalui Lingkaran Sihir ini? Apa kau tidak memiliki Keberanian untuk bertarung secara langsung?"

__ADS_1


Dia adalah Indacrus seseorang yang menjadi Teman dari Avrogan ....


__ADS_2