Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 68 : Percobaan Summon di Malam Hari


__ADS_3

Sebuah Skill yang dapat memanggil berbagai macam Jenis [Beast Servant], itulah yang disebut dengan Skill [Summoning]. Sebagai Skill [Summoning] yang merupakan Skill pemanggil, Skill [Summoning] termasuk ke dalam Sihir yang dimana Sihir ini meneruskan Panggilan kita kepada para [Beast Servant].


[Beast Servant] yang dipanggil sendiri berbeda - beda. Tergantung dari apa yang Pemanggil inginkan dari [Beast Servant] ini. Pemanggil bisa menentukan Jenis dan Tipe macam apa [Beast Servant] yang dia panggil dengan cara memikirkannya saat melakukan pemanggilan.


Namun, meski demikian Pemanggil tidak bisa menentukan [Beast Servant] yang dipanggil benar - benar Identik dengan apa yang dia inginkan. Karena sejatinya, [Beast Servant] yang dia Panggil sendiri sudah ada dan tidak bisa diubah kembali.


Untuk menggunakan Skill [Summoning] ini cukup sederhana dan mudah. Sang Pemanggil hanya harus memenuhi beberapa Syarat untuk menggunakan Skill ini. Pertama adalah mengingat dengan baik seperti apa Lingkaran Sihir yang menjadi alat pemanggilan. Lebih Detail Sang Pemanggil mengingatnya, maka kemungkinan pemanggilan sukses akan bertambah.


Syarat Kedua adalah Pengendalian Mana yang cukup baik. Semakin baik dalam mengendalikan Mana maka akan semakin Bagus pula hasilnya. Tanpa Pengendalian Mana yang cukup, hanya akan ada kegagalan dalam proses mengaplikasikan Lingkaran Sihir.


Syarat Ketiga adalah mengaplikasikan Lingkaran Sihir menggunakan Mana. Disini sangat bergantung pada Pengendalian Mana dan Ingatan Sang Pemanggil tentang Lingkaran Sihir itu sendiri. Membuat Lingkaran Sihir menggunakan Pengendalian Mana itu cukup sulit. Itulah mengapa keberadaan para Summoner langka di Dunia ini.


Syarat Terakhir adalah Keinginan yang Kuat, mungkin terdengar cukup lucu jika kita mendengar ini tanpa mengetahui alasannya. Namun, Keinginan yang Kuat ini terbukti penting dalam Proses pemanggilan. Para [Beast Servant] sendiri adalah Makhluk yang memiliki Kecerdasan.


Tergantung dari seberapa tinggi nya tingkatan mereka, bahkan ada yang dapat berbicara. Maka dari itu, seorang Pemanggil yang memiliki Keinginan Kuat akan diketahui oleh para [Beast Servant] itu sendiri. [Beast Servant] dengan tingkat yang tinggi akan memilih Pemanggil dengan Keinginan yang Kuat. Oleh sebab itu, syarat yang satu ini sama Penting nya dengan Syarat yang lain.


'Um ... Berdasarkan perkataan Raytsa, harusnya seperti itu kan?'


Selagi berjalan untuk menuju Halaman Istana Kerajaan Aulzania. Ren mencoba mengingat dan menyimpulkan kembali apa yang dikatakan oleh Raytsa mengenai Skill [Summoning]. Meskipun ada beberapa perbedaan dengan apa yang diketahui oleh Ren, namun sebagian lagi ada yang sama.


Ren hanya mengingat tentang bagaimana cara agar dia dapat melakukan Skill [Summoning] ini. Untuk bagian Cerita Raytsa tentang Skill [Summoning] yang lain, dengan terpaksa Ren tidak mempedulikannya. Itu hanya bagian Cerita yang dia anggap tidak penting.


Tap Tap Tap


'Hm ... Mungkin ada dua hal lagi yang menurutku penting.'


Apa yang dimaksud oleh Ren adalah Cerita Raytsa mengenai [Beast Servant] tingkat tinggi yang terkadang menyerang pemanggilnya. [Beast Servant] tingkat tinggi sendiri memiliki Kecerdasan dan terkadang ingin menguji apakah orang yang memanggil dirinya Layak atau tidak menjadi majikannya.


'Yah ... Semoga saja itu tidak terjadi pada percobaan pertamaku.'


Lalu satu lagi yang dimaksud oleh Ren, itu mengenai Tingkatan dari para [Beast Servant]. Ini cukup menarik minat Ren karena Tingkatan yang dimaksud oleh Raytsa berbeda dari apa yang Ren ketahui. Dalam Game sendiri Tingkatan [Beast Servant] sama dengan Tingkatan para Monster.


Sedangkan Tingkatan asli dari Dunia ini dari yang terendah adalah Mystic, Mythical, Legendary, dan Divine. Perbedaan seperti inilah yang membuat Ren berpikir bahwa semua ini menjadi menarik.


'Hahaha, andai aku bisa memanggil [Beast Servant] Tingkat Legendary atau Divine. Yah ... itu tidak mungkin dalam percobaan pertamaku.'


Pemikiran Ren terhenti ketika melihat dirinya telah sampai di Halaman Istana. Selama Proses berpikir sendiri, Ren melewati Perjalanan nya menuju Halaman Istana dalam waktu yang singkat. Halaman Istana yang dalam Keadaan Gelap kini sudah didepan mereka semua.


"Hei, apa menurut kalian tempat ini Gelap?" Ren tiba - tiba bertanya pada semua orang.


"Bagiku tidak, aku adalah seorang Demi-Human, penglihatanku dalam Gelap itu cukup baik." Balas Rakuza.


"Yang Mulia, Blood Devil tidak memiliki Penglihatan Malam seperti para Demi-Human. Kami hanya bisa melihat menggunakan Persepsi Mana. Karena disini tidak ada Mana yang mengidentifikasi suatu objek tertentu, yah ... ini cukup gelap." Balas Rusava.


"Hm ... Kalian menjawab leluconku dengan serius, itu bagus." Ren mengangguk dengan tersenyum.


"Aku juga merasa bahwa tempat ini cukup gelap, lebih terang akan lebih baik, [Magic : Light]."


Ren melafalkan sebuah Sihir Dasar dari Element Cahaya. Itu adalah Sihir yang hanya menciptakan satu buah Bola Cahaya untuk menerangi seseorang dalam Kegelapan. Namun, apa yang Ren gunakan kali ini cukup Istimewa. Sihir yang seharusnya hanya menciptakan satu Buah Bola Cahaya telah Ren ubah menjadi Sembilan Bola Cahaya.


Mengapa harus Sembilan? Ren berpikir bahwa semua akan menarik jika dirinya menciptakan Bola Cahaya berjumlah Sembilan. Angka Sembilan adalah sesuatu yang Istimewa di Dunia ini. Ras Utama yang berjumlah Sembilan, lalu Benua yang berjumlah Sembilan pula. Semua itu menjadi sumber alasan mengapa Ren menciptakan Bola Cahaya berjumlah sembilan.


Dengan apa yang dikehendaki oleh Ren, Bola Cahaya itu bergerak untuk membentuk sebuah Lingkaran. Kini Halaman Istana di depan Ren yang awalnya Gelap Gulita telah berubah menjadi Terang Benderang.


Bola - Bola Cahaya yang membentuk Lingkaran dalam Jumlah Sembilan membuat Ren sendiri terpukau. Betapa indahnya itu ketika dilihat pada Malam Hari. Sesuatu pemandangan yang tidak akan pernah Ren dapatkan di Bumi.


"Menakjubkan, bagaimana aku harus mengatakan nya, Dunia ini penuh dengan berbagai macam hal yang menarik." Ren berbicara sendiri dengan suara yang pelan.


"Luar Biasa, aku menjadi ragu, apa yang tidak bisa anda lakukan Tuan Dirvaren?" Rakuza berkomentar.


"Lihatlah Rusava, itulah Yang Mulia kita." Raytsa memberikan Komentar pelan.


"Aku ... Bahkan belum bisa merubah sebuah Sihir yang sudah menjadi tetap seperti itu. Yang Mulia memang Luar biasa." Rusava juga berkomentar dengan suara pelan.

__ADS_1


Perkataan mereka ini sebenarnya terdengar oleh Ren. Namun dia memutuskan untuk mengabaikan semua itu, dan tetap memperhatikan Bola Cahaya untuk sementara waktu.


'Aku ingin mencoba suatu hal, namun itu akan memakan cukup waktu. Lebih baik kulakukan itu nanti.'


Apa yang dipikirkan oleh Ren untuk mencoba sesuatu sama sekali tidak penting. Dia hanya ingin bermain - main menggunakan Bola Cahaya yang dia buat. Seperti, memutarkan Bola - Bola itu dan sebagainya.


"Baiklah, Raytsa." Ren berbalik pada sosok Raytsa yang berdiri di belakang nya.


"Ya, Yang Mulia?"


"Sekarang Tunjukanlah Skill [Summoning] itu di tengah Lingkaran Bola Cahaya."


"Baik."


Tanpa banyak bicara lagi, Raytsa langsung bergerak ke Pusat Lingkaran yang dibuat oleh Bola Cahaya. Ketika berada tepat disana, Raytsa berhenti dan mulai melakukan proses pemanggilan.


Pada sudut pandang Ren, Raytsa mulai mengendalikan Mana yang dia miliki untuk membentuk Lingkaran Sihir. Penilaian Ren terhadap Pengendalian Mana Raytsa adalah Cukup Baik. Dimana dia adalah orang pertama yang mempunyai Pengendalian Mana terbaik yang pernah Ren ketahui.


Beberapa kepingan fragmen dari Lingkaran Sihir mulai terbentuk diatas Tanah. Semakin banyak dan lengkap seiring berjalan nya waktu. Warna dari Lingkaran Sihir mulai terbentuk ketika itu mencapai setengah dari sempurna. Kuning Keemasan, Warna itu bersinar redup ketika mencapai bentuk hampir sempurna.


Cahaya yang dikeluarkan Lingkaran Sihir itu Redup karena terhalangi oleh Bola - Bola Cahaya milik Ren. Andaikan itu tidak ada, maka akan terlihat dengan Jelas di Malam Hari ini.


"Apakah Selesai? Aku harus mengingat Lingkaran Sihir ini dengan baik. Lalu, sekarang apa?" Ren memperhatikan Raytsa dengan seksama.


Saat ini dalam sudut pandang Ren, seharusnya Lingkaran Sihir sudah mencapai tahap sempurna. Namun Ren tidak bisa memutuskan itu sendiri dan berpikir untuk menunggu sampai Raytsa benar - benar memberitahu dirinya atau menunjukan bahwa dia telah selesai.


"[Summoning Magic : Active]." Raytsa berteriak.


Ren akhirnya mengetahui bahwa Lingkaran Sihir telah tercipta dengan sempurna. Semua itu berkat teriakan dari Raytsa yang menggema di seluruh Halaman Istana. Meskipun begitu, Ren berpikir bahwa Raytsa sedikit ... Berlebihan.


'Ya ampun Raytsa, apakah dirimu tidak malu? Harus berteriak berlebihan seperti itu.'


Sepertinya, jika Ren harus berteriak seperti itu untuk mengaktifkan Skill [Summoning], dia lebih memilih merombak Skill itu agar dia bisa mengaktifkannya tanpa harus berteriak.


'Kesampingkan hal itu untuk sekarang, aku harus fokus dalam memperhatikan Raytsa.'


'Ugh, aku masih belum bisa mengingat Lingkaran Sihir itu lebih cepat.' Ren Protes pada dirinya sendiri.


Jika seluruh orang yang menghadiri Halaman Istana ini mengetahui apa yang barusan Ren katakan dalam Hatinya. Maka mereka tidak akan dapat berkata - kata lagi, bahkan sampai saat ini mereka tidak bisa mengingat setengah bagian dari Lingkaran Sihir tersebut.


Lingkaran Sihir semakin bergerak dan bersinar dengan Intens. Itu terlihat semakin Jelas dan bahkan Hampir menyaingi Sinar dari Bola - Bola Cahaya milik Ren. Ketika Lingkaran Sihir telah mencapai Puncaknya, sebuah Tornado Mana muncul dari dalam Lingkaran Sihir.


Tornado Mana telah sepenuhnya menghilangkan Pandangan semua orang terhadap Lingkaran Sihir. Raytsa yang berada di dekat Lingkaran Sihir itu perlahan - lahan mundur sebelum [Beast Servant] muncul dari sana.


Keputusan Raytsa merupakan suatu hal yang benar. Andai [Beast Servant] itu menyerang kepada pemanggilnya, akan ada waktu sejenak bagi Raytsa untuk melakukan pertahanan.


Sesaat setelah Raytsa berhasil mengambil Jarak dari Lingkaran Sihir. Tornado Mana kian melemah dan melemah, sampai itu telah sepenuhnya berhenti. Lingkaran Sihir masih dalam Keadaan utuh dengan Sinar Redup seperti pada awalnya. Namun diatasnya, ada sesuatu yang benar - benar berbeda.


Sosok dari sebuah Makhluk mengerikan sedang diam diatas Lingkaran Sihir dan mengamati sekitarnya. Jika itu dalam ukuran yang kecil, itu tidak seberapa mengerikannya. Namun yang disini berukuran Besar dan hampir dua kali lipat tinggi nya dari Raytsa.


Sosok yang menjadi ciri khas dari Vampire atau Dracula di Bumi. Itu adalah seekor [Beast Servant] Kelelawar yang menyeramkan. Mata dia yang berwarna merah menyala terlihat jelas bahkan dibawah Bola Cahaya milik Ren.


Tubuhnya yang ditutupi dengan Kulit berwarna Hitam dihiasi dengan sebuah Motif Berwarna merah menyala.


Plak!


Ren menampar perlahan Dahi nya sendiri, dia tidak dapat berpikir lagi apa yang sebenarnya Sosok [Beast Servant] yang Raytsa panggil.


'Ya ampun Raytsa, tidak adakah yang lebih baik dari ini? Seorang Manusia biasa akan langsung pingsan ketika melihatnya.'


Ren tidak habis pikir mengapa Raytsa memanggil sosok yang menyeramkan seperti ini. Hanya karena dia adalah seorang Blood Devil bukan berarti dia harus memanggil sesuatu seperti kelelawar. Dengan sedikit terpaksa, Ren harus menyuruh Raytsa membatalkan pemanggilan nya. Akan sangat berbahaya jika kepergian mereka bertiga ke Kerajaan Suci Sancteral ditemani oleh Kelelawar mengerikan ini.


"Raytsa! Aku memerintahkanmu untuk membatalkan pemanggilan! Apakah bisa?" Ren sedikit berteriak.

__ADS_1


Raytsa yang mendengar ini langsung berbalik dengan wajah kebingungan. Mungkin dia berpikir bahwa Hewan yang dipanggil tidak seperti yang diharapkan oleh Ren. Oleh karena itu Raytsa langsung mengangguk untuk membatalkan pemanggilan nya.


"[Summoning Magic : Cancel]!"


Tornado Mana kembali muncul dan menelan seluruh Tubuh milik [Beast Servant] Kelelawar yang mengerikan itu. Sekian waktu kemudian, Tornado Mana kembali menghilang bersama dengan Seluruh Lingkaran Sihir yang ada.


Melihat semuanya telah selesai, Raytsa bergerak kembali menghampiri tempat dimana Ren berada. Wajahnya diliputi oleh perasaan bersalah, Ren yang melihat ini sedikit merasa bersalah juga.


"Maafkan saya Yang Mulia, tidak bisa memenuhi harapan anda." Raytsa berkata penuh penyesalan.


"Bukan seperti itu Raytsa, namun apa yang kau panggil itu cukup mengerikan. Sama sekali tidak dapat digunakan untuk melakukan perjalanan. Mungkin, jika itu untuk menakuti orang - orang masih bisa dilakukan. Jangan terlalu memikirkannya, sekarang adalah giliranku untuk mencoba."


Ren berusaha menjelaskan sebaik mungkin agar Raytsa tidak merasa gagal dalam melakukan [Summoning]. Dengan segera, Ren langsung bergegas menuju Pusat Bola Cahaya miliknya setelah mengatakan hal tersebut. Tanpa memberikan sedikitpun Raytsa untuk membalas perkataannya.


'Huff ... Mari kita coba.'


Ren meningkatkan Konsentrasi miliknya agar dapat mengingat semua hal tentang Lingkaran Sihir itu dengan baik dan sempurna. Bukan hanya mengingat, Ren juga cukup berusaha dalam mengaplikasikan Mana menjadi sebuah Lingkaran Sihir. Hal yang belum pernah dia coba sebelumnya, dan sedikit membuat Ren kesusahan.


Lingkaran Sihir yang terlihat sama persis dengan milik Raytsa mulai terbentuk di hadapan Ren. Namun dalam Hal ukuran, Lingkaran Sihir milik Ren beberapa kali lebih besar. Setelah beberapa kali berusaha, Lingkaran Sihir akhirnya mencapai tahap sempurna.


'Aku merasa ada sesuatu halangan yang menahanku untuk menambah beberapa hal pada Lingkaran Sihir ini. Namun ada beberapa celah juga disana, aku bertanya apa gunanya hal ini?'


Meski dalam melakukan hal sulit seperti ini, Ren masih bisa memikirkan hal yang lain. Ada beberapa hal yang membuat Ren tertarik ketika mengaplikasikan Lingkaran Sihir Pemanggilan. Namun untuk saat ini dia mengesampingkan semua itu dan tetap Fokus pada percobaan pemanggilan pertamanya.


'Oh, ada sesuatu yang bisa aku lakukan dengan ini, menarik dan akan aku coba.'


Sebuah Lingkaran Sihir tercipta di samping Lingkaran Sihir yang pertama. Percobaan pertama yang cukup Gila, bagaimana mungkin Ren berpikir untuk memanggil dua [Beast Servant] secara bersamaan? Tidak ada yang mengerti mengapa Ren melakukannya.


Ada satu hal yang Jelas disini, sebuah Senyuman yang terlukis di Wajah Ren menggambarkan kepercayaan diri miliknya.


Semua orang yang merasa ini mustahil untuk dilakukan hanya bisa menunggu, apakah Ren bisa memanggil dua [Beast Servant] sekaligus.


"[Summoning Magic : Active]." Ren berkata pelan.


Sepertinya pengaktifkan Lingkaran Sihir tidak perlu melafalkannya dengan keras seperti Raytsa tadi. Dua Lingkaran Sihir itu mulai bergerak berputar secara bersamaan. Cahaya yang dikeluarkan nya juga menjadi semakin Intens.


'Inilah saatnya ....'


Menurut apa yang dikatakan Raytsa, pada tahap inilah Ren harus memikirkan [Beast Servant] macam apa yang dia panggil. Ini akan terasa menyulitkan bagi Ren karena dia harus memikirkan kedua [Beast Servant] secara bersamaan. Waktu yang dibutuhkan sampai Skill ini benar - benar aktif juga sangat singkat.


'Tidak ada pilihan lain, ayo pilih itu saja!'


Dua Tornado Mana muncul secara bersamaan. Ukuran Tornado jelas lebih besar daripada milik Raytsa sebelumnya. Entah karena Lingkaran Sihir yang lebih besar atau [Beast Servant] yang keluar berukuran lebih besar, Ren tidak tahu.


Tornado Mana lebih membutuhkan waktu yang lama untuk menghilang. Pada saat itu menghilang sepenuhnya, hanya tersisa dua Lingkaran Sihir yang seperti pada awalnya, serta dua Ekor [Beast Servant] yang diam disana.


Dua Ekor [Beast Servant] yang hampir tidak dapat dipercaya muncul disana. Berbeda dengan milik Raytsa tadi, kedua [Beast Servant] ini mengeluarkan semacam aura dari tubuh mereka. Dari hanya merasakan hal ini, semua orang yang hadir tahu bahwa ini adalah [Beast Servant] tingkat tinggi.


Pertama adalah [Beast Servant] yang memang Ren pikirkan dengan sangat baik. [Beast Servant] yang Ren inginkan berasal dari ingatannya tentang sebuah Lambang dari Negara asalnya di Bumi dulu, dan itu adalah Burung Garuda. Seperti yang diinginkan oleh Ren, seekor Burung Garuda berukuran besar sedang diam disana dan menatap dirinya.


Burung Garuda yang memiliki Bulu berwarna Putih bersih tanpa ada sedikitpun Noda. Dari Bulu - Bulu nya tersebut muncul aura - aura berwarna keemasan yang terlihat sangat indah. Paruhnya yang melengkung dengan sempurna, Wajahnya yang terlihat memakai sebuah Topeng yang disatukan dengan Mahkota berwarna Emas, menambah Kemegahan yang dimilikinya.


Seorang Manusia dapat memanggilku?


Burung Garuda itu mengeluarkan sebuah Suara yang lembut dan terasa seperti seorang Wanita. Namun ada kemartabatan dan kehormatan dalam Nada suaranya itu. Ren tidak memiliki pilihan lain selain menjawab pertanyaan Burung Garuda tersebut.


"Maaf saja, tapi aku bukan seorang Manusia, melainkan seorang Blood Devil."


Agar tidak terlihat lemah dan pengecut, Ren mengeluarkan suara yang bermartabat juga, tanpa merasa ketakutan sedikitpun.


Blood Devil katamu? Hm ... Sudah lama tidak mendengar Nama itu.


Burung Garuda itu memejamkan Mata, tetapi dengan segera membuka matanya dengan cepat. Dia langsung membalikan wajahnya kepada satu [Beast Servant] yang ada di samping nya.

__ADS_1


Apa?! Mustahil, Tuan Avrogan?!


[Beast Servant] Burung Garuda itu terlihat sangat terkejut setelah melihat satu lagi [Beast Servant] yang Ren panggil. Dia adalah [Beast Servant] yang dengan asal Ren bayangkan karena tidak memiliki banyak waktu. Untuk yang satu ini, Ren teringat seekor Hewan Mitologi dari Dunia nya dulu dan itu adalah ... Pegasus.


__ADS_2