Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 169 : Penyihir dan Acara Perpisahan yang tak biasa


__ADS_3

Semua orang bisa menggunakan sihir, tetapi tidak semuanya dapat menjadi seorang penyihir. Penyihir yang dimaksud bukanlah seorang nenek-nenek yang membawa sapu terbang dan menebar terror serta ketakutan. Penyihir yang dimaksud itu adalah sebutan bagi mereka yang dapat menggunakan, menguasai, mempelajari, dan meneliti sebuah sihir.


Dalam Cothenic, seorang penyihir memiliki nama dan gelar yang berbeda-beda. Mage adalah gelar yang diberikan pada penyihir wanita yang belum mendapatkan job khusus apapun. Magus adalah gelar yang diberikan pada penyihir pria yang belum mendapatkan Job khusus apapun.


Sedangkan gelar tingkat lanjut seperti sage, necromancer, poison master, dan lain sebagainya didapatkan oleh siapapun; termasuk pria dan wanita yang telah mendapatkan job khusus.


Meski demikian, informasi ini bisa menjadi sesuatu yang tidak berguna karena perbedaan antara dunia game dan dunia nyata. Hal itu terbukti dengan adanya ketidak konsistenan gelar bagi seorang penyihir di dunia ini.


Terkadang seseorang menyebut penyihir wanita sebagai magus, dan terkadang pula seseorang menyebut penyihir pria sebagai mage, tetapi terlepas dari gelar yang berasal dari Cothenic itu, kedua panggilan tersebut masih dapat diterima.


Mari kita ambil sebuah contoh yang mudah mengenai penyihir, yaitu para penyihir yang berasal dari Kerajaan Aulzania. Meski keberadaan mereka sendiri kurang memiliki popularitas di mata masyrakat akhir-akhir ini, tetapi keberadaan para penyihir sendiri bagaikan sebuah pilar yang membantu pilar lain untuk menopang kerajaan.


Pemimpin mereka, seorang penyihir yang bernama Sarlyn memiliki kemampuan sihir angin yang cukup baik. Seharusnya, Sarlyn telah memenuhi syarat untuk diberikan gelar lain yang lebih cocok untuk keahliannya dalam menggunakan sihir angin, tetapi pada faktanya dia tetap menjadi seorang penyihir biasa tanpa gelar yang jelas.


Hal ini membuktikan bahwa keberadaan penyihir di kerajaan Aulzania itu dipandang tinggi oleh sebagian pihak, tetapi juga dipandang samar oleh masyarakat. Mungkin penyebabnya adalah partisipasi mereka yang jarang terlihat langsung oleh mata publik sehingga masyarakat bahkan tidak pernah mengira keberadaan mereka benar-benar ada.


Oleh karena itu, sebagian besar lulusan akademi akan lebih memilih untuk menjadi seorang ksatria meskipun kemampuan sihir mereka itu bagus. Penyihir kerajaan sendiri tidak memiliki nama yang jelas, sehingga beberapa orang merasa tidak tertarik dengan profesi ini di kerajaan.


Dan mengesampingkan semua itu ... Anryzel masih memiliki tugas untuk memberikan bimbingan pada para penyihir yang nampak sangat suram.


"Tidak ada cahaya hidup. Bau yang sangat menyengat. Lalu, suasana yang sangat suram, benar-benar membuatku tidak betah!" teriak Anryzel protes dalam hatinya.


Anryzel berada dalam sebuah ruangan yang tampak seperti kelas, namun kondisi ruang ini benar-benar lebih buruk dari kelas sebelumnya. Lantai yang kotor dan berdebu, udara yang sangat lembab dan bau, serta cahaya matahari yang hanya masuk melalui sedikit celah di antara jendela membuat tempat ini seperti sebuah ... sampah.


BRAK!


"Jadi, aku bertanya. Mengapa kalian menyambutku dengan ruangan yang busuk ini?!"


Anryzel mengecam tindakan mereka yang memilih ruangan buruk ketika ruangan yang lebih baik masih tersedia. Anryzel tidak akan marah jika orang yang memilih ruangan adalah dirinya, tetapi karena terlalu sibuk dia menyerahkan semua itu kepada para penyihir dan berakhir dengan kondisi yang memuakkan.


Para penyihir itu tampak bergetar setelah menerima teriakan penuh emosi dari Anryzel. Mereka sebenarnya tidak mengetahui bahwa pembimbing itu adalah Anryzel karena ketika Sarlyn memberikan instruksi untuk menyiapkan tempat, mereka tidak terlalu mendengarkan karena fokus dalam penelitian.


Sekarang Sarlyn sebagai pemimpin mereka belum hadir di ruangan tersebut, sehingga mereka semua terjatuh dalam rasa bingung dan takut.


"M-maafkan kami! Sebelumnya, kami tidak mendengar instruksi yang jelas dari Nona Sarlyn sehingga kami tidak menyiapkan ruangan yang lebih layak!"


Itu adalah suara serak yang berasal dari seorang pria tua. Tunggu, seorang pria tua? Mengapa ada seorang pria tua dalam kelas bimbingan semacam ini? Jangan katakan bahwa Sarlyn memimpin kelompok penyihir yang sudah tua renta!


Anryzel sesaat melupakan kemarahannya, tetapi kemarahan itu sekali lagi muncul karena sadar bahwa Sarlyn sebagai pemimpin para penyihir malah tidak hadir di saat yang terpenting.


"Mengapa wanita itu selalu membuatku kesal? Cepat panggil dia, dan katakan padanya untuk segera kemari!"


Seorang penyihir tua beranjak dari kursi duduknya untuk melaksanakan perintah. Namun sebelum dia dapat melaksanakan perintah yang diberikan, Sarlyn sudah datang dengan tergesa-gesa. Sarlyn membuka pintu cukup keras, melihat ke sekeliling, dan langsung berlari menghampiri Anryzel.


"Tolong maafkan saya telah datang terlambat!"


Penyihir tua sempat terdiam, lalu dia dengan cepat kembali ke kursi tempat duduknya berada. Mereka para penyihir menyaksikan fenomena yang langka di mana Sarlyn begitu merendah, dan terlihat sangat ketakutan di hadapan seseorang.


Memang ada rumor yang menyebar di kalangan para penyihir, terutama berasal dari penyihir muda yang bertugas di lapangan secara langsung. Mereka berkata bahwa kerajaan Aulzania mengalami beberapa perubahan yang sangat besar karena kejadian-kejadian menakjubkan yang terus terjadi.


Salah satu dari perubahan itu adalah kedatangan seorang pahlawan yang menyelamatkan kerajaan dari balik bayangan setiap saat. Pahlawan itu juga pernah muncul secara terang-terangan ketika invasi para monster menerjang Kota Aulzania sehingga popularitas sang pahlawan melesat begitu tinggi akhir-akhir ini.


Namun informasi itu bagi mereka yang fokus dalam meneliti dan mengembangkan sihir bagaikan angin lalu. Mereka tidak peduli sama sekali terhadap sang pahlawan, ataupun rumor yang menakjubkan tentang dirinya.


Lagipula, sebagai para penyihir tua yang telah berpengalaman, mereka tahu bahwa sebagian rumor semacam ini hanya dilebih-lebihkan semata dan pada kenyataannya biasa saja. Akan tetapi, mereka mulai mempercayai rumor tersebut saat sang raja bahkan dikabarkan begitu hormat terhadap sang pahlawan.


Hingga tibalah saat di mana mereka dapat melihat sang pahlawan itu datang. Mereka tidak menyangka bahwa sang pahlawan akan memberi bimbingan sihir pada mereka yang sudah bekerja selama puluhan tahun dalam meneliti sihir.


Mereka awalnya meremehkan sang pahlawan yang bahkan belum mencapai usia tiga puluh tahun, tetapi setelah menerima perintah langsung dari sang raja untuk lebih berhati-hati, mereka mulai bersikap waspada dalam berkata dan bertindak.


Meski begitu, mereka masih melakukan kesalahan dalam menyiapkan ruangan untuk menerima bimbingan. Sekarang pahlawan itu tepat di hadapan mata, walau tampangnya masih sangat muda tapi kekuatan yang ada di balik sosok itu sangatlah tidak biasa.


Para penyihir tua yang handal dalam mendeteksi kemampuan lawan tidak bisa mengukur seberapa hebatnya Anryzel. Mereka juga menerima informasi yang tidak diketahui ketika menggunakan persepsi mana untuk mengukur seberapa besar kapasitas mana Anryzel.

__ADS_1


Sehingga ketika mereka melihat Anryzel berteriak karena marah, maka saat itulah mereka langsung berpikir bahwa semua rumor yang dikatakan oleh orang-orang mengenai pahlawan mungkin merupakan suatu kebenaran.


Anryzel menatap dengan tajam pada Sarlyn tanpa menghiraukan tatapan-tatapan para penyihir tua yang berusaha mengukur kekuatannya. Kekesalan Anryzel terpampang dengan jelas di wajahnya yang dingin dan tak berekspresi apapun.


"Aku tidak peduli dengan masalah yang telah lalu, tetapi jika kau membuat masalah untukku sekali lagi maka tidak ada ampunan kali ini, mengerti?" ancam Anryzel dengan aura yang mengintimidasi.


"M-mengerti."


"Bagus. Duduklah bersama yang lain, waktuku sangat terbatas."


Sarlyn mundur dengan ekspresi yang bermasalah. Dia kemudian duduk di bangku yang kosong sembari mengabaikan tatapan heran dari para penyihir tua yang tidak pernah melihatnya begitu merendahkan diri di hadapan orang lain kecuali sang raja dan keluarganya.


Bimbingan sihir yang dipimpin oleh Anryzel pun dilaksanakan. Anryzel hanya memberikan beberapa solusi terhadap masalah yang dialami oleh para penyihir dalam penelitian sihir mereka. Sesekali, Anryzel juga menerima permohonan para penyihir yang telah sadar akan kapasitasnya dalam ilmu dan kekuatan.


Mereka meminta Anryzel untuk mengajarkan beberapa sihir yang tidak dimiliki oleh kerajaan Aulzania. Selama bimbingan berlangsung, mereka meminta satu sihir element cahaya yang digunakan untuk menyembuhkan orang secara masif.


Karena tidak memiliki masalah dengan itu, Anryzel memberikan mereka sihir yang diminta sambil berpikir bahwa kecil kemungkinan sihir tingkat tinggi yang dia berikan akan disalah gunakan. Bagaimanapun, sebuah sihir penyembuh tidak terlalu bermanfaat untuk melakukan kejahatan.


Namun untuk menghindari beberapa masalah yang masih memiliki kemungkinan untuk terjadi, Anryzel memodifikasi sedikit sihir yang dimaksud agar ketika itu digunakan dalam keadaan yang salah dirinya dapat menghapus sihir itu bahkan dalam jarak yang sangat jauh sekalipun.


Kelas penyihir lantas berakhir. Mereka membubarkan diri termasuk Anryzel yang memutuskan untuk segera kembali ke penginapan dan beristirahat.


Fisiknya memang tidak bermasalah, mentalnya dalam mengajar pun baik-baik saja, tapi karena ada sesi pembentukan [Crown] maka Anryzel harus beristirahat lebih sering daripada sebelumnya.


..........


Hari demi hari berlalu dalam kesibukkan yang sama. Sampai waktu berjalan sangat singkat dan berlangsung secara tidak terasa. Sudah tiga puluh hari Anryzel menetap di Kota Aulzania dan melakukan tugas yang diberikan oleh Raja Esdagius dan para bangsawan.


Banyak perkembangan yang telah dicapai oleh Anryzel selama menetap di Kota Aulzania. Salah satunya adalah pembentukan [Crown] yang mengalami perkembangan pesat hingga telah mencapai 557/1000 bagian.


Semua itu bisa terjadi karena Anryzel yang berusaha keras. Setiap hari, dia akan membentuk [Crown] dan mengalami perkembangan dua kali lipat dari hari sebelumnya. Sebuah adaptasi yang luar biasa, tetapi dianggap sangat biasa oleh Ahn yang mengatakan bahwa prosesnya telah berlangsung sangat lama.


"Hei, Ahn. Syarat sebagai orang berbakat di matamu memang tidak manusiawi," geram Anryzel yang teringat dengan kejadian itu.


"Jangan salahkan aku, harapanku yang sesungguhnya malah menyelesaikan seribu bagian selama tiga hari. Lagipula, aku memang bukan manusia sehingga tidak mungkin bersikap menusiawi," balas Ahn dengan nada yang tampak kesal.


"Hei, kau yakin memberikan hadiah perpisahan semacam ini?" Nivania tiba-tiba mendekat dan bertanya khawatir.


Anryzel mengangguk. "Tentu saja."


Apa yang dimaksud oleh mereka berdua adalah hadiah perpisahan yang akan diberikan oleh Anryzel pada para muridnya. Hadiah itu berupa pertempuran asli yang akan menguji dan memberikan mereka pengalaman.


Murid yang berpartisipasi ini tidak terbatas pada murid akademi, melainkan juga para ksatria, dan para penyihir yang mungkin telah mengalami pertempuran yang sesungguhnya beberapa kali.


Ada beberapa pengecualian bagi mereka yang telah memiliki banyak pengalaman seperti Derrian dan ksatria Aulzania senior lain untuk tidak menghadiri uji pertempuran kali ini. Mereka yang tidak hadir memiliki tugas untuk melindungi Kota Aulzania, dan untuk mencegah beberapa hal yang tidak diinginkan.


"Jadi kamu benar-benar serius ya. Hah ... aku tidak bisa berkata-kata lagi. Bukankah mereka adalah bibit-bibit yang berharga untuk kerajaan di masa depan? Bagaimana jika kejadian ini menimbulkan korban jiwa?"


Memang benar apa yang dikatakan oleh Nivania. Membawa bibit-bibit berharga ke medan pertempuran yang sesungguhnya itu sangat berisiko untuk menimbulkan korban jiwa. Apalagi medan pertempuran ini bukan sesuatu yang wajib untuk diikuti, melainkan untuk sebuah acara perpisahan semata.


Namun risiko yang tinggi itu hanya berlaku bagi mereka yang kurang mampu dalam menangani situasi yang tidak terprediksi. Anryzel sebagai orang yang memulai acara ini akan bertanggung jawab penuh dalam melindungi para murid bahkan jika harus mengorbankan beberapa bagian [Crown].


Rela mengorbankan bagian [Crown] merupakan cara tertinggi baginya untuk bertanggung jawab dalam memenuhi janji yang diutarakan kepada mereka yang berpartisipasi dalam acara perpisahannya.


Anryzel juga percaya diri bahwa kejadian yang mengharuskannya menggunakan [Crown] itu tidak mungkin terjadi.


"Tenang saja, mereka akan kulindungi."


Nivania tampak merajuk oleh pernyataan Anryzel yang meragukan. Dia percaya Anryzel sangat hebat dalam hal kekuatan, tetapi seberapa hebat pun seseorang akan selalu ada kemungkinan buruk yang sangat tidak terduga di antara satu banding satu milliar sekalipun.


"Aku mengerti kepercayaan dirimu, tapi ... bagaimana kalau, kalau kemungkinan terburuk itu benar-benar muncul? Apakah kamu masih sanggup untuk melindungi semuanya?"


Anryzel terdiam sesaat, kemudian berbalik pada Nivania. Dia menatap lurus ke arah Nivania dengan sengaja untuk memperlihatkan bahwa tidak ada keragu-raguan dalam hati, maupun pikirannya.

__ADS_1


"Bagaimanapun caranya, aku akan melindungi mereka dalam kegiatan ini."


Mereka berdua saling menatap dengan intens. Namun seseorang yang menarik pandangan lebih dulu adalah Nivania karena tidak sanggup lagi menahan tatapan serius dari Anryzel.


"Duh, kamu ini. Padahal aku sedang mengkhawatirkanmu, tahu?"


Nivania akhirnya menyerah, dan membiarkan Anryzel untuk berbuat sesuka hatinya.


"Terima kasih, tapi itu tidak diperlukan sekarang."


Mereka berdua pun bergerak ke arah luar kota untuk menemui para murid yang sudah berkumpul di tempat yang ditentukan.


Sesampainya di luar gerbang, Anryzel dan Nivania disambut oleh tiga orang perwakilan yang berasal dari ksatria, murid akademi, dan para penyihir. Mereka kemudian memandu Anryzel pada sebuah kemah yang didirikan oleh semua orang untuk beristirahat.


Setibanya mereka di pusat perkemahan, terdapat sebuah tenda besar berdiri dengan megah di sana. Tenda itu sendiri beberapa kali lipat lebih besar daripasa tenda yang lain sehingga dari penampilan saja sudah sangat mencolok.


"Jenderal, kami telah menyiapkan satu tenda ini untukmu. Semua peralatan yang ada di dalamnya sangat lengkap, dengan barang kualitas terbaik dari kerajaan kami tentunya! Di dalam tenda juga terdapat satu buah kasur yang luas, cukup untuk dua orang tidur bersama dengan nyaman!" terang perwakilan ksatria.


"Untuk mempermudah Anda, kami juga menambahkan beberapa peralatan sihir yang dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan di dalamnya," jelas perwakilan para penyihir.


"Profesor juga tak perlu khawatir mengenai kebutuhan. Kami murid kelas pahlawan akan selalu siap menyediakan apapun selama dalam batas kemampuan!" pungkas perwakilan para murid akademi.


Anryzel terdiam oleh pernyataan mereka bertiga yang sangat bodoh. Apakah mereka pikir acara ini akan berlangsung selama berbulan-bulan? Bahkan sampai membuat kemah yang begitu besar, apakah otak mereka tidak dipergunakan dengan baik untuk memahami perintahnya?


"Improvisasi luar biasa macam apa ini?"


Anryzel merasa mereka telah mengembangkan situasi dengan cara yang berlebihan. Padahal acara yang dia maksud sesungguhnya hanya masuk ke dalam hutan dan membasmi monster berbahaya yang ada di sana.


"Apa kamu juga yang merencanakannya?" bisik Nivania dari sisi kanan.


Anryzel seketika membantah. "Tidak, aku tidak merencanakannya."


Nivania tampak membulatkan mata lalu mundur dengan tangan yang memegang dagu. Dia kemudian berpikir dalam-dalam tentang sesuatu yang tidak orang lain ketahui.


"Lalu, kita berdua akan tinggal dalam satu tenda yang sama?" tanya Nivania dengan entengnya.


Anryzel melirik pada Nivania dengan cepat. Memastikan apakah Nivania benar-benar dalam kondisi yang baik sehingga dapat menanyakan hal seperti itu tanpa rasa ragu sedikitpun.


"Aku tidak akan melakukannya. Mengapa kau bertanya hal yang aneh?"


Ini tidak seperti Nivania yang biasanya. Meski terkadang perempuan itu bersikap dewasa dan menenangkan, tetapi pernah ada beberapa kejadian yang menunjukkan bahwa dia masih lemah terhadap hal yang sensitif.


"Mungkin karena aku yakin kamu akan membantahnya?" balas Nivania sambil membuang muka.


Anryzel hanya mengerutkan dahi dan memutuskan untuk diam. Dia kemudian menghampiri ketiga perwakilan muridnya lalu memberikan mereka sebuah perintah yang jelas dan tegas.


"Panggil semua orang untuk berkumpul. Kita akan memulainya sekarang juga."


Dengan mengabaikan semua pertanyaan yang ada dalam benak, ketiga orang itu melaksanakan perintah dengan cepat. Mereka memanggil semua orang untuk bersiap-siap lalu berkumpul di tempat yang telah ditentukan.


Di sebuah area yang luas dan lapang, mereka semua berkumpul dalam posisi yang teratur. Hanya dalam hitungan menit, perintah Anryzel telah terpenuhi dengan cepat tanggap.


Anryzel berdiri di hadapan seluruh orang yang pernah dibimbing olehnya. Meski usia mereka tidak semua muda, tetapi dari sudut pandang seorang pembimbing mereka masihlah anak yang telah berada dalam asuhannya.


Anryzel ditemani oleh Nivania, dan tiga orang perwakilan para murid sebelumnya. Bisa dikatakan bahwa pemimpin kegiatan adalah Anryzel, sementara Nivania adalah wakilnya, dan ketiga orang tersebut adalah pemimpin kelompok masing-masing.


"Dengarkan aku semuanya!" seru Anryzel dengan lantang.


Pandangan semua orang terfokus pada Anryzel, mereka mengunci mulut dan meminimalisir pergerakan sehingga suasana menjadi lebih hening dan tertib.


"Karena kalian telah melakukan improvisasi tidak perlu, maka rencanaku sedikit berubah."


Anryzel kemudian memberi mereka arahan untuk membongkar kembali perkemahan lalu membereskannya. Beberapa peralatan kemah yang dapat dibawa lalu dirapikan, dan setiap orang wajib membawa peralatan kemah tersebut ke dalam hutan.

__ADS_1


"Jika ingin berkemah maka lakukan saja di hutan. Dengan begitu, kalian dapat belajar untuk bertahan hidup!"


Meski sikap muridnya entah mengapa malah terlihat senang dan bergembira, tetapi Anryzel berusaha untuk tidak mempedulikan hal itu sebab dia sendiri menginginkan agar acara ini segera berakhir.


__ADS_2