Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 42 : Masalah Kerajaan Aulzania


__ADS_3

Raja Esdagius telah menceritakan segala macam kondisi yang dialami oleh Kerajaan Aulzania. Meski Cerita itu begitu panjang, Ren masih tetap Tekun mendengarkannya.


"Begitulah, Tuan Dirvaren... Apakah anda sudah puas?" Raja mengakhiri Cerita tentang Kerajaan Miliknya.


"Um, Aku mengerti... Biarkan aku berpikir terlebih dahulu." Ren berkata dengan tenang.


Posisi Ren saat ini sedang menopang dagu menggunakan Tangan kanan yang ditahan oleh meja. Sementara Tangan kirinya, terlihat bergerak - gerak memainkan sebuah Cahaya yang membentuk benang dengan indah. Cahaya itu adalah Mana milik Ren yang dia mainkan dengan sengaja. Ren terlihat berpikir dengan serius saat melakukan kedua hal ini, tidak ada satupun orang yang berani mengganggu nya. Meski alasan sebenarnya karena mereka terpesona oleh pengendalian mana yang Ren miliki.


Ren memikirkan segala sesuatu yang dikatakan oleh Raja Esdagius. Berdasarkan informasi yang diberikan inilah, Ren dapat mengetahui dengan pasti keadaan Kerajaan Aulzania.


Sementara, untuk beberapa informasi yang diberikan Raja Esdagius adalah...


Pertama, Kerajaan Aulzania saat ini sedang berselisih dengan Kerajaan tetangga nya, yaitu Kerajaan Efidoxia. Perselisihan disebabkan oleh penemuan tambang emas baru yang kebetulan tambang emas itu berada di perbatasan Wilayah. Sebagian wilayah tambang berada di pihak Kerajaan Aulzania, sementara Wilayah lain termasuk dalam Wilayah Kerajaan Efidoxia.


Tambang emas ini ditemukan lebih dulu oleh Kerajaan Aulzania. Saat itu, beberapa Ksatria Aulzania yang mengawasi perbatasan mendapatkan Informasi dari warga disana.


Warga itu mengaku telah menemukan sebuah Logam yang mirip dengan emas di Gunung Perbatasan. Mendengar hal ini, Raja Esdagius pun mengirim sebuah kelompok untuk membenarkan informasi tersebut. Dan benar saja, Gunung itu mengandung Logam emas yang berpotensi sebagai tempat penambangan.


Raja Esdagius telah berusaha semampu mungkin untuk merahasiakan tambang ini. Namun, Kerajaan Efidoxia masih bisa menemukan keanehan yang disebabkan oleh Kerajaan Aulzania. Mereka lalu mengirim sebuah Kelompok yang sama, dan menemukan hal yang sama di Gunung itu.


Kerajaan Efidoxia memiliki wilayah yang lebih kaya dan lebih besar dari Kerajaan Aulzania. Raja Kerajaan itu juga dikenal sangat ambisius dan Serakah. Itulah sebabnya, ketika mereka menemukan sebuah tambang emas baru, mereka ingin menguasai seluruh Wilayah tambang emas ini. Mereka bahkan dengan terang - terangan mengirim pernyataan perang pada Kerajaan Aulzania dengan bayaran Tambang emas untuk sang pemenang.


Raja Esdagius saat ini belum menjawab pernyataan Perang ini, dari segi kekayaan Kerajaan Aulzania jelas kalah. Lalu, dari segi kekuatan pun Kerajaan Efidoxia sedikit lebih kuat diatas Kerajaan Aulzania. Itulah mengapa Raja Esdagius memikirkan dengan sangat serius pernyataan perang ini. Meski Kerajaan Aulzania memiliki Ksatria Aulzania yang begitu terkenal akan kekuatannya, itu tidak menutup kemungkinan bahwa Kerajaan Efidoxia memiliki Kartu As yang sama.


Sebelumnya, Ren telah mendengar Isu tentang Perselisihan Kerajaan ini dari beberapa orang saat masih di Kota Ceeven. Saat itu Informasi masih sebatas Isu yang simpang siur dan tidak jelas kebenarannya. Penyebab perselisihan pun tidak diketahui dengan pasti. Meski begitu, Isu ini masih Ren masukan ke dalam salah satu Rencana miliknya.


'Untuk yang pertama tidak terlalu melenceng...Lalu selanjutnya.'


Selanjutnya adalah alasan pertama mengapa Raja Esdagius tidak menjawab pernyataan perang dari Kerajaan Efidoxia.


15 Hari dari sekarang, Kota Aulzania akan mengalami Invasi dari para Monster. Kejadian ini merupakan Rutinitas tahunan yang dialami oleh Kota Aulzania, alasan pasti mengapa para Monster selalu menginvasi pada saat yang sama tidak diketahui. Tapi, Raja Esdagius mengatakan bahwa kemungkinan besar alasan semua ini dapat diketahui jika Hutan Loudeas di eksplorasi. Hutan yang berada tidak jauh dari Kota Aulzania.


Hutan Loudeas sendiri termasuk ke dalam Wilayah Kerajaan Aulzania jika dilihat secara umum. Tetapi, bahkan Kerajaan Aulzania tidak berani mengusik Hutan tersebut. Menurut Raja Esdagius, Hutan itu selalu ditutupi oleh kabut tebal yang berbahaya. Hutan Loudeas juga dijadikan wilayah kekuasaan para Monster - Monster Kuat. Raja Esdagius mengatakan ada beberapa Ekor [King Scorpion Corrosive] yang mendiami Wilayah Hutan Loudeas, dan itu hanya sedikit Wilayah yang di Eksplorasi oleh Sang Raja. Ketika kelompok Eksplorasi menemukan [King Scorpion Corrosive] mereka langsung mundur secepat mungkin. Beruntung, monster itu tidak mengejar mereka sampai Ke Kota Aulzania.


'Aku mengerti mengapa Raja Esdagius langsung mundur, Monster itu termasuk Raja bahkan diantara Monster Tingkat Tinggi.'


Bahkan jika itu seluruh Ksatria Aulzania saat ini yang menghadapi satu Ekor [King Scorpion Corrosive] kemungkinan mereka menang hanya 70-90% menurut perhitungan Ren.


'Untuk yang satu ini, terlalu melenceng jauh dari perkiraanku. Sungguh nasib yang buruk Kota ini dekat dengan wilayah yang sangat berbahaya...' Ren sedikit merasa kasihan pada Raja Esdagius.


Tapi dibalik Nasib sial Kota ini, Ren merasakan sedikit Nasib baik untuknya. Core dari Monster [King Scorpion Corrosive] sangat berharga, bahkan Ren tidak memiliki seratus dari mereka.


'Hm.. Sepertinya aku harus mengeksplorasi Hutan Loudeas ini nanti...' Ren tiba - tiba menampakan senyuman licik di wajahnya.


Orang - orang di Ruangan itu keheranan melihat Senyuman Ren yang tiba - tiba.


'Ya, Selanjutnya adalah....'


Turnamen Aulzania, ini adalah Alasan kedua mengapa Raja Esdagius tidak menjawab pernyataan perang dari Kerajaan Efidoxia.


Turnamen Aulzania adalah kegiatan yang dilakukan secara turun - temurun oleh Kerajaan Aulzania. Turnamen di selenggarakan di Colosseum Kota Aulzania.


Dalam Turnamen ini, Murid - Murid dari Akademi Aulzania akan menunjukan bakat mereka di depan umum. Turnamen ini bukan hanya bagi para Murid Akademi, melainkan siapa saja yang ingin mengikuti nya. Mereka yang mengikuti Turnamen tetapi bukan berasal dari Akademi di sebut para Penantang.


Para penantang berhak mengikuti Turnamen dengan biaya pendaftaran gratis. Tetapi, ada beberapa pemeriksaan latar belakang sebelum mengikuti Turnamen ini, bermaksud untuk menghindari seorang penjahat yang berusaha mengacau di Turnamen.


Sebenarnya, Penjelasan Raja Esdagius tentang Turnamen tidak terlalu bisa dimengerti oleh Ren. Beberapa bagian tidak dijelaskan secara Rinci, Ren hanya dapat memastikan bahwa Turnamen ini merupakan Acara yang berskala besar.


'Dan lagi... Acara ini akan dilaksanakan besok.' Ren bergumam dalam hati seolah tak percaya.


Dalam perjalanan menuju ke Istana ini, Ren beberapa kali menemukan beberapa orang yang terlihat kuat sepanjang jalan. Ren akhirnya mengetahui bahwa mereka berniat mengikuti Turnamen Aulzania ini.


'Ya ampun, aku merasakan sedikit kecurigaan disini...' Ren bergumam kembali.


Ren menghentikan semua yang dia pikirkan saat ini. Ren kembali ke kesadaran nya semula, Ekspresi nya mengatakan bahwa Ren telah memutuskan suatu hal.


"Ya, aku selesai berpikir....." Ren terlihat mengangguk pada semua orang.


"Be-Begitukah? Tuan Dirvaren, aku sangat Takjub pada pengendalian mana yang anda miliki.." Raja pun tersadar ketika Ren menghentikan tangan nya untuk memainkan mana.


"Pengendalian mana? Oh itu..." Ren mengerti apa yang dimaksud oleh Raja Esdagius.


"Baiklah, ini tentang Kerja sama antara Kerajaan ini denganku." Ren berdiri dari posisi duduknya.


"Nirlayn, keluarkan petaku.." Ren menyodorkan lengannya pada Nirlayn.


"Ini.. Ren-sama." Nirlayn memberikan sebuah peta yang berukuran besar.


Sreetttt...!

__ADS_1


Peta itu mengeluarkan suara unik ketika dibuka. Para orang - orang yang berasal dari pihak Kerajaan mengalihkan pandangan nya pada Peta itu.


"Tuan Dirvaren.. Apakah itu sebuah Peta?" Pangeran bertanya pada Ren dengan Ekspresi penasaran terlukis di wajahnya.


"Ya, ini sebuah Peta yang kudapatkan dari Kota Ceeven. Meski tidak terlalu lengkap, ini sudah cukup." Ren mengangguk puas melhat peta yang dia miliki.


"Apa yang akan anda lakukan dengan peta itu, Tuan Dirvaren?" Kali ini Sang Raja yang bertanya.


"Tidak ada, aku hanya ingin memastikan sesuatu." Ren mengamati peta itu dalam keheningan seorang diri.


'Hmm..? Aku mengerti sekarang.' Ren mengangguk sendiri ketika melihat peta yang dia miliki.


"Raja Esdagius, katakan padaku tentang Kekaisaran Lodysna." Ren mengalihkan tatapan nya pada Raja Esdagius.


"Ah, ya. Kekaisaran Lodysna memiliki Wilayah yang sangat besar, dulu mereka adalah Kekaisaran yang memiliki wilayah relatif kecil. Namun, saat Kaisar saat ini naik jabatan, mereka mulai menaklukan Kerajaan - Kerajaan di sekitarnya satu per satu. Kekuatan Kekaisaran Lodysna begitu besar saat ini, mungkin terbesar ketiga di Benua Zachen ini." Raja menjelaskan pada Ren dengan wajah serius.


"Hm...Apakah hanya pergantian kaisar bisa meningkatkan kekuatan mereka sedrastis itu? Sudah berapa tahun semenjak Kaisar berganti?" Ren memegang dagu saat bertanya pada Raja Esdagius, tidak ada yang mengetahui apa kegunaan Ren memegang dagunya.


"Anda memang luar biasa Tuan Dirvaren, sudah tujuh tahun semenjak Kaisar Lodysna berganti. Tetapi.... tiga tahun lalu, mereka tiba - tiba mendapatkan kekuatan yang luar biasa. Saya tidak mengerti darimana mereka mendapatkan kekuatan itu..." Raja Esdagius menggelengkan kepalanya.


'Tiga tahun yang lalu? mungkin aku sedikit mengerti tentang ini...'


Ren mengingat kembali apa yang diceritakan oleh Kazumi, tentang tiga tahun yang lalu...


"Aku mengerti, Raja Esdagius... Mungkin saat ini mereka tidak menyerang Kerajaan Aulzania ini karena terhalang oleh Hutan Loudeas. Namun, hanya butuh waktu sebelum mereka sampai ke Kerajaan ini."


"Saya menyadari hal itu Tuan Dirvaren, Kekuatan yang mereka miliki berkali - kali lipat lebih besar dari Kerajaan Aulzania ini. Saya hanya bisa mencoba meningkatkan kekuatan Kerajaan sebisa mungkin..." Raja menunduk, terlihat seperti sedikit bersedih.


"Itu juga merupakan sebuah Alasan mengapa kalian berusaha merekrut Nirlayn sebisa mungkin?"


"Yah... Maafkan saya, tapi kemunculan seseorang yang dapat menggunakan Lost Magic begitu memberi harapan besar pada Kerajaan ini Tuan Dirvaren."


"Hahaha! Jangan pikirkan hal itu, Raja Esdagius. Aku tidak memiliki dendam sama sekali..." Ren tertawa, seolah tak merasakan suasana serius yang ada di ruangan itu.


"S-Saya sangat berterima kasih...!" Raja mengucapkan nya dengan sepenuh hati.


"Baiklah, sekarang bicarakan soal Kerjasama kita, karena Kekaisaran Lodysna tidak akan menyerang untuk sementara waktu, mari kita pikirkan masalah yang ada dihadapan mata terlebih dahulu..."


"Um...!" Raja mengangguk penuh semangat.


"Yang pertama adalah, Invasi dari para Monster.... Aku akan dengan senang hati bekerja sama dengan Kerajaan Aulzania ini." Ren kembali duduk di kursi nya.


"Tepat sekali, bukan hanya itu, aku juga akan membantu memperkuat pasukan Kerajaan Aulzania ini." Ren tersenyum percaya diri.


"Maafkan saya yang berbicara ini, tapi bagaimana cara anda melakukan itu?" Margen pun kali ini bertanya.


"Um. Margen benar, bagaimana cara anda memperkuat pasukan kami?" Raja Esdagius menyetujui pertanyaan Margen dengan antusias.


"Apakah anda akan melatih secara langsung pasukan kami.?" Pangeran bertanya, pertanyaannya cukup masuk akal.


"Pangeran Etharez, Cara yang satu itu juga bisa dilakukan. Tapi, pelatihan akan memakan waktu yang cukup lama, setidaknya akan memakan satu bulan sebelum itu benar - benar bisa dicerna dengan baik. Dan lagi...." Ren menunda perkataan nya.


"Pasukan yang dimiliki Kerajaan Aulzania ini sudah berkualitas. Setiap dari mereka benar - benar terlatih dengan baik, maka dari itu aku lebih memilih cara lain untuk memperkuat pasukan Kerajaan ini..." Ren menjelaskan dengan teliti.


"Kalian tahu, jika seorang pengemis menggunakan sebuah perlengkapan yang bagus, maka mereka tidak layak disebut pengemis..." Ren mengatakan sebuah istilah, tetapi semua yang ada di Ruangan itu tidak mengerti apa yang Ren maksud.


"Eh...? Kalian tidak tahu ya. Baiklah, aku akan mengatakan nya dengan jelas. Bahkan seorang prajurit lemah dan tidak terlatih yang mengenakan sebuah perlengkapan Legendaris akan berubah menjadi seseorang yang kuat." Ren menjelaskan maksud perkataannya.


Setelah mendengar hal ini, barulah semua orang yang berada di Ruangan itu mengerti.


"Jadi begitu! anda bermaksud untuk memperlengkapi pasukan kami dengan perlengkapan yang bagus?!" Raja berkata dengan wajah penuh kegembiraan. Tapi, seketika wajah itu kembali kehilangan harapan.


"Tapi... Bagaimana bisa anda memberikan perlengkapan bagus seperti itu?" Raja mengatakannya dengan wajah kehilangan harapan.


Tidak mungkin orang asing seperti Ren menyerahkan Perlengkapan yang bagus dalam jumlah yang besar. Perkataan Raja Esdagius mengundang anggukan dari semua orang dari pihak Kerajaan.


"Apakah kalian semua meremehkan aku...?" Ren berkata dingin, perkataannya membuat semua orang merinding.


Braakkk!


Ren melemparkan secara perlahan sebuah Pedang keatas meja. Pedang itu dibaluti oleh Sarung yang indah, bahkan dari luar, orang - orang disana dapat mengetahui kualitas yang sangat bagus dari Pedang itu.


"Ini! darimana anda mendapatkan Pedang berkualitas bagus seperti ini...?" Raja menatap Pedang di hadapannya tak percaya.


"Hanya Pedang? Apakah kau bercanda, Raja Esdagius...?" Ren mencibir pada Raja Esdagius.


"Derrian, cobalah untuk menghunuskan pedang itu." Ren tersenyum licik.


"Baiklah Tuan Dirvaren..." Derrian mengangguk dan mengambil Pedang yang ada di meja.

__ADS_1


Derrian berjalan menjauhi Meja bundar tersebut, kemudian setelah jaraknya cukup jauh...


Shinggg!!!


Pedang itu Derrian hunuskan, semua orang langsung menatap takjub pada Pedang tersebut. Pedang itu mengeluarkan sebuah Cahaya berwarna biru, Cahaya yang murni dan indah. Di bagian pedang itu sendiri terdapat sebuah ukiran, semua orang menyadari bahwa pedang itu diukir dengan sebuah Nama, yaitu R.Styx.


"Pe-Pedang Sihir...?!" Raja berteriak terkejut.


"Ya, dan lagi, itu bukan Pedang Sihir biasa, melainkan Pedang Sihir yang terbuat dari Core Monster Tingkat tinggi, dan Sedikit Crystal Mana." Ren mengatakan hal ini dengan mudah, seolah itu bukan masalah besar baginya.


"Co-Core Monster tingkat tinggi dan Cr-Crystal mana?!" Raja berkata, Ekspresinya seolah tak percaya.


"Pedang yang sangat luar biasa! Saya dapat mempercayai jika ini dibuat oleh kedua bahan langka itu." Derrian mengamati segala sisi Pedang yang ada di tangannya.


Berbeda dari Derrian, semua orang mengalami Keterkejutan yang luar biasa. Mereka mengetahui kebenaran dari betapa susahnya mendapatkan Core Monster tingkat tinggi, tetapi yang lebih membuat mereka terkejut adalah Crystal Mana.


Crystal Mana adalah Material yang terbuat secara alami di daerah yang kaya akan mana.


Crystal mana sendiri tercipta ketika mana yang melimpah mengalami Kondensasi yang sangat lama. Butuh waktu setidaknya beberapa puluh tahun untuk menciptakan satu ingot Crystal mana. Membuktikan betapa Langka nya Crystal mana itu...


"Ma-Master Dervaren... Saya memaklumi jika itu anda mempunyai Bahan yang langka ini. Tetapi.... Sejak kapan Core Monster dapat dijadikan sebuah Perlengkapan?!" Fraudlin terlihat menolak untuk mempercayai perkataan Ren tentang membuat pedang dari Core Monster.


"Apa maksudmu, Fraudlin..?" Ratu bertanya pada Fraudlin yang terlihat tak percaya.


Kecuali Fraudlin, tidak ada satupun dari mereka yang benar - benar mengetahui seluk beluk tentang Blacksmith. Maka dari itu, mereka hanya terkejut mendengar bahan yang langka, tetapi merasa biasa saja ketika mendengar bahwa itu terbuat dari Core Monster.


"Yah... Setahuku, belum pernah ada sebuah Pedang yang terbuat dari Core Monster. Lagipula, Core Monster itu bersifat rapuh dan di dalamnya hanya terkandung mana. Tidak memiliki sedikitpun unsur yang dapat membuat sebuah Pedang." Fraudlin menjelaskan pada semua orang yang hadir di tempat itu.


Prok. Prok. Prok.


"Kau memang benar Fraudlin, Core Monster seharusnya tidak dapat dibuat menjadi sebuah Pedang atau Perlengkapan lainnya...."


"Benarkan Master Dirvaren! Lalu-"


"Tapi, pengalamanmu itu kurang. Disanalah letak kegunaan Alkimia." Ren mengatakannya dengan tersenyum puas.


"A-Alkimia...?" Fraudlin bahkan tidak dapat memahami kata - kata Ren.


"Aku menggunakan Alkimia untuk meleburkan Core Monster tanpa mengurangi kandungan mana nya sedikitpun. Setelah itu, Core Monster yang telah melebur di sempurnakan bersama Crystal mana untuk membuat Pedang ini." Ren menjelaskan dengan teliti, tetapi tidak ada yang sepenuhnya mengerti.


"Ya, Pada kenyataan nya. Pedang itu sendiri sangat Rapuh, tapi karena mana yang terkandung di dalamnya lah yang menjadikan pedang itu kuat. Kalian tahu, mengapa aku menggunakan Crystal mana?" Ren bertanya pada semua orang, tapi mereka semua menggelengkan kepala.


"Crystal Mana mengandung mana yang sangat melimpah di dalamnya. Bukan hanya itu, Crystal mana juga dapat menyerap mana yang ada di sekitarnya, membuat pasokan mana pada Pedang itu tidak akan pernah habis. Yah, selama mana masih ada di dunia."


"Um.. Boleh aku berbicara..?" Putri Sylna tiba - tiba bergabung ke dalam pembicaraan.


Ren bahkan sedikit terkejut mendengarnya berbicara. Suara Putri Sylna yang halus dan lembut bahkan lebih mengejutkan Ren. Tetapi dengan cepat Ren menghilangkan sedikit keterkejutan nya itu.


"Silahkan saja Tuan Putri Sylna." Ren tersenyum.


"Jika apa yang T-Tuan Dirvaren katakan benar, maka Pedang itu akan semakin kuat ketika Pengguna memiliki mana yang berlimpah.?" Putri bertanya, tetapi nadanya mengatakan bahwa dia merasa malu.


"Benarkah itu Tuan Dirvaren.?" Raja yang telah menenangkan diri kembali bertanya.


"Yah, Tuan Putri memang pintar. Tapi itu juga tidak sepenuhnya benar. Jika hanya itu, Bukankah akan sia - sia jika pedang itu diberikan pada orang yang memiliki mana rendah.?" Lagi - Lagi perkataan Ren membuat semua orang kebingungan.


"Kelebihan sebenarnya Pedang itu adalah, semakin kuat ketika berada di lingkungan yang kaya akan mana. Bahkan Pedang itu akan semakin kuat, ketika melawan Monster yang tidak bisa menahan mana nya untuk merembes keluar. Tidak hanya Monster, itu juga berlaku pada Manusia atau Ras lainnya."


"Jadi maksud anda...." Raja mencoba mengatakan sesuatu.


"Benar sekali, Pedang itu sangat Cocok untuk melawan Musuh yang tidak pernah menahan Mana mereka." Ren tersenyum penuh kemenangan.


"Luar biasa Tuan Dirvaren! Bukan hanya indah, Pedang ini juga sangat istimewa! Sebuah kehormatan diberi kesempatan menghunus Pedang ini.!" Derrian berteriak suka cita, dia terus menatap kagum pada Pedang yang ada di tangannya.


"Apakah Tuan Dirvaren akan memberikan pedang itu pada Kerajaan Aulzania ini..?" Raja kembali bertanya dengan serius.


"Apa maksudmu? Seolah aku hanya mempunyai satu Pedang ini. Aku akan memberikan Senjata lain yang berkualitas sama, kepada 30 orang Ksatria Aulzania yang terpilih." Ren mengatakannya dengan penuh Rasa tak bersalah.


"Ap-"


"Lalu aku akan memberikan Senjata dengan kualitas yang lebih Rendah pada Ksatria Aulzania yang tersisa." Ren meneruskan perkataannya.


"Tidak mun-"


"Dan terakhir, aku akan memberikan 1000 senjata Sihir biasa." Ren menambahkan pernyataan yang Luar Biasa. Dengan senyuman yang Licik terlukis di wajahnya..


Pernyataan ini membuat semua orang dari pihak Kerajaan membeku tak percaya. Mereka bahkan akan senang jika diberikan hanya satu dari Pedang yang Luar biasa itu. Tetapi, Ren menyatakan bahwa dia akan memberikan sesuatu yang bahkan lebih Luar Biasa.


Raja Esdagius bahkan terlihat akan segera Pingsan. Sementara, Sarlyn yang hanya mendengarkan sudah terlebih dahulu tak sadarkan diri....

__ADS_1


__ADS_2