Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 77 : Invasi Monster


__ADS_3

"Mereka datang ...."


Sepatah Ucapan dari Derrian membuat sebuah Kenyataan. Pohon - Pohon dari Hutan yang berada cukup Jauh dari pandangan mereka semua mulai bergerak. Suara dari langkah kaki dalam Jumlah Luar Biasa pun mulai terdengar. Lalu sosok - sosok yang mereka semua tunggu akhinya menampakan diri.


Monster mengerikan mulai merangkak keluar dari Hutan satu per satu. Mereka terus menerus berdatangan sampai akan membuatmu berpikir bahwa ini akan berlangsung selamanya.


Hati dari semua orang sedikit gemetar, melihat lautan Monster yang tak terhitung Jumlahnya dihadapan mereka. Apa mereka akan Mati? Tidak ada satupun dari mereka yang menginginkan Kematian.


"Jangan Takut!" Derrian mengangkat Tinggi Pedang miliknya untuk mengambil kembali perhatian seluruh Pasukan, "Kerajaan Aulzania ini tidak akan kalah oleh Monster seperti mereka!"


"Kita telah mengalami banyak pertempuran yang sama setiap Tahun! Hanya ada satu perbedaan ...." Kali ini Derrian berbalik agar dapat dilihat oleh semua orang yang ada, "Dan itu adalah Jumlah mereka yang sedikit bertambah, itu tidak akan mengubah apapun!"


Ekspresi semua orang yang awalnya suram kini telah berubah menjadi penuh semangat kembali. Kata - Kata Derrian yang mendukung Moral mereka terbukti sangat berguna.


Lautan Monster semakin mendekat dan Derrian menyadari Hal ini, dia langsung memalingkan Tubuh kembali pada Lautan Monster seraya mengacungkan Pedang Kembali, "Siapkan diri kalian!"


"Oooooo!!!!!" Pasukan Derrian berteriak penuh semangat, perkataan Derrian terbukti sangat ampuh untuk membangkitkan Moral mereka semua.


Setelah Jarak Monster berada tepat seperti yang diperkirakan, Derrian memulai Komandonya, "Lancarkan Sihir Api ke bagian kanan!"


Kelompok Penyihir Api memulai Sihir mereka satu per satu. Setelah proses selesai, bermacam - macam Serangan secara bersamaan dilancarkan pada para Monster bertipe Serangga yang merayap.


"Fire Explosion!"


"Fire Tornado!"


"Butterfly Blast!"


Bam! Bam! Bam!


Ledakan Api ada dimana - mana, sebagian Monster Serangga yang memiliki Ketahanan lemah hancur tanpa bisa apa - apa. Namun beberapa Monster Serangga yang kuat masih tetap berjalan tanpa mempedulikan Serangan yang mengenai mereka semua.


Derrian yang melihat ini tersenyum, "Sekarang! Lancarkan Sihir Angin pada Bagian atas!" Derrian memberikan Komando sambil Menunjuk pada Monster yang berterbangan diatas langit.


Berbeda dari Sihir api tadi, Sihir Angin akan dilancarkan oleh Master Sihir beserta para Penyihir Angin secara bersamaan. Dia adalah Sarlyn yang sudah cukup terlupakan keberadaannya. Lingkaran Sihir dalam Jumlah yang Luar Biasa muncul di Hadapan Sarlyn.


"[Thousand Wind Blade]!"


Sarlyn adalah orang yang pertama melancarkan Sihirnya. Bilah - Bilah Angin dengan cepat muncul dari Lingkaran Sihir secara terus menerus. Tanpa ada waktu untuk mengelak, banyak Monster yang berjatuhan dan terpotong oleh Serangan nya ini. Lalu, setelah Sihir Sarlyn mencapai batasnya, para Penyihir Angin lain mulai melancarkan Sihir Angin mereka.


Namun, seperti Halnya para Monster yang diserang oleh Sihir Api, beberapa Monster Terbang ini juga ada yang berhasil lolos. Mereka menyadari Ancaman Penyihir dan dengan cepat menjadikan para Penyihir sebagai Target Serangan pertama.


Sarlyn menyadari para Monster Terbang ini mendekat ke arah mereka semua. Dengan cepat dia berusaha mengaktifkan Sihir nya kembali, namun dengan Jarak antara Monster dan dirinya, itu hal yang hampir mustahil untuk dilakukan.


"Menghindar! Kalian semua!" Sarlyn berteriak panik dan menyuruh para Penyihir Angin untuk menghindar. Monster - Monster Terbang dengan cepat menyerang menggunakan berbagai Serangan yang mereka miliki.


Para Penyihir Angin pun berusaha menghindar dengan panik. Oleh karena kekacauan ini, beberapa dari mereka ada yang terjatuh dan terluka. Para Monster tidak membiarkan kesempatan ini lewat begitu saja, mereka langsung menyerang orang yang sedang terjatuh dan tidak berdaya.


"Awas! Menyingkir!" Sarlyn berlari berusaha menyelamatkan orang yang terjatuh itu. Namun, gerakan para Monster lebih cepat daripada Sarlyn sendiri. Dia tidak akan tiba dengan tepat waktu ....


Disaat Penyihir Angin yang terjatuh itu sudah putus asa dan pasrah dengan kematian. Apalagi dihadapkan dengan Monster Serangga Terbang yang mengerikan, dia tidak memiliki Harapan. Para Prajurit yang bertugas menjaga mereka pun sedang kesulitan. Sedangkan untuk para Ksatria Aulzania dan Derrian, mereka sibuk menghabisi para Monster yang lain.


"T-Tolong akuu!"


Penyihir Angin itu berteriak sebisa mungkin, Monster Serangga semakin mendekat dan menunjukan Taring nya. Dia hanya bisa, menutup Mata dan berharap bahwa kematian tidak sesakit yang dia bayangkan. Setelah Pasrah untuk beberapa waktu, sebuah Suara terdengar ... Itu adalah Suara dari Pisau yang membelah sesuatu.


Shing! Shing! Shing!


"Ya ampun, Tuan Dirvaren memang kejam, membiarkan Pasukan ini bertarung sendirian."

__ADS_1


Penyihir Angin pun terkejut dan segera membuka Mata untuk melihat berasal darimana suara tersebut. Saat membuka Mata, sesosok Pria Elf muncul dalam Pandangan nya. Dihadapan Pria Elf itu, banyak potongan - potongan Tubuh dari para Monster Serangga.


Pria Elf itu memegang Dua Buah Pisau berwarna Ungu Kehitaman. Pria itu berbalik pada Penyihir Angin, dan menunjukan sebuah Kilauan Cahaya yang berasal dari Pisau nya.


Kemudian, sosoknya menjadi Buram seperti akan menghilang, dan sebelum itu dia berkata ...


"Kanza, itu adalah Namaku."


Sosok itu menghilang dari hadapan Penyihir Angin, namun dikejauhan, dia masih bisa terlihat bergerak dengan cepat dan menyelamatkan orang satu per satu.


"Hei! Apa kau baik - baik saja?!" Suara Sarlyn terdengar ditelinga Sang Penyihir Angin Wanita, tetapi dirinya sudah kehabisan tenaga dan langsung tak sadarkan diri.


Sementara itu, Derrian bersama dengan Ksatria Aulzania langsung menerjang, setelah semua Kelompok Penyihir melakukan Serangan. Dengan perpaduan antara Kemampuan mereka semua yang mahir dan Senjata Sihir yang diberikan oleh Ren, mereka dapat melibas dan memusnahkan Monster dengan cukup mudah.


Dalam Pertempuran melawan Lautan Monster yang tak terhitung Jumlahnya, beberapa Kilatan Cahaya memusnahkan Monster itu secara bertahap. Dan diantara semua itu, ada satu yang menonjol dengan Cahaya Biru yang berasal dari Pedang nya.


"Aku akan menghadapi kalian!" Derrian berteriak dengan semangat Juang yang tinggi. Dia meluncur dengan cepat dan membawa [Holy Sword : Desvil] ditangan nya.


Mata Derrian terkunci pada Satu Monster berukuran Besar yang ada dibalik Lautan Monster. Dia memiliki Penampilan seperti Gorilla, namun dengan Duri - Duri Hitam yang mengerikan menonjol di beberapa Bagian Tubuhnya.


Hanya dalam sekali lihat, Derrian sudah mengetahui bahwa Monster itu adalah yang terkuat untuk saat ini. Tanpa menunggu lama lagi, Derrian langsung menuju ke arah Monster itu bersama dengan beberapa Ksatria Aulzania.


"Aku akan menghadapi Monster Besar itu, kalian Jagalah sekitar agar tidak ada yang menggangguku!"


Beberapa Ksatria Aulzania itu mengangguk pada Derrian dan mulai memisahkan diri. Satu per satu dari mereka mulai mengalahkan Lautan Monster dan memberikan Jalan untuk Derrian.


"Haaa!" Derrian berlari secepat yang dia bisa, sesekali ada beberapa Monster yang menghalangi Jalan nya. Namun, Monster itu dibelah dan dikalahkan tanpa perlawanan sedikitpun.


Pedang Derrian semakin Bersinar Biru ketika itu semakin digunakan. Garis - Garis Cahaya yang berasal dari Pedang Derrian semakin Jelas terlihat di Medan Pertempuran. Namun karena hal ini pula, Monster berbentuk Gorilla itu menyadari Derrian yang mendekat ke arahnya.


"Groaaaaahhhhhhh!"


Monster Gorilla mengaum, membuat Suara dia menggema hampir di seluruh Medan Pertempuran. Derrian yang sedikit terkejut menghentikan Gerakan nya sejenak.


Monster Gorilla tidak akan membiarkan Derrian mendekat kepadanya dengan mudah.


Monster itu melakukan Gerakan memukul Tanah dua kali menggunakan Kedua lengannya. Lalu, Lengan nya diayunkan kesamping dan mengambil para Monster Kecil yang ada di dekat dia.


"Groaaahhh!"


Wosshh! Wossshhh!


Dua Monster yang dia genggam dilemparkan pada Derrian, hal itu membuat Derrian terkejut dan segera menghindar. Derrian menjadikan Monster dihadapannya sebagai pijakan agar dapat melompat untuk menghindari Dua Monster yang dilemparkan.


Pada saat melompat, Derrian menebas Dua Monster yang dilemparkan itu dengan Tebasan memutar. Lalu, Kedua Monster terbelah di Udara dan sudah tanpa Nyawa ketika mereka mendarat di Tanah.


Pada awalnya Derrian ingin menghela Napas lega karena tidak terkena Dua Monster itu saat di Udara. Namun ketika dirinya melirik pada Monster Gorilla itu kembali, dia menarik kembali Helaan Napas nya.


"Grooooaahhhh!"


Satu, Dua, Tiga, Empat dan Lima, Monster Gorilla melemparkan Lima Monster pada Derrian. Pasa saat ini, sedikit Keresahan mulai Derrian Rasakan, Posisi nya yang masih melompat di Udara akan menyulitkan dia untuk menghindar. Bagaimanapun, Monster yang dilemparkan sudah dekat dengan dia dan tidak memberinya waktu.


"Tapi, aku tidak akan kalah hanya oleh sesuatu seperti ini!"


Ada satu Keistimewaan yang dimiliki oleh [Holy Sword : Desvil] milik Derrian. Pedang ini, mampu menciptakan sebuah Gelombang yang dapat mendorong sebuah Tebasan. Lalu, ditambah dengan Keistimewaan lain Pedang ini karena dia akan semakin Kuat ketika berada ditempat yang kaya akan Mana, membuat Efek Gelombang pun semakin Kuat.


Derrian menyalurkan Mana nya ke dalam Pedang ini, seketika Pedang Derrian mengeluarkan sebuah Gelombang yang membuat Derrian dapat bergerak di Udara.


Dengan dibantu oleh Dorongan yang berasal dari [Holy Sword : Desvil] Derrian mampu melakukan beberapa Gerakan terbatas di Udara. Hasilnya, dia dapat menghindari Kelima Monster yang dilemparkan namun tidak bisa membunuh mereka semua.

__ADS_1


Brak!


Derrian akhirnya mendarat di Tanah, kali ini dia memutuskan untuk tidak memberi Waktu pada Monster Gorilla untuk melemparkan Monster yang lain. Dengan berlari secepat yang dia bisa, tidak butuh waktu lama sampai dirinya tiba dihadapan Monster Gorilla.


Derrian yang secara tiba - tiba muncul dihadapan Monster Gorilla tersenyum seakan menantang Monster Gorilla. Lalu, dengan Nada Provokasi dia mengejek pada pada Monster Gorilla, "Halo, apa kau terkejut?" Setelah itu ... dia langsung melakukan Serangan.


Srakkk!


Tebasan Derrian yang menggambar Garis Cahaya Biru di Udara menghancurkan Duri yang ada di bagian Dada Monster Gorilla. Serangan Derrian dilancarkan dengan sangat kuat, sehingga membuat Monster Gorilla mundur untuk beberapa Langkah.


"Groaaahhh!" Monster Gorilla mengerang Kesakitan, lalu secara membabi Buta dia memukul ke segala arah. Meskipun Ukuran Tubuhnya besar, tak dapat disangka bahwa dia memiliki kecepatan yang cukup luar biasa.


Derrian bahkan kesulitan untuk menghindari setiap Serangan dari Monster Gorila. Sesekali, dia tidak dapat menghindar dan terpaksa menahan dengan Pedang miliknya. Dampak dari setiap Pukulan Monster Gorila pun sangat berat dan membuat Tangan Derrian Mati Rasa.


Merasa bahwa menghindar hanya akan memojokan dirinya sendiri, Derrian memutuskan untuk mengakhiri semua ini dengan satu Serangan.


[Holy Sword : Desvil] semakin bersinar ketika Derrian melakukan ancang - ancang Serangan. Kemudian ... Derrian melompat dengan sekuat Tenaga, lalu dia mengaktifkan Kekuatan Istimewa yang dimiliki [Holy Sword : Desvil].


Dorongan dari [Holy Sword : Desvil] membuat Derrian dapat berputar di Udara. Sebuah Putaran Vertikal yang mengarah pada Monster Gorilla. Insting Kemonsteran Gorilla itu menyebutkan bahwa Serangan Derrian amat berbahaya dan membuat dirinya panik. Tanpa berpikir untuk menghindar, Monster Gorilla menyilangkan Kedua Lengannya untuk menangkis Serangan Derrian.


Namun ... Serangan Derrian yang diperkuat oleh [Holy Sword : Desvil] Mustahil untuk ditangkis oleh Monster Gorilla. Tanpa hambatan dan kesulitan, Pedang Derrian merobek Kulit dan Memotong Tulang dari Lengan Monster Gorila.


Tidak cukup sampai disana, Serangan Derrian terus menembus sampai ke seluruh Tubuh. Monster Gorilla, terbelah tanpa diberikan kesempatan untuk melawan kembali. Darah berwarna aneh menyembur dari dalam Tubuh Monster Gorilla, dan dengan cepat Derrian menghindar agar tidak terkena oleh Darah ini.


"Hanya satu ... Dan ini sudah cukup merepotkan, lalu ... Monster ini tidak menunjukan tanda - tanda akan berkurang."


Derrian melihat dengan khawatir Lautan Monster yang tampak masih sama seperti tadi. Meskipun ... mereka semua telah menghabisi Monster yang tak terhitung Jumlahnya.


* * *


* * *


* * *


Benteng Kota Aulzania


Ren masih diam dan duduk sambil memperhatikan pertempuran yang terjadi. Namun saat ini, Matanya masih terfokus pada Derrian yang berhasil mengalahkan Monster Gorilla.


"Aku sedikit merasa kasihan pada mereka, terutama pada Derrian. Bagaimana mengatakannya ya, Monster Gorilla itu masih belum seberapa dibandingkan Monster yang baru saja muncul Jauh di Hutan sana."


Sebuah Senyum kembali menghiasi wajah Ren, senyum yang mengerikan dan penuh makna. Senyum yang seolah - olah dia sedang menikmati pertunjukan di Hadapannya.


"Mari kita saksikan, bagaimana mereka melewati keputusasaan yang akan mereka alami."


Sementara Ren masih bergumam seorang diri, Nirlayn yang tertidur membuka Mata. Suara dari Pertempuran yang terjadi membuat dirinya terbangun dari Tidur yang lelap. Nirlayn cukup terkejut ketika menyadari dirinya tertidur, tanpa banyak berpikir lagi, dia langsung bangun dan melihat ke arah dimana pertempuran terjadi.


"Selamat Pagi ... Apa tidurmu nyenyak?"


Suara Ren yang dingin dan dalam membuat Nirlayn sadar dari Keterpakuan nya pada Pertempuran. Nirlayn langsung merasa malu, karena hanya dirinya sendiri yang beristirahat sedangkan Tuan nya tidak.


Nirlayn langsung berlari dan berlutut pada Ren yang sedang duduk di singgasana, "A-Ah, Ren-sama ... Maafkan saya karena tertidur." Dia berkata penuh penyesalan.


Mata Merah menyala yang menatap lurus ke depan. Lalu, Kedua kaki yang disilangkan bersama dengan Lengan Kanan yang menopang Dagu. Ini adalah Posisi yang paling disukai oleh Ren ketika Duduk di Singgasana.


Namun di Mata Nirlayn, Ren yang menggunakan Posisi seperti ini sangat membuat dia Gemetar Kagum. Kemudian, di Bawah Tekanan yang Ren keluarkan, perasaan Malu dan Menyesal Nirlayn semakin membesar.


Satu Hal yang membuat Nirlayn semakin merasa tidak berguna, itu karena ... Ren sama sekali tidak melirik ke arahnya.


_______

__ADS_1


*Catatan Author : Ya ampun Ren, orang lain pada Perang, kenapa kamu malah duduk diam dan bersantai? Saya bingung...


Lalu Terima kasih untuk kalian semua karena telah membaca* :)


__ADS_2