Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 98 : Tidak Sederhana


__ADS_3

"Aku adalah Irlyana, seorang dari Ras Iblis. Aku diperintahkan oleh Organisasi untuk membunuhmu yang seorang Blood Devil. Tepatnya, aku diperintahkan oleh para Chief untuk membunuhmu sesegera mungkin."


"Hm."


Dari awal, Ren memang telah mengetahui Irlyana, Reynalue, maupun Nidgor adalah Ras Iblis dalam sekali lihat.


Namun yang tidak Ren sangka adalah, kenyataan bahwa mereka sedang memburu Ras Blood Devil. Mengapa mereka memerintahkan Irlyana untuk memusnahkan Ras Blood Devil sesegera mungkin? Apakah ini berkaitan dengan Hilangnya Ras Blood Devil dari Dunia?


"Jelaskan mengenai Organisasimu, Siapa para Chief ini? Lalu, mengapa mereka begitu ingin membunuhku?"


Jika memang para Iblis ini berkaitan dengan alasan mengapa Blood Devil dilupakan, maka semua ini akan saling berhubungan. Ren juga memiliki sebuah Janji dengan Nirlayn, untuk membalaskan suatu Pengkhianatan dari Ras Vampire. Meski Ren tidak tahu mengapa para Vampire disebut berkhianat oleh Nirlayn.


Dengan demikian, Ren berharap bahwa Jawaban Irlyana menjelaskan semuanya.


"Kami adalah Organisasi yang dibentuk dengan Tujuan Utama untuk membangkitkan Sang Dewa. Organisasi kami begitu Misterius dan Dipenuhi oleh Rahasia. Bahkan untuk aku yang merupakan salah satu anggotanya, aku tidak diperbolehkan mengetahui Rahasia dari Organisasi kami."


"Lalu para Chief yang aku sebut adalah ... Para Kepala Cabang Organisasi yang ada di Benua ini. Seperti yang aku katakan sebelumnya, mereka sangat menjaga Rahasia, mereka tidak memberitahu siapa mereka bahkan Rupa mereka sendiri, aku tidak tahu."


"Dan untuk alasan mengapa para Chief ingin sekali membunuhmu. Itu dikarenakan mereka sangat waspada terhadap Ras Blood Devil. Berdasarkan Sikap yang mereka tunjukan, sepertinya Ras Blood Devil akan menjadi Ancaman bagi Organisasi."


"Baiklah, kau diam terlebih dahulu." Ren memberi Instruksi, agar dirinya dapat tenang dalam berpikir.


Ada sebuah kemungkinan Irlyana telah mengatakan Kebohongan mengenai Informasi ini. Namun, untuk sekarang Ren tidak terlalu mempedulikannya. Lagipula, setelah ini Ren tidak akan melepaskan Irlyana.


Hal terpenting dari semua ini adalah Informasi yang baru saja diberitahukan Irlyana. Organisasi yang menjadi musuh Ren sepertinya tidak sesederhana yang diperkirakan. Irlyana juga mengatakan para Chief itu adalah Kepala Cabang Organisasi yang ada di Benua ini. Hal itu dapat memperjelas kemungkinan bahwa Organisasi ini telah menyebar di seluruh Dunia.


Lalu, Irlyana yang seorang Anggota dari Organisasi, namun tidak diperkenankan mengetahui Rahasia Organisasi pasti memiliki semacam alasan dibaliknya. Untuk sementara, Ren hanya dapat memikirkan satu kemungkinan yaitu, Irlyana sebenarnya bukan anggota yang penting untuk Organisasi. Bisa dikatakan, Irlyana ini hanya sebatas Pion yang dapat dibuang begitu saja. Begitu juga dengan Reynalue dan Nidgor.


'Sepertinya Organisasi ini, belum mengeluarkan Kekuatan mereka yang sebenarnya.' Benak Ren berbicara.


Hal terakhir yang dipikirkan oleh Ren adalah Tujuan Utama mereka dan alasan mengapa mereka memburu Blood Devil. Kedua Hal ini pasti saling berhubungan satu sama lain.


Berdasarkan Pernyataan Irlyana yang telah diperkirakan oleh Ren alasan dibaliknya, bisa jadi sosok yang mereka sebut sebagai Dewa ini adalah Musuh bebuyutan para Blood Devil.


Sehingga Organisasi yang berusaha membangkitkan Sang Dewa ini berusaha keras memusnahkan Blood Devil sebelum Blood Devil menjadi Ancaman yang begitu Nyata.


"Ironisnya, aku telah menjadi ancaman yang Nyata bagi mereka." Gumam Ren seraya menaruh simpati pada Organisasi itu.


Jika memang Organisasi ini begitu membenci Ras Blood Devil, berarti Ren tidak perlu lagi memikirkan Hal yang lain. Sangat memungkinkan juga Organisasi ini berkaitan dengan alasan mengapa Ren berpindah Dunia.


Sekarang adalah saatnya mencari Informasi lebih lanjut ...


"Pertanyaan selanjutnya, dimana kau menerima Perintah dari para Chief itu?"


Disebutkan, Irlyana menerima Perintah dari 'para' Chief dan bukan menerima Perintah dari Chief. Maka dapat disimpulkan, Irlyana menerima Perintah ini di tempat yang penting. Sangat tidak mungkin bagi para Chief untuk berkumpul di tempat yang biasa saja.


Ren tidak mempermasalahkan apakah Tempat itu adalah Markas biasa atau bukan. Karena Markas Biasa pun dapat membawa Ren ke Markas mereka yang sebenarnya.


"I-Itu ada di Kerajaan ..." Irlyana tidak melanjutkan perkataannya.


Namun bagi Ren, mendengar kata Kerajaan saja sudah cukup untuk mendapatkan sebuah kesimpulan. Sebuah Kesimpulan yang mudah dan sederhana tentang keberadaan tempat dimana Irlyana menerima Perintah itu.


"Ah, sudah pasti Kerajaan Suci Sancteral kan?"


Irlyana langsung menengadah ke arah Ren dengan Ekspresi yang terkejut. Dia tidak menyangka, bahwa Ren dapat mengetahuinya dengan mudah.

__ADS_1


"B-Bagaimana ... Bisa?"


"Hah ... Ini adalah Hal sederhana dalam Kisah Fantasy. Dimana ada sebuah Kerajaan Suci, maka mereka pasti berhubungan dengan Organisasi Kejahatan."


Mengapa Kerajaan Suci selalu dijadikan tempat bersembunyi bagi Organisasi seperti ini? Ren pun tidak mengerti. Mungkin karena Kerajaan Suci memiliki Nama yang berkesan baik, sehingga para orang - orang Jahat menjadikannya sebagai Kedok.


'Yah, bisa saja seperti itu.'


Saat Ren merasa bahwa semua itu lucu dihatinya, Nirlayn mendekati Ren. Langkah Kaki Nirlayn membuyarkan semua Pemikiran Ren dan membuat Ren menoleh ke arahnya.


"Ada apa, Nirlayn?"


Kecemasan yang ada dalam Ekspresi Nirlayn membuat Ren dengan sendirinya bertanya. Ren tidak mengetahui darimana Tindakannya yang membuat Nirlayn Cemas. Maka dari itu, Ren sedang Kebingungan sekarang.


"Uhn ... Ren-sama, mendengar anda membicarakan Kerajaan Suci Sancteral, saya jadi mengkhawatirkan mereka."


Mereka? Hanya ada Tiga orang yang dapat dipikirkan oleh Ren yang berhubungan dengan Kerajaan Suci Sancteral. Mereka adalah Rusava, Raytsa dan Rakuza yang sedang Bertugas untuk mencari Informasi tentang Teman Rakuza.


"Hm, mengapa kau khawatir? Rakuza bersama dengan Rusava dan Raytsa, selain dari orang yang benar - benar kuat, maka tidak akan ada yang bisa melawan mereka."


Rusava dan Raytsa, Kombinasi dari Dua orang True Ancestors ini bahkan bisa melenyapkan Kerajaan Aulzania. Kecuali bertemu dengan Musuh yang setara, mereka tidak mungkin mengalami Kesulitan. Tapi Nirlayn yang mengkhawatirkan mereka, pasti ada sebuah alasan dibaliknya, Ren yakin akan hal itu.


Hanya tinggal menunggu Jawaban dari Nirlayn maka Ren dapat mengetahui alasan dari Kekhawatirannya.


"Anda pasti mengingat Surat yang dikirim beberapa Hari yang lalu pada mereka kan?"


"Tentu, ada apa dengan Surat itu?"


"Seharusnya hanya membutuhkan Waktu Sehari bagi mereka untuk membalasnya. Tapi ..."


"Iya ..."


Sebenarnya, Ren tidak mengerti mengapa Nirlayn bisa sekhawatir ini. Karena pada Dasarnya, Surat itu dikirimkan oleh Seekor Burung. Seekor Burung tidak mungkin sampai secepat itu di Kerajaan Suci Sancteral, kalaupun bisa maka ada suatu Kejadian yang membuat Burung itu terhambat.


Namun karena ini merupakan Kekhawatiran yang berasal dari Insting seorang Wanita. Maka Ren membuat sebuah Pengecualian dan mempercayainya.


"Aku mengerti ... Kita akan diskusikan Masalah ini nanti. Merupakan sebuah Kebetulan Wanita itu juga mengatakan Kerajaan Suci Sancteral. Kemungkinan besar, kita akan kesana dalam Waktu Dekat."


Ren menenangkan Nirlayn dengan Perkataannya. Ini bukan sebuah Bualan, melainkan sebuah Kebenaran. Ren memang Berencana untuk pergi ke Markas musuh secara langsung, setelah mengetahui bahwa Markas itu ada di Kerajaan Suci Sancteral.


"Terima Kasih, Ren-sama."


Sebuah Senyuman, Ren jadikan sebagai Balasan pada Nirlayn. Lalu setelah itu, Ren kembali memperhatikan Irlyana yang masih dengan Patuh Duduk dan menunduk di tempat yang sama.


"Anak Baik, kau tidak mencoba melarikan diri lagi?"


Ren hanya mengatakan sebuah Lelucon, tapi Irlyana menanggapinya dengan Senyum Pasrah yang terlihat seolah benar - benar menyerah.


"Aku sudah menyadarinya, tidak mungkin bagiku untuk melarikan diri dari Dewa." Gumam Irlyana lirih, tidak ada lagi Cahaya Harapan di Matanya.


"Huh, Gelar macam apa lagi yang diberikan padaku ini. Sungguh Buruk ..."


Dewa? Tidak pernah sekalipun Ren menganggap dirinya seperti itu. Ren hanya Individu yang memiliki Kekuatan lebih banyak daripada orang lain. Hanya karena alasan seperti itu tidak membuat Ren menganggap dirinya Dewa, bahkan Gelar Penguasa, Ren tidak yakin dirinya pantas menerima Gelar itu.


"[Blood Prison Cube]."

__ADS_1


Kubus Merah Transparan menyelimuti Irlyana, memenjarakan dan mengurung Irlyana didalamnya. Namun sebenarnya, Irlyana tidak akan melarikan diri, bahkan jika Ren meninggalkan dia seorang diri.


"Nirlayn, kita pergi ke tempat Arystina dan Avrogan. Mereka seharusnya sedang menunggu sekarang ..."


Swoshhh!


Sayap dari seorang Blood Devil kembali tercipta di Punggung Ren. Nirlayn melakukan hal yang sama dengan menciptakan sepasang sayap di punggungnya. Setelah itu, mereka Berdua Terbang menuju tempat Avrogan dan Arystina. Tentu dengan membawa Irlyana di dalam Kubus Merah Transparan yang akan selalu mengikuti, kemanapun mereka berada.


____________________________________________


* * *


* * * ____________________________________________


Bloody Palace of the Monarch


Setelah menghampiri Arystina dan Avrogan, Ren bersama dengan mereka semua segera kembali ke Istana [Bloody Palace of the Monarch]. Alasan Ren terburu - buru karena khawatir ada keberadaan yang berusaha mengacaukannya.


Namun begitu tiba di Istana, Ren tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Tidak ada Kerusakan maupun Keanehan yang terjadi pada Istananya. Hanya ada sebuah Keributan yang disebabkan oleh Irlyana ketika melihat Istana miliknya.


Bam!


Bam!


Bam!


Irlyana bertingkah tidak wajar ketika melihat Istana [Bloody Palace of the Monarch]. Dimana Ketakutan dan Keputusasaan dirinya yang tadi? Ren bahkan meragukan dia adalah orang yang sama. Pasalnya, saat ini Irlyana melihat Istana Ren dengan Mata yang berbinar. Penuh Antusias dan Kekaguman, sama sekali tidak bersikap layaknya seorang Tahanan.


Karena tidak tahan terhadap Suara Berisik yang dihasilkan ketika Bagian Tubuh Irlyana menabrak Dinding Kubus Merah, Ren menoleh ke arahnya dengan Nafsu membunuh. Membuat Irlyana membalikan Kepala secara perlahan - lahan, seperti Gerakan sebuah Robot yang Rusak.


"Diam ... Mengerti?"


Irlyana mengangguk sangat cepat, seakan anggukan itu dapat melepas Kepala yang dia miliki. Setelah itu, Ren pun menghela Napas, dan kembali memperhatikan semua orang yang ada di Hadapannya.


"Jadi, aku memutuskan untuk menunda Pendirian Negara Baru ini. Mungkin, sampai ketika kita dapat membereskan masalah yang ada di Kerajaan Suci Sancteral."


Nirlayn, Arystina dan Avrogan tiba - tiba menunduk dengan Wajah yang suram. Bahkan Ren dibuat keheranan karenanya, mengapa mereka menampakan Wajah yang suram seperti ini? Apa mereka tidak suka dengan keputusan Ren yang satu ini?


"Kalian diperbolehkan untuk berbicara, aku tidak akan memaksa bila kalian tidak suka dengan Keputusan ini."


Suasana menjadi Berat secara tiba - tiba, terkecuali untuk Ren, mereka semua menunduk seakan tidak ingin berbicara.


"Ren-sama, bukan kami menentang Keputusan anda, tapi ..." Nirlayn ragu - ragu untuk meneruskannya.


"Tapi apa?"


"... Kami takut Keputusan anda untuk pergi ke Kerajaan Sancteral ini malah menentang keinginan anda sendiri dalam mendirikan sebuah Negara."


"Oh, hanya karena itu ...?"


Ternyata hanya karena sebuah alasan sederhana. Sepertinya memiliki Bawahan yang Setia itu cukup Rumit. Disatu sisi itu akan sangat berguna, tapi disisi lain, itu akan sangat merepotkan karena terkadang mereka akan memikirkan Tuannya melebihi diri mereka sendiri.


________


*Catatan Author :

__ADS_1


Kasian Irlyana, Hidup Tersiksa, Matipun tak bisa. Tapi, mau gimana lagi, dia menyinggung seseorang yang tidak seharusnya dia singgung. Hahahah! Lupakan, ini hanya sebatas basa - basi dari Author*.


__ADS_2