Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 102 : Ganzalan dan Ampunan Ren


__ADS_3

"Aku ... Milžiniška gyvatė tidak memiliki kemampuan pelahap jiwa atau apapun yang dapat mengalahkanmu."


'Huh?' Ren sedikit kebingungan oleh pernyataan Milžiniška gyvatė. Bagaimanapun, kemampuan Pelahap Jiwa yang Ren katakan tidak lebih dari sebuah tebakan. Namun Milžiniška gyvatė mengatakan dia tidak memiliki kemampuan lain yang dapat mengalahkan Ren, sebuah pernyataan yang membingungkan sekaligus mencurigakan.


"Lanjutkan ..." Ren akan menganalisa semua perkataan Milžiniška gyvatė dengan tenang. Kecerobohan pernah membunuhnya sekali, tidak akan Ren biarkan kejadian yang sama terulang kembali.


"Seperti ini ... Aku dipanggil oleh Wanita itu secara paksa, dia menggunakan sesuatu yang dapat mengendalikan pikiran dan kehendakku."


Paksa, sesuatu, dan kehendak. Ren mendapat satu kesimpulan sementara berdasarkan tiga kata yang diucapkan oleh Milžiniška gyvatė. Akan tetapi ini semua belum cukup, Ren membutuhkan penjelasan yang lebih mendetail.


"Tidak usah membuatnya Rumit, cukup katakan Intinya ..." Ancam Ren.


"Ssssttt!" Milžiniška gyvatė merasakan seluruh Tubuhnya bergetar hanya karena sebuah Ancaman, "B-Baik, Wanita yang memanggilku itu, menggunakan [Blood Curse of the God] untuk mengendalikan pikiran dan memberikan sebuah kemampuan sementara untukku!"


Mengalir ... Hal yang dapat Ren simpulkan mengalir Hebat dalam otaknya. Berbagai macam kemungkinan telah Ren perkirakan dalam pikiran, tapi sekali lagi, Ren harus mendapat Informasi tambahan dari Milžiniška gyvatė untuk menemukan kesimpulan mana yang paling mendekati kebenaran.


"Jelaskan apa itu [Blood Curse of the God] dan darimana kau mengetahuinya."


Milžiniška gyvatė terlihat Ragu-Ragu pada awalnya. Tapi dihadapkan dengan Ancaman Ren yang nyata, dia tidak memikirkan hal yang lain lagi selain keselamatan dirinya, "[Blood Curse of the God] adalah Darah dari Dewa, bisa digunakan untuk mengendalikan pikiran, selain itu, Darah ini juga memberikan kemampuan sementara dari Dewa."


"Darah Dewa? Memang sesuai dengan Namanya ... Lalu, darimana kau tahu kalau yang digunakan Wanita itu adalah Darah Dewa?"


"I-Itu karena ... Aku pernah diberikan suatu hal yang sama oleh Tuanku yang sebelumnya." Jawab Milžiniška gyvatė lirih.


'Muncul.' Ren merasakan suatu Informasi yang saling berkaitan akhirnya akan muncul. Namun, Informasi macam apa itu belum bisa dipastikan dan masih sebatas perkiraan.


"Katakan padaku ... Siapa Tuanmu yang sebelumnya?"


"Tuanku adalah satu dari Sembilan Continents Holder yang ada di Dunia, Nescaruza [The Demon Monarch] yang merupakan pemimpin Ras Iblis." Ungkap Milžiniška gyvatė.


Ren sedikit membulatkan Mata dan tersenyum kecil, "Heh, sudah kuduga."


Milžiniška gyvatė ternyata memiliki Informasi yang cukup berguna. Ren sangat mengharapkan Informasi dari Milžiniška gyvatė tidak sebatas hanya disini.


"Katakan semua yang kau ingat mengenai Tuanmu itu." Ren menaruh Harapan Besar pada perkataan Milžiniška gyvatė selanjutnya.


"B-Baik. Aku dipanggil oleh dirinya ketika aku baru saja diangkat menjadi [Beast Servant] tingkat Legendaris. Kurangnya kekuatan dan pengalaman membuatku dengan mudah menyetujui pemanggilannya." Nada Milžiniška gyvatė dalam berkata mengandung penyesalan di dalamnya.


Penyesalan akan selalu datang dari sebuah Kesalahan. Lalu berdasarkan perkataan Milžiniška gyvatė, dapat dengan mudah diperkirakan bahwa kesalahannya terletak pada dia yang menerima panggilan itu.


"Apa dia adalah Tuan yang buruk?"


"Bukan hanya buruk! Dia juga merencanakan sesuatu yang benar-benar buruk ... Dia berniat menggunakanku untuk membantu Rencananya itu, dan tentu saja aku menolak!"


"Aku mengerti ... Singkatnya, karena kau menolak, dia mulai menjelaskan mengenai Darah Dewa dan mengancam akan menggunakannya padamu. Namun karena kau tidak percaya pada kemampuan Darah Dewa, kau masih tetap menolak dan akhirnya dikendalikan oleh Darah Dewa itu." Ren menjelaskan dengan Nada dan Ekspresi seolah tahu segalanya.


"B-Bagaimana ... Tebakanmu, begitu tepat?" Milžiniška gyvatė bergumam dengan tidak percaya.


Biarkan Milžiniška gyvatė merasakan kehebatan dari seseorang yang telah mengetahui adegan-adegan yang mudah ditebak dalam Kisah Fantasy. Anryzel Dirvaren, dia adalah seseorang yang cukup menyukai Kisah Fantasy, sesuatu semacam ini sangat mudah ditebak olehnya.


"Setelah itu ... Kau tidak mengingat hal yang lain kan." Ren menaruh Ekspresi yang sama sekali tidak mengharapkan apapun.


"M-Musta-hil, apa ... Kau dapat melihat pikiran seseorang?"


"Tidak." Balas Ren singkat.


"K-Kalau begitu ... Melihat masa lalu?" Milžiniška gyvatė tidak menyerah untuk bertanya.


"Tidak." Ren masih membalas dengan kata yang sama.


Jika Ren dapat menggunakan Dua Kemampuan luar biasa itu, mana mungkin dirinya harus repot-repot menginterogasi semua musuhnya untuk mendapatkan Informasi. Dengan dua kemampuan itu juga mungkin dapat menjadikan Ren sebagai penguasa Dunia.

__ADS_1


Lupakan dengan menjadi seorang Penguasa Dunia yang masih tidak mungkin untuk dicapai. Sekarang adalah saatnya Ren bertanya satu hal pada Milžiniška gyvatė. Sebuah pertanyaan yang menentukan Nasib Milžiniška gyvatė.


"Aku menerima Kesetiaan dan Kebenaran yang kau katakan ..." Ren mengatakannya dengan serius.


Milžiniška gyvatė terlihat kegirangan karena Ren yang menerimanya berarti mengampuninya. Kesenangan akan selamatnya nyawa tidak dapat dia sembunyikan dari Ekspresi Ularnya.


"K-Kalau begitu ... Aku akan dilepas- ..."


Senyum Ren yang mengerikan menghentikan perkataan Milžiniška gyvatė, "Namun ada satu hal yang perlu kau sadari."


Milžiniška gyvatė bergetar, dia merasakan perasaan yang sangat buruk dari kata-kata yang diucapkan oleh Ren, "A-Apa yang harus aku sadari ...?"


"Aku telah mengetahui semua hal tentang dirimu ..." Ren menunjukan tiga jari miliknya dan kembali berkata, "Lalu ada tiga hal yang tidak aku sukai dari dirimu."


"A-Aku ... T-Tidak melakukan apapun, yang membuatmu tidak menyukaiku." Ucap Milžiniška gyvatė dengan percaya diri.


"Heh, Hahahaha!" Ren mengeluarkan Tawa Iblisnya.


"Kau pikir aku sangat bodoh? Kau pikir aku tidak menyadarinya?" Perkataan Ren diiringi oleh senyuman yang mengejek.


"A-Apa maksudmu ..." Milžiniška gyvatė terlihat tidak mengerti.


"Hahaha, seperti yang diharapkan dari Cacing Hitam sepertimu, sangat pandai dalam bersandiwara. Alangkah baiknya jika kau mengetahui, bahwa aku adalah seorang Pesandiwara yang lebih hebat darimu!" Tawa Iblis Ren dibarengi oleh pernyataan yang membanggakan diri sendiri.


Mendengar Ren menyebut dirinya sebagai Cacing Hitam membangkitkan amarah dalam diri Milžiniška gyvatė.


"Cacing Hitam ... B-Beraninya kau menyebutku Cacing?! [Abyssal Technique : Mana Eater Chain]!"


Tanpa memberikan peringatan, Milžiniška gyvatė melakukan penyerangan pada Ren. Rantai-Rantai Bayangan muncul dari dalam Tanah tanpa melalui Perantara Lingkaran Sihir terlebih dahulu. Ren yang melihat ini segera menghindar dari Rantai yang berusaha mengikatnya. Tidak lupa, Ren juga menaruh Ekspresi Ejekan pada Milžiniška gyvatė.


"Sandiwaramu buruk, pffft." Ren masih sempat mengejek bahkan disaat dia menghindari Rantai-Rantai yang mengincarnya.


"S-Sialan!!! Kau benar-benar Manusia tidak tahu diri! Aku sudah menawarkan kesetiaan tapi tidak kau terima?! Seharusnya kau merasa senang!" Teriak Milžiniška gyvatė.


Namun beberapa kali Milžiniška gyvatė menyerang, tidak pernah sekalipun mengenai Ren. Bahkan ketika Rantai mengepung Ren dari segala arah dan Milžiniška gyvatė menutup Jalur pelariannya, dia masih dapat meloloskan diri.


"Ssst! Cepat sekali!" Protes Milžiniška gyvatė yang berusaha mencari dimana keberadaan Ren.


Milžiniška gyvatė sudah merasa sangat kesulitan walaupun Ren sama sekali tidak menyerang. Tetapi sebaliknya, Ren dengan santai dan hati-hati menghindari semua Serangan dan berhasil menghindar dengan mudah.


"Oh ya, sekalian aku akan mengatakan tiga hal yang aku sebutkan tadi ..." Ren tiba-tiba muncul dibelakang Milžiniška gyvatė. Sontak kemunculan dia ini membuat Cacing Hitam itu langsung menyerang, dan Serangannya berhasil mengenai Udara Kosong.


"... Pertama, kau adalah Cacing Hitam licik yang dengan mudahnya menggunakan kebenaran untuk menutup kelicikan dan kebohongan yang kau rencanakan." Ren muncul kembali seraya menampilkan satu jari.


"D-Diam!!" Milžiniška gyvatė kembali menyerang dan kembali berhasil menyerang Udara Kosong.


"Kedua, kau berani mencoba untuk menipuku dengan sandiwara. Aku yang bahkan dikenal sebagai Pesandiwara No. 1 di Dunia berusaha kau tipu, sungguh lucu." Ren tertawa seolah merasa Iba pada Milžiniška gyvatė.


"Sssst! Diam kau! [Abyssal Technique : Shadow Army]!"


Tanah yang ada di bawah Milžiniška gyvatė diliputi oleh semacam cairan gelap yang menjijikan. Lalu darisana, muncul beberapa Bayangan berbentuk Humanoid. Mereka langsung mengikuti Milžiniška gyvatė untuk menyerang Ren secara bersamaan.


"Hoo ... Kemampuan yang menarik. Ah, yang ketiga adalah kesombonganmu. Sedari awal, kau menganggap diriku lemah, kau bahkan berusaha memanfaatkanku seperti halnya kau yang berusaha memanfaatkan Nescaruza, namun itu berakhir dengan kegagalan yang mengenaskan. Sungguh kasihan ..." Ren kembali mengatakan sesuatu dengan panjang lebar tanpa mempedulikan kondisinya yang diserang oleh banyak orang.


"Sssttt! A-Aku benar-benar Marah!"


"Oh?" Ren tersenyum penuh kemenangan, padahal yang dikatakan oleh Ren mengenai Milžiniška gyvatė yang berusaha memanfaatkan [The Demon Monarch] dan berakhir gagal itu hanya sebuah perkiraan. Namun tidak disangka, Milžiniška gyvatė menunjukan Ekspresi yang berkata bahwa itu adalah kebenaran.


"A-Aku terlalu menganggapmu Remeh! Sssstttt [Abyssal Technique : Mist of Curse]!"


Milžiniška gyvatė menarik Napas lalu menyemburkan Kabut Hitam yang mengerikan dari mulutnya. Melihat ini, Ren teringat sesuatu yang begitu melegendaris pada Zaman dahulu. Ingatan itu memicu keterkejutan dalam diri Ren yang membuat Ren terdiam dengan tatapan tak percaya.

__ADS_1


Milžiniška gyvatė menyadari Ren yang terdiam dan langsung merasakan kemenangan sudah ada dalam genggamannya. Akan tetapi, yang tidak disangka oleh Milžiniška gyvatė adalah Ren yang mengeluarkan setetes Air Mata.


"Ah ... Sungguh membuatku Nostalgia." Ren berkata penuh suka cita.


Ingatan yang muncul dalam diri Ren setelah Milžiniška gyvatė melakukan serangannya adalah Ingatan tentang Pahlawan nyata dalam Sejarah. Mereka adalah para pahlawan yang menggunakan alat untuk menyemprotkan kabut demi membasi Sumber Penyakit yang ada dalam Rumah seseorang.


"[Legendary Hero, Fogging]." Ren menggumamkan Nama dari Pahlawan Sejarah itu.


Kenangan ketika dirinya kecil yang bercita-cita untuk menjadi Pahlawan seperti itu muncul dalam pikiran Ren. Namun, semua itu diganggu oleh Kabut Hitam yang telah mengelilingi Ren dari segala arah.


"Ah, maaf ... Aku sedikit teringat kenangan tadi."


Ren merentangkan lengannya kedua arah yang berbeda, lalu dengan suara pelan, Ren bergumam, "[Wind Magic : Wind Breeze]."


Hembusan Angin yang begitu kuat muncul dan menjadikan Ren sebagai pusatnya. Hembusan Angin itu menghempaskan semua kabut dan Humanoid Bayangan yang berusaha menyerang Ren. Rantai Bayangan terputus dari Tanah lalu menghilang. Sementara Milžiniška gyvatė berusaha sekuat tenaga menahan Hembusan Angin ini.


Kabut menghilang bersama apapun yang dipanggil oleh Milžiniška gyvatė. Kekuatan Angin dari seorang yang teringat kenangan masa lalu memang tidak dapat diremehkan.


"Aku lanjutkan ok? Kau yang menolak perintah Nescaruza adalah Kebenaran. Sedangkan kau yang dikendalikan secara penuh oleh [Blood Curse of the Good] adalah Kebohong- ..." Ren langsung terdiam begitu melihat kondisi yang ada disekitarnya, "A-Apa ..."


Rumput-Rumput yang ada disekitar Ren telah membusuk dan mati. Penyebab dari kematian mereka adalah Kabut Hitam yang dikeluarkan oleh Milžiniška gyvatė sebelumnya. Mau itu Rumput atau apapun, selama masih di Wilayah Istana, Ren menganggap itu sebagai Harta. Namun sekarang, sebagian besar Rumput itu telah Mati dan membusuk.


Dururururu!


Tanah Bergetar ...


Apapun yang ada dalam diri Ren, semuanya telah dikeluarkan tanpa ada halangan yang menahannya lagi. Ren menampakan Ekspresi yang begitu Tenang, sangat tenang sampai berada ditingkat yang menakutkan. Tapi ada satu hal yang perlu diingat, kemarahan Ren yang sesungguhnya adalah ketika dia menampakan ketenangan dalam diam.


Avrogan, Nirlayn dan Arystina menyadari kekuatan yang sangat besar ini. Mereka segera menghampirinya dan mendapati Ren yang sedang diam tanpa menahan semua kekuatannya.


"Ren-sama!"


"Yang Mulia!"


Nirlayn dan Arystina berusaha mendekati Ren, namun ditahan oleh Gelombang Kuat yang dikeluarkan oleh Ren. Mereka bertiga, tidak dapat mendekat lebih daripada ini.


"S-Sialan kau Milžiniška gyvatė! Aku sudah memperingatkanmu!" Avrogan berteriak penuh kemarahan.


Meski demikian, mereka bertiga tidak dapat bergerak lagi untuk mendekati Ren. Aura yang dikeluarkan oleh Ren menahan apapun yang berusaha mendekatinya. Mereka sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa.


Andai ini terus berlanjut, maka semua akan hancur, tidak hanya Milžiniška gyvatė, tapi para bawahan dan juga Istana miliknya. Ren harus segera menahan kembali semua kekuatannya.


Seketika, semua itu menghilang, Aura, Intimidasi, maupun Kekuatan Ren telah sepenuhnya menghilang. Seakan-akan apa yang mereka semua rasakan barusan hanya sebuah mimpi belaka.


"Walau aku sangat-sangat-sangat marah. Aku sudah berjanji untuk mengampunimu ..." Ren mengembalikan Pedang Nuxuria ke dalam Inventory miliknya. Menggantikan Pedang, Ren mengeluarkan sebuah ... Tombak.


Tombak Hitam yang memiliki Corak Warna Merah unik disetiap bagiannya. Tidak lupa, Aura Merah Gelap mengelilingi Tombak ini seperti sebuah Angin Tornado.


Dihadapan Sang Tombak, tidak ada kehidupan yang tidak bergetar hanya dengan melihatnya. Bukan hanya Tubuh yang bergetar, melainkan Jiwa mereka pun bergetar dan meronta-ronta mencoba melarikan diri dari Sang Tombak.


"Ampunanku untukmu adalah Binasa. Lalu sebagai bentuk terima kasih, aku memperlihatkanmu Senjataku yang lain ... [God's Blood Spear, Ganzalan]."


"A ... A ... A ... Aaaa ..." Milžiniška gyvatė tidak sanggup berkata-kata lagi.


Sebelum Milžiniška gyvatė dapat mengedipkan Mata yang bahkan tidak diketahui apakah dia memilikinya atau tidak, Ren sudah berada disisinya dan menikam Tubuh dari Milžiniška gyvatė.


Hanya dengan Ujung Tombak, Milžiniška gyvatė berubah menjadi Debu Hitam yang terbawa oleh angin dan menghilang seketika.


Beberapa saat setelah itu ...


Damm!

__ADS_1


Tanah yang ada dibawah Milžiniška gyvatė sebelumnya, berlubang dan hancur. Hanya menyisakan sedikit Tanah yang sedang diinjak oleh Ren saat ini.


Padang Rumput Indah yang dipenuhi oleh Rerumputan itu berubah menjadi tempat yang hancur. Ren mau tidak mau, merasa sangat bersedih ... Istana ini sudah ternodai.


__ADS_2