
Akademi Aulzania.
Akademi yang dibangun khusus untuk para orang - orang berbakat dari seluruh Kerajaan. Akademi ini terletak di Kota Aulzania yang merupakan Ibukota Kerajaan Aulzania. Semua Murid di Akademi ini adalah orang yang berbakat. Tanpa bakat dan kekuatan, mustahil memasuki Akademi yang bergengsi ini.
Akademi terbagi menjadi 4 bagian yang berbeda.
Bagian pertama, di tempati oleh orang - orang yang memiliki bakat dalam sihir.
Pada bagian ini, terdapat 6 kelas yang berbeda. Setiap kelas masing - masing mewakili element utama.
Bagi murid yang memiliki lebih dari satu element, mereka akan mengikuti beberapa kelas sekaligus.
Bagian kedua, merupakan tempat dimana para Ksatria berada. Seorang yang memiliki bakat dalam Pedang, Tombak, Pisau, Kapak dan Senjata lainnya akan ditempatkan disini. Terkadang, seorang Ksatria bahkan menggunakan Sihir sebagai senjata pendukung nya. Orang - orang inilah yang disebut Ksatria Sihir.
Bagian Ketiga, adalah tempat bagi para orang yang memiliki bakat dalam bidang Alkimia. Tempat ini tidak terlalu populer bagi para Murid baru yang memasuki Akademi Aulzania.
Bagian keempat, merupakan tempat dimana para murid yang berkeinginan untuk menjadi seorang Blacksmith. Sama halnya dengan Bagian Alkimia, tempat ini bahkan lebih tidak populer dan hanya sedikit murid yang mau memasuki nya.
Setiap bagian Akademi ini dipimpin oleh seorang yang paling ahli di bidang tersebut.
Mereka yang memimpin ini mendapat julukan 'Master' di Kerajaan Aulzania. Seperti halnya Fraudlin, yang merupakan Master Alkimia dan memimpin bagian ketiga. Lalu, Derrian yang merupakan Master Ksatria dan memimpin bagian kedua. Serta Sarlyn yang merupakan Master Sihir dan memimpin bagian pertama.
Hanya bagian keempat yang merupakan tempat para Blacksmith yang tidak memiliki Master sebagai pemimpin nya.
*
*
*
*
*
Di sebuah Ruangan yang cukup luas.
Ruangan yang diisi oleh berbagai macam tanaman obat. Tidak hanya itu, Core dari para monster serta alat untuk melakukan alkimia terlihat disana - sini.
Ada seorang pria tua berpenampilan acak - acakan disini. Dia adalah Fraudlin Hurgart, seorang yang memimpin dan menjadi Master Alkimia di Akademi Aulzania.
"Sedikit lagi...!"
Fraudlin berbicara pelan, matanya fokus melihat berbagai macam bahan - bahan potion yang sedang tercampur dihadapan nya. Mana bercahaya keluar dari tubuhnya, mengikat bahan - bahan itu secara bersamaan.
"Ayo....!"
Tubuh Fraudlin bergetar, keringat mengucur deras dari dahinya.
Semua usaha yang dia lakukan saat ini demi membuat sebuah potion. Itulah mengapa sudah 6 hari Fraudlin berdiam diri di ruangan ini. Selama 6 hari ini, Fraudlin tidak membersihkan diri. Fraudlin bahkan tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di luar sana.
"Kali ini.... Pasti!"
Fraudlin bertekad dalam hati. Sudah berpuluh - puluh kali Fraudlin gagal dalam membuat potion ini. Bahan - Bahan untuk membuat potion terbuang dengan percuma. Maka dari itu, jika kali ini gagal, semua usaha Fraudlin akan sia - sia.
"Demi Ranah alkimia yang lebih tinggi!"
Fraudlin merasakan tubuhnya mati rasa. Seluruh mana tersedot keluar dari tubuhnya. Kepala Fraudlin terasa berputar, Tubuh Fraudlin bergetar dengan hebat.
__ADS_1
Cahaya mana yang Fraudlin gunakan untuk membuat Potion semakin bersinar terang.
Lama - kelamaan, Cahaya itu meledak memenuhi seisi Ruangan yang ditempati Fraudlin.
"Guh....?!"
Beberapa saat kemudian, sinar itu perlahan menghilang. Menyisakan Ruangan seperti keadaan semula. Fraudlin jatuh terkulai lemas tak berdaya, semua tenaga nya terkuras habis.
Fraudlin memindahkan perhatiannya pada sebuah wadah yang dia gunakan untuk membuat potion. Disana terlihat cairan yang bercahaya kerlap - kerlip memenuhi wadah tersebut.
Fraudlin yang menyadari ini matanya berbinar, tubuhnya gemetar. Usaha yang telah dia lakukan selama ini tak sia - sia.
"Aku Berha...Sil!!!!" Fraudlin berteriak.
Fraudlin memaksakan tubuhnya untuk bergerak. Hasilnya, Fraudlin terbatuk dan kehilangan keseimbangan, lalu terjatuh.
"Guhkh.... Aku lupa, kondisi tubuhku masih lemah karena kehabisan mana." Fraudlin menyesali perbuatan nya.
Fraudlin dengan perlahan bangkit dan memasukan Cairan itu kedalam Botol Potion. Ekspresi wajahnya terlihat sangat Gembira dan bahagia.
Tok. Tok. Tok.
Menyadari ada sebuah ketukan pada pintu. Fraudlin dengan cepat menyimpan botol berisi potion itu.
"Master Fraudlin, ini saya Chrena....."
Suara seorang wanita terdengar dari balik pintu.
"Chrena ya, ada apa?" Fraudlin menjawab dengan kelelahan.
"Master, Hanya tersisa 3 hari sebelum Turnamen Aulzania diadakan. Master seharusnya tidak mengurung diri seperti ini....." Chrena berkata dengan khawatir.
"Ya, kalau begitu saya permisi..."
'Hanya itu?' Fraudlin bergumam heran.
Fraudlin jatuh duduk dilantai, dia hampir lupa bahwa acara penting akan dilaksanakan beberapa hari lagi.
'Apakah Mastet Ren baik - baik saja?'
Fraudlin memikirkan Ren sambil menutup mata. Saat Fraudlin akan tertidur dan beristirahat. Suara ketukan pintu kembali terdengar.
Tok Tok
"Saya lupa suatu hal master...."
"Ugh! kali ini apa?" Fraudlin tersadar kembali.
"Hari ini seorang sosok jahat yang berusaha mengambil alih Kota Rondelia akan dibawa ke kota ini. Yang Mulia Raja sendiri yang akan mengadilinya besok. Diharapkan Master Fraudlin untuk mendatangi acara pengadilan itu... ini adalah pesan dari Yang Mulia Raja sendiri."
Mendengar hal ini, Fraudlin terkejut.
'Kota Rondelia yang merupakan Kota terpenting kedua berusaha untuk diambil alih?! siapa pelaku yang berani seperti itu?!'
"Baiklah, aku besok akan keluar dan menuju istana. Sampaikan kehadiranku pada Yang Mulia.. "
"Ya, Master..."
__ADS_1
Dengan suara langkah kaki yang menjauh. Ruangan itu kini menjadi hening.
"Biarkan aku tidur dengan tenang terlebih dahulu...."
Fraudlin bergumam kemudian tertidur hanya dengan bersandar pada dinding.
*
*
*
*
*
Di Kamar Raja Esdagius Losgan Ri Aulzania.
Raja Esdagius berdiri menghadap sebuah balkon yang ada dikamarnya.
"Keluarlah..." Raja Esdagius berbicara pada udara kosong.
Seakan menanggapi perkataan Raja Esdagius, sebuah kabut hitam muncul secara tiba - tiba. Kabut itu kemudian mengambil bentuk sebagai manusia yang berlutut dihadapan Raja.
"Saya menghadap Yang Mulia."
"Bagaimana dengan Kasus Kota Rondelia?" Raja Esdagius bertanya pada sosok yang berlutut.
"Ya, Pelaku yang menanamkan kutukan pada Duke Tayslen telah menyerahkan diri.
Dia adalah seorang pria muda berpenampilan buruk yang memiliki seorang wanita kuat sebagai bawahannya."
"Menyerahkan diri? Bukankah ini terlalu mencurigakan. Untuk apa dia berusaha mengambil alih Kota Rondelia jika pada akhirnya menyerahkan diri?."
"Anda benar Yang Mulia. Menurut apa yang telah kami teliti. Kemungkinan, Kelompok yang berusaha menyerang dan mengambil alih Kota Rondelia sama sekali tak berhubungan dengan Pria yang menanamkan kutukan itu."
"Lalu, mengapa pria itu menyerang Putri Tayslen?" Raja bertanya.
"Saya Rasa itu hanya dendam pribadi, Yang Mulia."
"Dendam ya......Bagaimana dengan keadaan putri Tayslen?"
"Pria itu telah memerintahkan wanita bawahannya untuk melepas kutukan itu Yang Mulia."
"Bawahan.....?" Raja terlihat heran.
"Benar, yang menanam kutukan bukan pria itu sendiri. Melainkan seorang wanita yang menjadi bawahannya."
"Bagaimana dengan sihir yang dia gunakan, jenis macam apa itu?"
"Pria itu menjelaskan bahwa kutukan yang digunakannya memakan umur pengguna selama 10 tahun. Bukti ini diperkuat oleh Nona Sarlyn yang menyaksikan pelepasan kutukan dan berkata bahwa Sihir yang wanita itu Gunakan merupakan Lost Magic."
"Lost Magic!?" Raja terkejut.
'Sebuah Sihir yang telah hilang dari dunia dan masih dicari - cari keberadaannya. Kini muncul di Kerajaanku?! Jika dia berpihak pada Kerajaan ini, bukan tidak mungkin untuk meningkatkan pengaruh Kerajaan Aulzania di benua ini!'
"Perintahkan kepada Sarlyn! sebisa mungkin, bawa wanita itu menjadi bagian dari kerajaan kita!" Raja memberi perintah pada sosok itu.
__ADS_1
"Baik.!"
Sosok itu menjadi kabut hitam kembali. Lalu sosoknya benar - benar menghilang dari pandangan. Hanya tersisa Raja Esdagius yang berdiri menatap langit.