
Bam!
Ren menghempaskan Sosok Hitam dengan Tendangan Ke atas yang membentuk sebuah Garis Lurus. Hasilnya, sosok Hitam terbang ke Udara dengan kecepatan tinggi tanpa bisa melakukan apa - apa.
Dalam Rentang waktu ketika Ren menendang itu, satu dari dua sosok Hitam yang Ren tekan menggunakan Kakinya terlepas dan mencoba memberontak. Menyadari Hal ini, Ren dengan sigap mencoba untuk menahan kembali sosok Hitam. Namun aksinya dibatalkan karena dia melihat sosok Hitam itu menggunakan Tentakel nya yang menjijikan untuk Menahan apa yang Ren coba lakukan.
Alhasil Ren tidak memiliki Pilihan lain selain melompat mundur dan melepaskan dua sosok Hitam itu untuk bebas. Dua sosok Hitam mulai bangkit secara perlahan dengan Gerakan yang cukup kaku. Sementara itu, Ren mundur beberapa langkah untuk mengobservasi situasi dan kondisi di sekitarnya. Mata Ren bergerak dengan cepat ke segala arah, menandakan bahwa dia sedang mengamati Lingkungan Sekitar.
Lalu, sosok Hitam yang ditendang dan dihempaskan oleh Ren ke Langit akhirnya terjatuh tepat dihadapan dua sosok Hitam lainnya. Seperti yang diharapkan dari sosok Aneh, dia masih utuh meski terjatuh dari Ketinggian seperti itu.
"Tidak dapat dibiarkan, apakah aku harus mengalahkan mereka secepatnya agar dapat menghentikan Portal itu?" Ren berpikir dengan sangat teliti.
Meskipun Monster di Medan Pertempuran sebelumnya telah habis dibinasakan. Namun Monster - Monster itu masih belum berhenti untuk merangkak keluar dari dalam Portal. Seiring berjalannya waktu, Lautan Monster pasti akan kembali seperti semula.
"Ahh ... Sial, padahal aku ingin sedikit bermain lagi, tapi ... Apa boleh buat?" Ren menatap dengan penuh kekesalan pada Tiga sosok Hitam yang cukup Jauh darinya.
Kemungkinan, Portal tidak akan tertutup selama sosok - sosok Hitam itu masih ada. Meskipun Ren bisa mencoba untuk menghentikan Portal itu menggunakan Nuxuria atau Aschalon, namun Ren memilih untuk menggunakan itu hanya ketika keadaan berubah menjadi Darurat. Maka dari itu, Ren memutuskan untuk memilih Jalan lain dengan cara mengalahkan sosok Hitam itu sedikit lebih cepat.
"Ronde Kedua?" Ren memasang Kuda - Kuda mantap yang kemudian berubah menjadi posisi seorang Ahli Beladiri ketika akan bertarung. Aura Darah keluar dan menyelimuti Kedua Tangan dan Kaki Ren layaknya sebuah Pelindung. Kali ini, Ren akan bertarung sebagai seorang [Fighter] yang telah lama tidak dia gunakan.
Ren melesat dengan kecepatan tinggi dan hanya meninggalkan Jejak Cahaya Merah pada Jalur Lintasannya. Tanpa menunggu mereka untuk bereaksi, Ren mengeluarkan Pukulan Sederhana namun berkekuatan tinggi pada sosok Hitam yang terdepan.
Sosok Hitam yang memiliki Ukuran Tubuh beberapa kali lipat lebih besar itu dibuat tidak berdaya. Dia dihempaskan dalam Rentang Waktu yang sangat singkat, ketika itu pula Suara 'Bamm!' terdengar. Sosok Hitam itu terhempas sangat Jauh menuju kedalaman Hutan dengan bentuk Tubuh melengkung.
Dua sosok Hitam lain akhirnya menyadari Keberadaan Ren yang sempat menghilang dalam Pandangan mereka. Disaat mereka mencoba menyerang, Ren tidak membiarkan hal itu dan menyerang mereka terlebih dahulu.
Bam! Bam!
Dua sosok Hitam itu terbang ke Langit dengan cara yang menyedihkan. Setelah melakukan Dua serangan, yaitu Tendangan dan Pukulan untuk menghempaskan Dua Sosok Hitam itu, Ren kemudian melompat mundur. Setelah itu, Ren diam dan memandangi Kedua sosok Hitam yang terbang Jauh di Udara.
Mata Ren menyipit sedangkan Alisnya mengangkat. Dia menyadari ada sedikit kejanggalan dari sosok Hitam setelah dia amati selama ini. Ekspresi wajah yang seakan sedang direpotkan muncul di wajah Ren.
"Mereka sama sekali tidak terluka? Itu berarti mereka memiliki [PAR] ya? Tch ...." Ren berdecak.
Physical Attack Resistance [PAR] merupakan sebuah kemampuan yang cukup merepotkan. Dimana suatu Individu, memiliki semacam kekebalan terhadap segala macam Serangan Fisik sampai batas tertentu. Untuk sosok Hitam yang saat ini sedang dihadapi oleh Ren, tentu mereka memiliki [PAR] yang tinggi karena dapat menahan Pukulan dan Tendangan Ren yang begitu keras.
"Kalau begitu ...." Ren menghilangkan Aura Darah dari Kedua Tangan dan Kaki. Aura Darah kini digantikan oleh Aliran - Aliran Listrik berwarna Biru yang menyelimuti Kedua lengannya sebagai Tanda bahwa Ren akan merubah Serangan.
[Chain of Lightning Eaters]
Sihir Petir tingkat tinggi yang dapat digunakan oleh Ren. Dampak dari Sihir ini sendiri belum diketahui di Dunia nyata, sedangkan dalam COTHENIC, Skill ini akan menciptakan sebuah Listrik yang merambat di Tanah kemudian Listrik itu membentuk sebuah Monster Pelahap yang memakan apapun Target yang berada di atasnya.
Zretttsss, Zretttssss.
Suara Mengerikan dari Petir yang menyelimuti Lengan Ren semakin terdengar Jelas. Ren memandangi Lengannya untuk sementara waktu, namun karena sosok Hitam itu akan segera Jatuh ke Tanah, Ren memutuskan untuk segera melancarkan Serangannya.
Ren menapakan Kedua Telapak Tangan pada Tanah sambil sedikit bergumam, "Aku berharap mereka tidak memiliki [MAR] juga, [Chain of Lightning Eaters]!"
Petir dengan cepat merambat di Tanah dengan pergerakan yang terlihat mirip seperti Ular. Petir itu merambat menuju ke tempat dimana Dua Sosok Hitam itu akan mendarat.
Setelah tiba di Tempat yang benar, Petir mulai melakukan pergerakan yang membentuk sebuah Lingkaran di Tanah. Lingkaran yang terbuat dari Petir semakin lama semakin membesar dan mulai naik ke Udara, membentuk sebuah Monster Petir yang terlihat seperti Ular Naga.
Jeduaaarrrrrr!
__ADS_1
Dalam sekejap, Serangan Ren yang sesungguhnya menyambar Dua Sosok Hitam yang terjatuh dari Langit. Petir yang seharusnya menyambar dari Langit menuju Tanah kini dibuat menyambar dari Tanah menuju Langit.
Sosok Hitam yang tersambar berubah menjadi Buram ketika mereka ditelan oleh Petir. Butiran - Butiran Debu Hitam mulai melayang ke Udara seakan mereka telah binasa. Ketika Petir telah menghilang dari Pandangan, sosok mereka pun telah tiada.
Ren tertarik dengan sisa - sisa Mayat mereka yang mungkin bisa dijadikan sebagai Bahan Penelitian maupun Petunjuk terbaru. Sayang nya, ketika Ren menghampiri Tempat dimana mereka binasa, tidak ada apapun yang tersisa.
"Sungguh disayangkan." Ren menurunkan Bahu dan menggelengkan Kepala, kemudian dia berbalik pada arah dimana satu sosok Hitam yang mungkin tersisa, "Masih ada satu lagi dan mari pergi!"
Tap! Tap! Tap!
Tanah tercungkil setiap kali Ren memulai langkah kaki untuk berlari. Ren mengikuti Jejak yang dibuat oleh sosok Hitam ketika terhempas menuju Kedalaman Hutan Loudeas. Berdasarkan dari apa yang Ren amati, kali ini Ren akan menembus lebih dalam Wilayah dari Hutan Loudeas.
Sosok Ren dengan cepat melintasi Pepohonan Lebat Hutan Loudeas, karena Jalan yang dilalui Ren bukanlah Jalan yang sesungguhnya, Ren sedikit kesulitan ketika melewatinya. Banyak Rintangan yang menghadang, menjadikan Ren terkadang harus melompat melewati Pepohonan.
Ada sesuatu yang membuat Ren terkejut, dan itu adalah kenyataan tentang dia yang sudah berlari cukup lama. Dengan Kecepatan dia saat ini, seharusnya Jarak yang ditempuh itu sudah mencapai Lima sampai Sepuluh Kilometer Jauhnya.
"Apakah Pukulanku sekuat itu?" Ren sendiri tidak percaya pada apa yang dia lihat.
Jejak Sosok Hitam yang terhempas masih terlihat dan belum ditemukan Ujungnya. Suasana Hutan Loudeas pun kini mulai berubah, dari yang awal memang sudah dipenuhi oleh Pepohonan Lebat kini bertambah lebih dari itu.
Keanehan mulai dirasakan oleh Ren, mulai dari Jarak Persepsi Mana yang mengecil sampai Indera nya yang terasa sedikit kabur. Pohon - Pohon Besar pun bukan hanya Berdaun Hijau dan Berbatang Coklat seperti biasa, namun ada Juga yang memiliki Warna berbeda seperti Biru, Merah, Kuning dan Sebagainya.
Pikiran untuk Terbang sempat terlintas di Benak Ren. Namun semua itu segera dia tepis dengan Alasan semua tidak akan menarik jika dirinya Terbang.
"Seharusnya, ada semacam Kekuatan yang cukup besar disini karena dapat mengacaukan Sedikit Inderaku." Ren tersenyum penuh ketertarikan dan mulai mempercepat langkah nya.
Setelah beberapa Menit berlari, Ren dapat melihat Ujung dari Jejak Sosok Hitam yang terhempas. Namun seketika Ren berhenti berlari, sesuatu yang dia lihat merupakan penyebab dari semua ini.
"Hm ... Kesan Fantasy yang amat kuat."
Kabut yang mengelilingi Bagian Atas Pohon memiliki Warna yang unik. Dimana Kabut yang kebanyakan berwarna Abu - Abu, tetapi disana memiliki Warna Kehijauan. Sementara Batang Pohon Raksasa sendiri Warnanya tidak dapat dipastikan jika dari Kejauhan.
"Sepertinya ... Kali ini aku membutuhkanmu, Nuxuria."
Ren menciptakan Portal Inventory disebelah Kanan Lengannya. Lalu kemudian, Ren mengambil sebuah Pedang Luar biasa yang tidak lain adalah Pedang Nuxuria dari dalam sana. Setelah mengkonfirmasi ada Pedang Nuxuria di Tangannya, Ren berlari kembali untuk menghampiri Pohon Raksasa.
"Mana yang Luar Biasa, bahkan Pohon ini memiliki Mana yang lebih besar dariku."
Apa yang ada dibalik Pohon Raksasa? Ren sendiri tidak mengetahuinya. Kemungkinan besar, ada suatu Rahasia yang cukup Besar dibalik keberadaan Pohon Raksasa ini.
Disaat Ren sedang berlari dan semakin mendekati Pohon Raksasa, sebuah Perasaan aneh muncul. Jika digambarkan dengan sebuah Kiasan, Ren merasa bahwa dirinya telah melewati semacam Dinding Lunak layaknya sebuah Jeli. Meskipun begitu, Perasaan Aneh ini segera dia abaikan.
Pada akhirnya Ren tiba di Bawah Pohon Raksasa, tepatnya berada di Dekat Akar Pohon dimana sosok Hitam menabrak Akar Pohon tersebut. Sosok Hitam hanya diam tak bergerak, ada sebuah Lubang yang cukup besar di Bagian Perut miliknya, kemungkinan Besar ini adalah Luka dari Pukulan yang dilancarkan oleh Ren.
"Dia sudah mati? Baguslah jika dia tidak menghilang menjadi debu." Ren memperhatikan dengan seksama Sosok Hitam yang terkulai dan diam tak berdaya itu.
Mana yang sangat tidak Murni kini sudah menghilang, hanya menyisakan Tubuh Hitam yang kosong dan tanpa Jiwa. Ren sebelumnya memang tertarik untuk meneliti dan mencari Petunjuk dari Tubuh mereka ini, namun sekarang ... Dia telah kehilangan keinginan itu.
"Apa yang bisa kudapatkan dari Mayat aneh ini?" Ren sendiri kebingungan.
Akan tetapi disaat itu pula, Ren secara tiba - tiba mendapatkan Ide yang berbahaya. Dimana dia akan bereksperimen dengan Cara meneteskan Darah miliknya pada sosok Hitam.
Krett!
__ADS_1
Ren menggigit kembali Jari tangannya seperti biasa. Lalu kemudian, dia meneteskan Darah itu pada sosok Hitam yang sudah tanpa Nyawa. Setelah itu Ren langsung melompat mundur untuk berjaga - jaga andai sesuatu yang buruk terjadi.
Namun berbeda dari Perkiraan Ren, sosok Hitam itu tidak Bangkit kembali melainkan Musnah menjadi Butiran - Butiran Hitam seperti Dua sosok sebelumnya.
"Ah, ini sedikit mengecewa ... Hm?!" Ren merasakan Mana dari seseorang yang sedang memperhatikan dirinya.
Mana itu berasal dari dalam Akar Pohon, meskipun Pohon itu sendiri memiliki Mana, namun Ren dapat membedakan mereka berdua. Ren sedikit waspada dan menyiapkan Pedang Nuxuria miliknya.
"Sembunyi ... Itu tidak berguna." Kedua Mata Ren menatap dengan Tajam pada sosok yang bersembunyi.
B-Bisa hentikan i-itu?
Sebuah Suara muncul bersamaan dengan sosok yang keluar dari dalam Akar Pohon. Tidak, tepatnya dia memiliki Tubuh yang dapat menembus Akar Pohon sendiri.
Tidak dapat dipungkiri lagi, Ren terkejut dengan kemunculan sosoknya. Bukan karena sosok dia yang menyeramkan ataupun berbahaya, melainkan karena sosok yang keluar adalah seorang Gadis Kecil yang memiliki wajah dingin.
Segala macam tentang Gadis Kecil itu sendiri dapat digambarkan dengan kalimat Sedingin dan Sebiru Es. Dia memiliki Rambut Pendek sebahu yang memiliki Warna Es, disatukan dengan Kulit Putih yang Pucat. Kemudian, Ekspresi yang dia miliki Tampak dingin dan tidak suka menampilkan Emosi.
"Ah, aku mengerti sekarang." Ren mengacungkan Pedang Nuxuria ke Arah Gadis Kecil itu sambil menunjukan Ekspresi yang mengerti, "Aku tidak akan tertipu oleh Penampilanmu, tunjukan sosokmu yang sebenarnya." Ren lalu mengancam.
Meskipun Ekspresi Gadis Kecil itu Dingin, namun dapat dengan Jelas dilihat bahwa Tubuhnya Gemetar Ketakutan. Tidak berselang lama, Air Mata kemudian menetes dari Kedua Matanya. Ren yang melihat ini langsung merasakan berbagai macam Perasaan. Disatu sisi Ren merasa tidak tega melihat Gadis Kecil itu menangis, namun disisi lain Ren masih curiga bahwa Gadis Kecil itu sedang mengelabuinya.
"Berhenti Menangis dan Tunjukan sosokmu yang sebe ...." Ren menghentikan perkataan karena merasakan ada Dua sosok lain yang mendekat dari arah yang sama, "Sepertinya ini memang Jebakan bukan?"
Setelah Ren berkata demikian, Dua Sosok itu akhirnya menampakan diri. Sekali lagi Ren terkejut, bukan karena penampilan mereka yang menyeramkan atau berbahaya, namun karena mereka yang seorang Wanita.
'Apakah aku memang se-menyedihkan itu sampai harus dikelabui oleh para Wanita?' Ren bertanya - tanya dalam Hati.
Dua Wanita yang baru saja muncul memiliki Penampilan seorang Wanita Remaja. Mereka berdua memiliki Penampilan yang berbeda, satu berwarna Emas atau Pirang, dan satu lagi memiliki Warna Putih Kehijauan. Warna Itu adalah Ciri - Ciri yang mereka miliki, mulai dari Rambut, Mata, Bahkan Pakaian yang mereka kenakan. Mereka bertiga berbeda kecuali untuk dua perkara, yaitu mereka yang memiliki Kulit Putih dan Wajah yang Cantik.
"Turunkan Senjatamu! Mengapa kau menakuti Laselta yang seorang Anak Kecil?!" Wanita Berambut Emas berbicara.
"Laselta! Sudah aku katakan jangan keluar disaat ada sesuatu yang berbahaya." Wanita berambut Putih Kehijauan menasehati Gadis Kecil.
Mereka berdua berbicara tetapi tidak menurunkan sedikitpun kewaspadaan terhadap Ren. Bagaimanapun, Ren adalah orang asing yang menodongkan Senjata pada salah satu dari mereka, Ren mengakui bahwa dia yang salah kali ini.
Namun apa yang membuat Ren masih tidak mempercayai mereka adalah sebuah kenyataan tentang mengapa para Wanita ini tinggal di Hutan Berbahaya? Itulah mengapa Ren mencurigai mereka sebagai sosok yang menyamar.
"Kecerobohan adalah salah satu musuh terbesarku, sebelum kalian menjawab beberapa pertanyaanku dan membuatku yakin, aku tidak akan mempercayai kalian."
Perkataan Ren membuat Dua Wanita Remaja itu maju kedepan dan menghalangi Gadis Kecil berpenampilan Dingin. Dengan Wajah yang waspada, Wanita berambut Emas berkata, "Sebelum kami menjawab, aku ingin bertanya, apakah dirimu orang yang Baik atau Jahat?"
Ren yang mendengar ini langsung membulatkan Mata. Kemudian, dia tertawa kecil yang membuat Wanita berambut Emas kebingungan dan kembali bertanya, "Apa yang menurutmu lucu?!"
"Hahaha, tidak ... Maafkan aku, Pertanyaanmu yang satu ini cukup lucu." Ren menghela Napas Sejenak, kemudian dia menjelaskan, "Kau tahu, Definisi kata Baik dan Jahat akan selalu berubah tergantung dari Sudut Pandang mana dia dilihat."
"Bisa dikatakan, aku tidak Baik maupun Jahat, tergantung dari Kalian yang memandangku seperti apa, aku bisa saja menjadi orang yang paling Jahat atau mungkin yang paling Baik."
Ren menjelaskan dengan cara yang cukup Jelas, meski begitu mereka bertiga nampak kebingungan dan tidak mengerti apa yang sebenarnya yang Ren katakan.
"Sudahlah, cukup Jawab pertanyaanku." Ren merasa lelah dan menurunkan bahu.
"Pertanyaanku yang pertama adalah ... Siapa sebenarnya kalian?"
__ADS_1
Mereka memiliki bentuk yang seperti seorang Manusia namun disisi lain mereka sangat Jelas bukan Manusia. Ren merasakan ini dari Hawa Keberadaan sampai Mana yang mereka miliki, dan semua itu ... Sangat Berbeda dari semua Ras yang pernah dia temui.
_____