
Setelah kejadian perdagangan budak di Kota Aulzania, Ren memutuskan untuk beristirahat selama satu hari, kemudian melakukan beberapa pembicaraan penting dengan Raja Esdagius di hari selanjutnya.
Tanpa diperkirakan, masalah yang telah berlalu itu ternyata membuat kegaduhan di seluruh kota sehingga Ksatria Aulzania dengan gencar mencari beberapa penjahat yang kemungkinan masih tersisa.
Hasil dari pencarian itu adalah, Ksatria Aulzania menemukan dua persembunyian penjahat yang lain. Mereka juga mengungkap keberadaan sindikat perdagangan budak ilegal yang telah menyebar di seluruh Kerajaan Aulzania.
Dan sampai saat ini, para Ksatria Aulzania sedang memburu anggota sindikat kejahatan tersebut ke seluruh wilayah kerajaan. Sementara itu, Ren yang telah menyandang gelar pahlawan kini semakin dipandang sebagai pahlawan padahal dia tidak berniat untuk berbuat demikian.
Tidak hanya Ren, Nivania juga mendapatkan penghargaan atas usahanya dalam membongkar kejahatan itu. Nivania juga mendapatkan gelar kebangsawanan berupa Viscountess dari sang raja. Kini Nivania secara resmi telah menjadi salah seorang bangsawan di Kerajaan Aulzania, dan diberikan sebuah mansion besar di Kota Aulzania.
Karena gelar kebangsawanan itu diberikan kepada Nivania oleh Raja Esdagius satu hari yang lalu, dan kebetulan Ren baru bisa bertemu dengan Nivania hari ini, maka Ren mendapatkan ide untuk sedikit menggodanya.
"Haruskah aku memanggilmu, Nona Viscountess?"
Nivania hanya tersenyum dan membalas, "Apapun itu, Tuan Pahlawan."
Ren merasa cairan yang berada dalam lambungnya mulai naik, mendorong ke atas mendekati mulut sehingga dirinya merasa sangat mual.
"Tch, aku benci panggilan itu."
Harus Ren akui, bahwa dirinya mengalami kekalahan. Hal-hal akan berjalan dengan lancar jika dirinya bisa mentolerir panggilan yang memalukan, tetapi dia merasa tidak sanggup.
"Maka, aku akan tetap memanggilmu Ren, tetapi dengan satu syarat, kamu harus tetap memanggilku seperti biasa, ya?"
DEG!
Ren merasa jantungnya berdegup kencang. Ekspresinya seketika berubah menjadi merah, dan suram. Dia teringat akan kata-kata Ahn dalam sebuah percakapan di ruang yang tidak diketahui.
Oh iya, aku ingat ... Ren adalah nama dari satu peliharaan ku di masa lalu, bukankah itu nama yang bagus?
"Aku ... peliharaan?" Ren bergumam, dan itu terdengar oleh Nivania.
Nivania memiringkan kepala bingung sambil bertanya, "Apa maksudmu?"
"Tidak, aku bukan peliharaan. Nivania!"
Ren mendekat, lalu memegang bahu Nivania dengan kuat. Orang-orang menganggap bahwa tindakan ini adalah hal yang romantis, begitu pula Nivania yang sedikit mengalami kesalahpahaman itu.
"A-apa?" balas Nivania gugup.
"Mulai sekarang, dan selamanya, aku ingin kau ..." Ren berhenti sejenak.
Entah apa yang ada dalam pikiran Ren, tetapi kata-katanya yang terhenti justru membuat kesalahpahaman yang timbul menjadi lebih besar.
"I-ingin ...?"
Beberapa detik Ren terdiam, sebelum akhirnya melanjutkan perkataan.
"Aku ingin kau berhenti untuk memanggilku "Ren", mulai sekarang kau bisa memanggilku Anryzel dan ini adalah hal yang sangat penting," seru Ren dengan cukup lantang.
Perlu diketahui bahwa keduanya sedang berada dalam pesta yang diadakan keluarga kerajaan, beberapa orang penting termasuk keluarga kerajaan ada di tempat itu menyaksikan mereka berdua.
Semua orang pada awalnya berpikir bahwa akan ada adegan di mana seorang lelaki melamar seorang perempuan, tetapi sepertinya perkiraan mereka salah besar. Mereka juga menyesal telah berharap lebih banyak dari kejadian yang menipu tersebut.
Nivania yang telah salah paham mematung dengan hati yang hampir retak. Nivania berpikir untuk apa dirinya merasa berdebar? Padahal dia sendiri tahu bahwa pria di depannya sangat aneh dan tidak mengerti hati seorang perempuan.
__ADS_1
"Ah ... ya, aku mengerti, Anryzel."
Ren ... tidak, mungkin lebih tepat jika kita memanggilnya dengan Anryzel, langsung tersenyum lebar. Kini tidak ada nama yang sama dengan hewan peliharaan, dan kini tidak ada harga diri yang terjatuh akibat sebuah nama.
"Benar, benar, seperti itulah seharusnya. Aku sungguh menyukaimu!" ungkap Anryzel tanpa ragu.
Namun Nivania yang terlanjur sadar kini mengetahui bahwa ungkapan itu mengandung arti yang berbeda.
"Iya, iya, kamu menyukaiku karena telah mendengar permintaanmu 'kan?" jelas Nivania lesu.
"Tepat sekali," balas Anryzel singkat.
Nivania langsung meninggalkan Anryzel dengan tampang yang kehilangan kepercayaan diri. Dia mendekat pada sebuah meja, mengambil sepotong kue, mengambil segelas jus, dan duduk di meja yang kosong.
Nivania menyantap semua itu tanpa cahaya kehidupan. "Ibu, maafkan anakmu yang telah gagal menjadi perempuan."
Setelah Nivania berjalan menjauh darinya, kini Anryzel dihampiri oleh keluarga kerajaan, lengkap dengan Raja Esdagius, Ratu Rialna, dan kedua anaknya.
"Seperti yang diharapkan dari Tuan Dirvaren! Kami memang tidak bisa mengharapkan hal semacam ini darimu!" seru Raja Esdagius.
Anryzel tersenyum pasrah sambil berkata, "Itu wajar, aku tidak sempurna dan pasti memiliki kekurangan di dalamnya."
Raja Esdagius tertawa lagi dan berkata, "Hahaha! Anda terlalu merendahkan diri, Tuan Dirvaren. Namun ... ini mungkin tidak tepat jika disebut saran, tetapi saya meminta agar Anda memperbaiki perasaan Viscountess Nivania."
Anryzel lalu melirik pada Nivania yang tampak kehilangan semangat. Dia mulai merasa bersalah karena telah menumbuhkan perasaan rumit dalam diri Nivania. Mungkin, perasaan bersalah ini juga berlaku terhadap Nirlayn dan Arystina yang berada jauh di dalam Hutan Loudeas.
"Sial, ini tidak lucu sama sekali. Aku tidak bisa mengerti mereka," pikir Anryzel dalam hati.
Anryzel kemudian memutuskan untuk meninggalkan pesta sementara waktu agar dirinya dapat menenangkan diri. Lagipula, pesta semacam ini tidak terlalu disukai olehnya.
Anryzel berjalan keluar dari ruangan. Tidak ada yang berusaha menghentikannya bahkan Raja Esdagius. Sang raja mengerti bahwa Anryzel membutuhkan waktu untuk menenangkan hati dan pikiran dalam kesendirian.
Sementara mereka yang berada dalam pesta melanjutkan acara, Anryzel memilih untuk pergi ke luar ruangan. Dia menciptakan sayap di punggunggnya, dan memutuskan untuk terbang ke atas langit.
Di atas langit, Anryzel memandangi pemandangan malam yang begitu indah dan menenangkan. Hampir semua masalah terlupakan oleh pemandangan yang menakjubkan ini.
Kemudian ... tanpa diundang atau diinginkan, sebuah suara menggema dalam pikiran Anryzel. Suara itu, tidak salah lagi berasal dari sosok yang mengaku dirinya bernama, Ahn.
"Hanya perempuan sampai membuatmu tertekan?"
Anryzel tidak terlalu terkejut mendengar Ahn berbicara. Ahn mampu menarik kesadarannya dengan bebas, tidak mungkin juga dia tidak dapat melakukan hal mudah seperti berbicara melalui perantara pikirannya.
"Ya, itu karena aku adalah seorang manusia biasa yang berasal dari bumi. Aku bukan kau yang merupakan seorang Continents Holder, atau Blood Devil yang memiliki kekuatan luar biasa dan pengetahuan tak terhingga. Pada akhirnya, aku akan tetap menjadi manusia, bukan begitu?"
"Aish ... sungguh pemikiran yang aneh. Biar aku menceritakan satu kisah yang menarik padamu, ini tentang masa laluku saat menjelajahi alam semesta. Waktu itu, aku pernah sekali mengunjungi bumi, dan aku terkejut bukan main. Kau tahu kenapa?"
"Karena Bumi tidak memiliki kekuatan atau keistimewaan apapun?" tebak Anryzel secara asal.
"Salah. Justru sebaliknya, Bumi merupakan planet paling istimewa yang pernah aku kunjungi. Semua pengetahuan dan kekuatan yang aku punya hampir tidak berguna, dan ditekan hingga batas paling rendah, membuatku hampir tidak ada bedanya dengan manusia biasa."
Rasa penasaran kembali muncul dalam diri Anryzel sampai membuatnya tanpa sadar bertanya, "Mengapa bisa begitu? Lalu, apa hubungannya itu dengan masalah yang aku alami saat ini?"
"Hal itu terjadi karena Bumi adalah satu-satunya planet yang paling beraturan. Segala sesuatunya telah diatur sedemikian rupa sehingga tidak akan menimbulkan ketidak seimbangan yang berlebihan. Satu dari sekian banyak keistimewaan Bumi yang membuatku terkejut adalah fakta bahwa penghuni planet lain hampir tidak bisa bertahan hidup di dalamnya, sedangkan penghuni bumi hampir bisa bertahan di seluruh planet yang berpenghuni."
Anryzel mengerutkan dahi, lalu protes, "Hei, itu tidak ada hubungannya dengan masalahku bukan?"
__ADS_1
"Dengan kata lain, manusia yang berasal dari Bumi itu spesial. Mereka memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat tinggi, dan kualitas jiwa yang menakjubkan. Jika aku diciptakan untuk hidup di Bumi, maka mustahil bagiku untuk memiliki kekuatan yang sangat besar, walaupun aku adalah seorang Blood Devil."
Anryzel menghela napas setelah mendengarkan penjelasan Ahn yang panjang dan lebar. Bagaimanapun, Ahn hanya ingin menyampaikan agar dirinya lebih percaya diri dengan status manusia bumi.
"Aku mengerti, hanya perlu lebih percaya diri 'kan? Sekarang giliranku bertanya, mengapa kau tiba-tiba muncul di pikiranku?"
"Ah, itu ... aku hampir lupa untuk memberitahumu karena sesi motivator tadi. Jadi kedatanganku kali ini hanya ingin mengajarkanmu cara membentuk kekuatan ilahi berbentuk [Crown] dalam dirimu."
Kekuatan Ilahi berbentuk [Crown]? Seharusnya ini adalah tanda bahwa seseorang merupakan Continents Holder yang asli. Karena Anryzel memiliki [Crown] itu menurut Arystina, mungkin yang selama ini ada dalam dirinya hanyalah sebuah tiruan agar dirinya dikenal sebagai Continents Holder sementara?
"Kau ingin mewariskannya padaku?"
"Bukan mewariskan, lebih tepatnya aku ingin mengembalikan status Continents Holder yang sesungguhnya padamu. Aku dan dirimu telah menyatu, karena jiwamu lebih mendominasi maka yang asli adalah kau, dan aku hanya sebatas asisten. Dengan demikian, sudah sepantasnya [Crown] ini menjadi milikmu."
"Hahaha, aneh sekali. Aku mungkin saat ini berpikir bahwa kau bukanlah sosok yang kutemui dulu, di mana harga dirimu yang tinggi dan sok misterius itu?"
Anryzel tampak seperti tidak menganggap serius masalah ini, tetapi sebenarnya tidak demikian, dia begitu merasa terhormat jika bisa mewarisi gelar yang didapatkan olehnya dari game secara nyata, langsung dari pemilik sebelumnya.
Ahn lantas menjelaskan cara membentuk kekuatan ilahi berbentuk [Crown] dalam diri Anryzel.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah menemukan tempat yang tenang, nyaman, dan aman. Hal kedua adalah memposisikan diri dalam postur tubuh paling disukai, lalu menenangkan diri sambil terus-menerus meningkatkan konsentrasi.
Hal ketiga adalah membuat otak berpikir, dan membiarkan hati merasakan apa yang ada dalam pikiran tersebut. Setelah berhasil melewati semua itu tanpa terganggu, dan membiarkannya mengalir seperti air maka tahap pertama sudah berhasil dilalui.
Anryzel memilih sebuah tanah lapang di luar benteng Kota Aulzania sebagai tempat yang tenang, nyaman, dan aman. Lalu Anryzel memilih untuk tidur secara terlentang dengan posisi lurus dan kedua tangan berada di atas diafragma.
Setelah menenangkan diri sambil berkonsentrasi, Anryzel memilih untuk memikirkan hal yang rumit, seperti sebuah persoalan matematika yang sangat sulit sehingga dia merasakan bahwa pikirannya sedang dalam kesusahan.
Semua itu terlewati dengan beberapa usaha, sehingga Anryzel bisa masuk ke tahap selanjutnya di mana pada tahap ini proses pembentukkan [Crown] akan benar-benar dimulai.
"Tahap ini akan menguras tenaga, pikiran, mana, bahkan mental dan jiwa. Kau sebaiknya bersiap."
Anryzel hanya menanggapi semua itu dalam pikiran, "Seolah aku takut dengan semua itu!"
"Bagus. Sekarang lakukan hal yang sama seperti tadi, tetapi otak dan hati, pikiran dan perasaan, harus berfokus pada keadaan sekitar serta pada dirimu sendiri. Biarkan seluruh jiwamu menyatu dengan alam, rasakan mana yang ada dalam dirimu, lalu buatlah alam, tubuh, dan jiwamu itu menjadi alat konversi."
Tunggu, alat konversi? Anryzel sempat ragu-ragu sejenak, tetapi dirinya memutuskan untuk mengikuti setiap arahan dari Ahn walaupun itu sedikit aneh dan tidak masuk akal.
"Sempurna! Kekuatan Ilahi adalah awal mula terciptanya dunia. Cahaya dan Kegelapan adalah yang pertama, kemudian Api, Air, Tanah, Angin adalah yang selanjutnya. Mana merupakan kekuatan ilahi yang telah dipecah menjadi satu juta bagian, seluruh tubuhmu kini memiliki beberapa juta bagian, itu berarti kau dapat membentuk 3/1000 bagian untuk melengkapi pembentukan [Crown]"
Anryzel mengikuti apa yang dikatakan oleh Ahn. Anryzel mengkompresi mana dalam jumlah yang luar biasa, tetapi dalam prosesnya diperlukan satu kesatuan antara tubuh, alam, pikiran, mental, dan jiwa sehingga keseluruhan proses tersebut membuatnya sangat kelelahan.
Setitik kekuatan yang berbeda muncul dalam diri Anryzel, itu adalah [Crown] yang jauh dari kata sempurna. Menurut Ahn, dibutuhkan 1000/1000 bagian agar [Crown] yang memenuhi standar tercipta dalam diri Anryzel sehingga proses ini harus diulang dan diulang saat ada kesempatan.
Anryzel langsung terbangun setelah melakukan proses pembentukan [Crown] dalam dirinya. Meskipun jauh dari kata sempurna, Anryzel mendapatkan efek samping yang luar biasa di mana seluruh tubuhnya terasa kaku, sakit, bahkan sulit untuk digerakkan.
Otaknya bahkan hampir meledak, matanya berkunang-kunang, dan mana Anryzel yang hampir tidak terbatas pada akhirnya habis tak bersisa. Mengesampingkan peringatan Ahn sebelumnya, Anryzel berpikir bahwa efek samping ini jauh melebihi ekspektasinya.
"Percuma, tidak bisa bergerak. Terpaksa harus beristirahat di tempat ini sampai diriku pulih."
"Cukup hebat! Ingatlah untuk melakukannya lagi saat kau selesai beristirahat nanti, dengan begitu [Crown] dalam dirimu akan segera terbentuk dalam waktu dekat."
Anryzel yang mendengar Ahn berbicara seenaknya ingin menyuarakan protes, tetapi kelelahan tidak sanggup lagi untuk ditahan, sehingga dirinya hanya bisa mengumpat sedikit.
"Aku akan mati, benar-benar mati jika melakukannya lagi setelah beristirahat, sial."
__ADS_1