Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 87 : Bloody Palace of the Monarch


__ADS_3

Apa yang kalian pikirkan ketika melihat sosok Kuda Bersayap terbang di atas Langit bersama dengan Seorang Lelaki dan Seorang Perempuan yang menungganginya?


Ya, mungkin kalian akan berpikir, itu akan terlihat seperti seorang Ksatria Kebajikan yang membawa seorang Tuan Putri untuk menunggangi Kuda Bersayap miliknya. Dan mungkin kalian juga akan berpikir bahwa semua itu terlihat Indah dan Romantis, mengingat semua Hal yang dialami mereka berdua akan begitu berkesan. Mulai dari Pemandangan, Suasana, sampai semua Pembicaraan mereka pasti akan memiliki Kesan tertentu.


Lalu bagaimana dengan Avrogan, Ren serta Arytina?


Memang jika dilihat sekilas, Ren yang menunggang Avrogan bersama dengan Arystina tampak seperti itu. Namun, tidak ada Hal Istimewa seperti Kejadian Romantis diantara Ren dan Arystina. Seperti yang diketahui, Ren sama sekali tidak dapat diharapkan untuk Hal semacam ini.


Dia hanya memasang Ekspresi Datar tanpa mengatakan sepatah Katapun. Bisa dikatakan, Ren saat ini seperti sebuah Patung yang tidak bergerak. Dia akan bergerak hanya ketika Arystina kehilangan keseimbangan dan menahannya agar tidak terjatuh. Untuk selebihnya, tidak usah dipertanyakan lagi.


Kita hanya bisa berdoa pada Arystina yang merasakan Kecewa. Meskipun posisi menunggang Arystina berada di depan sementara Ren dibelakang, namun Ren sama sekali tidak merubah Ekspresinya. Ren bahkan tidak merasa Gugup sama sekali, membuat Arystina mulai meragukan apakah dirinya memang seorang Wanita?


Hari kemudian sudah mulai menjadi Gelap Gulita. Meski dengan Kecepatan Avrogan, Perjalanan masih membutuhkan Waktu untuk tiba di Pusat Hutan Loudeas. Hal ini menjadi Penanda, bahwa Hutan Loudeas merupakan suatu Wilayah yang sangat Besar.


"Nona muda, apakah kita sudah dekat?"


"Tunggu ... Sepertinya sebentar lagi kita akan tiba."


Tidak ada semangat sama sekali dalam Nada Arystina. Setelah menjawab Avrogan, Arystina melirik pada Ren dan mengharapkan sesuatu. Namun, sepertinya itu tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan. Terlihat dari dirinya yang kembali Menghela Napas seakan Kecewa terhadap sesuatu.


Mengesampingkan apa yang dipikirkan oleh Arystina. Ada sebuah alasan mengapa Avrogan memanggil Arystina dengan sebutan [Nona Muda]. Ini semua Berawal ketika Ren menyebut Arystina sebagai Penunjuk Jalan.


Pada saat itu Ren menyebut Arystina seolah dia adalah seseorang yang tidak terlalu dipentingkan. Meski demikian, Avrogan tidak langsung mempercayai Ren yang telah kehilangan apa yang disebut 'Masuk akal' dalam dirinya. Avrogan memperhatikan dengan seksama sosok Arystina, lalu dia menyadari bahwa Arystina bukanlah sosok biasa. Maka dari itu, sampai saat ini Avrogan memanggil Arystina dengan sebutan Nona Muda.


Kembali pada Avrogan, dia terbang melewati Gunung Besar, sebuah Gunung yang memiliki Garis Horizontal pada bagian tengahnya. Garis ini adalah Dampak dari Serangan Pedang Nuxuria Ren dikala dia melawan Wanita Necromancer, Reynalue dan membinasakan para Naga.


"Apa itu ...?" Arystina bertanya.


"Itu ... Saya tidak yakin, tapi sepertinya itu disebabkan oleh Serangan tertentu." Balas Avrogan.


Arystina langsung berbalik pada Ren begitu mendengar Jawaban Avrogan yang Kurang memuaskan. Kali ini, Arystina berusaha menarik Perhatian Ren yang sedang memandang Udara Kosong dengan cara menatapnya secara terus menerus.


"Hm ...?"


Ren akhirnya mengalihkan Perhatian pada Arystina dengan Mata yang menunjukan Keheranan. Melihat dia yang tidak mengerti seperti ini, dapat dengan Jelas mengatakan bahwa dia tidak mendengarkan Pembicaraan antara Arystina dan Avrogan.


"Yang Mulia, apakah anda mengetahui sesuatu soal itu?" Arystina langsung merajuk dengan cara mengembungkan Pipi seraya menunjuk pada Garis yang terdapat pada Gunung.


Ren mengikuti arah yang ditunjuk oleh Arystina. Begitu dia melihat apa itu, dia menunjukan Ekspresi yang mengatakan "Oh ..." di Wajahnya.


"Ya ... Aku tahu, Garis Kerusakan itu adalah Perbuatanku." Ren berbicara seakan itu bukan Masalah.


"....."


Avrogan langsung terdiam.


"J-Jadi seperti itu ..."


Arystina pun langsung Terdiam.


Avrogan dan Arystina tidak mengatakan apapun lagi. Mereka sudah dapat mengerti, jika itu Ren yang melakukannya. Sesuatu yang Unik dari semua ini adalah Ren sendiri. Dia dengan tidak peduli, kembali memandang pada Udara Kosong sambil terlihat memikirkan banyak hal.


Pada akhirnya, mereka bertiga pun melanjutkan kembali Perjalanan dalam keheningan ...


Setelah Gunung Besar yang menjulang tinggi ke Langit. Barulah muncul Pemandangan dari Hamparan Hutan yang begitu luas. Begitu Luasnya Hamparan Hutan itu sampai - sampai hanya ada Pepohonan Sejauh Mata memandang.


"Di Depan sana ... Tidak salah lagi." Ucap Arystina seraya menunjuk pada Hutan didepan mereka.


Sepertinya Ren benar - benar memikirkan Istana [Bloody Palace of the Monarch] miliknya. Terbukti dari dia yang langsung tersadar begitu Arystina menyatakan mereka yang telah dekat. Lalu, Ren mulai mengaktifkan Persepsi Mana untuk merasakan apakah ada sesuatu yang aneh di depan sana.


"Kau yakin? Aku tidak merasakan apapun."


"Saya yakin Yang Mulia."


Meskipun Ren sedikit meragukan Perkataan Arystina, tetapi dia berusaha mempercayainya. Dia hanya bisa menunggu, untuk memastikan apakah yang dia lihat itu adalah Istana miliknya. Istana yang mengandung sebagian Besar Harta yang dia miliki ketika berada dalam Game.


* * *


* * *

__ADS_1


* * *


Ren berdiri diam seraya merentangkan Lengan ke Depan. Meski yang terlihat hanyalah Udara Kosong, tetapi sesungguhnya ada sesuatu dihadapan Ren saat ini. Sesuatu itu adalah Pelindung ...


Pelindung yang menyamarkan Istana Ren sebagai sebuah Hutan. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Arystina, Istana itu tidak akan dapat dilihat, dirasakan, atau bahkan disentuh sebelum Pelindung itu sepenuhnya dihilangkan.


Sekarang hanya satu Masalah yang harus dipecahkan oleh Ren. Masalah itu berkaitan dengan, bagaimana cara dia menghilangkan Pelindung itu? Sementara dia sendiri tidak dapat merasakannya sama sekali.


"Arystina, kau sungguh tidak tahu cara menghilangkan Pelindung ini?" Ren kembali memastikan.


Sayang sekali, pertanyaan Ren yang kedua kali ini dijawab dengan Jawaban yang sama, "Saya benar - benar tidak tahu Yang Mulia."


Ren langsung memegang Dagu setelah mendengar Arystina dengan Jawaban Tidak miliknya. Dia memperhatikan semua yang ada di depannya dengan sangat teliti. Meski demikian, dia tetap tidak dapat merasakan apapun.


'Hm ... Ini aneh.' Ucap Ren dalam Hati.


Bahkan untuk beberapa lama memeriksa, Ren masih belum menemukan Hasil yang memuaskan. Tidak ada kemajuan sama sekali, dan ini sedikit membuat Ren sakit kepala. Bagaimana bisa sesuatu semacam ini membuatnya kewalahan.


Karena Bosan memeriksa, Ren memutuskan untuk merasakan apa yang disebut dengan Pelindung itu secara langsung. Dia berjalan secara Perlahan dengan cara yang Hati - Hati ke arah depan. Begitu dia sampai di titik tertentu, Ren merasa telah melewati sesuatu.


Akan tetapi, begitu dia memeriksa Keadaan dihadapannya, tidak ada keanehan sama sekali. Semua Pemandangan yang ada dihadapannya tidak berubah. Apakah Pelindung itu benar - benar ada? Tidak, apakah Istana itu sendiri ada? Ren mulai meragukan semua ini.


'Arystina ... Apakah dia berbohong padaku?'


Kedua Mata Merah Ren langsung menyala dengan Hebat. Sebuah Api Kemarahan mulai muncul dihatinya, dia langsung berbalik untuk meminta Penjelasan pada Arystina. Namun pada saat itu ... Arystina dan Avrogan telah menghilang.


"Apa? Kemana mereka pergi?"


Ren mulai berjalan untuk menghampiri tempat dimana Avrogan dan Arystina seharusnya berada. Sebuah Perasaan yang seakan melewati sesuatu kembali dia Rasakan. Dan disaat itu pula ... Secara aneh, Avrogan dan Arystina tiba - tiba muncul dihadapannya.


"Tuan?! Apakah anda tidak apa?!" Avrogan langsung menghampiri Ren.


"Yang Mulia?! Apa itu, barusan anda menghilang begitu saja!" Teriak Arystina Khawatir.


Ren hanya diam dan mencoba untuk mencerna situasi yang saat ini sedang terjadi. Apakah itu sebuah Ilusi? Tidak mungkin, Ren pasti menyadarinya. Sambil memikirkan Hal ini, Ren mengingat sesuatu dari Ucapan Arystina, yaitu Menghilang Begitu Saja.


Segera senyum mengerikan kembali menghiasi Wajahnya. Avrogan dan Arystina yang tidak mengetahui apapun langsung mundur secara Waspada.


Tiba - Tiba Ren tertawa layaknya seorang Iblis yang Jahat. Kemudian, dia langsung mengeluarkan sebuah Pedang entah darimana. Pedang Putih Murni tanpa Noda, dengan dibaluti oleh Ukiran Indah nan Berseni. Tanpa harus dikatakan, Avrogan dan Arystina merasakan kekuatan yang amat besar dari sana.


"Hahahaha! Ini menarik, siapa yang memasang Mainan semacam ini untuk menghalangiku!"


Ren mempersiapkan Ancang - Ancang untuk melakukan sebuah Tebasan. Tindakannya yang tiba - tiba ini membuat Arystina dan Avrogan sangat Waspada. Ren yang menghadap pada mereka dan mencoba melakukan Tebasan, bagaimana mereka tidak waspada?


"Nona Muda! Berhati - hatilah!"


"A-Apa yang terjadi pada Yang Mulia?!"


"Saya tidak tahu ... Awas!!!"


Avrogan berlari untuk melindungi Arystina dengan Tubuhnya. Mereka berdua menutup Mata ketika Ren mengayunkan Pedang yang mengerikan itu.


Shingg!


Suara Pedang telah ditebaskan ...


Namun setelah beberapa lama, mereka tidak merasakan apapun. Secara Perlahan - lahan, mereka membuka Mata dan melihat sosok Ren yang sudah berbalik pada arah yang berbeda.


Ren menebas bukan pada mereka, melainkan pada Pelindung yang telah menghalanginya.


Tebasan Ren menggunakan Pedang Nuxuria menciptakan sebuah Garis Hitam Horizontal dengan Ukuran yang Besar. Garis Hitam itu kemudian menghasilkan Retakan - Retakan Kecil yang kian membesar setiap beberapa Waktu terlewati.


Bagaikan sebuah Ilusi, Hutan dihadapan mereka berubah menjadi semacam Kaca yang Retak dan Pecah berkeping - keping. Lalu Kepingan Pecahan itu berubah menjadi Butiran Cahaya yang menghilang ke Udara.


Pemandangan Hutan semakin lama semakin menghilang. Pemandangan itu kemudian digantikan oleh sebuah Benteng Raksasa yang begitu Megah dan Kokoh.


Avrogan dan Arystina yang menyaksikan Hal ini hanya bisa menatap penuh Takjub.


"Nona Muda ... Apa ini?"

__ADS_1


"Y-Yang Mulia berkata, Ini adalah Istana miliknya."


Pelindung yang telah menyamarkan Istana itu menjadi sebuah Hutan kini telah benar - benar menghilang. Jika dilihat dari Udara, Istana ini memiliki Luas yang luar biasa. Bahkan saking luasnya, ini terlihat seperti sebuah Kota Kecil daripada sebuah Istana.


"Tidak dapat dipercaya, ini memang Istanaku?" Ren bertanya pada dirinya sendiri.


Dengan Perasaan yang tidak sabar, Ren menciptakan sepasang Sayap. Kemudian, dia terbang untuk melewati Benteng Raksasa, karena jika dia mencari Gerbang Masuk terlebih dahulu, itu akan memakan Waktu yang cukup lama.


Pemandangan Istana miliknya kini telah ditampilkan dengan Jelas. Informasi mengenai Istana ini kembali bermunculan dalam Otak Ren.


________________


Bloody Palace of the Monarch


Sebuah Istana yang didapatkan oleh Ren ketika menguasai Satu Benua. Istana ini Ren dapatkan bersamaan dengan Title [The Blood Monarch]. Mengenai Informasi lebih Rinci dari Istana ini, akan dijelaskan sebagai berikut.


<>


Sebagai sebuah Istana merupakan suatu Kewajiban memiliki Sistem Pertahanan tertentu. Begitu juga dengan Istana [Bloody Palace of the Monarch] milik Ren. Pertahanan paling luar dari Istana ini adalah Benteng Raksasa yang mengelilinginya.


Tidak main - main, Benteng Istana ini terbuat dari Crystal Mana yang dicampur dengan beberapa Bahan lainnya. Perlu diketahui, Crystal Mana merupakan Bahan yang sangat berharga dan sulit untuk didapatkan. Akan tetapi, dengan entengnya Ren membuat Benteng ini dengan Crystal Mana.


Karakteristik dari Crystal Mana yang memiliki Ketahanan Tangguh membuat Benteng ini akan sulit untuk dirobohkan bahkan dengan Sihir Tingkat Tinggi. Lalu ditambah dengan kemampuan Crystal Mana yang dapat menyerap Mana dari Lingkungan sekitar membuat Pertahanan ini akan lebih tangguh lagi.


Benteng ini mengelilingi Istana [Bloody Palace of the Monarch] seakan membentuk Lingkaran. Pada kenyataannya, meski seperti Lingkaran, Benteng ini memiliki Delapan Sudut yang berbeda.


<>


Pada Benteng [Bloody Palace of the Monarch] terdapat Empat Gerbang. Empat Gerbang ini berada di Empat arah Mata Angin. Utara, Selatan, Timur dan Barat. Setiap Gerbang memiliki satu Jalan untuk menuju Istana.


Untuk Kualitas dari Jalan itu sendiri tidak perlu ditanyakan lagi. Mereka dibuat dengan sangat Rapi dan Teliti. Bahkan jika Kereta Kuda melintasinya, dapat dipastikan hanya akan ada sedikit Getaran yang dirasakan.


Disetiap sisi Jalan yang menuju Istana, berjajar Pohon - Pohon yang Indah dan Teduh. Andaikan disaat Terik Matahari membakar Kulit, maka dapat dipastikan orang yang melewati Jalan ini sama sekali tidak akan merasakan Terik Matahari itu.


Lalu dibalik Pepohonan itu, ada sebuah Padang Rumput yang luas bagaikan Lapangan. Beberapa Pohon yang dijadikan Hiasan membuat Padang Rumput ini bagaikan Taman. Semua ini membuktikan bahwa Istana milik Ren memiliki Wilayah yang sangat Luas.


<>


Istana Ren sulit untuk diungkapkan dengan Kata - Kata. Istana ini memiliki Bentuk yang Unik namun tidak menghilangkan Kesan Megah dan Indah.


Pertama adalah Empat Menara yang mengelilingi Istana ini. Secara Garis Besar, Menara ini hanya terlihat seperti Menara Biasa. Hanya ada satu Keistimewaan yang dimiliki Menara Ini, dan itu adalah Divine Crystal yang terdapat di Puncak Menara.


Divine Crystal ... Hanya dijadikan sebagai Hiasan sekaligus Penerangan dikala Malam telah tiba. Ketika Hari sudah menampakan Kegelapan, maka Divine Crystal akan dengan sendirinya mengeluarkan Cahaya yang Indah.


Mungkin Cahaya itu tidak mencakup seluruh Wilayah Istana, tapi setidaknya terdapat Keindahan disana.


Sekarang adalah Istana yang disebut sebagai Kediaman dari Sang Raja. Ini adalah bagian Utama dari [Bloody Palace of the Monarch] yang di dalamnya terdapat Ruangan - Ruangan penting.


Akan tetapi, bahkan sangat sulit untuk mengatakan setiap bagian secara Detail. Namun jika digambarkan dengan beberapa kata, mungkin ini adalah Indah, Menakjubkan, Megah, Mewah, Berseni dan Luar Biasa yang digabungkan menjadi satu.


Ada satu Hal yang pasti, itu adalah ...


Istana ini yang dibentuk oleh Gabungan Arsitektur Fantasy dengan Arsitektur Modern, membuat Istana ini sangat - sangat Istimewa.


___________


Ren menutup Ingatan dia tentang Istana ini dalam Pikirannya.


"Meski aku baru Satu Bulan Lebih disini, namun ini terasa begitu ... Lama."


Ren memperhatikan Istana miliknya dari Udara. Segala Hal tentang Istana ini sangat cocok dengan [Bloody Palace of the Monarch]. Sehingga dapat dipastikan bahwa, Istana ini memang Istana milik Ren yang dipindahkan bersama dengan dirinya.


.....


[Bloody Palace of the Monarch] Bersinar dibawah Gelapnya malam ... Dan ini adalah Awal dari Terbentuknya sebuah Kekuasaan baru di Benua ini.


________


*Catatan Author :

__ADS_1


Halo~


Huhuhu ... Disini saya kurang bisa Jelasin Istana milik Ren yang ada dalam Pikiran saya. Untuk saat ini, saya mohon maaf karena tidak dapat mendeskripsikan semua dengan Jelas. Maaf banget ... Huhu* :'(


__ADS_2