
Di Suatu tempat yang Misterius dan Aneh.
Bisa digambarkan, tempat ini terlihat seperti sebuah Colosseum namun juga berbeda dalam banyak hal. Seluruh bagian dari Tempat ini tertutup dan hanya menyisakan sebuah Lubang berbentuk Lingkaran di bagian atasnya. Lubang ini menerangi sesuatu yang mirip dengan Tanah Arena di Colosseum.
Jika Colosseum memiliki Arena yang dikelilingi oleh Kursi untuk para Penonton, maka tempat ini hanya dikelilingi oleh beberapa Kursi saja. Terhitung hanya ada Dua Belas Kursi dan memiliki jarak yang cukup jauh antara Kursi yang satu dengan yang lain. Setiap Kursi bisa digambarkan seperti sebuah Singgasana yang dimana setiap Kursi nya memiliki bentuk dan ukiran yang berbeda.
Kedua Belas Kursi ini di Duduki oleh Dua Belas orang yang Misterius. Penampilan mereka sendiri tidak dapat dilihat dengan Jelas, Dua Faktor yang menyebabkan Hal ini adalah Kurangnya pencahayaan dan Pakaian yang mereka kenakan.
Seperti halnya Colosseum, ada sebuah Tempat berbentuk Lingkaran yang tampak mirip seperti Arena di bawah mereka. Ada satu Buah Gerbang Besar untuk memasuki Tempat ini. Dan Gerbang itu, kini mulai terbuka secara perlahan ...
Dururururu!
Dari Balik Gerbang berukuran besar, muncul seorang Wanita yang tidak dikenali karena mengenakan Jubah serta Tudung untuk menutupi Identitas dirinya. Dia berjalan dengan tenang mendekati Pusat tempat tersebut, setelah berada tepat di Pusatnya, dia berhenti.
"Irlyana ... Tunjukan dirimu."
Sebuah Suara berat dari seorang Pria Menggema disana. Tidak ada yang dapat memastikan darimana Suara ini berasal, yang jelas salah satu dari Dua Belas orang itulah yang berbicara.
Brukk!
Wanita yang bernama Irlyana dengan segera melepas Tudung serta Jubahnya dan langsung berlutut tanpa mengatakan sepatah katapun. Dilihat dari semua hal yang terjadi sampai saat ini, sangat dengan jelas terlihat bahwa kedudukan Irlyana berada di Bawah Dua Belas orang ini.
"Kami telah mendengar Informasi mengenai Nidgor dan Reynalue yang terbunuh."
"Benar, dan Kami ingin kau menceritakan semua hal yang telah kau ketahui mengenai orang yang membunuh mereka berdua."
"Ceritakan semua yang telah kau ketahui ...."
Beberapa orang dari Kedua Belas orang itu berkata secara bergantian, tapi sama seperti sebelumnya, tidak ada yang dapat memastikan siapa yang berbicara dan siapa yang sedang diam.
"Baik, saya telah mencari sebisa mungkin tentang orang ini dan apa yang saya dapatkan cukup mengejutkan."
Irlyana membalas pertanyaan mereka, dan dengan sengaja menghentikan ucapannya agar membuat penasaran Kedua Belas orang itu.
"Apa maksudmu dengan mengejutkan? Cepat katakan." Salah satu dari mereka bertanya.
"Orang itu, dia adalah seorang ... Blood Devil." Balas Irlyana perlahan.
Brakk!
"Apa! Mereka telah hidup kembali?!"
"Mustahil, Bagaimana bisa?!"
"Irlyana, kau harus segera pergi untuk memusnahkan Blood Devil itu! Seberapa Kuat dirinya berdasarkan perkiraanmu?!"
Mereka bertanya panik yang menunjukan bahwa kata Blood Devil merupakan masalah sangat serius bagi mereka semua.
"Saya tidak yakin, namun satu hal yang pasti, dia adalah Blood Devil dengan tingkatan yang tinggi."
Suasana di Tempat itu kembali menjadi Ricuh dan tidak tenang sama sekali. Kedua Belas orang itu tampaknya bermusuhan dengan Ras Blood Devil sehingga mereka sangat waspada akan kedatangannya.
"Ini akan berbahaya jika dibiarkan, Irlyana Terima Ini."
Seseorang yang duduk tepat diantara Kesebelas orang lainnya melemparkan sesuatu pada Irlyana. Dengan sigap, Irlyana bangkit dan menangkap Benda yang dilemparkan itu secara sempurna.
Irlyana membuka dan melihat apa sebenarnya Benda yang dilemparkan itu. Tampaklah sesuatu yang mirip dengan Botol Potion yang di dalamnya ada sebuah Cairan yang mirip dengan Darah.
"Itu adalah [Blood Curse of the God] yang mengandung Mana dalam Jumlah yang luar biasa. Itu juga memiliki semacam Efek untuk mengubah Pikiran, kau Gunakan itu dan Lakukan [Summoning] untuk memanggil Milžiniška gyvatė, Sang Ular Dunia."
Irlyana sedikit membulatkan Matanya menandakan bahwa dia sedang terkejut saat ini. Irlyana mengetahui Milžiniška gyvatė yang merupakan Ular Dunia, dia adalah [Beast Servant] tingkat Legendaris dan mustahil untuk dipanggil oleh orang biasa.
[Blood Curse of the God] yang diberikan oleh salah satu dari Dua Belas orang itu sangat berharga. Irlyana menyadari bahwa Kedua Belas orang dihadapannya saat ini sangat serius dalam menghadapi Blood Devil. Sebuah senyum kemudian muncul di Wajah Irlyana, Senyum licik yang memiliki banyak arti.
"Saya mengerti, akan saya gunakan [Cursed Blood] ini untuk menjalankan Tugas sebaik mungkin." Irlyana menunduk dalam - dalam.
"Bagus, sekarang pergilah! Dia adalah Ancaman besar bagi kita, kau harus segera memusnahkannya."
Irlyana membungkuk sekali sebelum pergi meninggalkan tempat itu. Senyum mengerikan yang dipenuhi dengan kelicikan memenuhi seluruh wajahnya.
'Heh, Sekarang, aku akan menjadi Summoner terkuat di Dunia ini. Mereka sangat bodoh karena memberikan sesuatu seberharga ini hanya untuk melawan seorang Blood Devil.' Irlyana mencibir dalam Hatinya.
Irlyana pergi dari Tempat itu bersama dengan Rasa percaya diri yang amat besar akan Misi yang dia jalankan saat ini untuk melawan seorang Blood Devil. Irlyana sendiri mempercayai, bahwa Ras Iblis lebih kuat daripada Ras Blood Devil.
__ADS_1
* * *
* * *
* * *
Keesokan Hari.
Sosok Burung Garuda besar yang tak lain adalah Indacrus saat ini sedang berada di Halaman Istana. Penampilan dia yang begitu mencolok kini telah berubah menjadi seekor Burung Garuda biasa yang memiliki Bulu Dua warna. Sebuah pertanyaan muncul, mengapa ini bisa terjadi? Jawabannya cukup sederhana, Indacrus dan Avrogan ternyata memiliki kemampuan untuk merubah Penampilan mereka menjadi Binatang biasa.
Ini tidak terlalu mengejutkan karena Ren pun dapat melakukannya. Bahkan, dia mungkin sedikit lebih mahir dalam Hal seperti merubah Penampilan.
Ren bersama dengan Kanza saat ini sedang berdiri berdampingan dan menyaksikan Rusava, Rakuza, dan Raytsa yang sedang bersiap untuk pergi.
"Tuan Dirvaren, bukankah lebih baik aku yang melakukan misi ini?"
Kanza dengan percaya diri memberikan Saran dan menyatakan agar dia sendiri yang pergi ke Kerajaan Suci Sancteral.
"Tidak, aku ingin memberikan Tugas pada mereka dan bukan padamu."
Mata Ren masih terpaku pada para Bawahannya saat membalas perkataan Kanza. Sebenarnya, bukan tanpa alasan Ren menyuruh mereka bertiga sendiri yang kesana. Berdasarkan Informasi yang Ren kumpulkan sampai saat ini, tentang sifat dan kepribadian para Bawahannya, mereka termasuk ke dalam orang yang memiliki Loyalitas yang tinggi.
Jika mereka yang memiliki Loyalitas tinggi seperti ini diberikan sebuah Tanggung Jawab yang cukup besar, mereka akan merasa terhormat dan dihargai. Berdasarkan pemikiran Ren, Seharusnya seperti itu, karena Ren pernah mengalami Hal yang sama ketika di Dunia nya dulu.
"Oh ya Tuan Dirvaren, bagaimana cara anda membuat Ketua Arnicko menyerah?"
Sedikit Informasi, Arnicko yang meminta Ren agar memimpin dia dan Anggota Guild Petualang sangat bersikeras dalam Permintaan nya. Namun beberapa hal yang lalu, Kanza menerima Kabar bahwa Arnicko telah menyerah dan memutuskan untuk tetap menjadi Ketua Guild Petualang.
Maka dari itu, Kanza saat ini sedang kebingungan tentang bagaimana cara Ren menghadapi Arnicko yang keras kepala.
"Uhm ... Aku hanya sedikit mengatakan sesuatu pada dia." Ren menjawab acuh tak acuh.
Kali ini, Kanza tidak terkejut sama sekali atas Jawaban Ren yang singkat dan tidak jelas itu. Dia sepenuhnya telah mengantisipasi semua ini berdasarkan Pengalaman bertanya sebelumnya.
"Hm ... Aku melihat, Pisaumu sepertinya telah sedikit mengalami Kerusakan. Ada apa dengan itu?"
Ren melirik pada Dua Pisau yang ditempatkan di Pinggang Kanza. Pisau itu sendiri memakai Sarung dan seharusnya mustahil untuk diketahui apakah itu Rusak ataupun tidak. Namun dengan mengaktifkan Persepsi Mana, Ren tidak kesulitan untuk menemukan Kejanggalan dari Mana yang terkandung di dalamnya.
"Pisau ini sudah kugunakan selama Tiga Tahun lebih, dengan banyak pertempuran yang dilewati membuat Pisau ini sedikit mengalami Kerusakan dan Retak dibagian Bilahnya."
"Sebelum mereka pergi, bisa aku lihat pisau milikmu?"
Ren mempunyai Job Blacksmith dan Kanza tidak mengetahui Hal tersebut. Oleh karena itu, dia saat ini sedang berpikir mengapa Ren meminjam Senjata miliknya.
"Itu tidak masalah, tapi aku meminta agar anda berhati - hati, itu sudah Retak dan aku tidak ingin senjataku menjadi Rusak."
Dua Buah Pisau Berwarna Ungu Kehitaman Kanza serahkan pada Ren dengan sangat berhati - hati. Ren menerima Pisau dari Kanza, dia langsung memperhatikan setiap bagian dari Pisau tersebut.
Pandangan Ren terhenti tepat pada Bilah Pisau, disana ada sebuah Retakan Kecil yang merupakan Kerusakan yang dimaksud oleh Kanza tadi. Meskipun Retakan itu sangat Kecil, namun jika dalam Pertempuran ini akan menjadi Retakan yang sangat berbahaya karena dapat hancur kapan saja.
"Ah, aku mengingat Pisau yang satu ini, bukankah ini adalah [Shadow Blade : Necramarta]?"
Salah satu Pisau tingkat tinggi dalam Game COTHENIC yang lebih dikhususkan untuk para [Shadow Executor]. Pisau ini memiliki kemampuan menyembunyikan Mana, dan beberapa kemampuan lain yang sangat cocok bagi para Assassin seperti Kanza, terlebih lagi seorang [Shadow Executor] seperti dia.
"Oh, ternyata anda mengetahuinya."
"Aku berusaha sebaik mungkin untuk mengingat segala macam Informasi mengenai Game itu. Kebetulan untuk yang satu ini, aku mengingatnya ...."
Pembicaraan mereka berdua terhenti oleh Rakuza, Rusava dan Raytsa yang datang ke tempat mereka. Ren juga melihat bahwa Persiapan mereka telah selesai, kemungkinan besar mereka akan meminta Izin untuk berangkat saat ini juga.
"Kalian telah selesai? Maka sebaiknya kalian segera pergi."
Ketiga orang itu mengeluarkan Ekspresi yang Rumit di wajah mereka. Ren menyadari hal ini dan berpikir bahwa ada suatu masalah yang menyebabkan mereka seperti ini.
"Sebuah Masalah?" Ren bertanya pada ketiga orang itu yang saat ini dihadapan dia.
"Ya Tuan Dirvaren, kami telah siap untuk berangkat Namun ada sedikit masalah disini. Dan itu adalah, bagaimana cara kita memberi anda Informasi dari sana?" Ucap Rakuza.
Sebelum Ren dapat membalas perkataan Rakuza, suara dari Kuda yang berlari terdengar semakin mendekat ke arah mereka semua. Saat orang - orang mengalihkan pandangan mereka pada Asal suara, seekor Kuda menerjang dengan cepat seolah akan menabrak mereka semua.
"Hiiiii~"
Selain dari Ren yang menyadari siapa sebenarnya Kuda tersebut langsung bersikap waspada. Kuda ini terlihat seperti Kuda biasa, walaupun sebenarnya Kuda ini adalah Avrogan yang menyamar menjadi Kuda biasa.
__ADS_1
"Hiiiii~"
Avrogan berhenti tepat dihadapan semua orang, mereka yang waspada segera menghela Napas dengan lega.
"Kalian tidak perlu khawatir, Indacrus memiliki kemampuan untuk memerintah Burung biasa, kalian hanya harus memberikan Surat Lewat burung tersebut." Avrogan berbicara.
Tak!
Itu adalah suara dari Jentikan Jari Ren untuk membenarkan Perkataan Avrogan.
"Ya, Avrogan benar ... Namun untuk memastikan keamanan, aku ingin kalian menggunakan semacam Kode tertentu ketika menulis pesan itu."
Hanya karena dia dapat mengendalikan Mana dengan sangat baik, Ren mencontohkan Kode itu dengan Tulisan di Udara menggunakan Mana. Tulisan itu berupa kata - kata yang diacak sehingga menghasilkan Kalimat yang tidak jelas dan aneh.
"Lalu, bagaimana anda dapat mengerti apa yang dikatakan oleh Pesan kami jika seperti ini Yang Mulia?" Raytsa bertanya keheranan.
"Jangan terlalu meremehkan diriku ... Tunggu sebentar." Ren tersenyum dengan penuh makna.
Kakinya memulai sebuah Langkah untuk menjahui semua orang. Ketika mencapai jarak tertentu, Ren berhenti dan mulai memejamkan Mata. Semua orang tidak mengerti, apa yang sebenarnya sedang dilakukan oleh Ren saat ini. Terpaksa, mereka hanya bisa menunggu dan menyaksikan.
Mata yang memejam dan dalam posisi yang diam, secara tiba - tiba, Ren menyemburkan Aura Mana yang Luar Biasa. Cahaya yang dikeluarkan oleh Aura ini bahkan mengalahkan Cahaya Siang Hari.
Setelah Semburan Mana yang luar biasa, muncul beberapa Lingkaran Sihir yang dapat dikatakan belum sempurna. Lingkaran Sihir ini masih belum diisi dengan Simbol - Simbol Rumit maupun Tulisan yang Rumit. Hanya sebuah Lingkaran Kosong yang berputar di Sekitar Tubuh Ren.
Kemudian, Ren membuka Mata, sebuah Senyum yang memperlihatkan bahwa dia saat ini sedang menikmati sesuatu terlihat disana. Lalu dengan Gerakan tangan, Ren mengendalikan Lingkaran Sihir agar berkumpul di Hadapan nya.
Lingkaran Sihir berkumpul membentuk sebuah Lingkaran, dan satu per satu dari Lingkaran Sihir itu Ren kendalikan agar berpindah tempat menuju Pusat Lingkaran nya. Ketika berada di Pusat Lingkaran, Ren menuliskan sebuah Huruf dengan Jari dan Mana miliknya.
Proses ini dia lakukan terus menerus sampai semua Lingkaran Sihir memiliki sebuah Huruf ditengahnya. Kemudian dengan menggunakan Lengan nya kembali, Ren menyusun Lingkaran Sihir yang diisi Huruf tersebut menjadi sebuah Kalimat ...
[Να στείλετε μήνυμα]
Tak!
Ren menjentikan Jari, dan menjadikan seluruh Lingkaran Sihir yang awalnya terpisah menjadi satu Buah Lingkaran Sihir. Didalam Lingkaran Sihir itu, terdapat Simbol Aneh yang merupakan Kalimat yang dia susun sebelumnya.
"Ini adalah Penyelesaian." Ren sekali lagi tersenyum.
Krett!
Ibu Jari miliknya Ren gigit dengan sekuat tenaga, membuat sebuah Luka yang mengeluarkan setetes Darah merah yang segar. Lalu, lengan dari Ibu Jari yang dia gigit sebelumnya dikibaskan pada Lingkaran Sihir. Menyebabkan satu tetes Darah itu mengenai Lingkaran Sihir di depannya, dan ....
Bam!
Ledakan Cahaya terjadi.
* * *
* * *
* * *
[Author : Ini adalah Bagian Raytsa ketika menyaksikan Apa yang dilakukan oleh Ren]
Raytsa adalah seorang [Magus] yang disebut sebagai Jenius pada Masanya. Dia juga merupakan satu - satunya orang pada saat itu yang bisa menggunakan [Ancient Blue Flame] dimana itu disebut juga dengan Sihir Api yang telah lama Hilang.
Raytsa begitu terobsesi pada Sihir, dia melakukan berbagai macam penelitian demi menghidupkan Kembali Sihir - Sihir yang telah lama menghilang dari Dunia. Meskipun seluruh Hidupnya dulu hampir didesikasikan untuk meneliti Sihir, namun sekalipun dia tidak pernah berpikir untuk membuat Sihir baru.
Sebuah Pengetahuan dasar dari Peneliti Sihir tentang kemustahilan untuk membuat Sihir ataupun Skill telah melekat dalam dirinya. Lagipula, Sihir itu sendiri tidak diketahui siapa penciptanya dan darimana dia berasal. Alasan dari itu membuat Raytsa semakin yakin bahwa mustahil untuk menciptakan Sihir Baru.
Namun apa yang dia lihat saat ini, menghancurkan seluruh Keyakinan yang telah melekat dalam Dirinya. Tentang kemustahilan untuk Menciptakan Sihir ....
"Mustahil ... Ini, Penciptaan Sihir?"
Tidak dia sadari, Air Mata menetes dari salah satu Matanya. Tidak ada satupun orang yang menyaksikan Hal ini, mereka lebih mempedulikan apa yang dilakukan oleh Ren saat ini. Mereka tidak tahu, bahwa Raytsa saat ini sedang menangis Bahagia.
Pada Masa Kecilnya, Raytsa meyakini bahwa Sihir Baru dapat diciptakan oleh seseorang, Namun orang - orang disekitarnya menentang dengan keras sehingga membuat Raytsa menyerah akan keyakinan nya. Tapi pada saat ini, seseorang telah menunjukan Kebenaran akan keyakinan yang telah dia lupakan.
Keyakinan akan ... Seseorang yang dapat menciptakan sebuah Sihir di Dunia.
________
Catatan Author :
__ADS_1
Maaf saya ingin meminta bantuan kalian semua, jika ada Kata ataupun Kalimat yang tidak jelas, saya mohon untuk memberitahu saya agar dapat saya Revisi nanti.
Terima kasih :)