Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 90 : Keputusan Mutlak dari Ren!


__ADS_3

"Ini adalah saat dimana [The Monarch] Kembali."


Udara Bergetar ketika sebuah Kalimat muncul dari Mulutnya. Hanya dengan Melihat sosoknya duduk di Singgasana, sudah cukup untuk membuat Musuh Ketakutan. Mata Merah Menyala dan Aura Merah Darah yang merembes dari Tubuh membuat sosoknya terlihat mengerikan dan penuh akan Intimidasi.


Meski demikian, di Mata para Bawahannya, sosok Ren saat ini begitu mengagumkan. Sosok mereka memang Bergetar, tapi bukan karena Ketakutan, melainkan karena Tekanan yang dia keluarkan. Tekanan yang tidak menyiksa maupun menyakiti, Tekanan dari seorang Penguasa.


"Disini, aku hanya ingin mengatakan sesuatu pada kalian."


Nirlayn, Avrogan dan Arystina yang sedang berlutut dan menunduk segera mengangkat Kepala mereka secara Perlahan. Pada saat ini, mereka tidak memiliki Keberanian untuk menentang, sampai titik dimana mereka tidak akan bergerak jika tidak diperintahkan.


"Pertama adalah Arystina, Sebelumnya aku berkata secara Sepihak, bahwa kau adalah Milikku. Akan tetapi saat ini, aku akan memberikanmu Kebebasan untuk memilih. Apakah dirimu akan terus mengikutiku? Atau kembali bebas dan lupakan semua tentang diriku."


Menanggapi Hal ini, Arystina langsung menampakan Ekspresi Rumit. Sebuah Ekspresi yang menjadi Penanda bahwa dia saat ini sedang memikirkan Keputusan apa yang akan dia ambil selanjutnya.


"Bolehkah saya menjelaskan terlebih dahulu, Yang Mulia?"


Mata Merah Ren semakin membara, seolah dia telah terkejut oleh sesuatu.


"Aku memberi Izin. Jelaskanlah dengan singkat."


Sebelum menjelaskan, Arystina menunduk terlebih dahulu dan mengucapkan Terima Kasih. Dia menarik Napas sebagai persiapan dan mulai bicara ...


"Jujur, keinginan di Hati saya adalah mengikuti anda Yang Mulia. Tetapi disaat yang sama, saya memiliki Tanggung Jawab untuk menjaga Keturunan kami sampai Yang Mulia Ratu kembali. Saya tidak dapat meninggalkan mereka ..."


"Hm ..."


Dua Pilihan yang berbeda dan Keduanya sangat Penting untuk diri Arystina. Sebagai seorang Penguasa, Ren tidak dapat memaksa Arystina untuk mengikutinya. Namun Ren hanya dapat memikirkan sebuah Solusi untuk Arystina agar dirinya Bahagia.


"Ini hanya sebuah Saran, Keputusan akhir ada di Tanganmu."


Ren menghentikan Perkataannya dan menunggu Konfirmasi dari Arystina. Setelah Arystina mengangguk, disaat itulah Ren akan berbicara.


"Aku menyarankanmu untuk membawa semua Penghuni [Shade of Spirits] dibawah kekuasaanku."


Arystina membulatkan Mata karena terkejut, dia tidak menyangka Ren akan menyarankan sesuatu yang tidak terduga seperti ini.


"A-Apa maksud anda Yang Mulia?"


"Jika mengikutiku, kau khawatir akan keselamatan mereka bukan? Maka dari itu sebaiknya mereka semua berada dibawah Kekuasaanku. Mungkin tidak seberapa, namun aku akan berusaha untuk melindungi mereka semua."


"A-Apakah anda benar - benar dapat menerima mereka semua?"


Hanya satu Kata yang dirasakan oleh Arystina saat ini, dan itu adalah Kebahagiaan. Ras Roh yang menghuni [Shade of Spirits] Tidak memiliki Kebebasan. Dari Dahulu, Arystina tidak menginginkan Keturunannya merasakan Kesepian dan Keterkurungan dalam [Shade of Spirits]. Arystina berharap suatu saat mereka dapat dengan Bebas berkeliling di Dunia.


Lalu pada saat ini, Arystina menemukan seseorang yang dapat mengabulkan Harapannya. Dia merasa sangat bahagia, namun disaat yang bersamaan merasa ragu - ragu, apakah Ren memang dapat menerima mereka semua?"


"Aku dapat menerima mereka semua, selama mereka mengabdi padaku."


Air Mata kembali menetes pada diri Arystina, "T-Terima Kasih ... Saya akan membicarakan Hal ini pada mereka semua." Ucap Arystina seraya menunduk pada Ren dalam - dalam.


"Hm ..." Ren hanya membalas dengan sebuah Anggukan.


"Lalu Avrogan ..."

__ADS_1


Avrogan langsung mengangkat Kepala dengan Penuh semangat. Sepertinya, meski dia tidur diluar tadi Malam, dia sama sekali tidak mempermasalahkanya. Apa yang akan dibicarakan oleh Ren juga berkaitan dengan Hal ini.


"Sebelumnya, Arystina berkata padaku bahwa kau tidak mau memasuki Istana ini karena menurutmu seekor [Beast Servant] Tidak pantas memasuki Istana yang Hebat ini, benar?"


Semangat Avrogan langsung menghilang dan digantikan oleh Kelesuan. Mungkin, dalam Hati Avrogan memang sangat menginginkan untuk bisa memasuki Istana ini, tapi karena dia sadar akan diri sendiri, jadinya dia berkata seperti itu.


"Benar Tuan ... Saya hanya seekor [Beast Servant] Dan itu tidak cocok untuk memasuki Istana an-"


"Omong Kosong! Katakan padaku, Siapa yang memiliki Istana ini?" Ren meninggikan Suaranya dan menatap Tajam pada Avrogan.


Keberadaan Avrogan langsung menciut dan mengecil. Kemarahan dari Tuannya adalah Hal yang paling ditakuti oleh Avrogan.


"A-Anda Tuan ..."


"Lalu? Siapa yang dapat melarangmu?"


"Itu hanya anda ..."


"Dan Pernahkah aku berbicara demikian? Melarangmu?"


"T-Tidak pernah Tuan ..."


"Lalu! Apa yang kau pikirkan?! Sebagai [Beast Servant] Yang dipanggil oleh Anryzel Dirvaren! Janganlah sekali - kali kau merendahkan diri sendiri, aku tidak menyukainya!" Bentak Ren dengan Nada yang tinggi.


Avrogan langsung menunduk dalam - dalam dan berkata penuh Kebahagiaan, "Terima Kasih, Terima Kasih Tuan!"


Bahkan untuk Avrogan yang seorang [Beast Servant] Legendaris, dia langsung merasa sangat Terharu akan apa yang diucapkan oleh Ren. Tidak hanya Avrogan, Arystina maupun Nirlayn menatap Ren dengan Mata yang Berbinar. Sosok Ren yang seperti ini adalah sesuatu yang baru bagi mereka.


Setelah melakukan Perkataan yang dirasa cukup untuk Avrogan. Ren menghirup Napas terlebih dahulu sebelum membicarakan sesuatu Hal pada Nirlayn.


"Saya, Ren-sama?"


Sebelum menjawab, Ren menundukan Kepala pada Nirlayn. Meski posisi Ren masih diatas Singgasana, tetapi itu tetap saja membuat mereka semua terkejut.


"Aku meminta maaf padamu. Jika bukan karena mengkhawatirkanku, mungkin kau tidak akan terluka."


Tidak ada Kebohongan sedikitpun dalam Ucapan yang dilontarkan oleh Ren. Kali ini, dia meminta maaf dengan serius. Nirlayn merasakan Ketulusan dalam Permintaan maaf Ren. Nirlayn hanya bisa tersenyum dengan lembut pada sosok Tuannya itu.


"Ren-sama, saya sudah sangat Bahagia ketika melihat anda baik - baik saja. Maka dari itu, anda tidak perlu sampai menunduk seperti itu."


Namun tidak seperti biasanya, Ren bersikeras untuk menunduk sementara Waktu. Sampai dia mengangkat Kepala, barulah dia berbicara.


"Tidak, aku akan tetap meminta maaf dan menunduk apabila melakukan Kesalahan. Aku tidak ingin menjadi seorang Penguasa yang Buruk."


"Ah, saya mengerti ..." Ucap Nirlayn Pasrah.


Suasana kembali pada Ketenangan yang semula ada. Hal ini dikarenakan, masalah sampingan yang ingin dibicarakan oleh Ren telah Usai. Sekarang adalah Waktunya untuk membahas masalah yang sebenarnya.


"Aku ingin bertanya, andaikan seluruh Dunia menjadi musuhku, apakah kalian akan tetap mengikuti dan setia padaku?"


Mereka semua langsung Terdiam, Ini adalah Pertanyaan yang sangat - sangat sulit untuk dijawab. Hal ini disebabkan oleh beberapa kemungkinan yang ada.


Kemungkinan yang Pertama mengapa Ren menjadi Musuh Dunia adalah karena Dunia itu sendiri yang telah berubah menjadi Kejahatan. Jika seperti ini, maka mereka akan dengan Senang Hati menerimanya. Akan tetapi bagaimana jika itu kemungkinan yang Kedua?

__ADS_1


Sebuah Kemungkinan dimana Ren yang menjadi Musuh Dunia karena dia sendiri adalah Kejahatan yang diburu oleh Dunia. Andaikan mereka memilih Setia sedangkan Ren adalah Kemungkinan yang Kedua, maka mereka pasti akan menyesal seumur hidup.


Akan tetapi, ini adalah sebuah Pertanyaan yang ditujukan untuk Bawahan yang benar - benar Setia pada Tuannya. Para Bawahan yang siap untuk mengikuti Tuannya bahkan sampai Neraka sekalipun.


Ren dengan sengaja mengajukan Pertanyaan ini untuk mengetahui seberapa Setia mereka padanya. Apa yang diperkirakan oleh Ren adalah mereka yang menjawab seperti "Kami akan tetap Setia pada anda selama itu dijalan Kebenaran!" Atau "Selama itu adalah Hal yang baik, maka menjadi Musuh Dunia pun tidak masalah!"


Itu adalah Jawaban yang paling Realistis dari semua Jawaban yang dapat Ren perkirakan. Namun sayang, semua itu dihancurkan seketika, mereka menatap Penuh Tekad pada Ren dan dengan Serentak Berteriak ...


"Kami akan mengikuti anda!"


"Sudah Kuduga, kalian memang akan menjawab sepert- Tunggu ... Apa?" Ren membulatkan Mata dan Tidak Percaya.


Ren menajamkan Pendengaran untuk mendengar kembali Jawaban mereka. Akan tetapi, mereka dengan Hebatnya masih menjawab dengan Jawaban yang sama.


"Kami akan tetap mengikuti anda!"


'Apakah mereka Serius?' Ren bahkan menolak untuk mempercayainya.


Bukannya Ren tidak ingin memiliki Bawahan yang sangat setia, Ren tentu sangat menginginkan Hal itu. Akan tetapi, bagaimana mereka dapat Menjawab dengan sangat Cerobohnya?


Ren sedikit memakluminya jika itu Nirlayn dan Avrogan. Mereka Berdua telah terikat Kontrak dengannya, sehingga jika mereka ingin memberontak pun itu tidak akan bisa. Namun seseorang yang tidak Wajar disini adalah Arystina, dia masih belum lama mengenal Ren tapi berani memutuskan Masa Depan seceroboh itu? Ren tidak mengerti.


"Jadi seperti itu ... Baiklah, sekarang adalah Masalah Utama." Ren mencoba mengalihkan Pembicaraan.


"Aku akan mendirikan sebuah Wilayah Kekuasaan Baru disini." Ren menyatakannya dengan Jelas.


Semua orang tidak mengerti maksud sebenarnya dari Pernyataan Ren. Mereka hanya menatap satu sama lain dengan Wajah yang Kebingungan. Terpaksa, Ren harus menjelaskan kembali dengan cara yang lebih Detail agar mereka semua dapat mengerti.


"Aku akan membangun sebuah Wilayah Kekuasaan Baru. Mungkin kalian dapat menyebut ini sebagai Kerajaan atau Kekaisaran. Tetapi aku akan menyebutnya sebagai ... Negara."


Betapa Terkejutnya mereka setelah mendengar Penjelasan Ren yang lebih lanjut. Mereka sama sekali tidak menyangka Ren memiliki Niat sebesar itu dalam Waktu yang sangat dekat ini. Membangun sebuah Kerajaan atau Kekaisaran bukanlah Hal yang mudah, mereka tahu itu. Tetapi Ren dengan Entengnya mengatakan itu seolah bukan masalah Besar baginya.


"T-Tunggu, Ren-sama anda serius?!"


"Sangat Serius."


"Tuan, apakah Rencana sebesar itu akan dilakukan oleh anda saat ini juga?!"


"Ya, lebih Cepat akan lebih menantang."


"Yang Mulia, apakah Rencana ini diputuskan oleh anda karena kami para Roh?"


"Tidak, ini telah Kuputuskan ketika aku menemukan Istana ini."


Ren menjawab mereka secara Singkat namun Padat dan dapat menjelaskan semuanya. Sedangkan mereka yang menerima Jawaban ini hanya bisa merasa lemas karena terus dikejutkan oleh berbagai macam Hal yang tidak terduga.


"Ren-sama ... Anda memang benar - benar luar biasa."


"Seperti yang diharapkan dari Tuan!"


"Uhu ... Aku tidak tahu harus berkata apa lagi."


Menanggapi Sikap mereka yang lucu, Ren langsung Tertawa dengan Penuh Kebanggaan. Setelah dirasa cukup, Ren akhirnya berhenti Tertawa dan kembali mengubah Sikapnya menjadi serius.

__ADS_1


"Sekarang ... Aku membutuhkan Bantuan kalian untuk mendirikan Wilayah Baru ini agar menjadi Wilayah yang benar - benar diakui."


__ADS_2