Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 21 : Reruntuhan Napetha


__ADS_3

Clak. Clak. Clak. Clak.


Clak. Clak. Clak. Clak.


Jeduarrr!!


Di bawah langit yang bergemuruh, di atas tanah yang basah dan kotor. Sebuah jalan tanah terbentang, sesosok siluet terlihat tengah berjalan. Di bawah hujan yang deras siluet itu masih berjalan dengan tenang.


Seakan tak terganggu oleh Derasnya air hujan dan petir yang menggelegar.


"Hari ini.... sedikit dingin."


Siluet itu berbicara pada udara kosong ditengah hutan belantara, tidak akan ada siapapun yang mendengar nya.


"Mmm? Ya ampun, di tengah hujan seperti ini ada bau darah."


Sebuah jalan lain yang tak terurus dan dipenuhi oleh tanaman memasuki pandangannya.


Indra penciuman siluet itu merasa ada bau darah yang berasal dari jalan yang tak terurus ini.


*


*


*


*


*


Rumah - Rumah yang telah Rusak, jalan yang sudah menjadi hancur.


Sudah jelas jika tempat ini telah lama ditinggalkan. Hari yang sudah mulai malam membuat tempat ini lebih mencekam. Namun, ada Belasan sosok yang menutupi diri mereka dengan jubah hitam sedang berkumpul di bawah rumah yang rusak.


Sosok - sosok itu terlihat sedang bersembunyi dari sesuatu.


"Nona Cethy, apakah informasi itu dapat dipercaya?"


Seorang lelaki yang memakai jubah hitam, berbicara pada perempuan yang memakai jubah yang sama.


Mereka sedang duduk dan berkumpul di ruangan yang sudah tua.


"Aku tidak bisa mengatakan nya dengan pasti, tapi kemungkinan besar itu benar."


Perempuan yang di sebut Cethy menjawab lelaki itu.


"Perasaanku sedikit tidak enak akan hal ini."


Lelaki itu mengutarakan keluhannya, namun Perempuan itu tidak menjawab, dia hanya mengeluarkan sebuah kertas yang berisi peta di dalamnya.


"Sudah, hilangkan keraguan itu. Tidak ada lain kali, misi ini harus berhasil."


"Ini... Peta Kota Napetha?" Lelaki itu bertanya, memandangi peta dengan seksama.


"Ya, Aku akan memberitahu lagi Rencana nya, Tuan Yarth mohon perhatikan.


Target kita 95 % kemungkinan berada di Pusat Kota ini, yaitu Mansion pemilik Kota ini sebelumnya. Kemudian, Kota ini memiliki dua jalan yang terhubung dengan gerbang keluar kota. Maka dari itu kelompok kita akan dibagi menjadi 2 bagian, satu dipimpin olehmu dan satu olehku. Selanjutnya, jika ada target seorang diri jangan bertindak gegabah dan langsung menyerang. Kemungkinan itu adalah umpan untuk memancing kita keluar. Dan terakhir, diperkirakan orang yang akan muncul disini adalah Death walker dan Illusion Nightmare beserta para bawahannya. Menurut informasi dari Master kita masih bisa menghadapi keduanya. Tuan Yarth Illusion, sedangkan Aku death walker."


"Rencana yang sebenarnya, Aku dan kelompok yang kubawa akan memancing mereka terlebih dahulu karena kelompok kami berspesialisasi dalam hal yang seperti ini. Sedangkan untuk Tuan Yarth, munculah saat mereka sudah mengalihkan perhatiannya pada kami dan serang mereka dari dua arah yang berbeda. Selebihnya, bisa berubah sesuai kondisi dan situasi, mohon Tuan Yarth untuk mengambil keputusan terbaik saat itu terjadi."


Perempuan bernama Cethy menjelaskan dengan menunjuk sebuah peta.


Sosok lelaki hanya mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


"Itu saja, mari kita laksanakan misi ini."


"Ya, demi membalas teman - temanku."


Kedua orang itu berdiri, dan beranjak dari Ruangan. Orang - orang yang menunggu diluar ruangan berkumpul. Kemudian mereka membagi menjadi dua kelompok dan pergi ke arah yang berbeda.


*


*


*


*


*


Kelompok Yarth pergi ke arah barat sedangkan Kelompok Cethy ke arah timur.


Mereka sengaja menuju ke arah yang berbeda, bertujuan untuk memecah kekuatan musuh.


"Kapten Yarth, 100 meter di depan, adalah tempat yang sudah direncanakan."


Seseorang lelaki mendekati Yarth yang sedang berlari. Melaporkan bahwa tempat yang mereka tuju sebentar lagi terlihat.


"Bagus, ayo secepatnya kesana."


Langkah kaki Yarth dan kelompoknya semakin Cepat.


Mereka sudah cukup lama berpisah dengan kelompok Cethy, jika rencana mereka berjalan mulus. Cethy akan memancing musuh ke Yarth sebentar lagi.


Kelompok Yarth berhenti di sebuah Jalan kecil. Di sepanjang sisi jalanan ini dipenuhi oleh bangunan yang masih cukup kokoh walau telah Rusak.


Yarth dan kelompoknya dengan cepat bersiap dan memasuki bangunan - bangunan itu. Menggunakan lengan sebagai bahasa isyarat. Yarth menginstruksikan agar setiap orang bersembunyi sebaik mungkin.


'Mari kita tunggu..'


Yarth adalah seorang pemain yang memiliki 2 job sekaligus yaitu Mage dan Knife Master. Meski begitu Yarth masih belum mampu mengontrol dan memaksimalkan kedua job nya. Saat ini job yang Yarth maksimalkan hanya Mage dan berspesialisasi dalam Sihir angin.


Sebelum Yarth dipindahkan ke dunia ini, di game COTHENIC level nya mencapai Lv337.


Diantara kalangan pemain biasa, level ini sudah tinggi. Namun, jika di bandingkan dengan para pemain profesional yang terlemah dari mereka bahkan ber Lv450 ke atas.


Selagi memikirkan kehidupan masa lalu nya, Yarth telah bersembunyi cukup lama.


Tidak ada tanda - tanda bahwa kelompok Cethy akan segera tiba. Saat ini, waktu telah melenceng jauh dari yang di perkirakan.


"Aku khawatir ada sesuatu yang terjadi."


Yarth bergumam pada dirinya sendiri, kelompok Cethy belum muncul sampai saat ini merupakan suatu hal yang janggal.


Tapi, jika Yarth bergerak saat ini akan mengganggu Rencana yang telah mereka susun.


"Bagaimana ini, Kapten Yarth?"


"Tunggu, mari kita tunggu untuk 10 menit kedepan."


"Um... Baiklah, kapten."


'Apa aku harus membuat keputusan sekarang? atau harus menunggu? memang benar Nona Cethy mengatakan untuk membuat kepusan terbaik sendiri dalam keadaan seperti ini, tapi.....'


"Kapten! Kapten!"


"Uh?... Ada apa?!" Yarth merenung, namun segera disadarkan oleh teriakan bawahannya.


"Itu! Lihat, ada seorang yang terlihat menggunakan pakaian yang sama dengan kelompok Nona Cethy!"


Bawahan itu menunjuk ke ujung jalan kecil.


Yarth pun mengalihkan pandangan nya kesana. Melihat memang ada seseorang disana, Yarth memfokuskan pandangannya.


"Itu........... Tidak mungkin?! Cepat tolong dia!"


Yarth dan Kelompoknya segera berlari dan menghampiri orang itu.

__ADS_1


"Hey! Kau tidak apa?!"


Yarth menghampiri orang itu dan memangku nya.


"T-Tu-an Ya..rth.. Ce..pat T-Tol Cough.. Coughh To-long.. Kap-ten Ceth....y"


"Dimana Nona Cethy sekarang?! apa yang terjadi!?"


Pertanyaan Yarth tidak di jawab, orang itu terlihat menutup mata.


Yarth memeriksa denyut nadi nya tetapi itu telah berhenti. Orang ini telah mati kehabisan darah.


"Tch.! Semuanya! kita pergi!"


"Baik!"


Yarth berlari, menuju lokasi mansion pusat kota berada. Jejak kaki yang tertinggal diantara hujan hanya terlihat sesaat.


Menandakan bahwa kecepatannya cukup luar biasa.


Beberapa saat kemudian, Mansion Tua masuk ke dalam pandangan nya.


Yarth dengan cepat memasuki Mansion itu bersama dengan para bawahannya.


Brakk!


Yarth mendobrak pintu mansion dengan kaki nya. Pintu ini masih dalam kondisi yang baik, bukti bahwa beberapa kehidupan pernah kesini.


Sebuah Aula lebar terlihat, di ujung aula ini ada tangga yang menghubungkan lantai atas dan bawah.


Kosong.


Hanya ada ruangan yang kosong, tidak ada sesosok manusia satu orang pun.


Yang ada hanya suara deras nya hujan dan guntur yang bergemuruh.


"Kapten."


"Ya, ini aneh.. Sepertinya ini memang jebakan."


Blakkk


Suara benturan suatu yang keras mengalihkan perhatian Yarth dan kelompoknya. Disana pintu yang telah mereka dobrak sepenuhnya terpasang kembali.


"Aaa?!"


Salah satu bawahan Yarth berteriak, kemudian dia tergeletak ke lantai.


Seolah Tali kehidupannya telah dicabut.


"Serangan! hati - hati!" Yarth dan Bawahannya menjadi waspada.


"Ei-Ei Tikus kecil dengan sengaja masuk jebakan yang sudah jelas begini? apalagi jika bukan idiot?"


"Hihihi... Kamu benar, mereka hanya sekumpulan idiot bermimpi untuk menjadi pahlawan."


Sosok - sosok manusia satu per satu muncul, mereka memenuhi segala sisi yang ada di ruangan itu. Jumlah mereka cukup luar biasa dibanding dengan kelompok Yarth yang hanya belasan orang.


Tapi yang mencolok diantara mereka adalah dua orang yang berada di tangga.


Kedua nya merupakan seorang lelaki, tapi penampilan mereka begitu buruk.


Cukup untuk membuat seseorang merinding hanya dengan melihatnya.


"Ei-Ei untuk menghormati tikus kecil seperti kalian, aku akan memperkenalkan diri. Namaku Ray."


"Hihihi... Dan aku Rey. Salam kenal?"


Reaksi para bawahan Yarth berubah menjadi ketakutan setelah mendengar kedua orang ini menyebutkan nama mereka.


"T-Tung-gu tidak mungkin...?"


"Diam! meskipun dia Ray Rey bersaudara lalu apa?! kalian tidak ingat kelompok mereka telah membunuh teman - teman kita?!" Yarth berteriak penuh dengan kemarahan.


"Ei-Ei sepertinya tikus kecil ini marah kan Rey?"


"Hihihi.. Sepertinya begitu, Ray."


"Meski kalian berdua jauh lebih kuat dariku, aku akan berjuang sampai mati.! serang!"


Yarth berteriak mengindikasikan bawahannya untuk menyerang.


Tapi tidak ada Respon dari para bawahannya, Yarth berbalik.


"Ada apa? kalian begitu ketakutan sampai tak bisa meresponku?!"


"Hihihi.... Sepertinya tikus memang bodoh."


"Berisik! jika kalian memang tak ingin menyerang biar aku saja!"


Jrattt!


Spratt!!


"Eh? Apa? Darah?" Yarth tidak bisa memahami kondisinya.


Tubuhnya tidak terluka, lalu darimana darah itu berasal? Yarth mencari asal darah.


"Hey? Kalian bercanda kan? Apa yang terjadi?"


Yarth berbicara sendiri, melihat semua para bawahannya telah mati.


Tubuh mereka telah terpisah - pisah oleh sebuah benang mengkilau. Air mata menetes di pipi nya, mereka adalah bawahan namun sudah Yarth anggap sebagai saudara.


'Sialan! Sialan! Sialan!'


"Bagaimana bisa informasi dari master salah sejauh ini?"


Yarth bergumam terlihat putus asa, perasaan di hati nya bercampur aduk.


Sedih, marah, takut akan kematian semua menjadi satu.


"Ei-Ei Salah, Informasi itu tidak salah, Aku memang Illusion Nightmare. Jika Aku dan Rey memakai topeng ini mungkin kau akan percaya Ei-Ei."


"Hihihi.. Itu benar, aku adalah Death Walker, kau tahu mengapa? hihihi... setiap aku berjalan akan ada kematian disana."


"Grkk... Lalu apa? kenapa? aku tidak akan pernah memaafkan kalian! WindCutter Destructi..."


"Ei-Ei tunggu dulu, kau tidak melupakan seseorang kan?"


Prok prok


Suara tepukan terdengar, kemudian beberapa orang mendekati Ray Rey bersaudara. Membawa seorang wanita bertelinga Kucing yang dibalut pakaian ninja.


"A-Apa Nona Cethy!? Sialan! bahkan kalian menggunakan sandera? pengecut!"


Kondisi Cethy begitu menyedihkan, sekujur tubuhnya terluka. Darah mengucur dari beberapa bagian tubuhnya. Namun kondisi nya masih bernafas.


"Ei-Ei kami hanya disuruh petinggi untuk bernegosiasi. Jika kami ingin, kau sudah terbunuh sekarang Ei-Ei."


"Hihihi... Dengarkan, petinggi tertarik pada sihir angin mu dan memerintahkan kami untuk menjadikanmu budak. Hihihi.. Bagaimana? jika kau bersedia menjadi budak setidaknya kau dan nona ini akan hidup. Hihihi."


Mendengar ini Yarth mengepalkan tangan dan menggertakan giginya.


Meski dia menyerang dengan sekuat tenaga, tidak ada kemungkinan menang. Tapi tidak mungkin baginya untuk menuruti permintaan mereka.


Cethy yang terluka parah menjadi salah satu alasan Yarth menggertakan gigi.

__ADS_1


'J-Janga-n. Pedulikan aku.'


'Nona Cethy?!'


Yarth menyadari bahwa Cethy menggumamkan kata - kata itu.


Kini hati Yarth semakin dilanda oleh perasaan dilema yang begitu besar.


'Maafkan aku, Nona Cethy. Aku... Aku...'


"Wind Cutter Destruction!"


Tubuh Yarth diselumit oleh Mana yang melimpah. Perlahan - lahan sebuah angin berkumpul menjadi pusaran di seluruh tubuhnya. Skill tingkat tinggi, satu - satu nya Skill tertinggi yang Yarth miliki.


Wind Cutter Destruction, menciptakan sebuah Pusaran angin pada tubuh pengguna nya dan menghempaskan apapun yang ada di sekitarnya. Kemudian, Angin akan berkumpul kembali dan membentuk sebuah pedang berbentuk bulan sabit.


Pedang ini merupakan kekuatan yang sebenarnya, meski itu Ray dan Rey bersaudara. Mereka tetap akan terluka jika terkena serangan luar biasa ini.


"Ei-Ei... Kekuatan yang luar biasa! pantas petinggi tertarik padanya."


"Hihihi... Mari kita lihat, apakah kekuatannya bisa menandingi lapisan benangku?"


"Apa?! coba saja terima ini! Windcutter Release!"


Pedang Angin besar terbentuk sepanjang empat meter. Pedang itu kemudian bergerak ke arah Ray dan Rey bersaudara.


"Ei-Ei Rey aku serahkan padamu."


"Hihihi... Tenang saja Ray. Thousand Shredder Strings!"


Skill pamungkas Rey, Thousand Shredder Strings menciptakan benang yang tak terhitung jumlahnya.


Menjadikan benang itu sebagai dinding bergerak yang mematikan.


Serangan angin Yarth menghasilkan gelombang yang cukup besar. Membuat barang dan beberapa struktur bangunan menghilang dan terhempas.


Kedua serangan semakin mendekat, lalu serangan itu mengenai satu sama lain.


Namun.....serangan keduanya menghilang, seolah mereka ditelan oleh kegelapan.


Tanpa jejak, tanpa suara, Sihir angin dan Benang menghilang sepenuhnya.


Kedua belah pihak sangat terkejut, atas hilangnya serangan mereka.


Di tempat yang seharusnya kedua serangan bertemu. Ada seorang Siluet, memakai pakaian berwarna hitam, bercorak merah.


Ditambah Rambut hitamnya yang mengkilap dan basah. Diantara semua itu yang paling mengerikan adalah, mata yang bersinar merah. Membuat Yarth dan Ray Rey bersaudara merinding.


"Kalian seharusnya tidak bertengkar di tengah hujan seperti ini."


Siluet itu berbicara, suara nya begitu tenang bagaikan air sekaligus begitu menusuk layaknya jarum.


"Mengganggu perjalananku, berapa harga yang akan kalian bayar? Hey Yarth kali ini kita impas namun untuk selebihnya aku anggap kau berhutang padaku."


Sosok itu berbicara kembali, namun tertuju pada Yarth.


"Eh? Apa maksudmu?" Yarth bertanya kembali dengan wajah kebingungan.


"Sudahlah, Mari kita selesaikan ini, kembar buruk rupa."


"Ei-Ei, apa - apaan ini? menghina kami? kau tidak tahu siapa yang kau lawan Tikus."


"Hihihi.... Hanya karena berhasil menghilangkan serangan kami dengan suatu trik, kau bisa sesombong itu? hihihi"


Ray dan Rey bersaudara mengejek sosok itu.


Siluet itu hanya terdiam, tidak mengeluarkan sepatah katapun.


"Hei.. Baru saja aku berubah pikiran. Seumur hidup aku belum pernah menerima hinaan seperti ini. Pada awalnya...."


Sosok itu menghilang....


Sresat swuhshh....


Lalu muncul kembali...


"Aku tidak ingin ikut campur lebih jauh, tapi...."


Menghilang lagi....


Splassshh Jraatt...


Muncul kembali...


"Aku berubah pikiran, aku akan membasmi seluruh dari kalian..."


Menghilang, lalu muncul kembali. Begitu seterusnya, sosok itu berbicara sambil melakukan hal itu.


Sosok nya yang menghilang dalam waktu kurang dari satu detik kemudian muncul kembali, layaknya sebuah ilusi.


Tapi, Yarth, Rey dan Ray menyadari, setiap kali dia menghilang. Para bawahan Rey Ray terbunuh dengan cepat.


"Ei-Ei.... Apa ini? sebuah ilusi?" Ray berbicara seolah tak percaya.


"Hihihiiiiii!.... Ray, dia kuat! apa yang harus kita lakukan?"


"Ei-Ei, Lari...?"


Ray dan Rey dengan cepat menghilang dari tangga. Kecepatan mereka yang luar biasa menandakan bahwa mereka berlevel cukup tinggi.


"Hahahaha!! Hahahah!!"


Sosok itu hanya tertawa, dia tidak mengejar ataupun menghalangi Rey dan Ray bersaudara yang kabur.


"Anu? kenapa kau tidak mengejarnya?"


Yarth sangat penasaran mengapa orang yang kuat di depannya tidak mengejar mereka. Tapi Yarth menyadari, orang di hadapannya tidak memiliki masalah apapun pada organisasi yang Yarth musuhi, alasan ini sudah jelas bagi Sosok itu untuk tidak membuang waktu dengan mengejar mereka.


"Ahh... Lupakan, terima kasih telah menyelamatkanku."


Yarth bukan orang yang tak tahu diri, berhasil selamat dan tetap hidup merupakan sebuah keajaiban.


"Nona Cethy!"


Yarth menghampiri Nona Cethy, dengan cepat Yarth berusaha menutup lukanya sebaik mungkin.


"Ini salahku karena tidak datang lebih awal, maafkan aku.. Maaf.."


Yarth meneteskan air mata, dia membaringkan Cethy dalam pangkuannya.


"Berhenti menangis, kau ini lelaki. Ini ambil dan berikan padannya..."


Sosok itu memberikan sebuah Botol yang bagus dan indah pada Yarth.


Yarth menyadari botol apa yang diberikan oleh sosok itu.


"Ini?! Potion Tingkat atas?! Apa anda merupakan pemain juga?"


Yarth tidak menunggu jawaban dari sosok itu dan segera meminumkannya pada Cethy.


Kondisi Cethy mulai membaik, luka - luka di tubunya segera tertutup dengan cepat.


Nafasnya kembali ke keadaan Normal, membuat Yarth menghela nafas bersyukur.


"Aku merupakan seorang pemain sepertimu. Tunggu aku disini, aku akan segera kembali.."


"Ahh... Begitu, terima kasih banyak!."

__ADS_1


Yarth menunduk kepada sosok itu, dibalas dengan sebuah anggukan. Sosok itu dengan cepat menghilang, Yarth bahkan tidak melihat gerakan sosok itu yang begitu cepat.


Yarth tidak menyadari, bahwa sosok itu adalah orang menyedihkan yang dia tolong dulu oleh 10 Koin tembaga.


__ADS_2