Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Ch. 130 ~ Konferensi Tanpa Meja


__ADS_3

Kerajaan Suci Sancteral telah dilanda oleh kekacauan. Kota hancur dan banyak orang telah kehilangan tempat tinggal atau bahkan keluarga mereka.


Bagaimanapun kau memikirkannya, tentu hasil semacam ini tidak dapat dikatakan sebagai sesuatu yang memuaskan. Malah cenderung miring pada kegagalan dan mengecewakan.


Memang hal tersebut tidak mungkin untuk dihindari lagi. Meskipun sebagian besar kerusakan dilakukan oleh pihak musuh, tetapi itu tidak menutup fakta bahwa Ren berpartisipasi di dalamnya.


Kerajaan-kerajaan sekitar pasti akan mendengar kabar duka ini, dan perlahan-lahan Ren akan ditunjuk sebagai dalang dari semua masalah oleh mereka yang tidak tahu dan membencinya.


Apakah kejadian ini berakhir dengan kesuksesan? Tentu tidak. Namun menyebutnya dengan kegagalan total pun tidak bisa dibenarkan karena Kina yang merupakan tujuan awal berhasil diselamatkan.


"Memiliki kekuatan sepertinya membuatku lupa diri dan mengabaikan hal-hal kecil yang penting."


Melayangkan nyawa orang yang tidak berdosa adalah perbuatan yang buruk. Suatu saat Ren akan menerima akibatnya jika ini terus berlanjut.


"Katakan padaku Azura, apakah orang tidak berdosa juga termasuk dalam orang yang harus kuselamatkan?"


Ren bukanlah pahlawan yang menyelamatkan semua orang untuk menegakan keadilan atau membela kebenaran. Ren juga bukan seorang Raja Iblis yang suka menghancurkan dan membuat kekacauan. Ren hanya seorang pria biasa yang terbawa arus oleh takdir dunia.


Ren hanya mampu menatap kedua telapak tangan sambil mengingat segala kesalahan yang pernah dia lakukan, dan di masa depan, dia pasti akan melakukan kesalahan lagi dan lagi. Itulah kenyataan pahit mengenai seorang manusia.


Momen perenungan ini diiringi oleh keheningan membuat Ren lebih menghayati dan menyesali perbuatannya. Namun, apakah karena hal itu dia akan menyerah dan berhenti?


"Bukan, menyerah bukanlah sebuah pilihan."


Hal yang harus dilakukan olehnya adalah terus maju sembari memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah dia lakukan. Api semangat lalu membara dalam hati Ren hingga membuat kedua matanya kembali menyala.


Tidak membutuhkan waktu lama sampai Ren bangkit dan segera mengenakan pakaian yang telah dia sediakan berupa pakaian formal yang berasal dari dunia lama yaitu Bumi.


Secara khusus, Ren ingin menggunakan pakaian jenis ini karena semua orang akan melakukan konferensi untuk membahas masalah sebelumnya dan langkah selanjutnya.


Raytsa adalah orang yang mengusulkan agar konferensi ini diadakan sesegera mungkin hingga Ren memutuskan untuk memulainya esok hari setelah mereka kembali yaitu hari ini.


"Dalam konferensi, penting untuk menghargai pendapat apapun yang ada maka dari itu hari ini aku akan bertindak setara."


Setelah menetapkan niat dan sebelum membuka pintu kamar untuk keluar, suara ketukan terdengar dari luar.


-TokTokTok-


Sontak Ren sedikit melamun dan berpikir sesuatu yang lebih baik. Untuk itu, Ren berjalan kembali dan duduk di sebuah kursi sambil bersikap seolah sedang menunggu seseorang.


"Masuklah."


Atas izin dari Ren, seseorang yang mengetuk lantas membuka pintu dan memasuki kamarnya. Sosok yang muncul cukup tidak terduga, dimana biasanya orang yang melakukan hal seperti ini adalah Nirlayn tapi saat ini malah digantikan oleh Rusava.


"Yang Mulia, semua orang sudah berkumpul. Hanya tinggal menunggu kedatangan Anda maka semua bisa dimulai."


Ren menggunakan gaya elegan untuk membalikkan wajah kepada Rusava sambil sedikit tersenyum.


"Baiklah, lagipula kalian tidak akan memulai konferensi ini tanpa kehadiranku."


"Benar sekali."


"Kalau begitu, ayo pergi dan memulai konferensinya."


Setelah berkata dan bangkit seraya langsung berjalan melewati Rusava, Ren memantapkan langkah kaki untuk bergerak ke halaman istana dimana konferensi akan diadakan disana.


Mungkin tempat itu sedikit unik untuk dijadikan tempat berlangsungnya konferensi, tetapi percayalah bahwa semua hal pasti ada alasan dibaliknya.


"Sesuai kehendak Anda."

__ADS_1


Rusava dengan elegan mengikuti langkah kaki Ren sambil tersenyum bangga karena bisa melayani sosok penguasa yang begitu terhormat.


Padahal kenyataannya Ren tidak sehebat itu.


_______________________________________________


Sebagian halaman dari Istana sudah ditempati oleh beberapa kursi yang masih kosong bersama beberapa orang yang berdiri di sekitarnya. Nirlayn, Rakuza, Avrogan, Indacrus, Raytsa, Arystina dan Kina. Mereka semua telah bersiap dan menunggu kedatangan Ren.


Ketika Ren tiba disana bersama Rusava, semua orang mulai berbalik dan memberi penghormatan yang sebenarnya Ren rasa tidak perlu dilakukan. Akan tetapi Ren memutuskan untuk menghargai keinginan mereka dengan tidak berkomentar apapun.


Semua kursi dibentuk secara melingkar dengan mengecualikan Avrogan dan Indacrus maka totalnya ada tujuh kursi disana. Tidak lupa, diantara sebagian kursi disediakan jarak yang sangat longgar untuk Avrogan dan Indacrus menempatinya.


Jika ada yang bertanya dimana letak meja maka dengan yakin dan pasti Ren akan membalas pertanyaan orang itu bahwa konferensi kali ini tidak menggunakan meja.


Konferensi dalam ruangan serta menggunakan meja sudah terlalu biasa. Oleh karena itu Ren memutuskan untuk menggunakan suasana yang baru meski mungkin tidak benar-benar baru.


Setelah tersenyum kecil sejenak atas ide aneh ini, Ren langsung duduk pada salah satu kursi yang tersedia. Akan tetapi, semua orang masih berdiri dan hal itu membuat Ren memijat keningnya.


"Ya ampun, kalian duduklah."


Barulah setelah mendapatkan perintah, satu per satu dari mereka mengisi tempat yang ada.


"Berikan daftarnya padaku."


Kemarin saat konferensi ini direncanakan, Ren meminta salah seorang dari mereka untuk membuat daftar pembahasan yang akan dibicarakan dalam konferensi.


Suatu kebetulan Ren mempunyai bawahan yang bisa dipercaya untuk menangani tugas semacam ini. Raytsa, pengalamannya sebagai peneliti sudah pasti akan berguna.


"Ini, Yang Mulia."


Raytsa menyerahkan selembar kertas berkualitas buruk dari genggamannya. Kertas itu dalam keadaan digulung sehingga Ren harus membuka gulungan tersebut sebelum bisa melihat isi dari kertas yang diberikan.


Setelah dibuka dan dibaca, Ren mendapatkan lima hal yang tertera disana untuk dibahas oleh mereka semua.


Kedua, mereka akan membahas bagaimana cara mengatasi tanggapan kerajaan lain mengenai kehancuran Kerajaan Suci Sancteral, dengan kata lain langkah selanjutnya.


Ketiga, mereka akan membahas pendirian negara yang telah direncanakan dan kapan penduduk Shade of Spirits akan dipindahkan kesini.


Keempat, mereka akan membahas hasil penelitian mengenai berbagai macam hal yang telah ditemukan.


Kelima, mereka akan membahas rencana untuk membantu Kanza di Kerajaan Efidoxia.


Ren lalu menyilangkan lengan dan kaki sambil menutup mata untuk kemudian berbicara, "Mari kita mulai yang pertama dengan mendengarkan cerita dariku."


Ren menceritakan semuanya dari saat akan pergi ke Kerajaan Suci Sancteral hingga ketika dia melawan Draisma di dimensi yang berbeda. Penjelasan dibuat singkat tapi serinci mungkin agar poin-poin yang penting dapat dipahami.


Tidak ada yang menyela, mereka hanya mendengar sambil menyimpan baik-baik pertanyaan demi pertanyaan yang muncul ketika mendengar cerita tersebut.


Hingga tibalah saat Ren benar-benar selesai berbicara, seseorang dari mereka mengangkat lengan untuk bertanya. Dia tidak lain dan tidak bukan adalah Rusava yang berada di samping kiri tempat duduk Ren.


"Yang Mulia, saya sudah ingin bertanya ini sejak pertama kali kita bertemu. Mengapa Anda selalu berpura-pura lemah agar musuh dapat berbuat seenaknya kepada Anda, Yang Mulia?"


"Setuju," timpal Raytsa. "Saya sendiri penasaran mengapa Anda harus berbuat seperti itu padahal cukup memakan waktu. Apakah ada alasan tertentu dibaliknya?"


Ren sempat ingin tersedak karena mendengar pertanyaan mereka berdua yang sedikit melenceng dari pembahasan. Akan tetapi, dia memutuskan untuk menjawab rasa penasaran mereka dengan baik.


"Sebenarnya tidak ada alasan khusus. Aku cukup menyukai saat-saat ketika orang lain merendahkanku, bukan karena aku suka akan penderitaan melainkan hal itu membuatku mengingat kembali masa dimana aku masih lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa."


Sehingga saat ini ketika diremehkan, dia mampu melawan balik dan membalas mereka yang meremehkannya. Tidak seperti saat dirinya masih lemah yang hanya bisa diam ketika diremehkan. Perasaan semacam itulah yang membuatnya mengingat masa-masa sulit.

__ADS_1


Itulah yang dikatakan oleh Ren mengenai alasan dari tindakan pura-pura lemah yang sering dia lakukan.


"S-sungguh luar biasa. Ternyata Anda melakukannya untuk mengenang masa-masa sulit dimana hal itu membuat Anda tidak menjadi seorang yang lupa akan jati dirinya."


Menyertai perasaan kagum Rusava, suara tepuk tangan mulai muncul satu per satu.


-ProkProkProkProk-


"Yah, kau tidak sepenuhnya salah."


Ren merasa sedikit aneh dengan suasana yang aneh ini. Sekali lagi, mereka menganggap hal yang dia lakukan begitu berarti dan memiliki makna tersendiri.


Demi menghindari pembahasan yang melenceng terlalu jauh, Ren memberikan mereka perintah agar kembali ke topik utama.


"Berhenti, mari kita lanjutkan ke pembahasan utama."


Makhluk hitam, dan organisasi yang masih misterius. Kedua hal tersebut merupakan prioritas untuk didiskusikan secara bersama-sama. Untuk itu, Nirlayn mengangkat lengan dan menjadi orang pertama yang akan memberikan pendapat untuk didiskusikan.


"Anda berkata bahwa salah seorang dari mereka menggunakan nama "Organisasi Matahari Terbit" dan "Night Corpse" bukan, Ren-sama?"(Nirlayn)


"Ya, itu benar."


"Bagaimana jika organisasi tersebut tidak memilili nama? Dengan kata lain mereka sengaja menggunakan nama yang berbeda-beda di setiap cabang untuk mengelabui musuh?"(Nirlayn)


"Oh, aku baru menyadarinya. Mereka memang menggunakan nama yang berbeda dan melakukan pergerakan yang berbeda sehingga jika kita tidak teliti mungkin kita akan berpikir bahwa mereka bukan berasal dari pihak yang sama."


Ren mengangguk-angguk secara serius ketika menanggapi pendapat Nirlayn mengenai organisasi misterius ini.


"Kau sudah berkembang, kerja bagus Nirlayn. Mulai sekarang, kita akan mencari organisasi-organisasi yang mencurigakan dimanapun mereka berada."


Setelah Nirlayn, Rakuza mengangkat tangan dan mulai memberikan pendapat yang telah dia pikirkan.


"Tuan, mengingat mereka yang bahkan bisa menguasai satu kerajaan, tidak menutup kemungkinan bahwa pengaruh mereka sudah mengakar di kerajaan-kerajaan lain. Untuk itu, saya merasa bahwa kita harus lebih berhati-hati dalam bergerak dan meminimalisir langkah yang ceroboh."(Rakuza)


"Saya setuju, Yang Mulia. Melihat orang-orang yang tidak bersangkutan menjadi korban membuat hati saya merasa tersakiti. Oleh karena itu, saya berpikir kita harus lebih hati-hati agar tidak menimbulkan korban yang tidak perlu."(Arystina)


Masalah yang disesali oleh Ren pada akhirnya disinggung oleh mereka berdua. Apa yang Rakuza dan Arystina katakan memang sangat benar, tidak baik mengambil langkah ceroboh yang membuat orang tidak berdosa terkena dampaknya.


"Baiklah, mulai saat ini kita harus memikirkan langkah dengan baik dan selalu berdiskusi ketika akan merencanakan sesuatu yang memiliki skala suatu negara."


Pembahasan terus berlanjut ketika Raytsa mengangkat lengan untuk mengutarakan kembali pendapat miliknya.


"Yang Mulia, apa yang Anda pikirkan mengenai makhluk hitam itu? Tidak ada satupun dari kita yang pernah melihat makhluk semacam itu sebelumnya."(Raytsa)


"Jika diperkenankan, saya memiliki dugaan bahwa mereka bukan berasal dari dunia kita. Dengan kata lain, mereka adalah makhluk asing yang dikatakan dalam legenda pernah menjajah dunia ini."(Raytsa)


Ren sedikit tersentak oleh pendapat Raytsa. Jika memang yang dikatakan oleh Raytsa adalah kebenaran, maka makhluk hitam itu pasti memiliki petunjuk dari alasan mengapa dia dibawa ke dunia ini.


Namun Ren tidak pernah mengira bahwa pendapat Raytsa akan menimbulkan sebuah pertanyaan yang berbahaya dari Rusava. Benar-benar berbahaya dan tidak diperhitungkan.


"Dan saya sedikit terheran-heran, Yang Mulia. Mengapa Anda tidak menceritakan hal ini kepada kami? Padahal jika Anda menceritakannya kami akan bertindak lebih waspada dan mengutamakan keselamatan Anda."(Rusava)


-DagDeg-


Ren lupa bahwa sebagian dari mereka menganggap dirinya sebagai Continents Holder, alias The Monarch yang asli. Sehingga ketika menyinggung perihal makhluk hitam yang diduga Raytsa sebagai penjajah dari dunia lain, Ren seharusnya tahu akan fakta tersebut.


_____________________________


*Catatan Author :

__ADS_1


• Jangan lupa untuk selalu mengingatkan saya apabila ada suatu hal yang tidak sinkron dengan chapter sebelumnya karena saya juga manusia yang malah lebih pelupa dari manusia biasa.


• Terima kasih dan semoga ch semacam ini tidak membosankan dan membingungkan sehingga membuat kalian pingsan. :v*


__ADS_2