
Seorang pendekar wanita yang ahli dalam sihir penyembuhan, dialah Nivania Zournac. Berlari dalam kecepatan tinggi yang konstan dalam waktu lama bukan masalah besar baginya, bahkan dia masih bisa mempertahankan hal itu lebih lama lagi.
Setiap gerakkan demi gerakkan terlihat begitu halus dan lincah, medan yang tidak rata dan cenderung berbahaya tidak menurunkan kecepatannya dalam berlari sedikitpun. Nivania melompat dari satu bangunan ke bangunan lain untuk mempersingkat waktu yang dibutuhkannya dalam mencapai tempat tujuan.
Jika sosok Nivania yang biasa itu tampak lembut dan menenangkan, maka dia yang sekarang benar-benar terlihat seperti ksatria. Ekspresinya sangat tegas, kedua matanya menyorot lurus tanpa keraguan, dan dalam setiap gerakkan mengandung arti menyelamatkan seseorang.
Saat melakukan lompatan terakhir, Nivania melakukannya dengan cara yang halus agar tidak menimbulkan suara yang berisik. Kaki yang ramping dan terlihat rapuh itu ternyata cukup kuat untuk menahan beban tubuhnya yang melompat dari tempat tinggi dan mendarat di atas tanah dengan mulus.
Nivania bersembunyi dalam bayang-bayang sebuah bangunan sembari melihat kembali tanda yang berada di peta pemberian Ren. Setelah memastikan bahwa tanda itu benar-benar ada di dekatnya, Nivania kemudian keluar seolah tidak memiliki masalah.
Dia berjalan dengan ekspresi tenang sambil sesekali memperhatikan situasi. Ketika tiba di lokasi yang ditandai, Nivania menemukan sebuah bangunan dengan tulisan "Toko Pakaian Urls" di papan pengenal bangunan tersebut.
Dari sudut manapun Nivania melihatnya, ini adalah sebuah toko pakaian biasa. Beberapa barang yang dijual di dalam pun tampak seperti barang kelas rendah, dan tidak ada yang mencurigakan sedikitpun.
Akan tetapi, Nivania memutuskan untuk melakukan investigasi terlebih dahulu. Dia memilih untuk mempercayai Ren karena bisa saja hilangnya Vinri memang berkaitan dengan toko pakaian itu.
KRIEETTT...
Pintu toko dibuka, menghasilkan suara yang kurang menyenangkan. Toko pakaian yang dimasuki oleh Nivania sepertinya sudah berada dalam kondisi yang kurang baik.
"Um, permisi?"
Nivania melihat ke kiri dan kanan, berusaha menemukan siapapun yang menjadi pemilik toko pakaian. Selang beberapa waktu, seorang perempuan muncul dari pintu di sebelah kanan toko.
Perempuan itu mengenakan sebuah pakaian yang cukup berkelas, dan dalam kondisi yang baik. Penampilannya penuh akan gaya dan kemewahan, hampir seperti dia adalah pemilik toko pakaian ini.
"Ah, seorang pelanggan?"
Perempuan itu memperhatikan Nivania dari ujung rambut sampai ujung kaki, lantas dia memberikan kata-kata yang sedikit keheranan.
"Ini adalah toko pakaian kecil, mengapa Nona datang ke tempat ini?"
Dengan cepat, Nivania bersikap seolah tertarik pada satu set pakaian yang digantung di pojok ruangan. Dia menghampiri pakaian itu dengan sikap yang normal, hampir terasa seperti sebuah sikap alami yang tidak dibuat-buat.
"Aku melihat pakaian ini dari luar. Meskipun tampak sudah sedikit kusam, tetapi desainnya sangat menarik dan unik."
Perempuan itu lalu tersenyum cerah tanpa menunjukkan ekspresi curiga. Dia memperkenalkan kepada Nivania dari mana asal-usul pakaian tersebut, dan bagaimana pakaian itu tidak pernah ada yang mau membelinya.
"Pakaian ini disebut apa ya? Aku sedikit lupa, kalau tidak salah Kae-baya? Entahlah, yang jelas aku mendapatkan pakaian ini dari seorang pedagang Kekaisaran Agung."
Nivania mengangguk-angguk, terlepas dari kepura-puraannya dalam bersikap, entah mengapa dia kini benar-benar tertarik dengan pakaian ini.
"Berapa harga pakaian ini?" tanya Nivania.
Perempuan itu sedikit menegang, dalam pikirannya ada keinginan untuk menaikkan harga secara drastis, namun di sisi lain dia tidak ingin satu-satunya orang yang tertarik dengan pakaian ini pergi karena harga yang diberikan jauh dari harga normal.
"Kalau itu untuk Nona, mungkin aku akan memberikan harga semula, yaitu tiga koin emas."
Nivania tersentak kaget mendengar harganya yang cukup fantastis. Jika dibandingkan, maka harga itu setara dengan pakaian kelas tinggi yang berada di toko pakaian terkenal lain. Apakah tiga koin emas untuk pakaian yang berdebu itu merupakan harga yang pantas? Nivania merasa ragu-ragu.
"Apa, bukankah itu sedikit mahal untuk sebuah pakaian yang berdebu?"
Perempuan itupun menampakan ekspresi yang bermasalah. Bagaimanapun, modal awal untuk membeli satu set pakaian ini adalah dua koin emas, tetapi sangat disayangkan jika tidak mendapat keuntungan besar dari seorang nona kaya raya.
Namun pada akhirnya, perempuan itu memutuskan untuk menjualnya dengan keuntungan yang sedikit. Walaupun sedikit tetapi itu lebih baik daripada tidak terjual sama sekali.
"Ha-hahaha, Nona memang memiliki mata yang bagus. Baiklah karena sudah seperti itu maka saya akan menjualnya dengan harga dua koin emas dan satu koin perak, bagaimana?"
Nivania menghela napas, dan menyuarakan persetujuannya, "Baik, tolong kemaskan pakaian ini untukku."
"Beruntung aku memiliki uang pemberian dari Ren. Meskipun aku berusaha menolak sebelumnya, tetapi tidak disangka akan berguna di saat seperti ini," pikir Nivania dalam hati.
Nivania lantas menggunakan kesempatan itu sebaik-baiknya. Dia berusaha memperhatikan sekitar untuk menemukan beberapa hal yang mencurigakan saat perempuan yang melayaninya sedang mengemasi pakaian yang dia beli.
"Tidak ada hal yang aneh. Apa mungkin Ren salah?"
Saat Nivania bergumam, perempuan itu kembali dengan membawa pakaian yang dibeli olehnya.
"Oh, ah ... terima kasih. Dua koin emas dan satu koin perak 'kan?"
Nivania menyerahkan sejumlah koin yang telah disepakati. Dia kemudian berniat keluar dari toko pakaian dan berpikir bahwa tidak ada yang mencurigakan. Namun suatu hal tiba-tiba terjadi, dari lantai yang diinjak oleh Nivania dan perempuan itu terdengar sebuah ketukkan yang keras dan berlanjut.
Perempuan itu yang menjaga toko pun segera menendang lantai dengan cukup keras, dan saat Nivania melirik kembali ke arahnya, dia tersenyum dengan cara yang terpaksa.
__ADS_1
"Mungkinkah?" Nivania mendapatkan kembali kecurigaannya.
Nivania berjalan keluar seolah tidak curiga atau apapun. Ketika perempuan itu masuk kembali ke pintu sebelah kanan, dia mendapat kesempatan untuk menyelinap masuk.
Pakaian yang telah dibelinya disembunyikan di sebuah jalan yang sempit. Tanpa berlama-lama, Nivania memasuki kembali toko pakaian dengan cara yang mengendap-ngendap.
Dia membuka pintu sebelah kanan dalam ruangan, memastikan keamanan, dan bergerak masuk lebih dalam. Tidak ada hal yang aneh selama itu, sampai suatu saat dia melihat perempuan sebelumnya menuruni tangga yang kemungkinan menuju ruang bawah tanah.
Kecurigaan Nivania semakin membesar, dia terus mengikuti perempuan itu sambil memastikan bahwa langkah kaki dan keberadaannya tidak diketahui. Begitu sampai di ujung tangga, Nivania disambut oleh sebuah pintu yang terbuat dari besi dan terkunci.
Pintu itu sudah berkarat dan usang, jika memaksakan diri untuk membukanya maka akan menimbulkan suara yang sangat berisik, dan tentu keberadaan Nivania akan diketahui oleh mereka. Oleh karena itu, Nivania hanya dapat mengintip sedikit dari sela-sela pintu yang memiliki beberapa lubang kecil.
Nivania mengintip sedikit, dan menemukan pemandangan yang cukup mengerikan di mana ruangan yang ada di balik pintu itu ternyata cukup gelap dan kotor. Lebih dari itu terdapat beberapa kurungan besi yang memiliki roda dan dapat dipindahkan, dan hal yang paling parah adalah dalam kurungan itu terdapat beberapa orang perempuan yang dikurung.
Mulai dari sini perasaan Nivania semakin menjadi khawatir dan cemas. Dia berusaha mencari-cari keberadaan Vinri tetapi tidak kunjung menemukannya. Begitu fokus dia mencari sampai-sampai ia lupa bahwa keanehan sedang terjadi, dan saat dirinya sadar semua itu sudah terlambat.
Pintu besi terbuka mendadak, dan beberapa orang pria dewasa berotot kekar telah menodongkan senjata ke arah Nivania. Dari balik kerumunan pria dewasa itu muncul perempuan yang sebelumnya melayani pembeliannya.
"Oh, oh, oh ... Nona, padahal kau ini perempuan yang baik. Namun sialnya, kau telah mengetahui rahasia besar kami, biarkan kami menangkapmu dan membungkam mulutmu untuk selamanya."
Para pria dewasa lantas tertawa penuh semangat. Mereka semua melihat Nivania sebagai seorang wanita cantik yang tidak berdaya hingga menimbulkan hasrat nafsu yang sangat buas dalam diri mereka.
Dikarenakan Nivania bukanlah barang yang akan dijual ke kerajaan tetangga, maka mereka tidak akan sungkan untuk merusak dan membunuhnya dengan kejam.
"Hey Nona Cantik, biarkan kami memberikanmu pelajaran. Tidak akan lama, dan setelah itu kamu bisa beristirahat dengan tenang dan mengalami kematian yang tidak menyakitkan."
Mereka berbicara penuh intimidasi, kepercayaan diri mereka pun begitu tinggi, mungkin disebabkan oleh faktor pendorong yang merasa diri mereka sangar dan seram dari penampilan sehingga tak ada seorangpun dari mereka yang mampu berpikir dengan jernih.
Jika mereka dapat berpikir dengan jernih, maka mereka akan tetap merasa waspada terlepas dari seberapa lemah pun penampilan seseorang. Dan jika mereka merasa waspada maka akan sulit bagi Nivania untuk melakukan serangan diam-diam.
SHINGG! JLEBB!
Sebuah rapier yang berkilau dengan cepat menembus dada, dan menusuk jantung satu dari sekian banyak mereka. Semua orang seketika terdiam, dan pria dewasa berotot kekar yang tersisa berteriak penuh amarah.
"K-kau!!!!"
Mereka menerjang satu per satu ke arah Nivania. Ada yang menggunakan kapak besar, ada yang menggunakan pedang kecil, ada yang menggunakan morning star, dan ada juga yang menggunakan gada. Setiap dari mereka mengacungkan senjata, dan bersiap untuk menghantamkannya kapan saja.
Ruang di sekitaran tempat itu sangat sempit dan sulit untuk bergerak secara leluasa. Meskipun senjata Rapier mengutamakan pola serang yang berupa tusukkan dan dapat digunakan dalam ruang sempit, tetapi tetap saja jumlah musuh lebih banyak, dan tidak menutup kemungkinan mereka akan menggunakan teman sendiri untuk dijadikan tameng.
Nivania berlari dan berhasil keluar dari toko. Sesaat setelah dirinya keluar terjadi ledakkan yang membuat seluruh toko pakaian hancur berantakan. Bagaimanapun, bebedapa orang pria dewasa itu sepertinya sangat marah dan menghancurkan apapun yang ada untuk membuka jalan mereka.
"Kurang beruntung, ini adalah pemukiman padat penduduk. Kesalahan sedikit saja akan menyeret orang tidak bersalah!" gerutu Nivania merasa sedikit kesal.
"Kemampuan bertarungku biasa-biasa saja, dan kini aku harus melawan sembilan pria dewasa yang terlihat cukup tangguh sekaligus. Entah bisa mengalahkan mereka atau tidak, tapi karena mereka telah melakukan kejahatan yang sangat serius ini tidak dapat dibiarkan!"
Nivania melesat, menghunuskan Rapier-nya yang berkilau dan menerjang ke arah kerumunan musuh yang sedang marah. Para pria dewasa itupun mengepung Nivania secara bersamaan, membuat sebuah area berbentuk lingkaran dan menutup jalur pelarian.
Satu di antara mereka bergerak maju, itu adalah pria dengan kapak yang besar. Pertarungan sengit pun terjadi, Nivania yang bergerak lurus dan melakukan serangan lurus dihadang oleh pria kekar yang memegang kapak.
Beberapa detik sebelum mengenainya, pria kekar itu mengayunkan kapaknya dengan serius, bermaksud untuk menghalau serangan lurus dari Nivania. Akan tetapi, Nivania ternyata melakukan itu untuk mengalihkan perhatian, dia segera menghentikan serangannya dan mengubah arah serangan menuju titik lain yang belum diantisipasi.
Alhasil karena serangan tipuan tersebut, kaki kanan dari pria berotot berhasil tertusuk dan mengeluarkan darah. Pria itu meraung marah, mengayunkan kembali kapaknya untuk menebas Nivania tetapi berhasil dihindari dengan beberapa usaha.
Nivania yang melompat mundur kemudian menyadari sesuatu, bahwa satu dari mereka memiliki kekuatan yang tangguh. Pria yang tertusuk kaki kanannya pun memiliki tubuh yang keras, jika Nivania tidak menyerang secara penuh takutnya serangan tadi tidak akan berefek apa-apa.
Pria berkapak yang tertusuk itu menjadi lebih serius. Dia yang menganggap remeh Nivania kini tidak memiliki perasaan seperti itu lagi. Tubuhnya bersinar dan mengeluarkan cahaya merah yang gelap dan jahat.
"Ini adalah? Berserker mode!" teriak Nivania dalam hati.
Dalam sekejap mata, pria berkapak itu melesat dengan kecepatan yang abnormal. Nivania yang sedikit tertegun terpukul mundur oleh serangan kapak yang kuat dan berat.
Baginya yang menggunakan Rapier tentu sangat sulit untuk menahan serangan langsung dari sebuah kapak yang ditambah oleh kekuatan Berserker. Bagaimanapun, pertarungan ini akan menjadi sangat lebih sulit ketika mereka semua menyerang secara bersama-sama.
"Tch, semoga saja tidak ada pihak tertentu yang melihat ini."
Setelah mengatakan hal itu tubuh Nivania memancarkan cahaya kuning keemasan. Segala sesuatu tentang dirinya meningkat dalam hal kekuatan, kecepatan, penglihatan, dan pendengaran. Ini menimbulkan sesuatu yang berefek sama seperti berserker mode, tetapi memiliki perbedaan dalam emosi yang lebih tenang dan pemikiran yang lebih jernih.
Mereka yang tahu menyebutnya ... Aura of Light Blessings.
Sebuah skill yang meningkatkan status pengguna secara drastis. Mengkonsumsi mana dalam jumlah tertentu setiap detik, dan akan berakhir apabila orang tersebut kehabisan mana atau memutuskan untuk berhenti menggunakannya. Skill dengan kesulitan tinggi, dan merupakan bagian dari Job yang langka <>.
Satu dari pria dewasa yang memiliki kekuatan paling tangguh dan wawasan yang paling luas menyadari kemampuan ini. Dia membelalakan mata dengan terkejut, lantas berteriak untuk memperingatkan teman-temannya.
__ADS_1
"Gawat! Dia adalah seorang Saint! Kalian semua, maju bersama-sama!"
Mereka yang mendengarnya begitu terkejut, tetapi tidak ada dari mereka yang protes. Setiap dari mereka mulai menyerang bersama-sama dan menggunakan kekuatan penuh mereka.
Pertarungan satu melawan sembilan orang tidak terelakkan lagi. Namun dalam hal kekuatan tempur, Nivania sanggup menyaingi sembilan orang pria dewasa yang memiliki kekuatan tempur yang setara Ksatria Aulzania.
Serangan demi serangan berlanjut, Nivania dengan Rapier-nya terus menyerang, bertahan, dan menghindar dengan kecepatan yang luar biasa. Tidak perlu diragukan bahwa Nivania dapat mengelak dari dua serangan yang berasal dari dua arah yang berbeda secara bersamaan.
Ini membuktikan bahwa refleksnya berada dalam tahap yang menakjubkan. Pria-pria dewasa itu sempat kewalahan dan sedikit merasa putus asa untuk mengalahkan satu orang perempuan yang mereka remehkan sebelumnya, tetapi sebuah teriakkan kembali bergema dari pria yang sama.
"Terus serang! Seberapa hebat pun dia pasti memiliki batas mana dan stamina!"
"Ohhhh!!"
Ketika pertempuran berjalan, satu per satu dari mereka diterbangkan oleh Nivania namun bangkit lagi sesaat kemudian. Karena perputaran itu terus berlanjut menyebabkan serangan yang diberikan oleh musuh tidak pernah berhenti, dan Nivania mau tak mau harus terus bertahan dan menyerang.
"Sial! Apa yang dimiliki wanita ini?! Seharusnya ada batasan dalam menggunakan Aura of Light Blessings! Meskipun mana yang dimilikinya berlimpah tetapi mengapa staminanya seakan tidak berkurang?!" protes pria dewasa berbadan kekar yang menggunakan morning star.
Seorang pria kemudian mundur untuk mengamati situasi. Dan sekali lagi, dia adalah pria yang paling tangguh dan berwawasan luas yang menggunakan morning star sebagai senjata.
Pria itu mengamati medan pertempuran, memanfaatkan teman-temannya untuk mengamati kondisi aneh yang berasal dari Nivania. Selang beberapa saat mengamati, akhirnya dia mengerti mengapa Nivania seolah-olah memiliki stamina tidak terbatas.
Selama bertempur, Nivania ternyata menggunakan sihir pemulihan luka dan stamina secara terus-menerus saat kondisi tubuhnya berada dalam situasi tertentu. Sihir tersebut pun tidak menguras banyak mana karena mana dalam tubuhnya hanya akan berkurang sedikit saat itu digunakan.
Sekarang Nivania masih memiliki setengah dari mana secara keseluruhan, sedangkan empat dari pria dewasa telah dikalahkan dengan menyedihkan. Mereka tidak mati tetapi terluka sangat parah akibat serangan mematikan yang dilancarkan Nivania.
"Pantas saja!!!"
Pria yang memakai morning star itu kembali ke pertempuran. Dia tidak menemukan cara untuk mengalahkan Nivania dengan cepat, dan berharap agar Nivania-lah yang akan kehabisan stamina dan kekuatan terlebih dahulu sebelum dirinya.
Tiga puluh menit telah berlalu, dari sembilan orang yang melawan Nivania kini tersisa satu orang pria yang paling tangguh. Mereka berhadap-hadapan dengan muka yang tampak kelelahan.
Nivania telah kehabisan mana, dan status Aura of Light Blessings miliknya telah berhenti beberapa saat yang lalu.
Seringai penuh kemenangan muncul dari pihak musuh karena dia masih memiliki kekuatan yang tersisa jika dibandingkan dengan Nivania. Fisiknya sangat kuat sehingga tanpa bantuan sihir pemulihan, dia masih mampu mengimbangi stamina Nivania yang terus dipulihkan.
Namun tetap saja, ini adalah kemenangan yang sangat memalukan. Sembilan orang melawan satu, dan butuh delapan korban untuk mengalahkan satu orang tersebut, ini tentu bukan kemenangan yang mudah.
"Heh ... heh ... kau beruntung botak biadab. Mana-ku telah habis, andaikan ada beberapa yang tersisa maka kepalamu akan lepas dari tempatnya."
Nivania masih menyerukan kata-kata penghinaan walaupun dia dalam keadaan yang buruk. Lalu dari kejauhan beberapa prajurit Kerajaan Aulzania muncul untuk memeriksa kegaduhan. Akan tetapi sangat disayangkan bahwa mereka seketika tumbang, dan terbunuh di tangan pria botak yang memegang morning star.
"Hehehe ... siapa yang peduli tentang kehormatan, atau kemenangan yang memalukan. Pada akhirnya, yang bertahanlah yang akan menang!!!"
Pria botak itu menerjang dengan kecepatan tinggi. Nivania tidak memiliki kekuatan untuk membalasnya, dia hanya menatap penuh permusuhan sambil berharap dan bertanya dalam hati.
"Aku heran, mengapa pria jahat itu selalu botak dan kekar? Mungkin jika memiliki kesempatan aku akan bertanya pada mereka. Oh iya, semoga para Ksatria Aulzania bertindak cepat agar mereka yang terkurung segera diselamatkan. Maafkan aku, Ren ... karena bersikap sok kuat dan meninggalkanmu tanpa berpamitan."
Sebagai usaha yang terakhir daripada menyerah tanpa melakukan apa-apa, Nivania mengambil sikap bertahan. Jarak keduanya kemudian diperpendek dalam waktu yang singkat, dan sebuah morning star meluncur ke arah kepala Nivania.
Tetapi sebelum itu mengenai kepala Nivania, sesuatu terjatuh dari langit dengan kecepatan yang menyerupai cahaya. Sesuatu itu mendarat tepat di antara mereka berdua lalu menahan morning star berkekuatan penuh dengan menggunakan tangan kosong.
"Tepat waktu. Setidaknya, aku tidak berkata "Maaf aku terlambat" karena itu membosankan," ucap Ren dengan senyum cerah pada Nivania.
Nivania membelalakan mata, kemudian tersenyum lega sambil berkata, "Kamu masih terlambat, bodoh."
Tubuhnya pun tak kuasa menahan beban, dan akhirnya dia terduduk lemas dengan kondisi yang sangat kelelahan.
Sementara itu pria yang mengayunkan morning star berusaha menarik kembali senjatanya tapi tidak kunjung berhasil. Dia kemudian berinisiatif untuk melepaskan senjatanya dan bergerak lari karena tahu bahwa seseorang yang dia hadapi itu tangguh dan dalam kondisi terbaiknya.
"Keselamatan adalah yang utama!!!" teriaknya sambil melompat ke atas bangunan.
Ren pun menatap punggung pria itu dengan keheranan. Ia lalu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal karena tak kuasa menahan rasa bingung karena pria itu melarikan diri begitu mudahnya.
"Dasar pecundang."
Satu detik adalah waktu yang dibutuhkan oleh Ren untuk mengejar pria yang tengah lari dan sektika berdiri dihadapannya untuk menghadang. Lalu, Ren menjentikkan jarinya ke kepala pria itu yang seketika membuat kepala pria itu hancur berantakan, sedangkan tubuhnya yang tersisa tanpa kepala terhempas sangat jauh bagaikan peluru yang melesat dengan kecepatan tinggi.
Setelah membunuh pria itu dengan mudah, terdapat setetes darah di jari Ren yang tentu membuat Ren muak dan merasa jijik. Setetes darah dari penjahat itu lebih menjijikan daripada kotoran kuda baginya.
"Sial, menjijikan!"
Ren mengeluarkan sihir api dari jarinya, membakar darah yang menempel lalu membasuhnya dengan air. Setelah yakin tidak ada satu titik pun darah yang tersisa dia akhirnya bernapas lega.
__ADS_1
Karena masalah satu telah dibereskan, dia memutuskan untuk kembali menemui Nivania. Mungkin, Nivania adalah wanita yang lebih tangguh dari yang dia pikirkan, bukan begitu?