
[POV Kanza]
"Kalian semua, selamatkan penduduk Kota, aku akan menghadapi mereka seorang diri."
Kalimat itu muncul tiba - tiba dari Tuan Dirvaren yang memimpin kami. Sejak mendengar Kisah yang di informasikan oleh Yarth. Ekspresi wajahnya telah benar - benar berubah, seperti dia telah menjadi sesuatu yang lain.
Segera aku mengangguk padanya mengindikasikan bahwa aku mengerti, tidak ada sedikitpun keberanian untuk menentang. Lalu aku memisahkan diri dari kelompok ini lebih dulu. Terjun ke dalam sebuah bayang - bayang bangunan dengan cepat.
Pergerakanku ketika dalam bayangan sangat aneh, aku mengakui hal itu. Maksudnya, setelah terjun, seluruh pandangan mataku menjadi hitam dan putih. Hanya aura dan mana seseorang lah yang terlihat jelas dalam mode ini.
Pergerakanku juga menjadi lebih bebas, aku dapat dengan mudah menembus tembok dan bergerak dengan cepat diantara bangunan. Selama di sekitarku masih terdapat bayangan, maka aku dapat bergerak sesuka hati dengan cepat.
Ini adalah Skill [Shadow Step] dari Job Spesial [Shadow Executor]. Dari awal aku mendapatkan Job ini, Skill [Shadow Step] sudah bisa digunakan. Namun level skill ini sendiri masih lemah saat itu, Ruang gerak aku pun terbatas, tidak sebebas saat ini.
[Shadow Step] adalah skill yang multiguna, dia bisa di gunakan bersama dengan seluruh Skill [Shadow Executor]. Jika orang yang menggunakan Job ini handal dan profesional, Job ini akan menjadi salah satu Job yang paling menakutkan dalam Hal Eksekusi.
Tentu saja semua yang ada di dunia memiliki kelemahan mereka tersendiri. Salah satu nya adalah, [Shadow Step] bisa di halau oleh orang - orang dengan persepsi mana yang sangat tinggi. Contohnya adalah Tuan Dirvaren, dia sangat abnormal, meski di Dunia ini yang merupakan kenyataan. Dia masih dapat merasakan Mana dengan cara yang luar biasa.
Aku sendiri tidak bisa merasakan mana secara biasa. Aku hanya bisa merasakan mana ketika dalam mode tertentu, dan juga Ruang Lingkup nya terbatas hanya beberapa puluh meter saja.
Aku berlari dalam bayangan dengan cepat, atau bisa dikatakan juga, semua yang ada di sekitarku terasa menjadi lambat. Pemandangan ini tetap lah unik, berapa kalipun aku melihatnya.
"T-Tolong!"
"T-Tolong!"
Suara seorang wanita meminta pertolongan dengan putus asa memasuki pendengaranku. Berdasarkan asal suara, dia seharusnya ada di sebuah Jalan kecil, sepi, dan buntu di depan sana.
Swosshh!
Aku bergerak dengan kecepatan penuh, untuk menghampiri asal suara Wanita. Hanya butuh waktu beberapa detik sebelum Wanita itu memasuki pandanganku. Wanita itu dengan putus asa meminta tolong, beberapa Undead lemah terlihat seperti akan menerkam nya.
'Hanya undead lemah, tak akan kubiarkan kalian membunuh seorang wanita!'
Menyiapkan Kedua belatiku dengan kecepatan yang tak dapat dilihat oleh pandangan mata, aku keluar dari balik bayangan Undead dan langsung menebas Undead - Undead itu.
Shing! Shing!
Hanya butuh dua Tebasan biasa dari Belatiku, para Undead itu terpotong dengan sempurna.
Undead lemah seperti ini seharusnya dapat dikalahkan oleh petani biasa kan? Oh, aku melupakan sesuatu....
Haahhh.... Mulai!
"Namaku Kanza, aku adalah Assassin yang hebat, tapi semua kekuatanku tak berguna di hadapannya. Maafkan keterlambatanku, Nona."
Gotcha! Aku berhasil mengatakan hal ini, menurut apa yang dikatakan oleh Guruku. Kata - Kata seperti ini dapat menambah kesan misterius pada seorang Assassin sepertiku.
Nah saatnya untuk pergi, aku masih harus menyelamatkan orang - orang lainnya.
"Baiklah, disekitar sini sudah aman. Nona, sebaiknya anda bersembunyi... Sampai Jumpa."
Uh, aku sedikit tidak tega meninggalkan dia seorang diri. Tapi apa boleh buat kan? mari kita bantai habis - habisan para Undead lemah itu. Sepertinya ini juga dapat kugunakan untuk berlatih mengendalikan [Shadow Executor] lebih baik.
Aku kembali menggunakan [Shadow Step] untuk mengelilingi seluruh Kota. Pekerjaan membasmi Undead - Undead lemah ini sangat cocok untuk ku yang berlatih dalam kecepatan.
Satu, Dua, Tiga dan Seterusnya, aku menyelamatkan orang - orang yang akan diserang oleh para Undead. Tentu saja aku mengatakan hal yang disarankan oleh Guruku ketika aku melakukannya, hanya saja, aku mengatakannya sambil bergerak dengan cepat.
Seharusnya itu tidak masalah kan?
"I-Ibu! T-Tolong aku..!"
Seorang Anak Kecil? tidak dapat dibiarkan, mereka bahkan tidak bisa melarikan diri jika ada Undead yang menyerang.
"Hey nak, apa kau mencari ibumu?"
Aku menghampirinya dan bertanya pada Anak itu. Ekspresi nya begitu terkejut, melihat aku yang tiba - tiba keluar dari dalam bayangan. Sesaat, dia menatapku dengan seksama, tetapi beberapa saat kemudian..
"Uwaahhh! T-Tolong aku! Ibu!"
Dia menangis lebih kencang dari sebelumnya.
Sial, tangisan nya ini akan mengundang para Undead datang kesini.
__ADS_1
'Maafkan aku soal ini nak!'
Dengan berat hati, aku melumpuhkan anak itu menggunakan salah satu teknik pelumpuh dari [Shadow Exexutor]. Setelah aku melakukannya, dia dengan cepat kehilangan kesadaran. Aku langsung menopang tubuhnya dan membawa dia memasuki [Shadow Step].
Ini sedikit melanggar Prinsip seorang Assassin yang tidak boleh membocorkan teknik nya pada orang lain. Apalagi aku yang membawa dia ke dalam [Shadow Step] ini.
'Tapi, dia tidak sadarkan diri... seharusnya tidak apa.'
Bergerak dengan kecepatan penuh kembali, aku mencari sosok - sosok para Prajurit ataupun Priest yang sedang menolong orang - orang. Jika dilihat, anak ini sepertinya seorang penduduk biasa, keputusan yang buruk jika aku menyerahkan nya pada para Priest yang ada di daerah tempat para Bangsawan.
Maka dari itu, aku akan mencari sebuah tempat dimana para Priest bersedia mengobati Penduduk biasa tanpa imbalan apapun.
Aku menemukannya, mereka adalah sekelompok Priest Wanita yang sedang mengobati dan menolong orang secara sukarela. Menurut Instuisi Assassin ku, Mereka terlihat baik dan dapat dipercaya.
Huftt!
Aku melompat dari bayangan langsung dihadapan para Priest itu. Tentu saja mereka semua terkejut akan kedatanganku dan melompat mundur.
"Aku membawa seorang Anak, aku harap kalian menjaga nya dengan baik."
Aku meletakan Anak Kecil yang kubawa diatas sebuah Tikar yang telah mereka sediakan. Lalu, aku bersiap untuk pergi kembali, tetapi salah satu dari mereka menghentikan langkahku dan bertanya..
"Siapa kau? apakah kau orang jahat..?"
Sebuah pertanyaan yang sudah biasa, dan lagi pertanyaan ini cukup bodoh.
"Orang jahat mana yang Rela membawa seorang Anak Kecil lusuh dan kusut seperti itu untuk diselamatkan?"
Aku dengan percaya diri menjawab pada Priest Wanita yang sudah cukup berumur itu.
Dia terlihat berpikir sejenak lalu mengangguk padaku...
"Baiklah, kami mempercayaimu."
Ha? Aku tidak membutuhkan kepercayaan kalian untuk saat ini. Lagipula, jika kalian menjadi musuhku, kalian akan kuhabisi dengan sekejap..
"Terserah saja, aku akan per-"
Durururu!
Sebuah Ledakan di ikuti Getaran hebat yang menggoncang bumi menghentikan langkah dan perkataanku. Ini sudah kedua kalinya aku merasakan Getaran yang sama seperti ini. Pertama adalah ketika aku berpisah dengan Tuan Dirvaren, Getaran hebat yang lebih kecil dari ini terasa. Untuk yang pertama, aku memastikan itu disebabkan oleh Tuan Dirvaren sendiri.
Sedangkan untuk yang saat ini, aku tidak tahu pasti siapa yang melakukannya. Tapi, aku meyakini bahwa semua ini masih perbuatan dari Tuan Dirvaren.
Berdasarkan arah ledakan besar tadi...... Ini berasal dari Gunung di Hutan Loudeas kan?
Beberapa saat kemudian....
Setelah Getaran itu berhenti sepenuhnya, aku kembali melanjutkan untuk membasmi Undead - Undead yang tersisa. Jika para Undead itu sudah habis, maka aku akan membantu orang - orang yang terluka.
Sementara aku menghabisi para Undead lemah, biarkan aku mengenang masa laluku...
Namaku adalah Kanza Longracia, seorang yang berasal dari Benua Eropa di bumi. Aku dengan sengaja menggunakan Nama asliku bahkan dalam Game COTHENIC.
Alasan mengapa aku memilih Ras Elf karena mereka adalah Ras yang memiliki paras yang bagus. COTHENIC sendiri mengambil wajah asli di Dunia Nyata untuk disesuaikan dengan Ras yang kita pilih. Itu sebabnya, wajahku yang sekarang ini mirip dengan wajahku dulu ketika di Bumi.
Aku pikir, Ras dengan paras terbaik itu adalah Ras malaikat dan Elf, tapi kini aku mempercayai bahwa itu tidak benar. Mengapa aku berkata begitu? setelah aku melihat Tuan Dirvaren yang... Ehem, Sedikit lebih Tampan dariku. Aku menyadari, bukan masalah Ras yang ada, tetapi penampilan kita di Dunia Nyata lah yang dijadikan patokan.
Tapi, bukankah Ras Blood Devil terlalu kuat? aku menyesal tidak memilih Ras ini dulu.
Lupakan itu, mari kita bahas tentang Ras Elf yang aku pilih ini.
Pada saat aku berencana memainkan Game COTHENIC, aku membaca buku panduan untuk pemula terlebih dahulu.
Dari kecil, aku selalu mendambakan untuk menjadi seorang Assassin, mereka adalah sekelompok orang yang misterius dan juga begitu mematikan.
Untuk itulah, ketika aku membaca buku panduan, disana terdapat Job Assassin yang aku damba - dambakan. Dan juga, merupakan sebuah Kebetulan bahwa Elf adalah salah satu Ras yang direkomendasikan untuk Job Assassin ini.
Ras Elf, berdasarkan statistik awal, Mana mereka adalah yang terbesar kedua diantara yang lainnya. Yang pertama adalah Ras Malaikat, Namun mereka dikatakan tidak cocok bagi Job Assassin seperti yang aku inginkan.
Assassin sendiri sangat bergantung pada penggunaan mana. Meski jika dibandingkan dengan Penyihir (Magus) mereka lebih unggul dalam hal penggunaan mana.
Tanpa pikir panjang, aku memilih Ras Elf dengan Job sebagai Assassin. Aku dengan tekun dari waktu ke waktu berlatih segala macam tentang Assassin. Bahkan, prinsip seorang Assassin yang aku baca dari beberapa sumber pun aku terapkan dalam kehidupanku.
__ADS_1
Hanya butuh waktu dua tahun bagiku untuk menjadi seseorang yang memasuki Peringkat 10 Besar Leaderboard Job Assassin. Ingat, ini bukan keseluruhan, melainkan hanya Leaderboad Job Assassin saja.
Ketika aku mencapai Peringkat Kedua, aku begitu percaya diri dengan kemampuanku sebagai Assassin. Tanpa basa - basi, aku menantang Sang Peringkat Pertama untuk melakukan Duel.
Dan apa hasilnya? Aku dikalahkan Total.
Dia yang mengalahkanku begitu hebat dalam menggunakan segala macam skill dari Job Assassin miliknya. Setelah mengalami kekalahan telak, aku menyadari betapa lemahnya diriku ini. Lalu, aku memutuskan untuk menghubungi dia yang telah mengalahkanku.
Aku berhasil menghubunginya, dan langsung meminta dia mengajariku untuk menjadi seorang Assassin sejati. Beruntungnya, dia menyetujui hal itu dan mulai mengajariku selama setahun penuh.
Setelah setahun penuh aku menerima ajaran darinya. Aku mendapatkan Job Spesial [Shadow Executor] ini. Lalu aku membanggakan Job Spesial ini padanya. Dia hanya tersenyum dan berkata 'Bagus sekali, kau memang berbakat..'
Lalu tidak terasa sejak saat itu aku menjadi seorang yang menduduki Peringkat Pertama.
Alasan mengapa aku bisa menjadi yang pertama karena.. Dia yang seorang Guruku telah berhenti bermain. Sangat disayangkan, padahal dia adalah seorang yang baik hati dan juga hebat.
Tapi, terkadang dia bisa menjadi dingin dan menyeramkan ketika marah.... Memikirkannya saja membuatku merinding.
Sekarang, mari kita bahas masa lalu, ketika aku pertama kali mengetahui Tuan Dirvaren.
R.Styx, aku pertama kali mengenal Nama ini saat aku memutuskan untuk menjadi Assassin terbaik di seluruh COTHENIC. Aku tidak sengaja melihat Leaderboard (Keseluruhan) dan melihat Namanya yang bersinar merah.
Nama yang bersinar, hanya dia yang memiliki sesuatu seperti itu. Lantas aku begitu tertarik pada orang yang telah mencapai puncak ini. Aku mencari - cari segala hal tentang dirinya, seperti dimana tempat tinggal dia di COTHENIC.
Tetapi, hasilnya aku hanya menemukan beberapa Rekaman ketika dia menaklukan beberapa Dungeon ataupun Boss dengan kesulitan tinggi. Dia adalah seorang lelaki yang memilih Ras Blood Devil. Ras yang paling tidak populer di COTHENIC karena segala statistik awalnya begitu Rendah.
Belum lagi, Ras ini memiliki syarat untuk Naik level yang begitu Rumit dan Sulit. Tidak sebanding dengan pengorbanan waktu yang dibutuhkan.
Ketika R.Styx ini muncul, dia selalu mengenakan penyamaran yang begitu sulit untuk di bongkar. Bahkan ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa wajahnya buruk Rupa.
Nah, mari kesampingkan hal itu....
Aku tidak tahu, apakah Tuan Dirvaren yang tidak lain R.Styx ini mengingatnya atau tidak... Tapi, dia pernah tiba - tiba mengundangku untuk bergabung dengan Party miliknya.
Aku kebingungan saat itu, Sang Legenda R.Styx dengan tiba - tiba mengundangku. Lalu, aku menerima undangan darinya, dia mengirimkan sebuah Pesan dan mengatakan...
Seorang Shadow Executor? sebuah Job yang langka. Mungkin, kau akan menjadi orang hebat di masa depan, bagaimana jika ikut denganku untuk menjelajahi sebuah Dungeon?
Merasa ini momen yang amat langka bahwa seorang yang dikenal sebagai pemain solo Legendaris mengundang seseorang. Aku dengan cepat menerima tawarannya dan menjelajahi sebuah Dungeon bersamanya.
Aku masih mengingat, beberapa item langka yang kami dapatkan hampir semua dia serahkan padaku. Entah dia tidak membutuhkannya atau dia dengan sengaja memberikan semua item itu padaku, aku tidak tahu. Ketika aku bertanya, dia hanya menjawab....
Semua item ini sangat cocok untuk Shadow Executor sepertimu. Aku juga dulu tertarik menjadi seseorang Assassin, namun aku tidak berbakat menjadi Assassin. Itulah mengapa, aku ingin seorang Assassin sepertimu masuk ke Peringkat 10 besar Leaderboard secara keseluruhan.
Dia hanya mengirim pesan itu dan meninggalkan Party, meninggalkan aku yang masih kebingungan atas pesan yang dia kirimkan. Ya, dia mengirim pesan, meski kita bisa berbicara secara langsung, dia malah memilih pesan yang merepotkan.
Sesaat setelah itu, aku melihat Leaderboard keseluruhan dan menyadari, apa yang dia katakan memang benar. Tidak ada seorangpun Assassin yang memasuki Peringkat 10 Besar disana.
'Haahh... Belum sempat aku memenuhi harapan dia, dengan tiba - tiba aku pindah ke dunia ini.'
Yah, itulah alasan mengapa aku meminta Tuan Dirvaren agar menjadikanku sebagai pengikutnya.
*
*
*
*
"Hmm...? Inikan, Hawa Keberadaan Tuan Dirvaren, sepertinya dia telah kembali."
Aku mengakhiri pemikiranku tentang masa lalu dan segera bergerak menggunakan [Shadow Step] untuk menuju tempat dimana Tuan Dirvaren berada...
..........
*Catatan Author :
Saya dengan sengaja membuat Chapter ini khusus buat Kanza. Karena kedepannya, dia akan menjadi Karakter yang cukup penting.
Maka dari itu, jika membosankan, saya mohon untuk menahannya sedikit. Karena ke depannya juga mungkin akan bermunculan sesuatu yang seperti ini.
Anggap aja ini bonus buat orang yang (mungkin) suka sama karakter Kanza ini*... :)
__ADS_1