
Ren melompat dari bangunan setinggi sepuluh meter. Dia berniat untuk kembali secepat mungkin pada Nivania dan segera menyembuhkannya. Namun suatu hal yang tidak terduga terjadi, kepalanya yang sehat tiba-tiba merasakan pusing yang luar biasa sehingga dia kehilangan kesadaran.
Tubuhnya yang sedang melompat terjatuh dalam posisi yang menyedihkan. Beruntung fisik Ren yang kuat menyelamatkan tubuhnya yang sedang tidak berdaya.
Kemudian di suatu ruang yang tidak diketahui, Ren berdiri dengan perasaan yang sangat kesal. Ren tahu bahwa ruang ini adalah tempat di mana ia selalu bertemu pria yang mirip dengannya, dan tentu saja orang itu kadang mengatakan hal yang aneh lagi menyebalkan.
"Yoo ... lama tidak bertemu, Ren. Apa kau merind-"
Saat sosok itu perlahan-lahan akan muncul dari kekosongan, Ren sudah menyiapkan sebuah tinju yang langsung menuju ke arahnya. Sosok itu sangat terkejut, dan menghindar dengan panik sampai-sampai dirinya akan terjatuh.
"Oiii ... bukankah ada cara yang lebih baik untuk menyambut seseorang?!" protes sosok itu dengan wajah yang jengkel.
Ren pun mengeluarkan ekspresi jengkel yang lebih besar. "Oh, benarkah? Kalau begitu bukankah ada cara yang lebih baik untuk menarik kesadaran seseorang?"
Sosok itu kemudian tersenyum kaku, dia menggeleng-gelengkan kepala tanpa sebab sambil menjelaskan sesuatu untuk membela dirinya.
"Aku tidak sengaja, lagipula aku tidak tahu apa yang sedang kau lakukan di dunia sana?" ucapnya.
Ren yang teringat perkataan sosok itu di masa lalu merasa lebih kesal. Bagaimanapun, sosok itu telah berkata bahwa ia memperhatikan Ren dalam waktu yang lama. Itu berarti segala kegiatan yang dilakukan oleh Ren dapat dilihat olehnya, termasuk saat Ren sedang melompat tadi.
"Kau pikir aku akan percaya?" geram Ren sambil mempersiapkan pukulan berikutnya.
Alih-alih mengelak lebih jauh, sosok itu kini mengangguk-angguk dan mengakui kesalahannya karena telah memanggil sembarangan dan berbohong.
"Tentu saja tidak. Namun kali ini benar-benar mendesak, jadi aku tidak bisa menunggu lebih lama untuk memanggilmu."
Ren yang mendengar itu lantas menurunkan rasa kekesalannya. Memang sosok itu selalu berkata aneh dan menyebalkan, tetapi sebagian besar perkataannya merupakan kebenaran.
Jika sosok itu mengatakan ada hal yang mendesak, Ren tidak bisa serta-merta mengabaikannya karena mungkin itu menyangkut hal yang penting di masa depan.
"Lalu, urusan apa itu?" tanya Ren dengan ekspresi melunak.
Sosok itu kemudian menghela napas lega, "Fuuhhh ... padahal aku pemilik ruang ini tapi lama-kelamaan kau lebih mendominasi, bukankah itu aneh? Sudahlah, kembali ke topik utama. Aku telah memberitahu kepada pemimpin Kekaisaran Agung Exousillia bahwa Sang Monarch akan kembali."
Ren merespon, "Sang Monarch, 'kah?"
Pikiran Ren mulai berjalan untuk memprediksi terlebih dahulu maksud sebenarnya dari perkataan sosok itu. Jika yang dikatakannya kepada kaisar dari Kekaisaran Agung Exousillia adalah kembalinya Sang Monarch yang merupakan Continents Holder, bukankah yang dimaksud itu adalah dirinya sendiri?
Atau mungkin Benua Zachen ini hanya sebuah skenario berupa kebetulan bahwa bentuk dan kondisi geografisnya mirip dengan yang ada dalam game? Lalu, Ren yang mengaku sebagai Continents Holder penguasa benua hanyalah palsu belaka? Dan ada seseorang yang merupakan pemilik sebenarnya dari benua ini? Ren masih merasa penasaran.
"Benar sekali. Biar kau tebak, menurutmu bagaimana reaksi mereka?"
Ren memegang dagu sambil berpikir. "Bukankah mereka akan terkejut? Jika memang mereka tahu kehebatan seorang Continents Holder, maka mereka akan menangis bahagia karena dapat bertemu salah satunya."
"Hahaha! Tidak sepenuhnya benar, tapi juga tidak salah. Yah, mereka adalah sekelompok orang aneh yang memuja seorang Monarch padahal kekuasaan Monarch itu sendiri ada batasannya."
Entah mengapa, Ren merasa setuju dengan perkataan sosok itu. Lagipula seorang Monarch masih dapat mati, dan kekuatannya masih memiliki batas walaupun mungkin batasan itu terlalu besar untuk ditampung oleh dunia.
Namun dengan mengesampingkan Monarch lain yang belum diketahui, kekuatan Ren yang diakui sebagai Continents Holder di dalam game, dan di dunia nyata yang saat ini dia tinggali belum mampu menghancurkan satu planet dalam sekali pukulan.
Itu adalah kekuatan yang luar biasa, tetapi belum ada pada tahap yang layak untuk disembah dan dipuja. Ketika seorang dewa yang mereka percayai masih memiliki kekurangan, maka mereka itu bukan dewa, apalagi Tuhan bukan?
"Mereka memuja para Monarch?" tanya Ren penasaran.
Sosok itu menatap Ren dengan heran, lalu menjelaskan, "Tidak, mereka adalah seorang manusia, dan biasanya setiap ras memuja Monarch mereka tersendiri. Dalam kasus kali ini yang mereka puja-puja adalah The Blood Monarch, yang tidak lain adalah aku dan dirimu sendiri."
Kilauan muncul di mata Ren yang menandakan bahwa dia mengunci satu kalimat yang membutuhkan penjelasan agar dirinya mengerti. Jika dia dan sosok itu memang The Blood Monarch, maka patut dipertanyakan siapa sebenarnya yang layak untuk menyandang gelar tersebut.
"Tunggu, aku dan dirimu? Aku membutuhkan sebuah penjelasan di sini."
Sosok itu menegang dan segera memukul dahinya sendiri. Bagaimanapun, dia telah melakukan kesalahan fatal dengan memberitahu hal yang seharusnya tidak diketahui terlebih dahulu.
"Cih, mengapa aku merasa akhir-akhir ini aku ceroboh? Apa karena kau itu semakin mirip denganku maka dari itu kewaspadaan ku dalam berbicara semakin menurun?"
Sosok itu kemudian memanggil dua buah kursi, dan satu buah meja lengkap dengan minuman dan hidangan yang ada di atasnya. Dia mempersilahkan Ren untuk duduk yang tentu diterima dengan baik oleh Ren.
__ADS_1
"Hm, yah ... karena sudah begini, tidak ada salahnya untuk memberitahumu."
Ren merasa akan menemukan sesuatu yang menarik. Oleh karena itulah dia mulai tersenyum lebar dengan mata yang menunjukkan minat tinggi, untuk beberapa alasan dia juga memikirkan beberapa praduga tentang hal yang ingin dibicarakan oleh sosok itu.
"Aku adalah ... Ahn. Seperti yang kau tahu, aku adalah seorang Blood Monarch yang menguasai salah satu dari sembilan benua yang ada, tapi itu di masa yang sudah sangat lama terlewati. Sebagai Blood Devil pertama dan yang memiliki darah paling murni, aku diberkahi oleh kekuatan yang sangat besar oleh sang pencipta. Sementara delapan Monarch yang lain ... yah, bisa dikatakan bahwa mereka memiliki kekuatan yang biasa-biasa saja dan tidak ada yang istimewa."
Semua bermula pada tiga juta tahun yang lalu. Dunia ini, tidak ... planet ini masih belum dihuni oleh makhluk hidup yang berakal seperti manusia, atau ras lainnya.
Dari sekian quadrilliun planet yang berpenghuni, planet ini adalah satu di antara banyak planet yang masih murni dan belum terkontaminasi. Bisa dikatakan bahwa planet masih dalam kondisi baru, dan belum pernah ada siapapun yang menginjakkan kakinya di sana.
Planet ini termasuk sebagai planet yang istimewa, meskipun dalam hal ukuran tidak terlalu besar, tetapi sebuah energi misterius yang disebut sebagai mana memenuhi setiap sudut dari planet. Sehingga pada saat makhluk hidup berakal diciptakan, yaitu sembilan individu pertama yang disebut sebagai Nine Continents Holder, atau Nine Monarch, mereka diberkahi tubuh yang mampu menyerap energi mana yang ajaib.
Individu pertama yang diciptakan adalah Ahn, dia merupakan entitas yang diciptakan untuk menjadi Ras Blood Devil. Kemampuan yang diberkahkan kepada Ahn sangat banyak dan beragam, hampir keseluruhan memiliki kekuatan dan efek yang tidak masuk akal.
Ahn juga merupakan satu-satunya Nine Continents Holder yang diberikan nama langsung sehingga delapan Continents Holder yang lain sebenarnya tidak memiliki nama.
Setiap Continents Holder diberikan satu benua untuk mereka kuasai. Mereka diberi kebebasan untuk melakukan apapun di benua mereka sendiri, termasuk membuat peradaban dan membuat keturunan.
Delapan dari mereka memutuskan untuk membuat keturunan, lalu mendirikan sebuah peradaban di benua masing-masing. Namun bagi Ahn, membuat keturunan dan mendirikan peradaban itu tidak menarik, dirinya lebih memilih untuk mempelajari setiap hal yang ada di dunia.
Oleh karena jalan hidupnya yang berbeda, Ahn mengelilingi dunia dan belajar apapun yang dilewatinya selama satu juta tahun. Waktu yang sangat lama itu sanggup membuatnya mengetahui segala hal yang tidak diketahui oleh orang lain.
Semakin lama pengetahuan yang didapatkan oleh Ahn menjadi semakin berlebih, dia menggunakan sihir ruang dan waktu untuk menjelajah dari satu planet ke planet lain, dari satu alam ke alam lain, dan dari satu semesta ke semesta lain.
Satu juta tahun lagi terlewati, karena pengalaman yang tak terhingga dalam pengetahuan, dan kekuatan, membuat kepribadian Ahn semakin memburuk. Dia merasa menjadi entitas yang sangat kuat dan tidak terkalahkan dalam hal apapun sehingga pada saat kembali ke dunia aslinya, dia memperlakukan Nine Continents Holder lain dengan semena-mena.
Setelah kembali dari menelusuri seluruh alam semesta, Ahn juga membuat satu orang keturunan. Dia adalah keturunan pertama, dan yang memiliki darah paling murni kedua setelahnya. Keturunan pertama itu mewarisi sifat dan sikap Ahn yang buruk sehingga keduanya menjadi bencana untuk dunia itu sendiri.
Melihat hal yang demikian membuat Sang Pencipta menjadi murka. Sang Pencipta kemudian menciptakan sebuah planet yang lebih istimewa, dan yang lebih ekstrim beserta penghuninya yang tidak kalah jahat dan kuat.
Mereka disebut sebagai Ras Kegelapan, dan tercipta dari partikel gelap yang paling tidak murni di seluruh alam semesta. Dengan kehendak Sang Pencipta, planet Ras Kegelapan itu dihubungkan dengan planet di mana Ahn dan Continents Holder lain tinggal.
Sang Pencipta kemudian menaruh batasan waktu yang mencegah hancurnya pembatas yang memisahkan kedua planet itu untuk bersatu selama lima ratus ribu tahun. Sang Pencipta lalu memperingatkan Ahn agar merubah sikapnya, tetapi Ahn menghiraukan hal itu.
Lima ratus ribu tahun kemudian ...
Singkat cerita, peperangan terus berlangsung selama empat ratus ribu tahun lamanya. Semua orang yang tinggal di dunia gugur, dan hanya menyisakan kesembilan Continents Holder, termasuk Ahn yang terkuat.
Puncak dari peperangan adalah saat Nine Continents Holder bersatu untuk melawan satu entitas yang menyandang gelar Dewa Kegelapan. Sembilan orang bersatu, menyatukan kekuatan mereka dengan segenap jiwa dan raga sampai akhirnya berhasil mengalahkan Dewa Kegelapan dengan cara menyegelnya.
Namun hal yang disayangkan adalah, kedelapan Continents Holder yang lain harus meninggal dalam prosesnya karena kekuatan ilahi berbentuk [Crown] dalam diri mereka pecah, dan tidak kuat menahan kekuatan Dewa Kegelapan yang terlampau kuat.
Pada akhirnya, di dunia yang hancur itu hanya tersisa Ahn seorang diri. Ketika melawan Ras Kegelapan dia tersadar bahwa dirinya bukanlah apa-apa, dia juga semakin mengerti bahwa hubungan dengan orang lain itu sangat berpengaruh dalam perjuangan mereka.
Kini dia merasa hampa dan sedih karena teman-teman yang telah berjuang bersamanya telah tiada. Ahn pun meminta kepada Sang Pencipta agar mencabut nyawanya sehingga dia dapat bertemu dengan Continents Holder yang lain di sesuatu tempat yang berbeda.
Akan tetapi, Sang Pencipta menawarkan sesuatu yang lain, yaitu delapan Continents Holder itu akan kembali hidup dengan [Crown] baru dalam diri mereka dengan syarat Ahn harus bisa merubah sikapnya.
Ahn tanpa basa-basi menyetujui hal tersebut, kemudian seluruh dunia pulih dari kerusakan dan delapan Continents Holder lain hidup sekali lagi. Mereka lalu membuat semuanya dari awal, begitupun dengan Ahn yang memutuskan untuk membuat keturunan dan mendirikan peradaban seperti halnya yang lain.
Ahn membuat satu keturunan pertama, dan keturunan itu ternyata memiliki jiwa yang sama dengan keturunan yang sebelumnya dia buat. Keturunan itu pun memiliki sikap buruk yang tersembunyi sehingga pada suatu saat tertentu keturunan itu merencanakan hal yang keji.
Satu hal yang Ahn tidak sadari adalah ujian yang diberikan oleh Sang Pencipta ternyata masih berlanjut. Melalui perantara sikap buruk keturunannya, Ahn diberikan suatu hal yang membuatnya menyesal seumur hidup, yaitu mementingkan perasaan dan malah membiarkan keturunannya terus hidup walau dia tahu bagaimana sikapnya yang begitu buruk dan congkak.
Suatu ketika, keturunan pertama itu menghasut Continents Holder dari Ras Iblis, The Demon Monarch untuk membunuh Ahn, orang tuanya sendiri. Keturunan itu pun ikut menghasut beberapa Continents Holder yang lain, tetapi yang berhasil dia hasut hanya tiga dari delapan, yaitu The Demon Monarch, The Angel Monarch, dan The Fairy Monarch.
Keturunan pertama menghasut mereka dengan cara mengungkit masa lalu, di mana Ahn telah memperlakukan mereka semena-mena dan memandang remeh mereka. Rencana jahat itu kemudian terus berlanjut tanpa sepengetahuan Ahn itu sendiri.
Waktu kemudian berlalu, Ahn yang telah banyak membuat keturunan kini memutuskan untuk membuat keturunan yang baru, yaitu manusia. Manusia adalah Blood Devil yang sengaja tidak diberikan darah oleh Ahn secara langsung.
Menurut Ahn, keberadaan Blood Devil yang memiliki darahnya sangat berbahaya dan kemungkinan akan menciptakan dirinya yang lain di masa depan sehingga dia lebih memilih menciptakan manusia yang memiliki kekuatan biasa.
Ahn lantas mengadakan konferensi dengan Continents Holder lain, dan dia dengan tegas menyatakan bahwa manusia kini menggantikan Blood Devil sebagai sembilan ras utama.
Tindakan Ahn yang mengejutkan itu kemudian menambah rasa benci dari tiga Continents Holder yang berhasil dihasut. Keturunan pertamanya pun ikut merasa benci, dan dia mulai menjalankan rencana yang sangat gila.
__ADS_1
Ya ... keturunan pertama, dan tiga Continents Holder lain bekerja sama untuk membunuh Ahn ketika dia lengah.
Ahn pun berhasil mereka bunuh dengan cara menyedihkan, yaitu pengkhianatan yang tidak termaafkan. Pada detik-detik terakhir, Ahn memecah jiwanya menjadi ratusan ribu pecahan untuk disebarkan ke seluruh semesta dan planet yang berpenghuni.
Dari sekian banyak planet yang ada, Ahn hanya berhasil menyatukan satu pecahan jiwanya kepada jiwa seseorang yang berasal dari Bumi. Dia adalah seorang laki-laki yang bernama Neren Alvian seorang manusia biasa tanpa kekuatan istimewa.
Kesadaran jiwa Ahn masih terlalu kuat untuk seorang manusia pada saat itu sehingga dia memutuskan untuk tertidur sementara waktu. Ketika Neren Alvian akan mati, maka dia akan mengambil alih jiwanya dan membersihkan semua kesalahan yang pernah dia lakukan di dunia.
Akan tetapi, takdir berkata lain karena seseorang telah ikut campur dalam masalah ini sehingga Neren Alvian-lah yang berbalik menguasai jiwa dan kekuatan dari Ahn melalui perantara Game Cothenic.
Jiwa Ahn pun dibangkitkan kembali, tetapi hanya sebatas kesadaran dalam diri Neren Alvian yang kini telah berubah menjadi Anryzel Dirvaren. Mungkin alasan mengapa Neren Alvian memilih "Anryzel Dirvaren" sebagai nama barunya juga dipengaruhi oleh jiwa milik Ahn.
Dan itulah segala peristiwa yang telah dilalui oleh Ahn. Beberapa bagian sudah tidak terlalu diingat olehnya sehingga dia menceritakan hal-hal yang penting saja kepada Ren.
"Oh iya, aku ingat ... Ren adalah nama dari satu peliharaan ku di masa lalu, bukankah itu nama yang bagus?"
Ren yang fokus mendengarkan cerita sambil meminum teh langsung tersedak dan memuntahkan apa yang dia minum. Dengan ekspresi yang terkejut dan tidak terima, dia menyuarakan sebuah protes.
"Tunggu, mengapa ada kebetulan yang sangat konyol ini? Ada milliaran kata yang dapat kau gunakan, mengapa kau menggunakan namaku sebagai nama hewan peliharaan?!"
Sosok itu lantas tertawa keras, "Hahaha, aku pun tidak tahu. Lagipula, Ren adalah nama seekor garuda yang sering ku tunggangi."
BRAKK!
Ren memukul meja sambil bergerutu, "Sialan, akan kupastikan setiap orang memanggilku dengan cara yang berbeda nanti!"
"Sudahlah, sudahlah ... ceritaku masih belum usai. Kau yakin ingin berhenti?"
Ren melemaskan tubu, kemudian kembali duduk sambil berfokus untuk mendengarkan cerita lebih lanjut. Meski dia emosi, tetapi informasi lebih penting untuk saat ini.
"Keturunan pertamaku, tidak, mungkin yang kedua ... dia sepertinya dikhianati juga oleh tiga Continents Holder yang bersekutu dengannya."
Ren mengangkat alis merasa heran, "Ada hal seperti ini juga?"
"Ya, sebelum benar-benar tertidur dalam jiwamu, aku sempat melihat kembali dunia ini untuk sesaat, dan melihat keturunanku di lemparkan ke dalam gerbang antara dunia ini dengan dunia Ras Kegelapan oleh tiga Continents Holder itu."
Kali ini Ren menunjukkan ekspresi yang terkesima tapi kesal di saat yang sama. "Tch, bahkan dalam bentuk jiwa kau masih bisa berbuat sesuatu hal seperti itu?"
"Hahaha, aku hanya melihat dari kejauhan. Lagipula, setelah merobek sedikit segel untuk melemparkannya, tiga Continents Holder itu salah dalam memperkirakan sesuatu. Kekuatan mereka terlalu lemah untuk memperbaikinya, alhasil Continents Holder yang tersisa sadar dan kembali mengorbankan jiwa mereka untuk menyegel gerbang itu sekali lagi."
Ren berpikir bahwa itu lucu.
"Semua dari mereka mengorbankan diri? Mengapa tiga pengkhianat itu rela mengorbankan dirinya sendiri, mereka terlalu bodoh untuk menjadi pengkhianat."
Sosok itu menjelaskan.
"Sederhana, minimal dibutuhkan delapan orang Continents Holder untuk menyegel kembali retakan yang terbuka. Walaupun mereka bersikeras tidak ingin membantu menyegel kembali retakan itu, dunia akan kembali memasuki kehancuran, dan mereka tetap akan musnah pada akhirnya."
"Hm, hm, aku mengerti, jadi begitu."
"Yah ... kurasa kau telah mengetahui cukup banyak. Sisanya akan aku serahkan padamu, hidupmu adalah milikmu, tetapi kekuatanmu mengemban tanggung jawab milikku. Dan karena itu, aku ingin kau membereskan kesalahanku, anggap saja sebagai bayaran dari kekuatanku yang luar biasa."
Mendengar pernyataan itu, Ren merasa sedikit tidak terima. Ahn adalah orang yang memaksakan diri untuk menyatu dengan jiwanya, kesalahan dalam rencana itu murni karena takdir yang berkata lain, lantas mengapa dia dengan seenaknya mengatakan bahwa Ren yang harus membayar kesalahannya?
"Omong kosong macam apa itu. Aku tidak ingin melakukan tugas yang terdengar sangat merepotkan," ucap Ren menolak.
Namun sosok itu dengan santai tersenyum cerah, "Benar 'kah? Padahal semua kejahatan yang engkau basmi itu sudah berada dalam proses memperbaiki kesalahanku."
"T-Tidak mungkin, semuanya?" tanya Ren sedikit merasa tertipu.
"Benar, aku merasa semua masalah yang menghampirimu akan berakhir di titik yang sama. Oleh karena itu berjuanglah dengan penuh semangat, mengerti?"
Sosok itu kemudian memudar secara perlahan, tidak memberikan sedikitpun kesempatan bagi Ren untuk melawan. Namun sebelum dia benar-benar menghilang, sosok itu memberi petunjuk kepada Ren.
"Bloody Palace of the Monarch adalah propertiku yang luar biasa. Itu merupakan istana yang bisa mengapung di atas langit, tetapi untuk mengaktifkannya dibutuhkan sebuah kunci yang berada di kuil kaum yang memujamu."
__ADS_1
Ren tersenyum penuh amarah, dia bergumam dalam hati, "Bahkan arsitektur dari istana yang aku buat dalam game, ternyata terpengaruhi oleh jiwamu. Ya ampun, benar-benar telah tertipu selama ini."