
Nirlayn Mlaina adalah Nama yang Ren-sama berikan padaku. Aku di lahirkan kembali oleh Ren-sama di sebuah hutan yang berada tidak terlalu jauh dari Kota ini. Pada awalnya, aku terkejut bahwa saat dimana aku kembali hidup di dunia ini lagi akan datang.
Tapi, ketika aku tertidur dalam gelap, sebuah suara memanggilku. Suara yang begitu tenang dan indah. Hatiku tergerak pada saat itu, untuk menjawab panggilan Ren-sama.
Kemudian, aku benar - benar terlahir ke dunia ini dan Hal pertama yang aku lihat adalah keindahan sosok Ren-sama.
Mata nya yang berwarna merah murni memikat siapa saja yang melihatnya.
Rambutnya yang hitam mengkilap dan basah begitu mengagumkan.
Pada saat itu, aku yakin bahwa Ren-sama adalah sosok yang hebat dan kuat.
Itu sebabnya, pada saat aku pertama berbicara dengannya. Aku memanggil Ren-sama dengan sebutan [True Ancestor] yang berarti leluhur sejati.
Karena pada dasarnya, yang bisa membangkitkan seorang Blood Devil setidaknya pada tingkatan leluhur sejati.
Setelah di anugrahi sebuah Nama, aku langsung diberikan perintah pertama dari Ren-sama. Meski pada saat itu kondisiku masih belum stabil dan lemah. Aku tidak mungkin menolak permintaan seseorang yang telah membangkitkan ku sendiri kan?
Perintah itu berupa pencarian Informasi tentang kedua orang yang telah mati di hutan itu. Sebenarnya, aku kesulitan mencari informasi tentang mereka. Hanya Dengan mengandalkan penciuman dan deteksi jejak yang dimiliki secara alami oleh Ras Blood Devil, pada akhirnya aku sampai di Kota Rondelia. Lalu menemukan bahwa tangan kanan penguasa kota merupakan orang yang terakhir kali berhubungan dengan Kedua orang itu.
Dengan segera, aku mengintrogasi Tangan kanan penguasa kota ini pada malam hari.
Tapi, dia tidak mengatakan satu patah kata pun tentang Kedua orang itu walaupun sudah aku siksa.
Ketika aku teringat sebuah sihir yang dapat melihat kenangan dalam otak dan mencoba melakukan nya. Jantung dari orang itu berhenti, dan otaknya rusak total.
Aku yakin bahwa semacam kutukan telah di tanamkan pada dirinya.
Beruntung, beberapa dokumen yang berisi informasi tentang mereka ada ditempat itu.
-
-
-
-
Saat ini, Ren-sama sedang tertidur dengan pulas. Tapi, aku bertanya - tanya apakah sosok Ren sama seperti ini? apakah sosoknya yang indah pada malam itu hanya ilusi semata?
Yah.. Tak apa, mau bagaimanapun penampilan nya. Dia tetap orang yang telah membangkitkan ku.
Ahh! Ren-sama membuka mata!
"Selamat pagi? apakah aku sedang mimpi hari ini?"
"Pagi Ren-sama. Mimpi apa yang anda maksud??"
Aku menjawab Ren-sama yang membuka mata dan terlihat kebingungan, dengan tersenyum.
"Ahh... Bukan apa - apa. Maafkan aku, kau pasti tidak tidur semalaman bukan?"
Ren-sama beranjak dari posisi tidurnya.
Aku memang tidak tidur semalaman, tapi bagi Ras Blood Devil, tidur bukanlah suatu hal yang penting. Mengapa Ren-sama harus meminta maaf?
"Tidak - Tidak, itu bukan masalah besar Ren-sama."
Aku dengan cepat menggelengkan kepalaku, agar Ren-sama tidak merasa bersalah lebih daripada ini.
"Begitu ya? tapi tetap saja aku harus meminta maaf..... Ehm?? Ya ampun, hari sudah pagi. Aku harus segera memakamkan Rin-Yu dengan layak."
Ren-sama berbicara sendiri. Meski terlihat biasa saja, aku tahu bahwa Ren-sama sedang sedih.
"Ren-sama, bolehkah saya bertanya?"
__ADS_1
"Apa itu?"
"Saya takut ini menyinggung anda. Tapi saya penasaran, bukankah orang yang bernama Rin-Yu kita tinggalkan di tempat itu?"
Pertanyaanku sebenarnya tidak sopan, tapi bagaimana lagi. Aku sangat penasaran bagaimana Ren-sama mengambil mayat itu.
Bahkan jika Ren-sama marah, aku akan menerima akibatnya..
"Nirlayn...."
"Y-Ya!"
Sudah kuduga! pertanyaanku melebihi batas. Kata - kata Ren-sama jelas menyuarakan ketidaksukaan.!
"Nirlayn... Apakah kau mengkhianatiku?"
"Ti-Tidak mungkin Ren-sama! mustahil bagi saya untuk mengkhianati anda. Ikatan antara Ren-sama dengan saya diukir dengan darah. Jika saya berkhianat, saya akan musnah seketika. Ta-Tapi, jika Ren-sama tersinggung atas perkataan saya, maka saya siap menerima hukuman apapun.!"
Sesuatu seperti Khianat adalah hal yang paling aku benci. Mustahil aku mengkhianati Ren-sama yang telah melahirkan aku kembali. Lebih baik aku mati dengan tersiksa daripada melakukan suatu hal yang menjijikan seperti berkhianat.
"Hm..Hahaha... Aku hanya bercanda, jangan seserius itu."
Eh? Ren-sama hanya bercanda? jadi maksud nya aku dijahili?
"Ngomong - Ngomong Nirlayn, apakah kau tahu Skill Ruang dan Dimensi?"
Skill Ruang dan Dimensi? bukankah itu kemampuan Legendaris yang sudah lama hilang? apa maksud Ren-sama menanyakan hal ini padaku secara tiba - tiba.
"Ya Ren-sama, saya hanya pernah mendengar itu dari legenda. Belum pernah saya melihat Skill ini dimanapun."
"Ya ampun, ternyata begitu.... Aku kira inventory merupakan Skill Ruang dan Dimensi."
Inventory, apakah itu Nama dari sebuah Sihir? Tidak - Tidak, apa yang Ren-sama maksud Inventory bukan Skill Ruang dan Dimensi? Itu berarti.... Ren-sama memiliki sesuatu hal yang mirip bukan?!
"Apa maksud anda, Ren-sama?"
"Pada awalnya jika aku menunjukan hal ini, aku takut kau akan berkhianat. Tapi Niirlayn, Aku akan menunjukanmu hal ini, karena aku telah mempercayaimu."
Ren-sama melakukan sumpah setia? sumpah yang hanya dilakukan jika kedua belah pihak benar - benar saling mempercayai satu sama lain.
Aku harus menjawab keinginan Ren-sama dengan sepenuh hati.!
"Saya tidak akan mengkhianati anda, Ren-sama. Saya bersumpah."
"Mhm? Bagus... kalau begitu, perhatikan ini baik - baik. [Inventory]"
"Ini...?!"
Dari tubuh Ren-sama, aku melihat sebuah mana murni yang bergerak dengan teratur.
Seakan Ren-sama benar - benar bisa mengendalikan mana itu.
Mana Ren-sama bergerak menuju cincin yang ada pada jari nya.
Dari cincin di jari Ren-sama, warna mana berubah menjadi sesuatu yang berbeda.
Kemudian, mana yang sudah berubah itu membentuk sebuah pintu di udara kosong.
Pintu yang indah dan cantik, hanya terbuat dari Mana Ren-sama yang murni.
Aku takjub, melihat keindahan mana yang dimiliki oleh Ren-sama.
Siapa sebenarnya Ren-sama ini? sosok nya begitu misterius. Aku sampai tak bisa berkata - kata melihat hal ini, aku termenung dalam pikiranku sendiri.
"Nirlayn... Sadarlah. Ikuti aku."
__ADS_1
"Ahh? Baik... Ren-sama."
Suara Ren-sama menyadarkan ku dari ketakjuban. Aku merasa sedikit malu, memperlihatkan hal tak mengenakan pada Ren-sama.
Ren-sama memasuki pintu itu, aku pun mengikuti Ren-sama.
Setelah melewati pintu, pemandangan yang benar - benar luar biasa terlihat olehku.
Sebuah tempat yang indah dan menakjubkan, di isi oleh berbagai barang - barang yang tidak aku kenal.
Menakjubkan, Luar biasa, Megah, adalah kata - kata yang cocok mendeskripsikan nya.
Tetapi Bukan itu kehebatan yang sebenarnya, tidak salah lagi ini merupakan....
"R-Ren-sama, tempat apa ini?"
Aku bertanya dengan suara gemetar, tidak aku sangka hari dimana aku bisa melihat hal ini akan tiba.
"Ini, Inventory. Sebuah Ruang khusus yang aku miliki, ada apa?"
"Jadi begitu... Apakah maksud Ren-sama menanyakan Skill Ruang dan Dimensi adalah untuk mengetahui apakah 'Inventory' ini termasuk dalam skill itu?"
"Benar sekali, tapi aku Rasa skill Ruang dan Dimensi lebih hebat daripada ini. Tidak mungkin aku memiliki suatu hal seperti itu bukan?"
Ren-sa-ma........
Apakah anda memang tidak menyadari hal ini? atau anda hanya berpura - pura tidak tahu.?
Terlepas dari semua itu, sekarang aku semakin mengagumi Ren-sama.
Siapa yang akan mengkhianati sosok yang bahkan mempunyai Skill Ruang dan Dimensi? hanya orang bodoh diantara yang terbodoh yang akan melakukannya.
"Tidak... Ren-sama. Anda salah, bagaimana bisa anda menganggap sepele sesuatu sehebat ini?! Saya sangat yakin, bahwa ini merupakan Skill Ruang dan Dimensi!"
Uw...Uwaahh! Aku terlalu terbawa suasana, bagaimana bisa aku berbicara tak sopan pada Ren-sama?!
Bagaimana kalau Ren-sama membenciku?! padahal aku baru saja menemukan sosok yang paling aku kagumi.! Bodohnya aku! Bodohnya aku.! Tapi... Siapa yang akan tahan setelah melihat sebuah Skill yang hanya ada dalam Legenda tepat berada dihadapanmu sendiri?
"Apakah kau yakin Nirlayn? padahal aku tak melihat Inventory ini sehebat itu. Skill Ruang dan Dimensi harusnya lebih luar biasa dari ini kan?"
Ahhh.... Aku menyadari, ternyata Ren-sama memang hanya berpura - pura tidak tahu.
Ekspresi wajah yang terlihat tidak terkejut sama sekali. Membuktikan bahwa Ren-sama telah memperkirakan semua ini dengan baik. Dan lagi bagaimana mungkin, seseorang yang memiliki Skill sehebat ini bahkan tidak percaya pada skill yang dia miliki?
Ren-sama, sosok yang begitu Rendah hati dan lembut. Ren-sama bahkan berpura - pura seperti ini demi diriku yang hanya seorang bawahannya.
Ren-sama, anda bahkan menunjukan skill yang hebat seperti ini hanya untuk menghiburku.
Ya, aku bersumpah dalam hati. Mulai saat ini, aku akan mengabdikan seluruh hidup aku selamanya pada anda, Ren-sama.
"Mhm.. Lupakan tentang hal itu untuk saat ini Ren-sama, hal terpenting sekarang adalah memakamkan Rin-Yu bukan?"
Aku sebenarnya masih ingin tahu tentang tempat ini. Tentang skill yang tidak diketahui ini. Tapi, akan sangat keterlaluan bagiku untuk meminta lebih daripada ini.
"Oh.. Kau benar, Mayat Rin-yu ada disini."
Ren-sama menunjukan mayat seorang lelaki kurus dan kumuh. Mayat lelaki itu menunjukan ekspresi yang terlihat tersenyum bahagia. Lelaki ini dibungkus oleh kubus merah transparan yang merupakan kemampuan Ren-sama.
"Apakah kau sudah puas? Mayat Rin-Yu sudah kupindahkan sebelum kita melarikan diri dari Pria tua itu. Tentu saja aku melakukannya secepat yang aku bisa.."
"Saya sudah puas yang mulia, maafkan saya yang telah meragukan anda."
"Hm? ada apa denganmu? yah sudahlah... mari kita pergi untuk mencari kakaknya."
"Baik..!"
__ADS_1
Mungkin aku terlihat aneh dimata Ren-sama. Tapi sebenarnya aku sangat bahagia, kejadian saat ini merupakan awal dari kehidupanku yang baru.
Bersama Ren-sama......