Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 112 : Sang Kusir, dimulai


__ADS_3

Masakan dari seorang Nirlayn bagi Ren seperti sebuah kebahagiaan. Kenikmatan yang dirasakan ketika menyantapnya sangat berbeda dari masakan-masakan lain yang pernah Ren rasakan di dunia ini, walaupun, tingkat keenakannya hampir serupa.


Mungkin perbedaan dari kenikmatan ini disebabkan oleh kesungguhan yang ada dalam diri Nirlayn ketika menyiapkan masakan. Hanya sebuah kemungkinan, tapi Ren merasa bahwa itu benar adanya.


Setelah menyantap makanan bersama dengan Arystina dan Nirlayn itu sendiri, Ren membersihkan semua jejak kehidupan yang ada disana. Mulai dari peralatan sederhana bekas Nirlayn memasak, sampai rerumputan yang terinjak dan jejak kaki mereka pun telah dihapuskan.


Ren kemudian pindah ke jalan kecil yang berada beberapa jarak dari sana. Memerintahkan agar Arystina dan Nirlayn berganti pakaian dengan pakaian yang telah dia siapkan di dalam kereta.


Disaat Nirlayn dan Arystina berganti pakaian, Ren melakukan hal yang sama secepat kilat. Dalam satu detik, Ren sudah mengganti pakaian mewah miliknya dengan pakaian dari seorang kepala pelayan (Butler).


Meski yang digunakan adalah pakaian seorang kepala pelayan, tetapi Ren sanggup mengeluarkan karisma dari pakaian itu sendiri. Sehingga jika ada orang yang melihat ini, mereka akan berpikir bahwa Ren adalah kepala pelayan diantara kepala pelayan.


"Apa yang akan aku lakukan saat ini? Tentu saja bercermin," gumam Ren seraya tersenyum kecil.


Ren mengeluarkan <> dari tangannya, membuat sebuah cermin sederhana tanpa memantulkan sosok yang sempurna. Namun semua itu telah cukup, Ren dapat melihat diri sendiri, dan merasakan kepuasan dalam diri.


"Jadi ini ..." Kilatan cahaya berwarna merah muncul di mata Ren sesaat sebelum dia kembali berbicara, "seragam pelayan yang berseni."


Sudah cukup puas mengagumi diri sendiri, cermin yang terbuat dari <> segera dihilangkan oleh Ren. Bersamaan dengan itu, pintu kereta kuda terbuka, memunculkan dua wanita dari dalamnya.


Nirlayn dan Arystina muncul dengan mengenakan gaun yang hampir menutupi seluruh tubuhnya. Memiliki warna putih dengan motif berenda yang dilengkapi perhiasan berkilauan. Ini adalah gaun khusus yang disediakan oleh Ren, namanya adalah <>.


Kecantikan mereka semakin membara ketika mengenakan gaun spesial yang diberikan oleh Ren ini. Pesona dan daya pikat yang mereka keluarkan meningkat dua kali lipat. Ren sedikit heran, bagaimana sebuah pakaian dapat melipat gandakan kecantikan?


"Ren-sama, ini sedikit ... terlalu berlebihan," ucap Nirlayn seraya memasang ekspresi bermasalah dan kesulitan.


Tidak hanya kesulitan berjalan, bahkan mereka berdua terlihat kesulitan untuk bergerak. Ren sedikit merasa kasihan, tapi mau bagaimana lagi, ini adalah bagian dari rencana penyusupan.


"Saya kesulitan ... tapi, masalah kecil ini tidak sebanding dengan perintah anda, Yang Mulia!" kata Arystina dengan semangat yang membara dan senyum cerah miliknya.


Ren hanya mengangguk dan tersenyum, kemudian memikirkan dengan baik apakah semuanya telah siap. Kereta kuda yang akan ditarik oleh Avrogan dengan wujud kuda biasa, telah sesuai rencana. Penyamaran Arystina dan Nirlayn, sudah sempurna. Sedangkan untuk dirinya sendiri, tidak perlu dipertanyakan lagi.


"Baiklah, kalian berdua ..." Ren membungkuk ala seorang bangsawan kepada mereka berdua. Setelah bangkit, Ren tersenyum tanpa mempedulikan keterkejutan yang mereka alami, dan langsung berbicara, "aku adalah pelayan kalian."


"Eh?"


"Eh?

__ADS_1


Keduanya membalas secara bersamaan. Menatap pada Ren, menatap satu sama lain, dan terus bertindak seperti itu untuk beberapa saat. Setelah benar-benar pulih dari kebingungan, mereka langsung berteriak kebingungan, "Apa maksud Anda?!"


"Begini ..." Ren berbalik kemudian mulai menjelaskan.


Ren akan menjadi seorang kepala pelayan yang melayani Arystina dan Nirlayn sebagai bentuk penyamaran. Sedangkan Arystina dan Nirlayn akan bertindak sebagai tuan, artinya mereka akan menjadi wanita bangsawan atau sesuatu semacamnya yang sedang berkunjung ke Kerajaan Suci Sancteral.


Mungkin cara penyamaran ini sedikit terlalu mudah ditebak dan diketahui, tapi menurut informasi yang ada, musuh Ren yang sesungguhnya kemungkinan besar berada pada wilayah pusat. Sedangkan Ren saat ini masih di wilayah bagian selatan, sehingga kemungkinan munculnya skenario terburuk berada di bawah lima puluh persen.


Bahkan jika skenario terburuk itu benar-benar muncul, Ren akan langsung mengganti rencananya ke rencana cadangan yang telah dia siapkan dari saat ini. Dan terkadang, satu atau dua rencana cadangan memang sangat dibutuhkan bukan?


"Inti dari rencana ini adalah untuk mengelabui musuh dengan kemencolokkan kalian. Semakin kalian menarik perhatian, semakin besar kemungkinan berhasilnya, mengerti?"


Arystina dan Nirlayn mengangguk dengan penuh perhatian. Bahkan jika mereka tidak sepenuhnya mengerti, mereka akan berusaha untuk lebih mengerti. Itulah bukti kebulatan tekad mereka untuk memperlihatkan suatu kegunaan dihadapan tuan mereka sendiri.


"Bagus, kalian memang harus mengerti."


Ren mendekati kereta kuda, dan berhenti tepat didekat pintu masuk kereta kuda. Setelah diam dalam keheningan, Ren berbalik dengan senyuman khas yang ramah, seolah-olah dia telah berubah menjadi orang yang berbeda.


"Nona Nirlayn, dan Nona Arystina. Silahkan memasuki kereta."


Namun Nirlayn dan Arystina belum siap untuk melakukan peran mereka. Keraguan muncul ketika mereka memikirkan betapa beratnya harus merendahkan tuan mereka sendiri, walau semua itu hanya pura-pura.


"Eum ... baik, Ren-sama."


"Ya, Yang Mulia."


Arystina dan Nirlayn memasuki kereta kuda dengan suasana hati yang berat. Ren menyadarinya, tapi lebih memilih untuk diam karena ingin membiarkan mereka terbiasa sendiri.


Ren menaiki kursi yang di khususkan untuk sang kusir yang tidak lain dirinya sendiri. Sinar matahari hangat yang mengenai kulitnya memberikan sebuah sensasi terbaru, ini adalah sensasi dari seorang bawahan yang sesungguhnya.


"Aku merasa sedikit bersemangat."


Adanya sebuah penghalang yang dapat menangkal persepsi mana memanglah suatu hal yang baru dan belum pernah dirasakan. Kemunculan orang yang kuat juga sangat tinggi karena penangkal persepsi mana ini.


"Avrogan, berjalanlah."


Keistimewaan Avrogan sebagai kuda biasa yang menarik kereta kuda itu hanya satu, yaitu Ren dapat memerintahkanya untuk berjalan tanpa harus mengendalikannya seperti kusir biasa.

__ADS_1


Avrogan mulai bergerak dan menarik kereta kuda untuk melakukan perjalanan. Perannya sebagai kuda biasa dilakukan dengan cukup bagus, sehingga mendapat pujian dari dalam hati Ren.


"Sekarang, aku harus mencari cara untuk menangani penangkal persepsi mana itu."


Ren memang tidak khawatir ketika itu membicarakan keselamatan dirinya sendiri. Walaupun dihadapkan dengan musuh yang sangat kuat sekalipun, Ren malah akan senang karenanya. Tapi, itu adalah cerita yang berbeda ketika menyangkut orang terdekatnya.


Ren tidak ingin membahayakan mereka bahkan jika dia menyukai pertarungan dan tantangan. Prioritas utama Ren saat ini adalah memastikan keamanan Rakuza, Rusava dan Raytsa.


Setelah itu, Ren harus menelusuri serta mencari informasi mengenai organisasi yang dikatakan oleh Irlyana. Hal terakhir yang akan dilakukan, barulah mungkin sebuah pertarungan.


"Penangkal Persepsi mana ya, apakah ini adalah anti-sihir?" pikir Ren dalam benaknya.


Karena penangkal ini adalah suatu hal yang baru, Ren tidak mengerti terbuat dari apa penangkal itu.


Apakah terbuat dari sihir yang memang dikhususkan untuk menangkal persepsi mana? Atau itu adalah kekuatan baru yang belum pernah Ren dengar? Semua menjadi semakin menarik ketika semakin dipikirkan.


"Sepertinya belum bisa menemukan apa-apa ya? Kalau begitu, aku hanya bisa memperkuat keamanan mereka."


Ren memaksudkan pernyataan itu pada dua orang yang sedang berada dalam kereta kuda. Kekuatan Arystina tidak cocok dalam pertempuran, dan kekuatan Nirlayn masih belum cukup untuk membuat Ren berpikir dirinya aman.


"Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan mereka berdua ya? Apakah mereka merasa kehilangan atas diriku ini?"


Setelah semua, Ren tiba-tiba teringat akan keluarganya yang berada di bumi. Meski orang tuanya tidak pernah memberikan kasih dan sayang mereka, tapi Ren masih bersyukur sudah dilahirkan ke dunia melalui mereka.


"Apakah aku memang benar-benar ingin kembali kesana? Sedangkan ..." Ren teringat akan sifat orang tuanya.


Ayah dan Ibunya adalah orang yang lebih mementingkan pekerjaan daripada anaknya sendiri, itu memang merupakan sebuah fakta. Bahkan sampai Ren tumbuh dewasa, mereka tidak pernah bersama dengannya untuk satu hari penuh.


Mereka hanya mendorong Ren agar menjadi seorang yang sukses dan berpendidikan di masa depan. Mereka hanya meminta Ren untuk melakukan kewajiban, tanpa memberikannya hak kasih dan sayang sebagai anak mereka.


Namun berkat mereka pula, Ren menjadi seseorang dengan kepribadian yang tidak menentu. Kepribadian yang tidak menentu ini menyulitkan lawan-lawan dan saingannya bahkan ketika Ren berada di bumi.


Karena ini pula, mungkinkan musuh Ren saat ini tidak akan menyangka bahwa dia sedang menerobos ke sarang mereka sendiri? Atau mereka masih bisa menebak pergerakannya?


"Aku menantikannya ..."


Pikirannya yang mengingat keluarga sudah hilang begitu saja, seolah Ren benar-benar tidak mempedulikan mereka. Pikiran Ren kembali memikirkan, musuh-musuhnya yang akan dia hadapi nanti.

__ADS_1


__ADS_2