Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 69 : Avrogan dan Crundela


__ADS_3

Sebuah Tanduk menjulang dari Kepala nya dengan Luar Biasa, Tanduknya itu mengeluarkan beberapa Aliran Listrik setiap waktu. Sepasang sayap yang unik dan berbeda terpasang di kedua sisi tubuhnya. Sayap itu terlihat tegar dan keras layaknya sebuah Besi yang dibentuk seperti sayap.


Pada bagian Bulu sayap itu sendiri mengeluarkan beberapa Aliran Listrik sama halnya dengan Tanduk miliknya. Lalu Ekornya yang terurai ke belakang bagaikan sebuah Karya seni yang bersinar dengan indah. Tubuhnya yang berwarna Hitam dan Putih serta mengeluarkan Listrik menambah Kegagahan yang dia miliki.


Sebuah Kuda Bersayap yang pada saat pemanggilan Ren bayangkan sebagai Pegasus. Namun, Ren tidak menyangka bahwa [Beast Servant] yang dia inginkan dan bayangkan dengan terburu - buru malah menghasilkan sesuatu yang sebagus ini.


Burung Garuda yang Ren panggil menyebut Nama dari Kuda Bersayap ini dengan sebutan ... Avrogan.



Burung Garuda masih dalam Keadaan yang terkejut dan masih terus menatap pada Kuda Bersayap Avrogan. Keterkejutan nya ini sama sekali tidak mengganggu Avrogan yang sedang menatap Ren dengan seksama. Untuk beberapa saat, Kuda Bersayap Avrogan mengabaikan Sang Burung Garuda. Baru setelah beberapa saat, Avrogan berbalik pada Burung Garuda dan berkata ....


"Crundela? Begitu ya, aku dan kau sepertinya telah dipanggil oleh Blood Devil dihadapan kita."


Berbeda dari Burung Garuda yang disebut Crundela, Avrogan memiliki suara berat yang terdengar seperti seorang Lelaki. Keduanya memiliki Nada yang sama saat berbicara, yaitu bermartabat dan terhormat. Avrogan dan Crundela, mereka masih saling berbicara dan belum menghiraukan keberadaan Ren lebih lanjut.


Ren yang sedang diabaikan merasakan sesuatu yang membuatnya Nostalgia. Pada saat pemanggilan Rusava dan Raytsa dia mengalami Hal yang sama. Ren berpikiran mungkin Kedua [Beast Servant] ini juga akan menyerang nya.


"Tuan Avrogan, bagaimana mungkin anda dapat dipanggil oleh Blood Devil itu?"


"Aku tidak tahu, mungkin dia memiliki sesuatu yang Istimewa dan membuatku terpanggil kesini."


"Seorang Blood Devil yang bisa memanggil Tuan Avrogan? Apakah dia seorang Leluhur Sejati?"


"Seharusnya kau tahu, mustahil bagi para Leluhur Sejati dari Blood Devil memanggil [Beast Servant] tingkat Legendaris seperti diriku. Mereka hanya mampu memanggil [Beast Servant] tingkat Mythical sepertimu dan itu batasan yang mereka miliki."


"Itu berarti ...."


"Kau benar, dia adalah seseorang yang berada di Atas Leluhur Sejati."


Keduanya membalikan pandangan mereka kembali pada Ren yang berdiri dan menunggu. Sebetulnya, mereka berdua berbicara dengan Bahasa yang sama sekali tidak dapat dimengerti. Oleh sebab itu, Ren tidak bisa mengikuti pembicaraan mereka sedikitpun.


Dari sini, Ren meyakini bahwa sebelumnya Burung Garuda itu berbicara Bahasa yang sedang Ren pakai saat ini. Lalu setelah memanggil Kuda Bersayap disamping nya dengan sebutan Avrogan, mereka langsung mengubah Bahasa mereka.


Menyadari Kedua [Beast Servant] itu yang kembali berbalik ke arahnya, Ren mulai bertindak waspada. Dia khawatir bahwa keduanya tiba - tiba menyerang secara bersamaan, bagaimanapun Kedua [Beast Servant] itu terlihat kuat.


"Aku Rasa, kalian akan memulai pertarungan denganku?" Ren mencoba bertanya setenang mungkin.


Jika Ren menunjukan keberanian dan ketenangan seperti ini, dia berharap Kedua [Beast Servant] itu menyerah untuk bertarung dengan nya. Namun, Ren tidak mengetahui seberapa besar kekuatan mereka, bagaimana jika mereka berdua dapat mengalahkannya dalam sekali serang? Itu akan menjadi hal yang lucu karena kurang nya kewaspadaan.


'Tidak ada pilihan lain ....' Ren berkata dalam Hati.


"[Blood Ruler : Summon : Nuxuria]."


Ren melafalkan hal ini hanya untuk mengelabui para orang - orang yang menyaksikan dirinya saat ini. Akan sangat berbahaya jika mereka mengetahui soal Inventory yang dimiliki oleh Ren. Maka dari itu, Ren membuat sebuah Kalimat palsu bersama dengan Lingkaran Sihir palsu.


Lingkaran Sihir palsu milik Ren memiliki ukuran yang kecil. Ukiran - Ukiran Rumit yang Ren bayangkan seadanya terdapat dalam Lingkaran Sihir itu. Beberapa saat kemudian, Ren langsung memasukan tangan ke dalam Lingkaran Sihir untuk mengambil Pedang Nuxuria.


Kebenaran dari Lingkaran Sihir ini merupakan Pintu dari Inventory yang sedikit Ren modifikasi. Menjadikan Pintu ini terlihat seperti sebuah Lingkaran Sihir, dan dengan kalimat tambahan, itu akan menjadi sangat sempurna.


Shingg!


Ren mengibaskan Pedang Nuxuria tanpa mengeluarkan sedikitpun kekuatan yang ada di dalamnya. Hal ini dia lakukan agar sedikit menakuti Kedua [Beast Servant] yang ada di hadapannya.


Tindakan Ren kali ini terbukti benar, Kedua [Beas Servant] itu langsung mundur beberapa langkah menjauhi tempat dimana Ren berada.


Meskipun Wajah mereka adalah Hewan, namun Ren dapat melihat bahwa Raut wajah mereka sedang waspada saat ini.


"Aku bertanya sekali lagi, apa kalian menginginkan sebuah Pertarungan?"


Sedikit tekanan Ren keluarkan saat berkata seperti itu. Ren berharap bahwa Tekanan nya ini sedikit mengintimidasi namun tanpa membuat mereka Marah.


"Berhenti, aku tidak menginginkan sebuah Pertarungan." Ucap Avrogan menggunakan Bahasa yang dapat dimengerti.


"Aku berpikiran sama dengan Tuan Avrogan, aku tidak menginginkan Pertarungan." Ucap Crundela.


Jawaban yang benar - benar seperti Harapan yang ada dalam Hati Ren. Meskipun demikian, Ren masih tidak menyangka bahwa Harapan nya ini terkabul. Pertarungan antara Dia dan Dua [Beast Servant] sudah terbayang dalam Kepala miliknya, dan sekarang Bayangan itu sudah hancur lalu menghilang.


"Apa yang bisa kalian berikan sebagai Bukti? Kalian memiliki Kecerdasan dan tidak menutup kemungkinan bahwa kalian hanya berbohong."


Pilihan Ren untuk memastikan ucapan mereka berdua adalah pilihan yang sangat tepat. Kedua [Beast Servant] itu memiliki Kecerdasan dan Bahkan dapat berbicara. Kemungkinan mereka berbohong sangat tinggi dalam keadaan seperti ini.


"Hm ... Menarik, dirimu yang waspada dan bertindak dengan Hati - Hati membuktikan betapa banyaknya pengalaman yang telah kau alami. Aku bahkan tidak dapat melihat celah untuk menyerang saat ini." Avrogan kembali berbicara.


"Namun ... Bukti ya, Hm ... Bagaimana dengan sesuatu seperti Kontrak?" Avrogan menyatakan sesuatu yang mengejutkan.


Tidak dapat diragukan lagi, pernyataan Avrogan sangat membuat Crundela yang disamping nya terkejut. Bagaimanapun, Crundela masih belum memastikan bahwa Blood Devil dihadapannya cocok untuk menjadi Majikan. Namun, dengan cepatnya Avrogan menyatakan setuju.


"T-Tunggu, apa yang anda pikirkan Tuan Avrogan?! Bagaimana jika dia adalah orang yang memiliki Kejahatan dalam hatinya?!" Crundela Protes dengan Bahasa yang masih tidak dapat dimengerti.

__ADS_1


"Crundela, aku telah hidup jauh lebih lama darimu. Berbagai macam kekuatan maupun keberadaan di Dunia ini telah aku ketahui. Namun Pedang yang dia miliki, aku belum mengetahui sedikitpun tentang Pedang itu." Balas Avrogan yang merubah perkataan nya ke dalam Bahasa yang tidak dapat dimengerti.


"Pedang yang mampu membuatku mundur beberapa langkah hanya dengan sebuah ayunan tanpa kekuatan. Sesuatu semacam itu, aku belum pernah menemuinya." Avrogan melanjutkan penjelasan miliknya.


"Meski begitu, itu tidak membuktikan bahwa dirinya adalah orang yang baik. Bagaimana jika dia menyalah gunakan anda untuk melakukan Kejahatan dan menghan ...." Ucapan Crundela terhenti oleh perkataan Avrogan.


"Apa kau tidak mengerti ...!"


"Bukankah Aku mengatakan dengan sangat jelas, Pedang yang dia miliki dapat membuatku mundur bahkan tanpa mengeluarkan sedikitpun kekuatannya. Dengan sesuatu semacam itu, dia bahkan tidak membutuhkan diriku."


"S-Saya mengerti, maafkan saya ...."


"Tidak masalah, kau masih muda dan belum berpengalaman. Hanya satu yang aku sarankan padamu, jangan menilai buruk orang lain tanpa mengetahui kebenarannya."


Perkataan Avrogan menjadi tanda berhentinya percakapan antara mereka berdua. Ren yang masih tidak mengerti apa yang mereka ucapkan hanya bisa diam menyaksikan.


"Aku anggap perdebatan kalian berdua sudah selesai."


Sejujurnya Ren hanya menebak kedua nya sedang berdebat. Tebakan nya ini berasal dari gerakan tubuh serta Nada yang mereka keluarkan.


"Hanya kesalahpahaman kecil, tidak perlu mengkhawatirkannya. Lalu, bagaimana dengan Kontrak sebagai Bukti yang aku ucapkan tadi?"


"Hm ... Menarik, siapa Namamu tadi? Averogan?"


"Avrogan, yang benar adalah Avrogan."


"Oh ya, Avrogan. Jika kau berkata yang sesungguhnya, aku menginginkan Kontrak ini dibuat olehku." Ren tersenyum dengan licik.


Avrogan terdiam sesaat, memikirkan apa yang ditawarkan oleh Ren. Bagaimanapun, Kontrak akan lebih menguntungkan pihak yang membuat Kontrak. Lalu Kontrak akan setara dan seimbang jika yang membuat Kontrak adalah Pihak Ketiga. Ini adalah Rahasia dari Sihir Kontrak yang tidak banyak diketahui oleh orang - orang.


Pada saat Avrogan memikirkan hal ini, Crundela yang hanya diam dari tadi mengeluarkan suara.


"Tunggu, aku berubah pikiran dan ingin mengetahui kebenaran terlebih dahulu. Kebenaran tentang apakah dirimu layak atau tidak menjadi Majikan dari Tuan Avrogan."


"Crundela, bukan itu yang aku maksu ... Baiklah, aku berubah pikiran, pengalaman akan merubah dirimu dengan sendirinya."


Wajah Ren seketika menjadi berubah mendengar Pembicaraan keduanya. Rasa senang karena tidak adanya pertarung yang tidak berarti sekarang berubah. Kesenangan itu telah hilang dan berubah menjadi sebuah Perasaan lelah.


'Bukankah aku dikutuk untuk terus bertarung?'


Hanya karena Ren menyukai sebuah Pertarungan bukan berarti dia menginginkan Pertarungan setiap saat dan dimanapun dirinya berada.


"Tidak, aku hanya ingin Bukti bahwa kau layak dalam Hal kekuatan. Ini sederhana, kau dan aku akan melancarkan sebuah serangan untuk ditandingkan, dan andai kau menang maka aku akan percaya."


"Hm ... Bagus sekali, aku tidak ingin sebuah pertarungan yang sia - sia. Jika itu hanya beradu serangan maka tidak apa. Namun sebelum itu, kita harus berpindah tempat terlebih dahulu."


"Itu terserah padamu ...."


"Ah ... Hutan Loudeas yang tidak jauh dari sini, Ayo kita pergi kesana."


"Baiklah, lalu dengan apa kau kesana? Hm ... karena ini penting, akan kubiarkan kau menaiki Punggung ku." Crundela sedikit menambahkan Nada menyindir saat mengatakan hal ini.


Ren tidak membiarkan hal itu, dengan segera Ren melukiskan sebuah Senyum Ejekan pada Crundela.


"Apa kau bercanda? Kau lupa aku yang seorang Blood Devil dapat melakukan hal ini ...."


Swooosshhh!


Dua Buah sayap tumbuh secara tiba - tiba di Punggung Ren. Sayap ini lebih terlihat seperti ilusi karena berwarna darah dan tampak seperti Kabut. Crundela yang melihat hal ini terkejut dan membulatkan matanya.


"Jadi dirimu belum mengetahui bahwa Blood Devil bisa melakukan sesuatu seperti ini ya. Seberapa banyak yang kau ketahui tentang Blood Devil, Crundela?" Ucap Avrogan.


"Sa-saya hanya mengetahuinya sedikit, tentang kemampuan mereka yang disebut Blood Art, lalu mereka yang memiliki Tingkatan, dan beberapa hal kecil lainnya."


"Hm, pantas saja." Avrogan kembali diam setelah mengatakan hal ini.


"Hei, kau akan tetap berbicara? Itu akan membuang banyak waktuku. Ayo segera pergi dan ikuti aku."


Kedua Sayap Ren mulai bergerak dan membuat dirinya terangkat ke Udara. Kemudian, Ren terbang terlebih dahulu menuju Hutan Loudeas. Crundela pun tidak memiliki pilihan lain selain dengan segera mengikuti Ren. Diikuti oleh Avrogan, ketiga Individu itu pergi meninggalkan Halaman Istana Kerajaan yang dipenuhi dengan Kegaduhan.


Ren tidak menyadari bahwa seisi Istana terkejut dan berkumpul ke Halaman Istana untuk melihat apa yang sebenarnya ada di Halaman Istana itu.


*


Hutan Loudeas.


Ren berhenti tepat diatas mayat para Naga yang beberapa hari lalu dia bunuh dengan sekali serang. Mayat - Mayat itu kini sudah mulai membusuk dan mengeluarkan aroma menyengat sampai Langit dimana Ren berada.


Meskipun terganggu oleh Bau yang menyengat itu, Ren tidak memiliki tempat lain yang cocok. Tempat dibawahnya saat ini telah Rusak, dan andaikan mereka beradu serangan, itu tidak akan terlalu merusak alam karena pada dasarnya tempat ini sudah Rusak sebelumnya.

__ADS_1


Tidak butuh waktu yang lama sampai Avrogan dan Crundela tiba ditempat Ren berada. Keduanya melakukan hal yang sama, yaitu memperhatikan apa yang ada dibawah mereka.


"Mayat para Naga?" Avrogan mengeluarkan suara keheranan.


"Mayat itu masih baru, sepertinya beberapa hari yang lalu mereka terbunuh." Crundela memberikan Komentar.


"Hei, apakah kau tahu mengenai alasan mereka yang terbunuh?" Avrogan bertanya pada Ren.


"Aku pikir, semua ini disebabkan oleh perbuatanku, mungkin." Ren menjawab sambil sedikit bermain - main.


"Ahaha, aku mengerti. Tidak ada keberadaan yang lebih kuat darimu, setidaknya di Kota tadi." Avrogan tertawa.


Mereka bertiga mengakhiri sesi pembicaraan mereka. Ren dan Crundela mengambil jarak satu sama lain untuk melancarkan serangan nya masing - masing. Ren akan menggunakan Pedang Nuxuria kali ini, untuk berjaga - jaga apabila Crundela memiliki kekuatan yang jauh dari perkiraannya.


"Apa kalian berdua siap? Sesuai dengan Tanda dariku, mulai lah untuk mengeluarkan serangan terbaik kalian." Avrogan berbicara dan bertindak sebagai Juri dalam pertandingan kali ini.


"Bersiaplah, satu dua, dan tiga!"


Crundela memulai persiapan untuk menyerang. Saat ini, tubuhnya mengeluarkan Sinar Emas yang menyilaukan. Ini adalah salah satu Tanda bahwa dia akan melancarkan serangan nya. Kemudian, Crundela menengadah ke Langit, dengan suara yang keras dia berteriak ....


"Maafkan aku, tapi terima ini! [Divine Judgement]!"


Dari atas langit, tepatnya diatas Ren yang sedang terbang saat ini. Muncul sebuah Sinar yang baru dan memiliki warna yang sama dengan Tubuh Crundela. Jika diperhatikan dengan seksama, itu adalah sebuah Lingkaran Sihir berskala besar yang mengambang di Udara.


Ren yang menyadari bahwa serangan akan datang dari langit malahan memikirkan suatu hal yang lain.


'Apa kau bercanda? Kau menyerangku langsung sementara aku menyerang ke arah langit?'


Belum sempat Ren mengutuk Crundela yang bertindak curang, serangan telah datang dengan kecepatan tinggi. Itu adalah, sebuah serangan berbentuk Pilar Cahaya yang dengan cepat Jatuh ke arah dimana Ren berada.


Dalam sekejap mata, Pilar Cahaya berukuran Luar Biasa mengenai Tempat dimana Ren berada. Dengan lancar dan tanpa halangan, Serangan itu menghancurkan apapun yang dilewatinya. Tanah yang terkena serangan langsung hancur dan berlubang.


Ini adalah sebuah Serangan Unsur Cahaya yang berada jauh diatas Holy Judgement. Di Kerajaan ini, sudah dipastikan tidak ada yang bisa menggunakannya. Serangan yang disebut juga dengan Hukuman Dewa, akan menghancurkan apapun yang menghalangi serangan ini.


Seharusnya seperti itu, namun kemustahilan terjadi didepan Mata Crundela saat ini. Sosok Ren yang dia bayangkan menjadi debu tanpa sisa kini masih dalam keadaan utuh terbang di udara, dan ditempat yang sama.


"Mu-Mustahil?! Bagaimana kau bisa menahan serangan itu secara langsung!" Crundela berteriak tidak terima.


"Apakah aku harus berterima kasih? Atau malah merasa Marah?" Dibalik perkataan nya yang tenang ini, sebuah senyum mengerikan muncul pada wajahnya.


"Terima kasih karena perbuatanmu itu membuat diriku mengetahui sebuah Fungsi lain dari Pedang ini."


"Dan aku sedikit marah karena kau melakukan kecurangan."


"Nah ... Sekarang, adalah bagian diriku untuk menyerangmu, dan bagaimana jika aku menggunakan teknik yang sama denganmu. Hahahaha, aku penasaran seperti apa Teknik ini di Dunia nyata. Mari kita coba Skill [Divine Swordsman : Divine Judgement]."


Menggunakan Lengan yang menggenggam Pedang Nuxuria, Ren mengangkat ke atas Pedang nya. Berbeda dari Sihir yang digunakan oleh Crundela, ini adalah sebua Skill yang berasal dari Job miliknya. Apa yang terjadi jika skill itu diperkuat oleh Pedang Nuxuria? Ren bahkan belum mengetahuinya.


"Oh dan sebelum itu, aku akan menambahkan Element tambahan pada Serangan yang satu ini. Element ini adalah sesuatu yang aku dapatkan dari Raytsa bawahanku, yaitu [Ancient Blue Flame]."


"Inilah yang aku sukai dari Dunia, merubah dan menambahkan Skill adalah hal yang paling menarik yang pernah aku Rasakan."


"Teknik baru ini, akan kunamai dengan [Divine Swordsman : Blue Flame Divine Judgement]. Semoga kau menyukainya ...."


Wosshhh!


Api Biru yang membara menyelimuti seluruh bagian Bilah dari Pedang Nuxuria. Tidak cukup sampai disana, Api Biru menjadi sebuah Bilah Api yang membesar dan memanjang seiring berjalannya waktu.


Dari Kejauhan, Api Biru milik Ren lebih terlihat seperti Pedang Berukurang Raksasa yang sedang mengambang di langit malam. Panas yang dikeluarkan oleh Api Biru membakar Daun dari Pohon - Pohon yang berada cukup Jauh di Bawah Ren.


Ketika Ren merasa bahwa Api Biru sudah cukup besar dan sempurna. Itu terlihat seperti mimpi buruk, dan itu diayunkan menuju Crundela. Serangan yang Maha Dahsyat ini, dilancarkan oleh Ren hanya untuk sebuah Pertandingan. Tidak ada yang dapat mengerti, apa yang sebenarnya Ren pikiran saat ini. Yang jelas, serangan itu telah berhasil dilancarkan ....


Dururururu!


Krak! Krak! Krak!


Ketika serangan ini dilancarkan, Bumi bergetar dengan Hebat, Udara berubah menjadi Hampa dan Dimensi telah Retak.


Ukiran Hitam yang terlihat seperti Retakan memenuhi Udara, itu menjadi bukti bahwa dimensi dalam keadaan akan hancur saat ini.


Lalu apa yang dirasakan oleh Crundela?


Crundela tidak dapat berkata - kata lagi, saat ini yang dia pikirkan hanya kematian yang pasti menunggu dihadapannya. Bahkan Rasa panas yang hanya disebabkan oleh hembusan serangan itu terasa membakar seluruh Tubuhnya. Kematian dan Kehancuran, Crundela meyakini itu ketika melihat serangan yang satu ini.


Hanya beberapa saat lagi, serangan itu akan mengenai Crundela dan Juga tanah yang ada di bawah mereka. Namun ...


"Berhenti ...!" Avrogan berteriak.


____________

__ADS_1


Catatan Author : Hallo ~ Gambar Kuda diatas merupaka Ilustrasi dari Avrogan. Meski yang dimaksud oleh saya dalam cerita ini sedikit berbeda, namun kurang lebih mirip seperti itu. Untuk Gambar ini sendiri saya ambil dari sebuah Game dan bukan milik saya sendiri.


__ADS_2