Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 71 : Indacrus dan Kembalinya Ren ke Istana


__ADS_3

"Avrogan, apa yang kau maksud dengan menyambarku melalui Lingkaran Sihir ini? Apa kau tidak memiliki Keberanian untuk bertarung secara langsung?"


Indacrus berkata dengan Amarah yang langsung mengubah Suasana antara Indacrus dan Avrogan jadi menegangkan. Kedua nya mengeluarkan Aura permusuhan saat saling menatap satu sama lain. Ini sedikit membingungkan ketika Ren mengingat bahwa Avrogan sebelumnya berkata Indacrus adalah Teman.


"Indacrus ... Kalau begitu mari kita bertarung."


Indacrus dan Avrogan, tanpa berkata - kata lagi mereka langsung terbang ke langit dan mengambil Jarak satu sama lainnya. Sementara untuk Ren sendiri, dia hanya bisa merasakan Kepala nya yang sakit atas tindakan mereka berdua.


"Ya ampun, apa kalian berdua bercanda? Apa bedanya dengan tadi jika kalian bertarung."


Ren menggerutu seorang diri ketika menyaksikan Indacrus dan Avrogan yang berada di langit dan saling berhadapan satu sama lain dalam keadaan diam. Kemudian, sebuah Singgasana dia buat untuk dijadikan tempat baginya duduk.


Hutan Loudeas yang terkenal akan Tempat yang dipenuhi oleh Monster sama sekali tidak menghalangi Ren untuk duduk diatas Singgasana dengan tenang. Mencoba untuk menunggu dengan santai apa yang dilakukan oleh Kedua [Beast Servant] itu yang sedang terbang dilangit.


Tidak membutuhkan waktu lama sampai Indacrus dan Avrogan mulai menampakan sebuah Gerakan. Tubuh kedua Avrogan dan Indacrus mengeluarkan Aura Hebat yang menjadi Element mereka masing - masing. Avrogan dengan Aura Listriknya dan Indacrus dengan Aura Cahaya serta Api miliknya.


Lalu, hanya dalam satu kedipan Mata, mereka berdua melesat ke arah satu sama lainnya. Gerakan Indacrus maupun Avrogan sangat cepat sampai - sampai hanya terlihat Jejak Cahaya di Udara.


"Ah, apa mereka ini domba? Saling menabrak satu sama lain dengan Kepala?"


Ren tidak sabar untuk menunggu hasil, dan pemenang yang keluar dari Pertempuran Kepala ini. Hanya beberapa detik setelah Ren berpikir seperti itu ...


Bammm!


Indacrus dan Avrogan beradu, Cahaya yang menyilaukan Layaknya Kembang Api memenuhi Udara. Ketika Cahaya memudar dan mengembalikan Pandangan Ren terhadap mereka berdua. Ren, tidak dapat berkata - kata lagi, Indacrus dan Avrogan benar - benar Beradu Kepala.


"Hahaha! Avrogan, lama tidak bertemu!"


"Hahaha, lama tidak bertemu juga, Indacrus!"


Suara Avrogan dan Indacrus yang Gembira terdengar Jelas oleh Ren. Perilaku mereka berdua memang sudah diantisipasi oleh Ren sebelumnya. Namun, berbeda dengan apa yang Ren perkirakan bahwa mereka akan berpelukan, perkiraan Ren melenceng dan mereka malah saling beradu kepala.


"Hm ... Mereka sedikit, lucu." Ren tersenyum sedikit tanpa dia sadari.


Avrogan dan Indacrus telah melepaskan Kepala mereka yang beradu. Mereka berdua kemudian diam untuk beberapa saat di Udara dan saling berdekatan. Ren berpikir mungkin mereka sedang berbicara saat ini, Ren juga sudah berusaha mendengar Pembicaraan mereka namun, Bahasa yang mereka gunakan lagi - lagi tidak dapat dimengerti.


Prok! Prok! Prok!


Dalam Keadaan duduk, Ren menepukan kedua tangannya. Suara dari tepukan ini mengalihkan Perhatian Avrogan dan Indacrus yang saat ini di Udara.


"Bisakah kalian tidak membuatku menunggu lebih lama?" Ren sedikit menambahkan Nada sindiran ketika mengatakan ini pada mereka berdua.


Lalu tanpa banyak berkata lagi, Indacrus dan Avrogan langsung menghampiri Ren kembali. Keduanya berhenti tepat dihadapan Singgasana dan Ren yang sedang duduk disana.


"Maaf Tuan, aku sedikit terbawa suasana karena bertemu dengan Teman lama." Avrogan berbicara terlebih dahulu.


"Seseorang yang menjadi Tuan dari Avrogan adalah dirimu?" Indacrus berhenti berkata sejenak.


"Hm ... Biarkan aku melihatmu terlebih dahu ...!?"

__ADS_1


Kilatan Cahaya terlihat di Mata Indacrus dan membuktikan bahwa dirinya sedang terkejut saat ini. Dia bahkan tidak sempat melanjutkan perkataan nya hanya karena apa yang dia lihat dari dalam diri Ren.


"Maafkan perkataan saya tadi, akhirnya saya mengerti mengapa Avrogan bersedia menjadi bawahan anda. Tidak disangka saya diberi kesempatan untuk bertemu seorang Continents Holder kembali, setelah sekian lama."


Kali ini, bukan hanya Avrogan yang terkejut tapi Ren juga mengalami keterkejutan yang sama. Bahkan Mata spesial milik Raja Esdagius tidak bisa mendeteksi siapa Ren sebenarnya jika bukan Ren yang menunjukan identitas dirinya. Namun itu semua dengan mudah diketahui oleh Burung Garuda bernama Indacrus ini.


"Tunggu, apa yang kau maksud Indacrus? Tuan adalah seorang Continent Holder? Seorang Monarch?" Avrogan bertanya dan diliputi oleh Ketidakpercayaan.


"Aku melihatnya dengan Mata kepalaku sendiri dan aku yakin Mataku tidak pernah berbohong." Indacrus berkata penuh Keyakinan.


Avrogan tidak memiliki pilihan lain selain mempercayainya. Indacrus adalah [Beast Servant] dengan kemampuan Mata terbaik diantara yang lain. Mata Indacrus dikatakan bisa melihat dengan Jelas apa yang disembunyikan oleh orang lain, terutama sesuatu yang berkaitan dengan Mana dan Sihir.


"Aku mempercayai Matamu namun aku menolak pernyataanmu." Avrogan bersikeras menolak kenyataan semua ini.


Ren masih memperhatikan mereka berdua dengan penuh waspada. Terutama Indacrus yang dapat mengetahui bahwa dirinya adalah Continents Holder dalam sekali lihat. Setelah cukup berpikir, akhirnya Ren memutuskan jika Indacrus memiliki Potensi Ancaman, maka tidak ada pilihan lain selain pemusnahan.


"Mata yang luar biasa, Namamu ... Indacrus benar?"


Setelah sekian lama, Nada bicara Ren yang bertindak seperti penguasa sesungguhnya telah Keluar. Ada beberapa alasan penting mengapa Ren tiba - tiba mengubah Nada bicaranya ini. Indacrus yang menjadi objek pertanyaan Ren segera berbalik dan menjawab.


"Terima kasih, dan Nama saya memang Indacrus."


"Baiklah, aku ingin mengetahui apa yang kau lihat dalam diriku sehingga dapat menyimpulkan bahwa aku seorang Continents Holder?"


"Boleh saya bercerita? Ini berhubungan dengan mengapa saya bisa mengetahui anda."


"Aku memberimu Izin."


____________


Indacrus adalah [Beast Servant] yang terlahir sejak Zaman Perang para Continents Holder. Pada saat itu, seorang Continents Holder memanggil [Beast Servant] untuk dijadikan tunggangan sekaligus Hewan Peliharaan miliknya. Merupakan sebuah Kebetulan, [Beast Servant] itu adalah Indacrus.


Continents Holder itu adalah [The Soul Monarch] yang memiliki Nama Aschaliana. Seorang Continents Holder yang berasal dari Ras Roh dan juga merupakan seorang Perempuan.


Aschaliana memberikan sebuah Kekuatan yang Istimewa untuk Kedua Mata yang dimiliki oleh Indacrus saat ini. Dimana Fungsi Utama dari Kemampuan ini adalah untuk mengenali para Continents Holder yang lain.


Mata Indacrus dapat mengenali sebuah Tanda yang dimiliki oleh para Continents Holder dan itu adalah ... [Crown].


Singkat Cerita, Indacrus telah menjadi [Beast Servant] dari Aschaliana cukup lama. Indacrus selalu mengikuti segala macam pertempuran yang dilakukan oleh Aschaliana. Namun, pada suatu pertempuran, mereka berdua dikepung oleh Musuh dalam Jumlah yang Luar Biasa banyak.


Aschaliana terpaksa harus bertarung dengan Pemimpin Pasukan Musuh yang mengepung mereka. Aschaliana sebenarnya tidak ingin meninggalkan Indacrus untuk melawan Pasukan sebanyak itu seorang diri. Namun, Pemimpin Musuh itu tidak membiarkan Aschaliana menolong Indacrus.


Pada akhirnya, sekuat apapun Indacrus pada saat itu, dia tidak bisa melawan Pasukan musuh seorang diri. Indacrus terluka parah dan memaksa Aschaliana untuk membatalkan Kontrak mereka disaat pertempuran.


Disaat - saat terakhir, Indacrus melihat Pasukan Aschaliana telah tiba untuk membantu dirinya. Indacrus merasa tenang dan kembali ke alam para [Beast Servant]. Luka yang dia terima membutuhkan waktu yang sangat lama untuk sembuh. Ketika dia dipanggil kembali ke Dunia ini, sayang nya Aschaliana telah tiada entah kemana.


Para Continents Holder telah menghilang dan tidak diketahui keberadaan nya. Hanya ada satu yang pasti, dan itu adalah Kemunculan Ras baru dan lemah yang disebut dengan Manusia.


___________

__ADS_1


Ren mendengarkan Cerita dari Indacrus dengan sebaik mungkin. Tidak ada satupun perkataan dari Indacrus yang Ren lewati. Dengan mengumpulkan Kisah seperti ini, Ren berpikir bahwa mungkin suatu saat dia akan menemukan Alasan mengapa dirinya terpanggil ke Dunia ini.


"Saya dapat melihat Tanda [Crown] ini pada diri anda. Maka dari itu saya yakin bahwa anda adalah seorang Monarch, meski tidak tahu dengan pasti Monarch yang mana. Wajah para Continents Holder, telah hilang dari Ingatan saya."


"Indacrus, aku tarik ucapanku tadi kembali, sekarang aku mempercayai dirimu." Avrogan berbicara.


Indacrus mengangguk atas pernyataan yang dilontarkan oleh Avrogan. Sementara itu, Ren tidak mempedulikan Avrogan untuk saat ini. Dia hanya memikirkan apa yang dikatakan oleh Indacrus dan apa yang harus dia lakukan terhadap Indacrus.


"Hahaha, ini sedikit menarik untuk dipikirkan. Indacrus, karena kau telah mengetahui Jati diriku yang sebenarnya. Maka akan aku beri kau dua pilihan, jadilah bawahanku atau ... Mati." Ren tertawa dengan mengerikan.


*


*


*


*


*


Halaman Istana Kerajaan Aulzania.


Rakuza, Nirlayn, Rusava dan Raytsa masih terdiam tanpa bergerak sedikitpun. Meskipun Ren telah cukup lama meninggalkan Halaman Istana ini, mereka berempat masih dipenuhi oleh berbagai macam perasaan. Ren yang dapat memanggil [Beast Servant] tingkat Mythical dan Legendary dalam sekali coba membuat mereka tidak dapat berkata - kata.


'Apa yang tidak dapat dia lakukan?' Perkataan ini terus menerus mereka ulang dalam Hati.


Pemanggilan Crundela dan Avrogan sebelumnya juga membuat seluruh orang yang ada di Istana panik dan terkejut. Mereka langsung berhamburan Keluar Istana untuk memastikan apa yang terjadi. Namun setelah melihat apa yang ada di Halaman Istana sebenarnya, mereka terdiam.


Kembali lagi ke tempat dimana Keempat Bawahan Ren berada. Suasana masih diliputi oleh Keheningan yang cukup mengerikan. Tidak ada satupun dari mereka yang mengeluarkan suara, karena keheningan yang terasa semakin menyakitkan ini, Nirlayn memutuskan untuk bertanya.


"Um ... Nyonya Raytsa, apa mungkin bagi anda memanggil Dua [Beast Servant] sekaligus?"


"Mustahil." Raytsa memberikan Jawaban langsung tanpa berpikir sedikitpun.


Nirlayn hanya bisa tersenyum canggung karena pembicaraan nya sudah berhenti sampai disitu. Tidak ada pilihan lain bagi Nirlayn selain kembali diam dan berharap bahwa Tuan nya segera kembali.


Harapan Nirlayn terbukti dikabulkan, tidak lama setelah dia berharap Ren segera Kembali, Dua Cahaya dengan cepat mendekat dari Langit Hutan Loudeas. Pada saat Cahaya itu sudah semakin dekat, mereka memperlambat Gerakannya. Dan pada saat itu pula, sosok Ren terlihat oleh Mata semua orang yang hadir disana.


Cahaya Rembulan yang entah darimana menyinari sosok nya yang menunggang Kuda. Rambut Hitam yang terkena Angin menampakan seluruh bagian Wajah milik Ren. Sosok yang mengagumkan dengan Mata Merah menyala miliknya terasa lebih mengagumkan ketika menunggang Avrogan.


Semua orang yang hadir, dengan sendirinya terpesona akan sosok dia yang begitu mengagumkan.


Avrogan bersama dengan Indacrus mendarat perlahan pada Halaman Istana. Dengan segala kemampuan yang dia miliki, Ren turun secara Elegan. Kemudian, Ren berjalan dan menatap pada para Bawahan nya dengan senyum penuh Makna.


"Tidak perlu menatapku seperti itu, aku telah mendapatkan Kendaraan untuk kalian pergi Kesana."


Dengan wajah yang hanya dihiasi oleh sedikit senyuman, Ren menunjuk pada Indacrus ketika mengatakan Kendaraan. Dan seketika, keempat Bawahannya hanya bisa tersenyum masam menanggapi Ren, yang dimana Akal Sehat tidak berfungsi lagi pada dirinya.


'Adakah orang yang menyebut [Beast Servant] tingkat Legendaris dengan sebutan Kendaraan di Dunia ini?'

__ADS_1


Maka para Bawahan Ren akan dengan serempak Menunjuk orang dihadapan mereka saat ini. Dimana pada diri orang dihadapan mereka, sesuatu yang Legendaris dianggap tidak berharga dan diberi Nama Kendaraan semata. Pada titik ini, mereka tidak mampu lagi memikirkan seberapa tinggi Penilaian Ren terhadap sesuatu.


__ADS_2