Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 74 : Pertarungan dengan Derrian


__ADS_3

Prok! Prok! Prok!


"Pertunjukan yang bagus Derrian."


Ren bertepuk tangan sekaligus memberikan sebuah Komentar setelah melihat Latih Tanding antara Derrian dan Ksatria Aulzania lainnya.


Derrian yang baru saja selesai berlatih terkejut akan kedatangan seseorang yang tidak terduga. Meskipun dia terlihat merasakan lelah, namun dia tetap tersenyum untuk menyambut kedatangan Ren.


"Tuan Dirvaren, hal apakah yang membawa anda kesini?"


Derrian bersama dengan Ksatria Aulzania lainnya segera menghampiri Ren untuk menyambutnya. Para Ksatria Aulzania telah mengetahui Sosok Ren yang merupakan Pahlawan Kerajaan mereka. Maka dari itu, mereka saat ini begitu menghormati sosok Ren yang telah menjadi Penyelamat Kerajaan mereka.


"Tidak ada hal yang penting, aku hanya ingin melihat - lihat bagaimana Akademi ini beroperasi." Ren memperhatikan sekeliling nya.


"Mungkin, aku ingin membicarakan Masalah Senjata yang aku berikan beberapa Hari lalu."


Ren sendiri ingin memastikan suatu hal dari Derrian, itulah mengapa dia menyinggung Senjata Sihir yang dia berikan beberapa Hari lalu.


"Hm ... Jika untuk yang satu ini, bukankah anda sebaiknya bertanya pada Yang Mulia?"


Raja Esdagius, dia memang lebih mengetahui soal Kerjasama ini daripada Derrian. Namun apa yang Ren maksud tidak sepenting itu sampai harus bertanya pada Raja Esdagius sendiri.


"Tidak Perlu, aku hanya ingin memastikan bahwa Jumlah yang aku berikan telah sesuai dengan apa yang aku katakan."


Derrian sedikit membulatkan Mata, dan tampak berpikir akan sesuatu dalam benaknya.


"Anda tidak perlu Khawatir Tuan Dirvaren, semua telah sesuai dengan apa yang anda katakan."


"Mhm ...?"


Ren menyipitkan Mata saat memandang Derrian yang ada dihadapannya. Derrian langsung terdiam dan memasang wajah Pucat ketika berpikir apakah Jawaban yang dia berikan pada Ren salah. Namun setelah beberapa saat memperhatikan Derrian, Ren tersenyum penuh makna dan langsung berkata ....


"Itu Bagus Derrian, aku hanya menguji Kejujuranmu barusan."


Wajah Derrian yang tegang dan pucat seketika melunak. Para Ksatria Aulzania yang ada disana pun menghela Napas, karena sejak Ren bertanya, dia mengeluarkan Aura Intimidasi yang sangat menekan.


"Ngomong - Ngomong, bagaimana dengan Pedang yang aku berikan padamu secara Khusus?"


"Soal itu ... Tunggu sebentar." Derrian menghentikan Perkataan nya dan berbalik pada Ksatria Aulzania yang masih berkumpul di sekitar mereka berdua.


"Kalian semua Lanjutkan latihan. Aku akan berbicara dengan Tuan Dirvaren terlebih dahulu."


"Baik!"


Satu per satu dari mereka membubarkan diri untuk melanjutkan kembali Latihan yang sedang mereka jalani. Setelah memberi Perintah tersebut, Derrian menghadap pada Ren kembali sambil tersenyum.


"Jujur, saya tidak dapat menutupi kebahagiaan karena menerima Pedang yang luar biasa."


"Sebentar Tuan Dirvaren, saya akan mengambil Pedang yang anda berikan."


Belum sempat Ren menjawab sedikitpun, Derrian langsung pergi untuk mengambil Pedang miliknya.


"Apakah baru saja aku melihat seorang Lelaki paruh baya bahagia dengan wajah yang menjijikan?" Ren bergumam sambil melihat kepergian Derrian.


Derrian yang bersikap Bahagia dengan wajah yang aneh mengingatkan Ren akan seorang sosok yang hampir serupa. Dia tidak lain adalah Fraudlin Hurgart, seorang lelaki yang bahkan lebih tua dari Derrian.


Tidak Ren duga, Derrian ternyata pergi lebih lama dari apa yang diperkirakan. Bahkan Ren telah menyaksikan Latihan para Ksatria Aulzania dalam Kurun waktu yang cukup lama.


"Tidak ada pilihan lain ...."


Ren langsung menatap pada seorang Ksatria Aulzania Wanita yang akan melewati dirinya. Ketika Jarak mereka hanya beberapa langkah saja, Ren segera menghentikan langkah Ksatria Wanita itu.


"Aku ingin bertanya, apakah aku dapat membuat Kursi sementara disini?"


Ksatria Wanita itu tersentak, dia sepertinya tidak menyangka Ren akan menghentikan Langkahnya. Wanita itu langsung membuka Penutup Kepala yang dia kenakan. Setelah Penutup Kepalanya terbuka ....


"Maaf, tapi aku tidak tahu apakah itu diperbolehkan. Bukankah sebaiknya itu ditanyakan pada Ketua?"

__ADS_1


Seorang sosok yang tak asing muncul disana, Ksatria Aulzania Wanita yang bernama Oryna, seseorang yang telah bertemu dengan Ren di Hutan dekat Kota Ceeven dulu. Meskipun pertemuan mereka sangat singkat, Ren masih tetap mengingat wajahnya.


'Apa ini yang dimaksud dengan Kebetulan tidak berujung?'


Ren sangat bersyukur pada saat itu Oryna tidak melihat wajahnya. Namun Ren lebih bersyukur lagi karena tidak memakai Pakaian Hitam Bercorak merah seperti pada saat itu.


"Hm, kau tahu? Aku saat ini sedang menunggu dia disini, dan ... dia sangat lama."


"Dia? Tunggu, siapa dirimu sampai menyebut Ketua dengan sebutan Dia?" Oryna tampak tidak percaya.


"Aku hanya orang biasa, lalu mari kita lupakan itu ... Bagaimana dengan Izin membuat Kursi sementara?"


"Aku tidak tahu, lakukan apapun yang kau mau, tapi aku tidak bertanggung jawab jika ada masalah." Oryna berkata seakan tidak peduli dan langsung meninggalkan Ren pergi.


Mencurigakan, adalah apa yang Ren pikirkan saat ini. Apakah ini kebetulan semata? Oryna adalah satu - satunya Wanita yang tidak terpesona oleh ketampanan yang dimiliki oleh Ren. Bahkan Ren yang sudah terbiasa dengan semua itu mulai merasa aneh dengan perilaku Oryna.


'Apakah dia menyukai orang jelek? Tunggu, mengapa aku memikirkan hal yang tidak penting.'


Ren memutuskan untuk tidak mempedulikan Oryna lebih jauh, dan bermaksud untuk segera membuat Kursi menggunakan Blood Art miliknya. Namun bahkan sebelum Ren membuat Kursi itu, Derrian terlihat sudah kembali dari Kejauhan.


"Maafkan saya Tuan Dirvaren karena telah pergi untuk waktu yang lama. Saya harus kembali ke Rumah untuk mengambil Pedang ini."


Shing!


Sebuah Pedang ditunjukan pada Ren, dan itu adalah Pedang yang Ren berikan khusus untuk Derrian. Bilah Pedang ini mengeluarkan Cahaya Biru yang misterius dan tampak seperti sebuah Pedang Suci.


"Saya masih mengingat Nama dari Pedang ini [Holy Sword : Desvil]. Hanya dengan melihat Pedang ini pertama kali, saya sudah tahu betapa berkualitasnya Pedang ini. Saya yakin ini melebihi Pedang Sihir yang dapat dibuat oleh para Dwarf!"


Derrian bersikap berlebihan saat mengatakan tentang Pedang yang dia genggam. Kesenangan yang dia Rasakan begitu besar sampai Ren dapat merasakan betapa senangnya dia.


"Aku senang kau menyukainya, bagaimana kalau kita berlatih tanding sebentar?"


Pernyataan Ren yang mengejutkan langsung membuat Derrian terdiam. Ekspresinya langsung berubah menjadi seperti Ksatria yang telah siap Gugur di Medan Perang.


Dengan kemampuan Derrian saat ini, dia masih belum sanggup untuk melawan Ren dengan kekuatan penuh miliknya. Bahkan untuk melancarkan Serangan saja, Derrian tidak memiliki sedikitpun kesempatan.


"Uh ... Baiklah, suatu Kehormatan bisa berlatih tanding dengan anda."


* * *


* * *


* * *


Seluruh Ksatria Aulzania telah berhenti berlatih dan memutuskan untuk melihat Latih Tanding antara Derrian melawan Ren. Mereka semua tidak ingin melewatkan sedikitpun pertarungan yang amat langka ini.


Sekarang, Derrian sedang berhadapan dengan Ren diatas Arena. Seorang Juri yang masih diam diantara mereka berdua menandakan bahwa pertandingan masih belum dimulai.


Derrian akan bertanding menggunakan Pedang [Holy Sword : Desvil] Sedangkan Ren akan menggunakan Blood Sword yang dibuat oleh [Blood Art].


"Bersiap, dan ... Mulai!"


Tanpa menunggu lebih lama, Derrian langsung bergerak dengan kecepatan yang luar biasa. Cahaya Biru dari Pedang miliknya meninggalkan sebuah Garis Cahaya di Udara.


Dalam waktu kurang dari satu detik, Ren mengobservasi apapun yang ada disekitarnya. Mulai dari Gerakan Cahaya, Gerakan Manusia, sampai dengan Hembusan Udara. Menggunakan Persepsi Mana nya yang luar biasa, Ren mendeteksi apapun yang berada di dekatnya.


Dalam Penglihatan Ren ... Serangan yang akan dilancarkan oleh Derrian sangat jelas terlihat.


Clank!


Serangan Derrian yang mencoba untuk menusuk Kepala Ren dengan mudahnya ditangkis dan dipentalkan. Kali ini Derrian sama sekali tidak terkejut, namun dengan cepat langsung melakukan Gerakan selanjutnya.


Derrian menyeleraskan Pedang yang terpental agar dapat langsung menyerang kembali. Derrian melakukan putaran ke arah dimana Pedang terpental, dengan cepat Gerakan ini menyerang Kembali Ren dengan sebuah tebasan yang menuju lehernya.


Shing!


Tapi ... Sosok Ren telah menghilang dari sana, alhasil Pedang Derrian memotong Udara Kosong. Garis Cahaya berwarna Biru dengan indah melengkung di Udara tanpa mengenai apapun.

__ADS_1


Derrian meningkatkan kewaspadaan nya sebesar mungkin. Ren yang menghilang pasti akan muncul di suatu tempat dan langsung menyerang padanya. Meski begitu, Derrian yang melihat ke segala arah tidak menemukan tanda - tanda keberadaan Ren.


Ketika Derrian masih mencari dimana Ren berada. Dia merasakan sesuatu yang mengerikan dari balik punggung nya. Dan sesuatu yang dia Rasakan itu adalah ... Nafsu Membunuh yang amat besar.


Batasan yang Derrian miliki saat ini, berusaha dia tembus untuk menahan serangan yang akan datang. Derrian merasakan Nafasnya terhenti, namun dia tidak peduli. Derrian merasa bahwa Paru - Paru nya akan hancur, namun dia masih tetap berusaha. Terus berusaha untuk Menembus dan melewati, Batasan yang dia miliki saat ini.


"Haaaa ...!"


Derrian berteriak sebagai bukti bahwa dia saat ini mencoba untuk menembus batasan itu. Hanya sesaat, Derrian dapat melihat darimana arah serangan yang akan datang.


Clank!


Blood Sword milik Ren beradu dengan Pedang milik Derrian. Hanya untuk menahan satu serangan saja, Derrian melakukan apapun yang dia bisa. Ren yang melakukan serangan masih dalam keadaan tersenyum.


"Bagus Derrian, sepertinya kau telah berkembang dengan cukup baik. Jika itu dirimu yang sebelumnya, maka dapat aku pastikan sekarang kau kehilangan nyawa."


Derrian tidak memiliki waktu untuk mendengar dengan baik apa yang Ren katakan. Saat ini Pedang miliknya sedang beradu dengan Pedang milik Ren, dan semakin lama, Derrian semakin terpojok.


Mengetahui bahwa kondisi akan semakin memburuk, Derrian langsung membawa Pedangnya dan melompat untuk mundur terlebih dahulu.


"Hossh ... Hosh ...."


"Biarkan saya mencoba lagi ...."


Derrian masih belum menyerah walaupun bernapas dengan tidak karuan. Sepertinya dia bersungguh - sungguh untuk menjadi lebih kuat.


"Silahkan ...." Ren memberi persetujuan.


Derrian sekali lagi bergerak dengan kecepatan luar biasa. Secara langsung, dia menyerang Ren kembali, namun bukan dengan serangan tunggal seperti tadi. Beberapa Tebasan dia lancarkan, sambil terus berusaha untuk menghindari beberapa serangan balasan dari Ren.


Horizontal, Vertikal, dan Diagonal, Derrian terus mengubah arah dan bagaimana cara dia menebas. Sepertinya dia menggunakan semacam skill tertentu, terbukti dari Tebasan yang dia keluarkan lebih memiliki Kekuatan dari Tusukan awal yang dia lancarkan.


Clank! Clank! Clank!


Garis Cahaya dan Percikan Api secara terus menerus terjadi. Seluruh Arena sekarang berubah menjadi tempat yang dipenuhi oleh Warna dan Cahaya. Pada saat ini, Ren merasakan bahwa Serangan Derrian secara bertahap menjadi lebih kuat.


"Menarik, sepertinya kau masih memiliki Potensi untuk berkembang lebih jauh."


Ren masih dapat berbicara walaupun dalam keadaan bertarung seperti ini. Sementara Derrian, dia mulai merasakan kelelahan di setiap bagian tubuhnya. Hal ini menunjukan Betapa jauhnya perbedaan Stamina mereka berdua.


Derrian menghentikan Serangan nya lalu melompat mundur kembali. Berbeda dari Ren, dia tidak dapat berbicara jika dalam keadaan bertarung.


"Saya berharap seperti itu .... Haaaa!"


Setelah mengatakn beberapa patah kata, Derrian langsung kembali menyerang. Kali ini dia menyerang dengan cara memutarkan tubuh. Pedang bergerak sesuai dengan Tubuh yang berputar dan terus menerus menyerang Ren yang bertahan.


Jika dilihat dari atas serangan ini menghasilkan Cahaya Biru yang terlihat memutar. Apakah skill ini bernama Serangan Gasing? Ren tidak mengetahui apapun, yang jelas Pedang miliknya secara bertahap terkikis oleh Serangan ini.


Krakk! Trank!


Blood Sword milik Ren Retak lalu kemudian itu hancur berkeping - keping. Derrian tidak melewatkan kesempatan ini sedikitpun dan melancarkan Serangan terakhir yang bisa dia lakukan.


Sreetttss!


"Hm ... Kau sudah berkembang karena dapat melukaiku."


Ren memegang pipinya yang telah terluka dan mengeluarkan Darah. Sementara untuk Derrian, dia hanya diam dan tidak bergerak lagi, Mata nya yang tertutup menandakan bahwa dia kehilangan kesadaran.


Brukk!


Tubuh Derrian Rubuh bersama dengan Pedang yang terlepas dari Genggamannya. Para Penonton yang melihat ini langsung berlari menghampiri Derrian.


"Ini sedikit menarik, sebelum aku menyerang dia sama sekali belum berkembang ...."


Sebelum pergi, Ren memutuskan untuk memeriksa Kondisi Derrian terlebih dahulu. Berdasarkan Persepsi Mana miliknya, Derrian tidak memiliki Cedera serius dan hanya kelelahan. Bahkan, Mana yang Derrian miliki saat ini menjadi lebih murni.


"Ya, mari kita pergi."

__ADS_1


Berbalik dan Pergi tanpa peduli, mungkin itulah yang dipikirkan orang - orang terhadap Ren. Tetapi pada kenyataan nya, Ren mempedulikan Derrian meski itu hanya sedikit.


__ADS_2