Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 97 : Ketersiksaan dalam Kehidupan.


__ADS_3

"Aaa ... Aaa ... B-Baik, aku ... Aaa! ... Akan Berbicara!" Irlyana memohon dengan Putus asa.


Ren hanya perlu mematahkan satu lengannya dan Irlyana sudah menyerah. Bagi Ren, Irlyana yang menyerah sangat cepat itu bagus karena dapat menghemat Waktu. Untuk sementara, Ren melepaskan Irlyana terlebih dahulu, dan menyembuhkan Lengannya yang patah.


Setelah Ren melempaskan dan menyembuhkannya, Irlyana segera menjauhkan diri dari Ren.


Ren menyangka bahwa Irlyana akan mencoba lari kembali, dan disaat itu, Ren berniat untuk benar - benar membuatnya Putus asa. Namun prasangka Ren salah besar, Irlyana menjauh bukan karena ingin melarikan diri, melainkan Murni karena ketakutannya kepada Ren.


Meskipun Ren tidak dapat menyangkal bahwa dirinya cukup Kejam, tapi jika dilihat seolah dirinya Monster itu cukup menyakitkan.


"Sepertinya kau tahu situasi, bersiaplah untuk menjawab segala macam pertanyaanku. Dan jika kau Berbohong sedikit saja, maka akan tahu akibatnya." Ancam Ren dengan penuh Intimidasi.


Harapan Ren adalah Irlyana benar - benar menyerah dan memberitahukan segalanya.


Namun tanpa Ren duga, Irlyana malah menunduk dan mengeluarkan Air Mata yang Deras. Seolah - olah, dia merasakan Kesedihan dan Penyesalan yang amat mendalam karena telah berbuat Kejahatan. Bahkan Ren tidak dapat menahan Rasa Kasihan yang muncul dihatinya ketika melihat Irlyana yang seperti ini.


Rasa Kasihan kepada Irlyana yang telah mencoba Trik Murahan padanya ...


"Pfftt ... Hahahaha! Sungguh menyedihkan, siapa dirimu mencoba trik murahan seperti itu padaku?" Ejek Ren dengan Wajah yang mengesalkan.


Perkataan Ren terbukti nyata, Irlyana sebenarnya cuma bersandiwara untuk menarik Rasa Kasihan dari Ren. Setelah Ren mengatakan itu, Irlyana langsung mengubah Sikapnya, menampakan Ekspresi Kesal karena gagal dalam usahanya.


Usaha yang jelas sia - sia, karena pada kenyataannya, butuh Kecantikan yang berada di tingkat Surgawi untuk menggoyahkan Hati Ren. Siapa dia yang seorang Wanita Bertanduk mencoba melakukan Hal itu?


Dia hanya seorang Wanita yang ditakdirkan menerima Kemalangan yang tiada habisnya.


Nirlayn sudah menyiksanya sampai Mati. Lalu ketika dia merasa sudah terbebas dari Dunia ini, dia dihidupkan kembali. Setelah dihidupkan, dia langsung menerima sebuah Hadiah berupa Pematahan Lengannya yang Kejam. Semua itu, menggambarkan betapa menyedihkannya Irlyana.


Sebegitu menyedihkannya, sampai Ren menganggap Irlyana tidak pantas menerima Kekejamannya, "Sudahlah, kau tidak memiliki kesempatan lagi. Hidup dan Matimu sudah ditentukan dari awal ketika kau berusaha membunuhku."


Pada titik ini, Ren sebenarnya masih memberikan Belas Kasihan pada Irlyana karena dia memang menyedihkan. Ditambah, Ren masih membutuhkan Informasi yang dimiliknya sehingga Ren begitu berhati - hati dalam melakukan Interogasi. Jika Ren tidak membutuhkan Informasi itu, maka Ren tidak akan segan untuk memasukan Irlyana pada Serangkaian Siksaan tanpa batas yang telah dia siapkan.


Namun Bodohnya, Irlyana menyia - nyiakan Belas Kasih itu dan malah memikirkan sesuatu yang dapat membuatnya semakin menderita.


"Grg ... Baiklah, aku akan menjawab semua pertanyaanmu." Ucap Irlyana dengan senyumannya yang buruk. Irlyana mengambil sebuah Pisau entah darimana, dan mengarahkan Pisau itu pada Lehernya sendiri. Senyum yang lebih buruk muncul disana, "Aku akan menjawab pertanyaanmu dari Neraka! Ahahahhaa!"


Shing!


Pisau membelah Kulit dan Daging yang ada dilehernya. Tidak dapat dipungkiri lagi, Irlyana kemungkinan besar akan Mati dengan Luka seperti itu. Meski demikian, Irlyana sama sekali tidak takut akan kematian. Irlyana malah menampakan Senyum yang lebih buruk dari sebelumnya karena sangat percaya diri akan Mati.


"Hm, kebodohan tak terbatas." Ucap Ren sekilas.


Irlyana, dia tidak lebih dari Seekor Serangga yang tidak mengetahui siapa yang dia lawan sebenarnya. Otak yang dimiliki oleh Irlyana sepertinya tidak mampu memahami Kekuatan dari seorang Anryzel Dirvaren. Ren telah membangkitkan Irlyana dari Kematian, bukankah sangat bodoh jika Irlyana menghindari Ren dengan menggunakan kematian sekali lagi?


Makhluk yang satu ini, benar - benar tidak dapat disembuhkan Kebodohannya.

__ADS_1


Ren menyaksikan Tindakan Irlyana dengan Senyuman yang Sinis. Kemudian dengan tidak pedulinya, Ren menciptakan sebuah Singgasana menggunakan Blood Art dan duduk diatasnya.


"Apa kau mencoba untuk Mati?"


Irlyana pada awalnya begitu yakin akan kematian yang akan segera menghampirinya. Namun setelah Ren mengatakan itu, barulah dia menyadari bahwa dia sama sekali tidak Mati. Hanya ada Rasa Sakit Hebat yang disebabkan oleh Tenggorokannya yang teriris.


Kedua Mata Irlyana membulat dan menonjol seakan dapat keluar kapan saja. Irlyana langsung meronta - ronta, mencoba menahan dan menutup Tenggorokan yang telah terbuka. Rasa Sakit yang disebabkan oleh dirinya sendiri itu bahkan melebihi Rasa Sakit ketika Ren mematahkan Tulangnya.


Tenggorokannya yang teriris memang tidak dapat membuat Irlyana berteriak maupun berbicara. Namun dapat dengan Jelas terlihat dalam Ekspresi Kesakitannya itu muncul sebuah Pertanyaan "Mengapa aku tidak Mati?"


"Heh."


Semenjak keluar dari Kekosongan, Ren telah mengalami Perubahan. Terutama dalam sikapnya, kini Ren lebih lembut dan lebih baik daripada sebelumnya. Maka dari itu, Ren tidak akan membiarkan orang yang sudah kesakitan memiliki Rasa Penasaran dalam dirinya.


"Kau ingin tahu mengapa kau tidak Mati? Sederhana saja, aku belum mengizinkanmu Mati." Ren menjawab namun tidak sepenuhnya menjawab.


Ren tidak menjelaskan mengapa Irlyana masih tetap Hidup. Kemampuan macam apa yang digunakan oleh Ren sehingga bisa berbuat seperti itu. Ren sama sekali tidak menjelaskannya. Padahal ini adalah sebuah Kemampuan Baru yang didapatkan Ren.


Dengan menggunakan Blood Ruler sebagai pengendali Darah yang ada dalam Tubuh Irlyana, Ren dapat mengendalikan Darah itu agar mengalir sebagaima mestinya. Sebagai Contoh, walaupun Kepala Irlyana dipenggal, selama Ren masih mengendalikan Darah itu agar terus menyambung antara Dua Bagian yang terpisah, maka Irlyana masih dapat bertahan hidup.


Efek Samping dari Kemampuan ini adalah Rasa Sakit yang tak tertahankan.


Kemampuan ini dipikirkan oleh Ren sesaat sebelum Irlyana mencoba membunuh dirinya sendiri. Pada saat itu, Ren melakukan Pertaruhan yang sangat berisiko, dimana jika Kemampuan Ren gagal dan Irlyana masih Mati, maka Ren akan menderita Kerugian yang besar. Baik itu dari segi Item Elixir yang telah dia pakai, maupun Kerugian karena telah kehilangan Informasi.


Kemampuan ini memang sangat Istimewa karena menentang Logika dan Hukum Alam. Oleh karena kemampuan ini begitu Istimewa, sampai - sampai Ren menamakannya dengan [Blood Ruler : Preserver of Life and Death].


Setelah Ren berkata demikian, Nirlayn menghampiri Ren. Alasan Nirlayn mendekat sudah dapat diketahui, Nirlayn sudah pasti Penasaran dengan Kemampuan Ren yang satu ini.


"Ren-sama ... Dapatkah saya mengetahui Kemampuan baru luar biasa macam apa lagi ini?"


"Kau tahu Nirlayn? Ketika kau memasang wajah Penasaran, itu terlihat seperti Anak Kecil. Membuatku sulit untuk mengatakan tidak padamu."


"E-Eh?! Kalau begitu, lain kali saya tidak akan menunjukannya."


"Tidak, aku cukup menyukai Wajah Lucu seperti it- ... Ehm! Baiklah, akan aku beritahu padamu, ini adalah ... [Blood Ruler : Preserver of Life and Death]."


"[Blood Ruler : Presper of Laif en Deth]?" Nirlayn dengan lucunya salah mengeja Kemampuan Ren.


Mendengar Nirlayn mengucapkan Nama kemampuannya dengan salah, Ren menahan Tawa sebisa mungkin, "Pf ... Hm, ini adalah Kemampuan Sederhana, Pemelihara Hidup dan Mati."


"Pemelihara Hidup dan Mati?! Bukankah itu Kemampuan yang luar bia- ..."


Brakkk!


Perkataan Nirlayn disela oleh sebuah Suara dari Benturan sesuatu. Ren dan Nirlayn langsung mengalihkan Perhatian pada asal suara yang ternyata adalah Irlyana.

__ADS_1


"Sepertinya kita terlalu banyak membuang Waktu, Nirlayn ... Simpan Pertanyaanmu untuk nanti."


Ren bangkit dari singgasana dengan cara yang Elegan. Singgasana itu, kemudian menghilang secara bertahap setelah Ren meninggalkannya.


"Karena kau adalah Wanita Bodoh ..." Ren berbicara pada Irlyana seraya berjalan ke arahnya.


"... Aku akan membiarkanmu mengerti." Aura Merah Darah mengalir diantara Lengan Ren, membentuk sebuah Blood Sword ditangannya.


Apapun itu, yang akan dilakukan oleh Ren sudah pasti mimpi buruk, Irlyana mengetahui hal itu. Luka dan Rasa Sakit, Penderitaan dan Keputusasaan, tidak lagi Irlyana pedulikan. Sekarang yang harus dia lakukan adalah ... Mencoba untuk melarikan diri sebisa mungkin.


Merangkak dan Merangkak ...


Setiap Langkah Ren yang terdengar semakin mendekat, itu akan menambah Ketakutan, Keputusaan dan Kesakitan yang Irlyana Rasakan.


"Aku bertanya - tanya, mengapa orang yang kalian kirim kepadaku selalu seperti ini. Sombong dan Meremehkan ketika pertama bertemu, lalu menangis dan Putus asa ketika kusiksa."


Ren kemudian menebas ...


Shing!


Apa yang disebut dengan Kepala, telah terputus dari Tubuh Irlyana. Kepala Irlyana itu jatuh, dan berguling - guling diatas Tanah.


Namun Mimpi Buruk dan Terror dari semua ini bukanlah Kematian. Melainkan Kehidupan yang lebih buruk dari Kematian.


"Aku mungkin tidak merasakannya secara nyata, tapi aku tahu. Apa yang kau Rasakan itu menyakitkan, bukankah demikian, Irlyana?"


Tubuh dan Kepala Irlyana yang telah dipisahkan masih menampakan Tanda - Tanda Kehidupan. Semua ini merupakan perbuatan Ren, dengan menggunakan apa yang dia sebut dengan [Blood Ruler : Preserver of Life and Death]. Maka Irlyana tidak akan Mati bahkan jika Kepalanya terpisah seperti ini.


Ren memperhatikan dengan seksama Kondisi Irlyana, dan berbicara, "Sungguh Berhasil bukan?"


Darah mengalir diantara Tubuh dan Kepala Irlyana. Darah itu keluar dari dalam Tubuh Irlyana, lalu mengalir menuju Kepala Irlyana, melewati Tanah, Rerumputan, dan berbagai macam hal, kemudian masuk lagi ke dalam Kepala Irlyana. Pemandangan yang Mustahil Nyata ini dapat direalisasikan menggunakan


[Blood Ruler : Preserver of Life and Death].


"Umu ... Baiklah."


Meski ingin melakukan beberapa Hal lagi, tapi Ren memutuskan untuk menghentikan Perbuatannya lebih lanjut. Niat awal ingin menyelesaikan semua Hal dengan cepat, malah berubah menjadi membuang - buang Waktu seperti ini. Suatu Kebiasaan memang sulit untuk dihilangkan, begitu juga dengan Kebiasaan Ren yang satu ini.


"Aku memberimu Kesempatan ..." Ren mengambil Kepala Irlyana, kemudian menyatukannya kembali dengan Tubuh Irlyana.


"Haaaaa!!!" Irlyana langsung bangkit dan menghirup Napas dalam - dalam.


Sekujur Tubuhnya berkeringat, semua Bagian kulitnya Pucat dan dia telah kehilangan Tenaga. Kesengsaraan, Kepedihan, Kesakitan dan Keputusasaan yang baru saja dia Rasakan masih menempel dalam Otaknya.


Akan tetapi, pada saat ini Ren sama sekali tidak memiliki Pengampunan.

__ADS_1


"Pertanyaan Pertama, siapa yang memerintahkanmu membunuhku?"


__ADS_2