Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Chapter 18 : Tragedi Four Springs


__ADS_3

"I-Ini.. Lio-n K-King?" Yuki memasang wajah pucat dan ketakutan.


"D-Dan lagi 3 E-Ekor?" Arisu berbicara pelan.


"Ini Buruk. Sungguh Buruk." Kazumi berbicara seakan tak percaya.


"Satu saja, hampir mustahil. Ini ada tiga? kesialan apa lagi kali ini." Reigin seakan berbicara pasrah.


Semua orang dari Party Four Springs gemetar ketakutan. Mereka memasang wajah pucat dan membeku. Perhatian mereka sepenuhnya teralihkan pada tiga ekor Lion King.


Mereka tidak menyadari, Ren yang sedang tersenyum menakutkan dibelakang mereka.


"Grkk.... Arisu, Reigin, Yuki! bersiap bertempur!" Kazumi berteriak.


Berkat teriakan Kazumi, tiga orang lainnya tersadar dan bersiap untuk bertempur.


Meski ekspresi takut masih ada di wajah mereka.


Kazumi adalah pemimpin di party Four Springs ini. Kazumi tahu dengan baik kemampuan Party mereka. Satu Ekor Lion king mungkin masih ada kemungkinan bagi mereka untuk menang. Namun untuk tiga ekor muncul sekaligus mereka hanya akan dibantai tak bersisa.


"Ren! Kami akan mengalihkan perhatian nya! kau kabur secepat yang kau bisa!"


Kazumi berteriak sambil masih terlihat waspada. Mendengar ini Ren mengangguk, dan berlari ke arah kuda dan menaikinya.


Ren yang menunggang kuda dan berusaha melarikan diri menarik perhatian Lion King.


"Tch.. Semua?! kalian siap?!"


"Tentu!"


"Reigin, Provokasi!"


"Arisu siapkan Sihir terkuatmu."


"Yuki jaga jarak dan tembakan panah dari belakang!"


Reigin yang diperintah oleh Kazumi bergerak maju terlebih dahulu. Arisu mulai menyiapkan skill terkuatnya, sementara Yuki mundur ke belakang arisu untuk menjaga jarak.


Melihat musuhnya siap menyerang, seekor Lion King maju. Sementara yang lain tetap diam di tempat. Seakan mereka berusaha mengejek Kazumi dan kawan nya.


"Kau! jangan remehkan kami!"


Reigin meneriakan Provokasi nya, namun Lion King itu masih berjalan dengan santai. Tidak terpengaruh sedikit pun.


Lion King, sebuah Monster Kelas atas. Memiliki bentuk seperti singa namun bersayap dan bulu nya mengeluarkan api.


Setiap jejak yang Lion King tinggalkan, mereka akan terbakar dan hangus.


Pemandangan Lion King yang berjalan dengan Gagahnya membuat Party Four Springs gemetar.


Tapi Four Springs tidak menyerah, mereka akan berusaha sebaik mungkin untuk melawan.


Menang? tidak mungkin.


Lari? sia - sia.


Hanya kematian yang akan datang kepada party Four Springs. Mereka tahu kenyataan ini, tapi masih terus melawan.


Mungkin jika sebuah keajaiban datang, mereka akan selamat dan terus hidup di dunia yang keras ini.


"Arisu! serang!"


"Okay!....Fire Breath!"


Sebuah Lingkaran sihir muncul di depan arisu. Dari lingkaran sihir itu, muncul sebuah api yang panas. Api itu tidak hanya diam tetapi menyembur layaknya nafas naga.


Meluncur menuju Lion King yang sedang berjalan dengan tenang.


Lion King melihat api ini menuju ke arah dirinya. Lion king membuka mulut dan menyemburkan sebuah api yang sama besarnya. Tapi semua itu hanya pengalihan.


"Kena kau!"


Menggunakan sihir api Arisu sebagai umpan, Kazumi berhasil mendekati Lion king.


"Haaaa!! Moon Cutter!"


Kazumi melancarkan serangan terkuatnya dengan arah vertikal. Targetnya berada di leher Lion King itu sendiri.


Baduummmm!!!


Ledakan terjadi ketika pedang Kazumi bersentuhan dengan kulit Lion King.


Arisu, Reigin dan yuki berharap bahwa serangan yang Kazumi lakukan setidaknya berhasil. Ledakan itu menghasilkan kabut yang menghalangi pandangan mereka.


"Apakah Kazumi berhasil?!" Yuki berteriak.


Groaarrrrr!!!


Suara Raungan singa terdengar dari arah kabut. Disertai oleh gelombang kejut yang luar biasa membuat Mereka dipaksa mundur beberapa langkah.


Setelah kabut sepenuhnya menghilang, sosok kazumi terlihat.


"T-Tidak! Kazumi!" Yuki


Yuki berteriak histeris, sosok Kazumi telah tergeletak dengan penuh luka bakar di sekujur tubuhnya.


"T-Tidak! Sialan kau!"


Reigin tidak bisa menahan emosinya, Reigin walaupun seorang Tank menyerang langsung ke arah Lion King tersebut.


Clank!


Clank!


Suara benturan antara perisai Reigin dan Kulit Lion King terdengar. Meski pun Reigin dapat menahan serangan dengan perisai nya.


Tapi serangan Lion King terlalu berat, perlahan lengan Reigin merasakan mati Rasa.


"Tidak! Reigin awas!!"

__ADS_1


Arisu yang biasanya pendiam berteriak dengan sekencangnya. Reigin menyadari teriakan arisu, dan berusaha untuk mundur.


Tapi semua telah terlambat, Nafas api Lion King menyerang tubuhnya.


Tidak ada kesempatan lari, Reigin berusaha menahan serangan itu dengan perisai nya.


"Gahhh!!!!"


Reigin berteriak karena sakit yang luar biasa.


Perisai yang Reigin miliki meleleh, Reigin terdorong dua puluh meter jauhnya.


Kondisi nya begitu mengenaskan, seluruh perlengkapan nya meleleh dan sekujur tubuhnya dipenuhi luka.


-


-


"Kazumi! Bangun!! jangan mati! dasar kau bodoh!"


Yuki berteriak berusaha membangunkan Kazumi yang tak sadarkan diri.


Kini yang bisa bertarung hanya Arisu dan Yuki tidak ada kesempatan menang sedikit pun.


"Yuki! Jangan hanya meratapi Kazumi seperti itu! Mari berjuang bersama sampai titik darah penghabisan!"


Arisu berteriak dengan mata yang penuh emosi. Kemarahan nya terlihat jelas dalam matanya. Namun air masih keluar dari kedua mata Arisu.


"Monster sialan! Beraninya kau menyakiti temanku! Meski aku harus mati disini, aku tidak akan menyerah!"


Arisu berteriak penuh kemarahan, seketika itu sebuah lingkaran sihir Raksasa tercipta di bawah tubuh Lion King.


Lion King yang menyadari bahaya dari Sihir ini mengubah perhatian nya kepada Arisu.


"T-Tunggu! Arisu! Itu berbaha...."


Yuki berteriak namun tidak melanjutkan kata - katanya. Yuki berpikir, walaupun Arisu tidak menggunakan Sihir berbahaya ini, mereka tetap tidak akan selamat.


Yuki perlahan bangun, dengan sedikit menangis dia menyiapkan busurnya.


Kini dalam pikirannya hanya ada kata Berjuang sampai mati.


Yuki menargetkan Lion King dengan panah nya. Sebuah Aura hebat muncul dari tubuh Yuki. Perlahan Aura itu berpindah menuju Anak panah yang telah siap untuk ditembakan.


"Apakah Pedagang itu selamat?"


Yuki memikirkan pedagang itu, dan berharap bahwa dia selamat.


Sebelum yuki melancarkan serangan nya, Lingkaran sihir milik arisu mengeluarkan api yang membara dengan Dahsyat.


Meski jarak antara Yuki dan Lion King cukup jauh, panas api itu masih sangat terasa oleh Yuki.


Menyadari satu - satu nya kesempatan ini, Yuki melepaskan tembakan panah terbaiknya.


Sebuah Panah bercahaya terang meluncur menuju Lion King.


Dua serangan saling bercampur, membuat ledakan yang amat dahsyat. Yuki terlempar oleh Gelombang ledakan tersebut.


Tenaga nya telah habis dan tidak mungkin bagi Yuki untuk melarikan diri.


Untuk membuka mata pun, yuki kesusahan.


Pada saat yang menyedihkan ini, yuki bisa melihat teman - teman nya telah tergeletak di tanah. Air keluar dari kedua mata yuki, merasakan kesedihan yang mendalam karena kehilangan temannya.


Yuki juga melirik tempat Lion King itu berasal, serangan yang Yuki dan Arisu lakukan tidak sia - sia. Di tempat itu hanya tersisa setengah bagian tubuh Lion King.


"Setidaknya, kita mati karena berjuang bersama."


Yuki bergumam melihat ke arah matahari yang menyilaukan. Kesadaran nya akan habis sebentar lagi. Ada yang mengatakan, sebelum kematian menjemput, kilas balik kehidupan akan dialami oleh orang yang akan mati.


Yuki merasakan hal ini, gambaran - gambaran kejadian yang telah mereka lalui bersama ada di pikiran yuki.


Perlahan, mata yuki tertutup, yang hanya bisa dia lihat hanyalah kegelapan.


Namun di balik kegelapan itu muncul sebuah suara yang tenang dan hangat.


"Kalian sudah berjuang dengan baik, Maafkan aku karena terbawa suasana."


Sebuah suara yang tak asing terdengar oleh yuki.


'Klien? tidak mungkin kan. Aku akan mati, tidak mungkin ada suara pedagang itu'


*


*


*


*


*


"Kalian sudah berjuang dengan baik, Maafkan aku karena terbawa suasana."


Ren berkata demikian pada yuki yang telah kehilangan kesadaran. Meski Ren dengan sengaja membiarkan mereka bertarung dengan Lion King, tapi Ren tidak akan membiarkan mereka mati begitu saja.


Ren sudah memberikan Skill Revitalize pada semua orang. Seharusnya itu cukup untuk menyelamatkan nyawa mereka sementara.


-


-


Kedua Lion King yang tersisa menjadi waspada terhadap Ren.


"Oh ayolah, kalian tidak perlu waspada seperti itu."


Ren tersenyum dengan menakutkan, sambil berjalan dengan santai menuju kedua Lion King itu.


Kedua Lion King ketakutan, Meski mereka tak memiliki kecerdasan, insting mereka mengatakan bahwa musuh dihadapannya sangat berbahaya.

__ADS_1


Kedua Lion King itu melebarkan sayap nya dan berbalik menjauhi Ren.


Mereka berusaha menjauhi kematian yang akan datang pada mereka.


"Mencoba kabur? Jangan harap."


Ren bergerak dengan cepat menuju Lion King yang akan melarikan diri. Tapi....


Swoshhh!!!!!


Ren terkejut, sebuah nafas api yang besar menyerang nya tiba - tiba.


"Apa? mereka mengecoh? tidak... Tunggu.."


Ren berhasil menghindari nafas itu dengan mudah. Tapi anehnya Lion King yang berusaha kabur malah menyerang Ren kembali. Mengecoh? tidak mungkin bagi Monster seperti ini memiliki kecerdasan.


Karena sebuah kejanggalan ini Ren mengamati dengan seksama Lion King itu.


Lion King yang berwarna merah api kini mengeluarkan sebuah aura kegelapan.


Mata Lion King telah sepenuhnya hitam, tidak ada setitik putih pun terlihat disana.


Ren menyadari sesuatu...


"Mata Hitam?Ini adalah Sihir Kegelapan? Tapi dimana..." Ren mengamati sekeliling nya, tidak ada tanda - tanda seorang pun disekitar sini.


Grooarrrr!


Grooarrrr!


"Oah.... Jangan menyerang tiba - tiba begit-?"


Serangan Nafas dari Lion King muncul tiba - tiba. Tapi arah serangan nya bukan lah Ren melainkan keempat orang yang tergeletak ditanah.


"Kalian jadi sedikit, Pintar ya."


Ren berbicara, namun sosok nya telah berada di dekat Kazumi dan lainnya.


Serangan Nafas api yang dilancarkan Lion King ditahan oleh Ren dengan mudah menggunakan pedang nya.


"Tapi.."


Ren berbicara kembali, sosoknya tiba - tiba muncul di hadapan kedua Lion King itu.


Lion King tidak dapat bereaksi, kecepatan Ren sangat luar biasa. Lion King tidak bisa melihat pergerakan Ren sedikitpun.


Duarrr!!!


Ledakan di ikuti oleh suara yang menggelegar terdengar.


Ren menyerang pada kedua kepala Lion King itu, Mendorong nya ke arah tanah.


Menghasilkan ledakan yang besar dan sebuah lubang terbentuk disana.


Kedua Lion King itu terluka parah, kepala mereka hampir hancur akibat benturan dengan tanah.


Mata kedua Lion King itu masih berwarna hitam, menandakan bahwa mereka masih dikendalikan oleh sihir kegelapan.


Ren kemudian melepaskan mana yang ada di tubuhnya. Ren menanamkan sebuah pesan pada Mana orang yang mengendalikan Lion King ini.


"Kalian sedikit mengganggu Rencanaku, kali ini hanya aku beri peringatan."


Ren berbicara kesal, sebelum meninggalkan kedua mayat Lion King itu.


-


-


-


Ren menghampiri Kazumi dan teman - teman nya untuk memberikan pengobatan lebih lanjut.


Ren meminumkan Sebuah Potion tingkat Tinggi pada semua orang.


Saat ini luka yang mereka terima telah benar - benar hilang sepenuhnya. Nafas mereka kembali Normal, mereka hanya tidak sadarkan diri.


"Kemampuan kalian cukup bagus, bagaimana jika aku gunakan saja kalian?"


Ren tersenyum sadis sambil memandangi setiap orang yang tak sadarkan diri.


*


*


*


*


*


"Gaahh.... Uhuk! Uhuk!"


Sebuah Ruangan Gelap, hanya ada lilin sebagai penerangnya.


Seorang yang terlihat duduk dan bersila di tempat persembahan Batuk dan mengeluarkan darah.


"A-Aura i-ini... M-Mustahil! S-Seor-ang Continents Hol-Der?!"


Orang itu terlihat semakin kesakitan, dia berguling - guling dilantai dan berteriak.


Mulutnya mengeluarkan darah secara terus menerus.


Kemudian sebuah kata - kata misterius dan menakutkan muncul dalam kepalanya.


[Andai kau masih ingin hidup, jangan ganggu Rencanaku]


Kata - kata itu disampaikan bersamaan dengan perasaan yang amat menakutkan.


Membuat Orang berjubah hitam itu menggigil ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2