
Mereka yang diinstruksikan telah berkumpul di sekitaran pesawat dengan aman. Kesan pertama saat semua orang melihat Prototype Anti-Detection adalah takjub dalam kengerian. Mayoritas dari mereka bahkan enggan mendekati area di sekitar pesawat karena mengira pesawat itu bisa menyerang kapan saja saat mereka lengah.
Namun karena bujukan Aurlin untuk meyakinkan setiap dari mereka yang waspada bahwa pesawat itu tidak berbahaya, akhirnya mereka menyerah walaupun kewaspadaan itu masih sedikit tertinggal.
"Nona Aurlin, mengapa Ratu dan Yang Mulia begitu lama?"
Itu adalah perempuan muda yang terlihat seumuran dengan Aurlin yang bertanya. Meski begitu usia mereka terpaut jauh, dan karena itulah perempuan muda berambut merah itu menyebut Aurlin sebagai "Nona".
"Mungkin ada sedikit masalah? Aku juga mengkhawatirkan Ratu, tapi sudah ada dia disana."
Perempuan berambut merah itu langsung terpaku pada kata "Dia" yang membuatnya penasaran. Rasa penasaran itu lantas membuat mulutnya bergerak sedikit lancang untuk bertanya lebih jauh. "Maksud Nona, siapa dia ini?"
"Oh." Aurlin berpikir dirinya sedikit ceroboh. "Tidak ada, mungkin kau salah dengar, yang aku maksud adalah Yang Mulia."
"Tapi jelas-jelas tadi Nona berkat- ...." Perempuan itu mencoba untuk membenarkan diri tapi ....
"Lihat, Yang Mulia telah kembali." ... Itu dihentikan begitu saja.
Arystina muncul dari balik pepohonan dengan Ren yang mendukung setiap langkahnya. Hanya melihat sekilas, semua orang yang ada disana langsung sadar bahwa Arystina berada dalam kondisi yang tidak baik. Alhasil mereka semua berdatangan mengerumuni kedua orang itu.
Rentetan pertanyaan tak berujung dilancarkan atas dasar kekhawatiran mereka semua, membuat Arystina merasa semakin lelah dan ingin segera beristirahat.
Aurlin mengambil keputusan yang bijaksana, dia menahan semua orang agar tidak membuat keributan lagi. Sebagai orang yang mewakilkan, Aurlin bertanya kepada Ren yang mungkin mampu menjelaskan ini semua.
"Yang Mulia, apa yang terjadi?"
Ren kemudian menjelaskan dengan wajah bermasalah. "Arystina terlalu memaksakan diri, kondisinya saat ini lebih parah yang kuduga karena hampir seluruh mananya terkuras habis, pikirannya juga sangat terbebani."
Semua orang seketika terdiam, mereka berlomba-lomba merasa bersalah atas kondisi yang diderita Arystina. Disaat Ratu mereka berjuang, mereka malah dengan santai duduk diam, siapa yang tidak akan merasa bersalah akan hal itu?
"Y-Yang Mulia, Ratu, tidak akan ada suatu hal yang buruk terjadi pada Ratu 'kan?"
Pertanyaan itu mewakilkan semua orang. Dan tidak disangka, pertanyaan tersebut keluar dari mulut Enrielta, seseorang yang meminta permintaan aneh dan absurd kepada Ren sebelumnya.
"Yah, tidak perlu khawatir, kondisinya sekarang mulai stabil. Arystina akan sadar setelah beberapa saat beristirahat."
Mereka menghela napas lega. Ucapan itu memang tidak sepenuhnya menghilangkan rasa khawatir dan bersalah mereka, tapi setidaknya mereka lega ketika mendengarnya.
"Aurlin, bisa aku minta tolong kepadamu?"
Tidak perlu ditanyakan, daripada diam dan merasa tak berguna Aurlin lebih bersyukur untuk dipergunakan. Demi Ratunya, dan demi kaumnya yang sangat dia cintai.
"Apapun itu selama saya mampu."
"Aeh ... tidak perlu berlebihan. Aku hanya ingin kau menjaga Arystina, karena aku akan mengatur kita semua untuk memasuki pesawat."
"Jadi begitu, itu memang tugas saya untuk menjaga Ratu."
Arystina-pun dialihkan kepada Aurlin untuk menjaganya. Sementara Ren, dia mulai mengatur semua orang agar tertib dalam memasuki pesawat yang telah disiapkan. Sekali lagi, ada beberapa dari mereka yang merasa enggan dan berpikir tidak mungkin untuk masuk ke dalam tubuh makhluk mengerikan itu, tapi apa daya mereka yang sedikitpun tak bisa melawan.
__ADS_1
Jumlah semua roh yang mendiami Shade of Spirits sendiri tidak sampai seribu, bahkan diragukan mencapai lima ratus orang untuk yang sudah dewasa. Dan dengan kenyataan itu, pesawat yang telah dibuat Ren dengan memperkirakan penumpang sebanyak mungkin berhasil meninggalkan cukup banyak kursi yang tersisa saat Aurlin dan Arystina belum masuk ke dalamnya.
Kemudian dengan sengaja, Ren mengubah bagian dari kursi yang tersisa menjadi ruangan yang berisi kasur di dalamnya. Hal ini dilakukan tak lebih daripada tempat untuk mengistirahatkan Arystina.
Setelah mereka masuk dengan aman, Ren mulai berkata kepada semua orang agar berhati-hati karena akan ada beberapa goncangan yang mungkin terjadi. Prioritaskan keselamatan, dan juga mereka diharuskan memegangi setiap anak-anak dengan erat agar tidak menimbulkan kecelakaan.
"Selesai, kuharap kalian tetap tenang dan tidak panik sedikitpun. Kursi itu dibuat agar semua orang merasa nyaman, dan akan memasok persediaan mana untuk kalian."
Roh sangat berkaitan erat dengan mana, kekurangan mana akan membuat tubuh mereka lemas, dan tidak berdaya. Pesawat ini dirancang agar tidak terdeteksi sehingga tidak bisa sembarangan menyerap mana dari alam.
Karena itu para roh tidak akan bisa menyerap mana dari alam secara massive seperti biasa, pasokan mereka selama itu akan diganti oleh mana yang berasal dari Ren itu sendiri.
Setelah melakukan penjelasan yang panjang akhirnya Ren memasuki ruang kemudi yang diperuntukkan hanya untuk dirinya seorang. Di ruang itu terdapat satu kursi tunggal, murni didesain sesuai keinginannya agar terasa lebih nyaman dan meningkatkan konsentrasi.
Mungkin ada yang bertanya-tanya, bagaimana pesawat ini bisa beroperasi menggunakan sihir dan bukan mesin? Jawabannya cukup sederhana sekaligus rumit.
Seluruh badan pesawat telah dipasang oleh lingkaran sihir yang berbeda-beda sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. Lingkaran sihir ini akan diaktifkan, atau dinonaktifkan oleh pengendalinya, yaitu Ren menggunakan pikiran dan keahlian yang erat kaitannya dengan kontrol mana.
Pada kedua sayap utama, terpasang masing-masing sepuluh lingkaran sihir element angin untuk memberikan gaya dorong dan kendali. Sedangkan di bagian ekor, terpasang sebelas lingkaran sihir yang sama untuk memberikan gaya dorong ke depan agar pesawat mampu berjalan di udara.
Di seluruh bagian pesawat dalam jarak yang ditetapkan juga terpasang lingkaran sihir cahaya berjumlah tiga puluh. Lalu, ada dua belas lingkaran sihir perlindungan anti-sihir, dua belas lagi anti-fisik, dan satu lingkaran sihir besar yang mengandung multi-barrier sempurna.
Kegunaan lingkaran sihir cahaya bisa diartikan untuk memanipulasi pandangan makhluk hidup. Satu dari sekian banyak sihir cahaya yang ada diantaranya terdapat sihir yang berkaitan langsung dengan ilusi.
Mereka yang hanya bisa melihat tanpa bisa menggunakan persepsi mana tidak akan menyadari keberadaan pesawat ini. Namun seperti yang diduga, Ren tidak mampu menutupi keberadaan pesawat ini sepenuhnya.
Meski secara penampilan seluruh pesawat akan menghilang tapi banyak faktor lain yang bisa menemukan keberadaannya. Salah satu yang paling memungkinkan adalah persepsi mana, dengan itu mereka yang terampil akan sadar bahwa ada distorsi, dan aliran mana yang tidak normal di udara.
"Nah, itu adalah kemungkinan terburuk."
Mengendalikan seluruh pesawat dengan cara mengontrol delapan puluh enam lingkaran sihir disaat yang bersamaan memang sangat sulit. Ditambah dia harus memeriksa secara berkala bagian pesawat yang merupakan bentuk dari Blood Art, yang juga membutuhkan kendali penuh.
Tidak ada sedikitpun kemudahan, tapi dengan kenyataan tersebut Ren mulai mengendalikan pesawat untuk mengudara. Beberapa goncangan kecil terjadi, tapi itu berada dalam batas normal yang bisa dimaklumi oleh semuanya.
Pesawat mulai mengudara secara vertikal, bergerak sehalus mungkin agar membuat seluruh penumpang nyaman. Saat ketinggian mencapai target yang ditentukan, seluruh lingkaran sihir mulai aktif dan melakukan perannya masing-masing.
Tubuh pesawat mulai berbaur dengan udara, menghilangkan citra dari pandangan dalam sekejap mata. Faktanya, tubuh pesawat yang utuh masih ada di sana, lalu kemudian pesawat itu bergerak dari kecepatan rendah melaju pada kecepatan yang lebih tinggi.
Pada tingkat ini, Ren bahkan tidak akan mempedulikan apapun selain mengendalikan pesawat dengan benar. Menjaga keseimbangan pesawat adalah hal yang utama, tapi menyembunyikan keberadaannya juga tak kalah pentingnya.
Hal itu membuat otak Ren berada pada konsentrasi tingkat tertinggi. Pikirannya seolah dipercepat agar membuat waktu melambat, sehingga dirinya mampu mengendalikan setiap bagian yang ada.
Bekerja sebagain mesin, sekaligus pengendali. Ya, itulah yang dilakukan oleh Anryzel Dirvaren saat ini, melakukan hal yang luar biasa tanpa seorang-pun mengerti dengan baik usahanya.
Lalu dikarenakan kestabilan pesawat ini masih rendah, Ren tidak melajukan pesawat dalam kecepatan yang terlalu cepat. Jika diperkirakan dengan kecepatan pesawat saat ini maka mereka akan sampai di istana kurang lebih 4-5 jam kemudian.
Setidaknya Ren berharap mereka akan tiba disana saat sore hari tanpa mengalami kendala apapun selama diperjalanan. Dia berdoa terutama untuk dirinya agar bisa mengatasi kondisi apapun yang terjadi.
Sekitar dua jam kemudian, hal yang paling merepotkan muncul. Sejumlah Storm Wyvern menyadari keanehan di udara, mereka bahkan mengikuti pesawat tanpa tahu bentuk asli dari pesawat itu sendiri.
__ADS_1
Entah karena penasaran atau merasakan kejanggalan beberapa dari mereka bahkan mencoba untuk menerjang dan menyerang. Ren mengutuk para Wyvern itu yang tidak melihat situasi, dengan keberadaan mereka beban yang ada di pundaknya terasa semakin berat.
"Tch, mengendalikan pesawat ini dalam keadaan normal saja sulit, tapi kalian monster kecil beraninya ...."
Satu dari Stom Wyvern yang ada semakin curiga, monster itu kemudian melancarkan sihir badai yang merupakan spesialisasi mereka. Angin hitam pekat yang mengandung muatan listrik meluncur dari sayap Wyvern menuju pesawat yang berjalan.
Dan sialnya ... Wyvern itu memperkirakan bidikan dengan sangat tepat!
Ren tidak mungkin melakukan manuver berlebihan saat mempertimbangkan penumpang yang ada dalam pesawat. Mereka memang dilengkapi keamanan saat terjadi benturan tetapi setidaknya ketika bermanuver goncangan hebat akan terjadi, dan terciptalah kepanikan.
Saat memikirkan solusi dan mengendalikan pesawat secara bersamaan begitu membuat Ren tertekan, sebuah senyuman jahat muncul. "He, hahahaha ... kalian ingin bermain denganku?! Baiklah, akan aku layani dengan sepenuh hati."
Mendorong diri melampaui batasan, Ren menciptakan lingkaran sihir instan di luar pesawat. Lingkaran sihir aktif untuk kemudian menciptakan multi-barrier sempurna yang seketika menahan serangan badai dari Storm Wyvern.
Ledakan hebat terjadi, itu tidak bisa dihindarkan. Namun alih-alih menyerah, semua Wyvern malah termotivasi untuk menyerang secara bersamaan. Melancarkan serangan membabi buta pada sesuatu yang bahkan tidak bisa mereka lihat.
Ini adalah momen yang sangat langka dimana seorang Anryzel Dirvaren merasa sangat direpotkan, bahkan sampai tertekan. Jika bukan karena penumpang yang ada dalam pesawat, Ren pasti berpikir akan meladeni mereka dan tanpa peduli bahkan jika harus menghanguskan seluruh hutan.
Itulah gambaran betapa kesalnya dia saat ini.
Lalu tanpa disadari, kepanikan dalam pesawat mulai terjadi. Tapi atas inisiatif seseorang yang mencoba menenangkan semua orang, kepanikan berhasil diredam dan sedikit masalah berkurang.
Terima kasih kepada Enrielta yang cepat tanggap dalam situasi, dan bergerak atas kebijaksanaannya sendiri. Di masa depan Ren akan berterima kasih kepadanya, tapi itu hanya di masa depan.
...........
Di Takhta Suci Kekaisaran Agung Exousillia.
Seseorang tengah duduk megah diatas singgasana yang tertutupi oleh tirai kain yang menyembunyikan sosoknya. Kemegahan takhta ini bisa disandingkan dengan kemegahan ruang takhta di Bloody Palace of the Monarch dengan beberapa pengecualian.
"Ramalan tentang kekacauan dunia, akan segera terjadi ya?"
Sosok itu bertanya kepada seseorang yang berlutut di depan singgasana. Mengenakan jubah putih yang dihiasi oleh ornamen suci berkilauan, dia adalah Wanita Suci Agung yang disebut-sebut sebagai penguasa tertinggi Sihir Suci di Kekaisaran Agung Exousillia.
Meskipun di kebanyakan negara status tersebut setara dengan Raja atau Kaisar, tapi di Kekaisaran ini kekuasaan tertinggi berada di tangan sang kaisar agung. Mayoritas penduduknya pun tidak mengetahui sosok asli sang kaisar, tetapi mereka dengan yakin dan patuh selalu melaksanakan kehendaknya.
"Ya."
Jawaban dari wanita suci itu memastikan keadaan. Sang kaisar tampaknya puas, dan tidak memiliki urusan lain sehingga dirinya membiarkan wanita suci itu untuk pergi.
"Kau boleh kembali."
Sesaat membungkuk, wanita suci itu kemudian pergi. Wajahnya yang cantik tidak bisa diperdebatkan, tapi anehnya mereka tanpa ekspresi seolah-olah dirinya adalah boneka yang hidup. Kulitnya yang putih pucat menambah kesan suci dengan rambutnya yang berwarna pirang bercahaya.
Saat semuanya telah menghilang, sang kaisar merenung seorang diri. Berpikir dalam kesendirian sebelum dirinya tersenyum pahit. "Kebenaran tentang legenda, sejarah, dan ramalan akan terbukti tidak lama lagi."
Keheningan menyelimuti, sang kaisar telah menghilang dari singgasana.
.............
__ADS_1
...138...
.....................