
Aula Teleportasi Kota Rondelia.
Di tempat ini, terdapat sebuah Lingkaran Sihir Permanen berskala besar untuk menteleportasikan objek tertentu.
Teleportasi merupakan Sihir Ruang dan termasuk ke dalam Lost Magic. Meski begitu, beberapa Artefak kuno yang ditempatkan di Kota Rondelia Serta Kota Aulzania memungkinkan untuk melakukan sebuah Teleportasi.
Untuk mengaktifkan Lingkaran Sihir ini setidaknya membutuhkan Tujuh orang penyihir serta beberapa ratus Core Monster tingkat Rendah.
-
-
'Bukankah itu biaya yang cukup besar?'
Ren bergumam dalam hatinya setelah mendengar penjelasan tentang Aula Teleportasi ini dari Derrian. Meski Ren adalah tahanan, entah mengapa sikap Derrian pada Ren terbilang cukup baik. Derrian dengan tekun menjelaskan tentang Aula Teleportasi ini pada Ren.
Pandangan Ren terhadap Derrian menjadi lebih baik. Ren pada awalnya berpikir bahwa seorang Ketua Ksatria Aulzania akan bertindak sombong, namun kenyataan sama sekali berbeda.
'Huh....?'
Ren merasakan sebuah tatapan padanya. Begitu Ren berbalik dan melihat asal tatapan itu, seorang Nirlayn terlihat sedang menatapnya dengan wajah memelas.
'Maafkan aku Nirlayn... untuk saat ini tahan dulu sebentar'
Ren mengalihkan pandangan dari Nirlayn, berpura - pura tidak menyadarinya.
Penyebab semua ini adalah seorang Sarlyn, yang merupakan Master Sihir Akademi Aulzania. Sejak pelepasan kutukan itu, Sarlyn selalu mencoba mengajak Nirlayn agar bersedia menjadi bagian dari Kerajaan ini.
Pada Kenyataan nya, Nirlayn saat itu hanya berpura - pura melepas segel. Ren dengan sengaja menggunakan sebuah Skill dari Ras nya untuk menciptakan Lingkaran Sihir palsu itu. Ren tak menyangka, bahwa Lingkaran Sihir palsunya akan disangka sebagai Lost Magic.
'Sarlyn ya, dia hanya seorang Mage kelas menengah. Bagaimana mungkin dia menjadi Master Sihir?' Ren menggerutu dalam hati.
Mage kelas menengah bahkan disebut Master Sihir di Kerajaan ini. Hanya memikirkan hal ini membuat Ren merasa pusing. Ren merasa iba pada Kerajaan Aulzania yang bahkan memandang Mage Kelas menengah sebagai Master Sihir.
'Jika dipikir, seharusnya para pemain COTHENIC lebih hebat bukan? jika mereka muncul seharusnya mereka mendapat ketenaran dan kekuasaan. Tapi, dimana mereka?'
Ren menggelengkan kepala, memikirkan hal ini secara terus menerus hanya akan membuatnya pusing. Persiapan untuk Teleportasi sebentar lagi akan selesai. Ren harus segera memikirkan bagaimana Rencana untuk ke depannya.
"Ren, ayo pergi. Jika kau memang merasa tak bersalah, jangan hanya melamun seperti itu." Derrian menyadarkan Ren dari lamunan.
"Mhm... Kau Benar Tuan Derrian. " Ren mengangguk dan mengikuti Derrian menuju pusat Lingkaran sihir.
"Lin-Ya, jangan terlalu jauh dariku..." Ren berbicara pada Lin-Ya yang terkagum melihat Lingkaran Sihir teleportasi yang besar.
"Ah.. Maafkan aku, Ren. Hehehe." Lin-Ya segera menghampiri Ren yang berjalan menuju pusat Lingkaran Sihir.
"Ya, jangan terlalu jauh. Aku harus memastikan keamananmu." Ren mengangguk.
"Ngomong - Ngomong Tuan Derrian. Mengapa kau tidak bersikap buruk padaku?" Ren bertanya pada Derrian yang berjalan di depan nya.
__ADS_1
"Hm? Kau bertanya hal itu saat ini...?" Derrian berhenti berjalan dan berbalik.
"Kenapa ya..... Mungkin, aku merasakan bahwa kau orang yang baik." Derrian kembali berjalan.
"Ha? Alasan macam apa itu..." Ren berbicara heran.
Derrian tidak lagi menjawab Ren, dia hanya terus berjalan menuju pusat lingkaran sihir.
'Ya ampun, aku sedikit bisa melihat diriku sendiri di dalam dirinya.' Ren tersenyum.
Ren menyadari beberapa langkah kaki mendekat ke arahnya. Nirlayn bersama Sarlyn kemudian terlihat berjalan ke arah Ren.
"Kau, bisakah kau membujuk Nirlayn agar menerima tawaranku?!" Sarlyn berbicara pada Ren, meski begitu Nada nya lebih terlihat memerintah daripada memohon.
Mendengar ini, Ren memandang antara Sarlyn dan Nirlayn.
"Ren-sama, saya mohon jangan lakukan hal itu..." Nirlayn terlihat cemas.
"Aku mengerti... Maafkan aku Nona Sarlyn, tapi aku menghargai apapun keputusan Nirlayn."
"Ren-sama, Terima kasih."
"Tch...."
Sarlyn tidak membalas kata - kata Ren, dia hanya diam tak berkata - kata.
Beberapa saat kemudian, Lingkaran Sihir skala besar ini bercahaya. Proses menteleportasi akan segera dimulai.
Lingkaran Sihir mengeluarkan Cahaya putih. Seakan - akan Lingkaran Sihir itu meledak, Cahaya putih memenuhi seisi Aula Teleportasi.
'Silau sekali...' Ren menutup matanya.
Tak berlangsung lama, Sinar itu meredup sepenuhnya. Ren membuka mata, pemandangan Aula yang sama sekali berbeda memasuki pandangan nya.
"Selamat Datang, Nona Sarlyn. Tuan Derrian."
Beberapa orang - orang yang memakai pakaian mewah menyambut Derrian serta Sarlyn. Orang - orang yang menyambut ini bersikap biasa saja pada semua orang terkecuali pada Ren. Mereka menatap Ren dengan tajam. Seakan mereka melihat seseorang yang mereka benci sepenuhnya. Seperti mereka benar - benar menganggap Ren sebagai penjahat yang menjijikan.
Tuk. Tuk. Tuk.
Dua orang prajurit menghampiri Ren. Mereka membawa sepasang Borgol di tangan mereka. Niat kedua orang ini terlihat jelas dimata Ren, mereka tentu saja ingin memborgol Ren agar tidak melarikan diri.
Ren yang melihat ini hanya bisa menghela Nafas.
'Aku bahkan di Borgol huh? dan lagi, hanya aku?'
Ren tidak melakukan sedikitpun perlawanan saat kedua prajurit itu memborgol tangan dan kaki nya. Dalam hatinya, Ren berusaha untuk menahan kesabaran atas semua yang telah mereka lakukan padanya.
Ren lalu digiring oleh dua Prajurit yang memborgolnya menuju keluar Aula teleportasi. Sementara itu, Derrian, Sarlyn, Nirlayn dan Lin-Ya mengikutinya dari belakang. Beberapa kali Ren melihat Nirlayn yang akan menyerang para Prajurit karena memperlakukan Ren dengan buruk. Tapi Ren mengisyaratkan agar Nirlayn tidak melakukan sesuatu. Begitu pula dengan Lin-Ya, wajahnya terlihat sangat khawatir dan Cemas melihat Ren yang diperlakukan dengan buruk.
__ADS_1
Setelah Keluar dari Aula Teleportasi, pemandangan Kota Aulzania memasuki Mata Ren.
Rumah yang berkualitas bagus dan Mewah berjajar rapi memenuhi kedua sisi jalan yang membentang.
Ren juga melihat beberapa Menara Jam tidak jauh dari tempatnya berada. Melihat Kondisi Kota yang baik, sudah jelas jika Kota ini memang Makmur dan terpelihara.
Ren melihat ke kiri dan ke kanan, berusaha menemukan keberadaan Nirlayn dan Lin-Ya. Tapi, Ren menyadari sesuatu...
Hanya dirinya yang di bawa dengan cara berjalan kaki. Lin-Ya dan Nirlayn menaiki Kereta Kuda bersama Derrian dan Sarlyn.
'Hanya karena aku berbuat kejahatan kecil, aku sampai di kucilkan seperti ini?' Ren berkata dengan sedih dalam pikirannya.
Yang lebih membuat Ren tersiksa adalah para orang - orang yang berkerumun di pinggir jalan. Mereka semua melihat dan menunjuk Ren, seakan mereka menonton sebuah pertunjukan.
'Mengapa jalanan ini begitu Ramai?apakah aku terlihat seperti badut di mata kalian?'
Ren berkata kesal dalam hatinya.
Tidak hanya orang - orang dewasa yang memandang Ren dengan Rendah dan Jijik.
Para anak - anak kecil pun menertawakan sosok Ren yang begitu menyedihkan.
Ren terus digiring dengan cara yang menyedihkan, menuju tempat yang tidak Ren ketahui.....
*
*
*
*
*
"Masuklah!"
Brukk....
Ren dihempaskan ke dalam penjara. Suara 'Brukk' yang cukup keras menjadi Bukti, bahwa Ren dilempar dengan cukup kuat. Orang yang melempar Ren adalah Dua orang Ksatria Aulzania. Meski mereka tidak berbuat kasar sebelumnya, itu karena Derrian melarang hal itu. Saat ini, Satu - satunya orang yang menjadi alasan bagi mereka untuk tidak berbuat kasar sedang tidak ada.
"Jangan sekali - kali berharap untuk lari, Bocah!"
"Hahaha! kau memang pantas menerima semua ini. Hukuman bagimu yang telah menghina kami!"
Kedua Ksatria itu menertawakan dan menghina Ren yang tergeletak di dalam penjara. Kata - Kata mereka tidak Ren balas sedikitpun, Ren hanya diam terbaring dilantai.
"Apa? kau pingsan hanya karena seperti itu?" Seorang Ksatria terlihat mengejek.
"Hahaha... lemah sekali. Bahkan seorang wanita lebih tangguh daripada dia!"
__ADS_1
Ren tidak bergeming sedikitpun atas hinaan dan ejekan para Ksatria. Saat ini, Ren sedang memikirkan sebuah Rencana dalam pikirannya. Tentu saja itu bukan Rencana melarikan diri.