Crown Of The Nine Continents

Crown Of The Nine Continents
Bloods 7 - Autumn at Night


__ADS_3

Anryzel tidak mengindahkan peringatan itu, dia lebih tertarik melihat pertempuran antara ksatria melawan Blaze Lizard King. Siapa yang akan memenangkan pertarungan? Pertanyaan ini terlintas dalam benaknya.


Kedua belah pihak sepertinya memiliki kekuatan yang setara dan mungkin lebih kuat para ksatria jika mereka sedang dalam kondisi terbaiknya.


Anryzel memerhatikan gerakan para ksatria yang cenderung tumpul dan kurang kekuatan. Dia juga memeriksa kondisi mereka menggunakan persepsi mana, dan benar saja tebakannya, para ksatria itu telah kehabisan mana hingga hampir tak bersisa.


Jika para ksatria terus-menerus bertarung seperti ini maka dapat dipastikan kekalahanlah yang menunggu mereka. Anryzel pun berpikir hanya ada satu cara agar mereka menang, yaitu mengerahkan segenap kemampuan untuk melakukan serangan kombinasi yang mampu membinasakan Blaze Lizard King.


Masalahnya, apakah mereka memiliki serangan kombinasi yang mampu membunuh Blaze Lizard King atau tidak. Andaikan mereka memilikinya, ada kemungkinan untuk menang, sedangkan jika tidak maka kematian yang menunggu mereka.


"Oh? Kadal merah ini bukan Blaze Lizard King biasa, melainkan sosok yang sedikit istimewa ya?"


Seketika kemungkinan yang dipikirkan oleh Anryzel menjadi tidak berguna. Dia lantas membuat kesimpulan baru bahwa para ksatria tidak memiliki kemungkinan menang sama sekali.


"Fuh, dunia yang menarik. Seharusnya Blaze Lizard tidak memiliki kemampuan regenerasi, bahkan untuk jenis "King" nya, tapi lihatlah kadal ini beregenerasi."


Tiga ksatria itu masih melakukan perlawanan terhadap Blaze Lizard King. Selain dari fakta bahwa mereka tidak memiliki kemungkinan menang, setidaknya semangat bertempur yang mereka miliki patut diapresiasi.


Semangat para ksatria masih membara seperti halnya medan pertempuran yang masih menggema dengan suara dentangan yang berasal dari pedang yang berbenturan dengan kulit Blaze Lizard King. Hembusan angin yang menerpa pepohonan pun menjadi bukti betapa kuatnya benturan tersebut.


"Etheria, Mirina, mari lakukan itu!"


"Baik, Ketua Oryna!"


Teriakan dari salah seorang ksatria membuat Anryzel menunjukkan minatnya. Apa yang dimaksud dengan itu? Mungkinkah serangan kombinasi? Atau sesuatu yang lebih istimewa? Anryzel begitu tidak sabar untuk melihat apa yang akan mereka lakukan.


Oryna, Mirina, dan Etheria lantas mengambil langkah mundur, menyiapkan kuda-kuda, dan mengisi kekuatan mereka masing-masing. Sepertinya mereka akan melakukan serangan terakhir sebagai serangan terkuat.


"Ketiganya memakai pedang. Mereka menggunakan formasi segitiga. Apa yang sebenernya ingin mereka lakukan?" tanya Anryzel heran.


Formasi segitiga biasanya di isi oleh seorang swordsman dan dua orang mage atau magus. Apa yang Anryzel perhatikan saat ini begitu unik dan berbeda dari apa yang dia ketahui.


"Stellar Extermination? Atau Fallen Angel Wings?" Anryzel mencoba menerka


Keduanya adalah High Class Skill yang menggunakan formasi segitiga swordsman, mage, dan magus. Hanya saja yang membedakan adalah Stellar Extermination menjadikan swordsman sebagai penyerang utama sedangkan Fallen Angel Wings menggunakan mage atau magus sebagai penyerang utama.


"Wahai langit, tunjukkan amarahmu kepada para pendosa. Binasakan segala perusak yang tidak suci. Hancurkan mereka yang menentang hukum."


Ksatria yang dipanggil Mirina nampak merapalkan mantra ketika ingin mengaktifkan sihirnya. Anryzel yang melihat itu terdiam seribu bahasa karena mendengar mantra yang dirapalkan secara memalukan.


"Sungguh aneh! Merapal itu cukup dengan menyebut nama, itupun tidak ada manfaat yang nyata sama sekali!"


Lingkaran sihir bertingkat muncul di atas formasi segitiga yang para ksatria itu buat. Saat melihat lingkaran sihir itu, Anryzel secara spontan mengira bahwa skill yang akan mereka gunakan adalah Fallen Angel Wings.


"Langit, binasakanlah ketidaksucian. <>!" seru Mirina.


"<>" seru Etheria.

__ADS_1


"<>!" seru Oryna mengakhiri.


Cahaya emas membalut tubuh Oryna dan pedangnya. Kemudian sebuah lingkarang sihir muncul di langit, mengeluarkan tombak cahaya yang menyerang dengan cepat ke arah Blaze Lizard King. Mengikuti hal tersebut, Oryna menerjang dengan kekuatan penuh seraya menebaskan pedangnya yang telah diperkuat.


"Haaaaaa!!!!!" teriak Oryna penuh perjuangan.


Gerakan super cepat dilakukan oleh Oryna untuk melancarkan sebuah tebasan vertikal yang dilakukan sesaat setelah dirinya melompat ke udara. Tebasan vertikal itu menghasilkan cahaya emas yang tampak memotong tubuh Blaze Lizard King.


Namun ....


"A-apa? Ini tidak mungkin!"


Tombak cahaya tidak mampu menembus kulit Blaze Lizard King yang sangat keras, itu hanya meninggalkan luka sayatan yang cukup dalam. Sementara serangan Oryna, nampak di hentikan oleh ekor Blaze Lizard King yang hampir terbelah separuhnya.


Oryna langsung lemas melihatnya. Tidak ada tenaga, tidak ada stamina, dan tidak ada mana yang tersisa. Bahkan untuk menahan kaki agar tetap berdiri pun sangat sulit untuk dia lakukan.


Semua itu seolah mengisyaratkan bahwa Oryna, Mirina, dan Etheria telah mengalami kekalahan. Sedangkan konsekuensi bagi orang yang kalah dalam pertempuran ini adalah kematian.


Blaze Lizard King sedikit menyunggingkan bibirnya. Jelas sekali dia merasa menang saat melihat musuhnya tidak memiliki kemampuan untuk bertarung lagi.


Blaze Lizard King sepertinya tidak ingin memperlambat situasi. Dia lantas mengangkat ekornya yang terluka lalu memutarkan tubuhnya.


Ekor yang kuat itu berputar mengarah kepada Oryna secara langsung. Tidak bisa dipungkiri Oryna akan mati jika terkena serangan ini, namun menghindarpun adalah hal yang mustahil.


"Mirina, Etheria! Larilah dan cari bala bantuan!"


Setelah memperingati teman-temannya, Oryna terkena hantaman ekor Blaze Lizard King secara langsung yang membuat tubuhnya terpental puluhan meter. Serangan itu begitu berat dan mematikan, bahkan zirah full plate miliknya hancur tak karuan.


Di detik-detik terakhir sebelum dirinya kehilangan kesadaran, dia melihat Etheria dan Mirina yang sama-sama di serang oleh Blaze Lizard King dan mengalami nasib yang serupa dengannya.


"S-Seseorang ... tolong kami," lirihnya meminta pertolongan.


Oryna, Mirina, dan Etheria pun tumbang dengan luka parah di sekujur tubuh mereka. Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain kehilangan kesadaran.


Tap! Tap! Tap!


Suara langkah kaki perlahan mendekat. Blaze Lizard King yang mendengar hal itu segera berbalik dan menemukan seorang lelaki muda berpakaian lusuh berjalan ke arahnya.


Seolah mengejek, Blaze Lizard King itu hanya diam menunggu untuk melihat apa yang akan dilakukan oleh lelaki itu dengan tubuhnya yang kecil.


"Ternyata benar, Fallen Angel Wings. Namun, mereka bahkan tidak bisa mengeluarkan 50% dari potensi aslinya. Sungguh menyedihkan."


Anryzel menahan rasa ingin tertawa dalam hatinya. Dia merasa sangat kecewa dengan para ksatria yang menggunakan formasi segitiga hanya untuk melancarkan serangan tidak sempurna semacam itu.


"Lagipula, siapa yang mengajarkan mereka?"


Blaze Lizard King dengan tenang dan percaya diri memperhatikan Anryzel yang berbicara sendiri. Setelah mengalahkan tiga ksatria yang membunuh kaumnya, Blaze Lizard King merasa puas dan sangat percaya diri dengan kemampuannya sebagai monster.

__ADS_1


"Banyak sekali kejutan di dunia ini ya. Sebagai hadiah karena telah memberiku pemandangan yang menarik, maka aku akan memotongmu menjadi seratus bagian terpisah."


Anryzel mengatakan itu dengan mata yang serius. Atmosfir di sekitar Anryzel pun secara dramatis berubah, dari yang awalnya tidak berbahaya menjadi sangat-sangat berbahaya. Blaze Lizard King dapat melihat ancaman yang sangat berbahaya tersebut lalu secara spontan berjalan mundur hendak melarikan diri.


Anryzel mengambil posisi kuda-kuda untuk melancarkan satu serangan, yaitu skill yang dapat memotong musuh menjadi seratus bagian.


"Divine Swordsman : Autumn at Night. "


Mata hanya mampu melihat apa yang sanggup dilihat oleh mata. Namun kecepatan gerak Anryzel, melebihi apa yang sanggup dilihat oleh mata. Jika pergerakannya diperlambat seratus kali, maka dia akan terlihat berlari dengan kecepatan tinggi, lalu melompat ke atas langit, dan terjun dengan pedang yang membelah Blaze Lizard King menjadi dua bagian.


Lalu serangannya dilanjutkan dengan memotong bagian kaki, kepala, tubuh, ekor, dan bagian lain dengan ukuran sekecil mungkin. Setelah tubuh dan rupa Blaze Lizard King benar-benar hancur menjadi seratus bagian bahkan lebih, Anryzel menghentikan serangan.


Tanpa memberikan perlawanan, dan tanpa sempat mencerna apa yang terjadi, Blaze Lizard King telah binasa dan musnah dari dunia.


Autumn at Night berada pada kategori High Class Skill. Jenis serangannya adalah AoE, dengan tipe kerusakan ganda yaitu kerusakan fisik sekaligus sihir, dan penggunaan mananya sebanyak lima puluh.


"Tch, subjek percobaan ini terlalu lemah."


Pedang yang digenggam Anryzel ikut retak dan hancur berkeping-keping menjadi debu yang kemudian hilang ditiup oleh angin. Pedang yang dia gunakan memang pedang besi biasa sehingga ketahanannya tidak mampu menahan skill yang terlalu kuat melebihi kapasitas.


Anryzel tidak mempedulikan hal itu, dan tidak terkejut sama sekali. Dia lalu pergi untuk segera mengumpulkan ketiga ksatria di tempat yang sama. Mereka bertiga dalam keadaan sekarat, dan Anryzel mendapati fakta bahwa ketiganya adalah wanita.


"Sembuhkan mereka lalu secepatnya pergi. Jangan sampai mereka sadar aku yang menyelamatkan mereka karena itu akan merepotkan."


Anryzel menyiapkan tiga pakaian ganti wanita untuk mereka yang tentu saja dia ambil dari Dimension Ring. Lalu setelah semua siap, dia menggunakan sebuah skill istimewa yang berasal dari job Blood Ruler, yaitu Blood Ressurection.


Anryzel diselimuti aura merah darah. Kemudian aura itu menyelimuti para ksatria wanita yang seketika itu juga segala macam luka mereka disembuhkan. Sebuah pemandangan yang sulit dipercaya mengingat seluruh bagian tulang mereka remuk dan organ dalam mereka hancur, mereka juga dalam keadaan sekarat.


Berbeda dengan sihir yang membutuhkan lingkaran sihir, maka Blood Ressurection ini dapat diaktifkan tanpa lingkaran sihir layaknya skill biasa meskipun efeknya sama dengan sihir penyembuhan.


Lantas, mengapa dia menggunakan Blood Ressurection? Mengapa tidak menggunakan sihir penyembuhan biasa atau potion penyembuh? Jawabannya sederhana, karena mereka sekarat dan semua sihir penyembuh maupun potion penyembuh milik Anryzel tidak ada yang bisa menandingi kecepatan penyembuhan dari Blood Ressurection.


...________________________...


"Ugh, dimana ini? Apakah aku sudah mati?" lirih Oryna sambil membuka mata.


Beberapa menit dia diam dalam keadaan bingung seraya memahami situasi. Namun setelah memulihkan kesadarannya secara penuh, dia akhirnya mengerti bahwa seseorang telah menyelamatkan mereka sehingga mereka masih hidup.


"Etheria, Mirina, syukurlah kalian juga selamat," ucap Oryna lega setelah melihat kedua temannya masih dalam keadaan hidup.


Oryna lalu melihat ke sekitar tempat mereka berada. Dia sadar akan satu hal yang mengejutkan, yaitu mayat Blaze Lizard King yang sudah terpotong menjadi potongan-potongan yang sangat banyak.


Oryna juga sadar bahwa seluruh luka ditubuhnya menghilang, dan dia benar-benar merasa segar seperti telah dilahirkan kembali.


Begitu melirik ke bagian yang lain, Oryna mendapati tiga buah pakaian yang masih tersusun rapi. Dia menebak bahwa pakaian ini berasal dari orang yang telah menyelamatkan mereka.


"Etheria, Mirina, bangunlah!"

__ADS_1


Etheria dan Mirina perlahan membuka mata. Seperti Oryna, pada awalnya mereka mengira tempat itu adalah surga dan mereka bertiga sudah mati. Akan tetapi, Oryna dengan senyumnya yang penuh semangat berkata pada mereka berdua.


"Ayo bangun! Seorang dermawan telah menyelamatkan kita. Kita harus segera mencarinya untuk berterima kasih!"


__ADS_2