
Avrogan benar - benar telah menjadi sesuatu yang berbeda. Aura Darah kini memenuhi setiap bagian Tubuhnya. Tanduk yang dia miliki menjadi lebih pendek dan kecil, namun itu malah terlihat lebih cocok untuknya.
Terdapat sebuah Simbol bersinar di Dahi Avrogan, Simbol yang sama dengan Simbol yang sebelumnya ada disana. Perubahan Avrogan yang sangat berbeda itu ada pada Aura yang dia keluarkan dan bukan penampilan. Kini sosoknya begitu mengintimidasi dan jauh lebih mengerikan daripada sebelumnya.
"Tuan ... Apa yang sebenarnya anda lakukan?"
Avrogan bertanya kebingungan, dia memandangi seluruh Tubuh dan merasakan betapa berbedanya tubuh yang dia miliki saat ini. Pertanyaan Avrogan tentu tidak bisa Ren jawab dengan pasti, dia sendiri melakukan hal ini hanya untuk bereksperimen.
"Ah ... Aku mengerti, sepertinya Darahku mengandung semacam Efek untuk memperkuat sesuatu."
Ren memperhatikan Avrogan dengan seksama, suatu perubahan dalam Hal kekuatan yang terlihat Jelas dari Avrogan adalah Jumlah Mana yang dia miliki. Jika Ren tidak salah, Jumlah Mana Avrogan meningkat Hampir Dua Kali lipat dari yang asli.
"Avrogan, apa yang kau Rasakan saat ini?"
"Saya ... Merasa kekuatan saya meningkat dengan pesat." Avrogan berkata dengan tidak percaya.
"Hm ... Hanya itu?" Ren memasang wajah Kecewa.
Selain dari Tampilan, Aura dan Kekuatan apakah ada sesuatu yang lain? Seperti Halnya, Skill dan Sihir yang baru? Ataupun semacam Elemen baru yang terbangkit? Ren masih penasaran.
"Saya Rasa, hanya itu yang berbeda dalam diri saya ini. Namun Tuan ...."
Avrogan yang menghentikan Kata - Kata membuat Ren cukup penasaran apa yang akan dia katakan. Ren pun mengindikasikan agar Avrogan segera melanjutkan perkataannya.
"Saya melihat sesuatu yang kemungkinan itu adalah Masa lalu ... Dan, disana saya melihat ada dua orang yang tampak seperti anda."
"Kedua nya tampak mirip denganku? Apakah itu masa lalu dimana kau sudah hidup?"
"Tidak, saya yakin itu jauh sebelum saya dilahirkan.Lalu, ada satu hal lagi yang membuat saya kebingungan, Dua orang yang mirip dengan anda itu ... Saling bertarung satu sama lain."
Banyak orang yang mengatakan bahwa disisi lain Dunia, terdapat seseorang yang mirip dengan kita. Namun, apa yang dialami oleh Ren adalah Dua orang sekaligus, lebih aneh lagi, mereka saling bertarung satu sama lain.
"Hm ... Sepertinya itu hanya Ilusi, Atau mungkin ... mereka bertengkar tentang siapa yang asli diantara mereka berdua?" Ren mengatakannya sambil bergurau.
Keheningan mulai menyelimuti tempat dimana Ren berada. Avrogan yang tidak tahu harus berkata apa lagi, dan Ren yang tidak ingin mengatakan apapun lagi. Sementara Nirlayn, tidak perlu dijelaskan lagi bahwa dia sedang tertidur pulas saat ini.
Disaat Keheningan itu telah bertahan cukup lama, dan Ren masih memandangi langit malam yang indah. Avrogan tiba - tiba berteriak kegirangan ... Ren ingin sekali melemparkan Avrogan karena telah mengganggu suasana. Tapi ... Niatnya dengan segera menciut setelah melihat sosok Avrogan.
"Tuan! Apa ini adalah skill milik anda yaitu Blood Art?!"
Avrogan saat ini mengenakan sebuah Armor di Tubuhnya. Suatu hal yang membuat Armor Avrogan mengesankan adalah kenyataan bahwa Armor itu tidak menempel di Tubuhnya melainkan sedikit mengambang.
"Apa yang kau lakukan barusan?" Ren mencoba memahami bagaimana ini bisa terjadi.
__ADS_1
"Saya hanya membayangkan betapa Keren nya jika saya mengenakan sebuah Armor seperti ini." Balas Avrogan yang masih dalam keadaan Gembira.
"Yah ... Itu cukup baik untukmu." Ren memalingkan Muka ke atas langit kembali, sambil berkata seolah tidak peduli.
Sebuah Ide yang acak dan tidak berguna muncul di Pikiran Ren. Ide itu secara tidak sengaja dia gumamkan dan terdengar oleh Avrogan.
"Mungkin ... Ini kelahiran dari Pasukan Baru yang bernama [Blood Servant] di Dunia ini. Heh ...."
Mata Avrogan langsung menampakan Kilauan Cahaya. Sebuah Perasaan yang tidak dapat digambarkan muncul dalam Hati Avrogan. Tanpa Ren sadari pula, Gumaman dari Ide nya yang acak itu membuat Avrogan merasa bangga dan semakin setia padanya.
"Terima Kasih, Tuan. Mulai saat ini saya akan menjadi [Blood Servant] seperti keinginan anda." Avrogan menunduk dan mengatakannya dengan penuh Hormat.
Ini adalah Awal mula terciptanya sebuah Pasukan yang terdiri dari para [Beast Servant] berwarna Darah.
* * *
* * *
* * *
Matahari telah terbit, menandakan bahwa Hari sudah mulai menjadi pagi. Terbitnya Matahari juga menjadi tanda bahwa Invasi Monster akan segera terjadi. Semua orang yang akan berjuang melawan Invasi ini telah bersiap sejak Malam Hari. Mereka melakukan pergantian Jam istirahat sehingga mereka tidak akan kelelahan disaat pagi.
"Mereka, akhirnya muncul ...."
Persepsi Mana Ren mulai menangkap beberapa Segerombolan Mana Monster yang bergerak ke arah Kota. Anehnya, mereka muncul secara tiba - tiba dari beberapa tempat yang berbeda.
"Avrogan, aku memberimu Misi untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi disana. Cukup menyelidiki dari Jauh dan Jagalah Jarakmu dibatas yang aman."
Avrogan yang sedang bersantai dengan cepat berdiri tegak layaknya seorang tentara terlatih. Kesenangan karena mendapat Skill baru sepertinya membuat dia dalam Kondisi semangat yang tinggi.
"Laksanakan Tuan!" Avrogan menjawab dengan tegas.
Dengan semangat yang menggebu - gebu, Avrogan terbang ke Udara dan menuju Hutan Loudeas. Ren yang menyaksikan kepergian Avrogan cukup khawatir tentang Hal ini. Alasan dari Invasi para Monster belum diketahui dengan pasti, lalu apakah ada seseorang dibalik semua ini pun belum diketahui.
Sebenarnya Ren ingin memastikan sendiri apa yang sebenarnya terjadi disana. Namun para Monster telah mulai bergerak kesini dalam Jumlah yang luar biasa. Mungkin, ini akan menjadi Invasi terparah yang pernah dialami oleh Kerajaan Aulzania.
"Lagi ... Dan lagi, Takdir sepertinya telah membawa semua ini padaku."
Ren menggerakan Tubuhnya seperti orang yang akan duduk pada suatu Kursi. Namun jika dilihat dengan baik, tidak ada kursi atau barang semacamnya disana. Mungkin jika ada orang yang menyaksikan ini menyangka bahwa Ren akan terjatuh. Tapi sebelum Ren kehilangan keseimbangan, dia membuat Singgasana terlebih dahulu dan langsung duduk dengan sempurna.
"Hm ... Aku akan menyaksikan dari sini."
Beberapa saat setelah Ren duduk diam dan menunggu. Suara dari Langkah Kaki seseorang menghampirinya. Orang itu adalah, Derrian yang mengenakan Zirah lengkap dan membawa [Holy Sword : Desvil] miliknya.
__ADS_1
"Maaf Tuan Dirvaren, kedatangan saya kemari hanya untuk ...."
"Menanyakan berapa lama sampai musuh tiba?" Ren langsung memotong perkataan Derrian.
"Ah ... Itu benar, apakah anda mengetahuinya?" Derrian tersenyum canggung.
"Mereka akan tiba sebentar lagi, segera persiapkan dirimu dan pasukanmu. Ini akan menjadi pertarungan yang cukup berat bagi kalian."
Ren memberi peringatan pada Derrian, namun dia tidak mengatakan dengan pasti mengapa dia berkata seperti ini. Jika Derrian mengetahui bahwa musuh Berjumlah Luar Biasa, itu akan sedikit mengurangi semangatnya dan itu cukup berbahaya.
"Saya mengerti, kalau begitu Sampai Nanti Tuan Dirvaren."
Derrian mengangguk dengan penuh tekad dan langsung melangkahkan kaki. Tapi sebelum dia benar - benar pergi, beberapa kalimat dari Ren menghentikan langkahnya.
"Jangan Khawatir untuk Kalah Derrian, percaya pada kemampuanmu dan bertarunglah dengan penuh percaya diri. Andaikan sesuatu hal yang buruk terjadi, aku bersumpah untuk menyelamatkan kalian semua." Ren berkata dengan Nada penguasa, matanya masih terpaku pada Hutan Loudeas tanpa bergerak sedikitpun.
Derrian yang mendengar ucapan ini hanya bisa tersenyum dengan penuh kebanggaan. Dengan dipercayai oleh orang hebat seperti Ren membuat seluruh kecemasan dan ketegangan nya menghilang.
"Saya akan berusaha untuk memenuhi Harapan anda."
Sekarang, Derrian telah sepenuhnya pergi dan meninggalkan Ren seorang diri. Tidak, tepatnya meninggalkan Ren sendiri untuk menemani Nirlayn yang masih tertidur.
Ren, dia masih menatap pada Kejauhan Cakrawala dan tanpa bergerak maupun berbicara. Dia hanya menatap dan terus menatap, ketika sebuah Kilauan Cahaya terlihat di Matanya, Ren memejamkan Mata dengan tiba - tiba.
Beberapa waktu kemudian, Ren membuka Mata namun dengan Mata merah yang menyala. Senyum yang memiliki banyak arti secara tiba - tiba ditampilkan di Wajahnya.
"Jangan membuatku kecewa karena telah memilih bekerja sama dengan kalian."
Hanya sekilas, Ren terlihat seperti seseorang yang berbeda.
* * *
* * *
* * *
Semua Pasukan telah mempersiapkan diri mereka masing - masing. Dari segi mental serta fisik mereka telah benar - benar siap untuk berjuang melawan para Monster. Kepercayaan diri mereka sedikit meningkat ketika mengetahui bahwa Ksatria Aulzania mengenakan perlengkapan baru yang dimana Perlengkapan itu sangat berkualitas.
Formasi pertahanan kini telah diubah sesuai Saran yang diberikan oleh Pahlawan Aulzania. Dengan beberapa penyesuaian yang didiskusikan secara bersama dan mencapai kesepakatan bersama.
Ksatria Aulzania, mereka adalah Pasukan Utama yang akan menghabisi para Monster dan Posisi mereka masih tetap di Garda terdepan. Sedangkan untuk para Penyihir, mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok yang berdasar kepada Elemen apa yang mereka kuasai, dan dengan setiap Kelompok berisi Tujuh orang penyihir. Setiap Kelompok ditempatkan pada posisi yang berbeda dan Kelompok penyihir ini akan dilindungi oleh para Prajurit.
Untuk taktik menyerang sendiri, telah diputuskan mereka akan menggunakan taktik pelemahan terlebih dahulu. Dimana para Penyihir akan menyerang Monster yang datang untuk melemahkan mereka, setelah itu baru para Ksatria Aulzania akan menerjang dan menghabisi para Monster yang sudah terluka. Kemudian, para Ksatria Aulzania akan mundur dan kembali menunggu serangan dari para Penyihir.
__ADS_1
Derrian sebagai pemimpin dari seluruh Pasukan sedang diam dan menghadap pada Hutan. Dia ditemani oleh beberapa Ksatria Aulzania yang merupakan para Ksatria terkuat yang dimiliki Kerajaan Aulzania.
"Mereka datang ...."