
Benteng Kota Aulzania
Portal Misterius yang mengeluarkan Monster seakan tidak akan pernah habis. Lalu, Monster - Monster yang datang, secara bertahap semakin Kuat. Kemudian, Serangan Avrogan yang memiliki Kekuatan yang Luar Biasa dan sangat mencolok. Dan Nama dari Serangan Avrogan yang menggunakan Kata Divine.
Itu adalah beberapa Hal yang sedang dipikirkan oleh Ren saat ini. Akan tetapi dari beberapa Hal itu, yang diprioritaskan oleh Ren untuk saat ini adalah Portal Misterius itu sendiri. Dimana Portal Misterius itu adalah Sumber dari segala Masalah yang ada.
"Heh ...." Ren tersenyum dengan licik, "Sepertinya aku harus menunggu untuk beberapa saat lagi ...."
Ren kembali diam dan menatap pada Pertempuran dengan penuh Perhatian. Meski Ren terlihat benar - benar tidak peduli pada Pertempuran ini, namun kenyataannya berbeda. Ada beberapa Alasan mengapa dia memilih untuk menunggu daripada membantu mereka secara langsung.
Sementara Ren sedang berpikir ....
Dam! Jeduarrr! Dam! Jeduarr!
Dalam Pandangan Ren, Avrogan terus mengeluarkan Petir untuk menyambar para Monster. Sedangkan untuk Nirlayn sendiri, Ren tidak tahu apa yang dia gunakan sehingga menghasilkan suara 'Dam!' di Medan Pertempuran.
Meskipun Avrogan dan Nirlayn dengan cepat menghabisi Monster dalam Jumlah yang luar biasa. Namun tidak ada tanda - tanda Monster akan berkurang maupun berhenti keluar dari dalam Hutan. Pemandangan ini dapat Ren gambarkan sebagai ....
"Pertempuran tanpa akhir? Mungkin ...." Ren menghentikan perkataan sejenak, lalu bangkit dari posisi duduknya, "Hal itu memang akan terjadi ...." Sekali lagi, Ren menghentikan perkataannya, lalu dia berjalan mendekati Pembatas Benteng, "Tapi ... jika tidak ada aku disini." Ren menampakan senyum mengerikan.
Persepsi Mana Ren menangkap Tiga Sosok Kuat yang muncul dari Portal. Sosok - Sosok itu jika dibandingkan soal Kekuatan, maka mereka akan setara atau bahkan sedikit lebih unggul diatas Nirlayn.
Nirlayn sendiri sudah bertambah kuat beberapa kali sejak terakhir dia dibangkitkan oleh Ren. Kekuatan Nirlayn mungkin masih dibawah Rusava, Raytsa dan Avrogan, tetapi jika dibandingkan dengan Derrian, maka Nirlayn akan menang.
Ketiga Sosok itu memiliki Mana yang sangat tidak Murni. Bahkan sampai - sampai membuat Ren berpikir bahwa Tubuh mereka hanya terbuat dari Mana yang tidak Murni ini.
Bisa dikatakan, mereka adalah sosok pertama dengan tingkat Ketidakmurnian Mana tertinggi di Dunia yang pernah Ren temui.
"[Blood Art : Blood Sword Nuxuria." Ren bergumam sambil menggerakan Lengannya seperti menggenggam Pedang.
Tidak lama setelah itu, Aura Darah dari dalam Tubuh Ren merembes keluar dan mulai menciptakan sebuah Pedang ditangannya. Pedang yang memiliki bentuk seperti Pedang Nuxuria namun dengan Warna yang berbeda.
Sebelum melompat ke dalam Medan Pertempuran, Ren teringat pada Dua orang merepotkan yang ada disana. Tanpa banyak berpikir lagi, Ren memutuskan untuk menggunakan Penyamaran yang sudah lama tidak dia gunakan.
"Aku mengandalkanmu lagi, Blood Art ...."
Aura Darah kembali merembes dari dalam Tubuh Ren dan mulai menciptakan sebuah Topeng di Wajahnya. Topeng berwarna Merah Darah yang hanya menutupi Wajah Bagian atas miliknya.
Lalu Ren mengeluarkan Aura Darah dari Tangan Kiri, kemudian Tangan Kiri beserta Aura Darah itu diusapkan pada Rambut Hitam Legam miliknya. Seketika Warna Rambut yang berwarna Hitam itu berubah menjadi Merah Darah.
"Hm ...." Ren kembali tersenyum dengan penuh masalah, "Sepertinya Penampilanku ini akan mengundang sebuah Julukan baru? Seperti ... Blood Hero atau semacamnya?"
Ren segera menepis pemikiran itu sejauh mungkin. Kemudian dia mulai melangkahkan kaki miliknya, dan ketika Kaki itu mengenai Udara Kosong, Ren terjatuh dari Ketinggian Benteng Kota Aulzania ....
Shuuuutttttt, Bamm!!
Ren mendarat dengan sempurna, semua orang yang ada disekitar sana langsung mengalihkan perhatian mereka dengan wajah kebingungan dan waspada. Ren yang jatuh dari ketinggian seperti itu menghasilkan Awan Debu yang menghalangi sosoknya untuk terlihat.
Namun ketika Awan Debu telah sepenuhnya menghilang, mereka melihat sesosok Orang dengan penampilan yang sangat mencurigakan. Sontak saja, salah satu dari mereka berteriak untuk bertanya ....
"Siapa kau?! Musuh atau Teman?!"
Ren yang masih berdiri, di tempat dimana dia mendarat segera berbalik dan memberikan Jawaban, "Aku hanya Orang Biasa yang kebetulan lewat." Dengan Nada suara yang sedikit lelucon.
Namun Reaksi dari orang - orang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Ren. Mereka malah terlihat Marah karena merasa sedang dipermainkan. Dimana ada orang biasa yang mampu bertahan setelah terjatuh dari ketinggian seperti itu? Mereka tentu tidak akan percaya.
"Omong Kosong! Jangan bercanda dalam suasana seperti ini!"
Jawaban mereka membuat Ren menurunkan Bahunya. Ren berpikir, bahwa mereka terlalu serius dalam menghadapi sesuatu seperti ini. Akan tetapi, Ren juga tidak dapat menyalahkan mereka karena bertindak demikian. Untuk saat ini, Ren hanya bisa tertawa tanpa Alasan yang jelas dibalik topeng nya.
"Baiklah, biar aku Jawab pertanyaan kalian ...." Ren mengatakannya sambil berjalan.
Aura Darah yang Luar Biasa kemudian menyembur dari Tubuh Ren dan menyebabkan semua orang Terintimidasi. Karena Aura ini, mereka tanpa sadar memberikan sebuah Jalan untuk dilewati.
__ADS_1
"Aku tidak menganggap kalian Teman ataupun Musuh."
Bersamaan dengan Kata - Katanya, sosok Ren dimata orang - orang semakin mengintimidasi. Satu per satu dari mereka terjatuh dengan posisi berlutut pada Ren.
Dalam Keadaan yang berjalan dengan tenang, Ren mengacungkan Blood Sword Nuxuria ke atas Langit. Semua orang mengalihkan Mata untuk mengikuti kemana dia mengacungkan Pedangnya, dan ternyata ... Tepat diatas Pedang itu ada sosok Avrogan yang sedang terbang.
"Gunakan Divine Thunder milikmu padaku." Kata - Kata itu terlintas di telinga semua orang dan membuat mereka keheranan.
Meskipun Ren sama sekali tidak berteriak, namun Avrogan menyadari Perintahnya. Tanpa banyak menunggu waktu lagi, Awan Tebal kembali membentuk sebuah Pusaran di Langit. Setelah itu ... Divine Thunder milik Avrogan menyambar.
Dammm! Zrrettt Zreetttss!
Divine Thunder menyambar tepat pada [Blood Sword Nuxuria] yang mengarah ke Langit. Sangat mengerikan ketika melihat Petir yang secara terus menerus menyambar dihadapan Mata. Namun, meskipun itu mengerikan, Ren terlihat tidak terpengaruh sama sekali dan malah berkata dengan santainya ....
"Tolong buat Jalan untukku." Ren memejamkan Mata dan mengayunkan Pedang miliknya bersama dengan Divine Thunder Avrogan.
Shing! Zraaattttttsssss!
Dalam satu Garis yang lurus, sebuah Bilah Petir yang diayunkan oleh Ren menyebabkan Lautan Monster terbelah dan Binasa. Monster apapun yang mengenai Serangan ini, akan hancur tanpa bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Semua orang hanya bisa membulatkan Mata sampai Bola Mata mereka terlihat seperti akan lepas kapan saja. Mulut mereka pun terbuka tanpa mereka sadari.
Bilah Petir terus memotong Lautan Monster dan berhenti ketika itu sampai pada Mulut Hutan Loudeas. Serangan Ren Hanya menyisakan sebuah Jalan berbentuk Garis Kehancuran diantara Lautan Monster yang masih hidup.
Tak!
"Sekarang adalah Giliranku, [Blood Ruler : Multi Blood Prison]."
Ren menjentikan Jari dan membuat semua orang yang masih bertempur di Medan Perang terbungkus oleh Kubus berwarna Merah Transparan. Kubus - Kubus yang mengurung Pasukan Kerajaan Aulzania mulai bergerak menjauh dari Medan Pertempuran. Bahkan Derrian yang berada di Garis terdepan langsung Pingsan ketika Kubus Merah ini menutupi seluruh tubuhnya.
Sepertinya, Ren telah menyelamatkan Nyawa Derrian pada waktu yang sangat - sangat tepat. Andaikan Ren telat sedikit saja, dan Derrian pingsan di Medan Pertempuran, dapat dipastikan Nyawa Derrian akan menghilang.
Setelah semua orang dibawa Mundur dari Lautan Monster, Ren berbalik pada Pasukan Kerajaan Aulzania yang berada di Belakang nya. Dengan tatapan Tajam yang mengintimidasi, dia berkata, "Tanamkan Kata - Kata ini dalam Hati kalian ... Aku, adalah orang yang selalu memegang Janji."
"Hm ... Itu bagus." Ren berbalik kembali pada Lautan Monster.
Kemudian ... Sosok Ren menghilang dalam Pandangan semua orang. Namun Jauh dalam Lautan Monster, sebuah Cahaya Merah Darah bergerak dengan sangat cepat disana. Begitu Cepatnya sampai - sampai Cahaya Merah itu Hanya membutuhkan waktu satu detik untuk dapat memutari seluruh Medan Pertempuran beberapa kali.
Dalam Waktu Satu Detik yang seakan melambat itu, Cahaya Merah melakukan Gerak Acak ditengah Lautan Monster. Menyilang, Lurus, Segitiga, Bulat dan Gerakan aneh lainnya. Bisa dikatakan, tidak ada satupun Monster yang dilewatkan oleh Cahaya Merah itu ketika bergerak.
Pemandangan ini begitu menakjubkan ketika dilihat oleh Mata. Hanya saja, seorang yang memiliki kemampuan dibawah Derrian akan kesulitan untuk melihat keberadaan Cahaya Merah ini. Mungkin, hanya beberapa Individu yang bisa melihatnya yaitu Avrogan, Nirlayn, bersama dengan Dua orang Merepotkan yang Ren maksud.
"Yah ...." Ren tiba - tiba muncul di Mulut Hutan Loudeas, yang artinya dia saat ini berada diseberang Pasukan Kerajaan Aulzania. Setetes Keringat muncul didahinya dan menandakan bahwa dia merasa sedikit lelah kali ini, "Ini sedikit merepotkan akan tetapi disaat yang bersamaan juga menyenangkan." Ren berkata sambil melangkahkan kakinya ke Hutan.
Pada saat itu, sesuatu terjadi ....
Bam! Bam! Bam! Bam! Srats! Srats!
Seluruh Medan Pertempuran meledak tak karuan, Monster - Monster dihancurkan secara tiba - tiba. Semua Monster yang ada disana binasa, terpotong, terbelah, hancur, bahkan Meledak. Pemandangan Lautan Monster yang masih hidup itu ... Kini berubah menjadi Neraka dari Mayat para Monster yang hancur.
Semua Usaha Pasukan Kerajaan Aulzania melawan Lautan Monster terlihat seperti sebuah Lelucon Semata. Mereka yang telah berjuang keras dan mengorbankan banyak nyawa, kini hanya bisa terpana melihat Kekuatan yang amat Luar Biasa. Dimana para Monster Binasa hanya dalam waktu satu detik semata.
Tidak ada kata lain yang dapat mereka gunakan untuk mengomentari Kekuatan dari Pahlawan Aulzania, selain ... Gila.
Setelah itu, Ren memutuskan untuk masuk lebih dalam ke Hutan Loudeas. Sebelum benar - benar memasuki Hutan, Ren sempat melirik pada Lautan Monster yang binasa.
"Mungkin kalian berpikir bahwa aku adalah orang yang buruk." Ren berkata sambil tersenyum pahit, "Itu tidak dapat disangkal, aku memang membiarkan Teman kalian Gugur di Medan Pertempuran."
"Namun ada satu hal yang mesti kalian ingat ...." Ren melakukan Tebasan Menyilang pada Pepohonan yang menghalangi Jalan, setelah melakukan itu, dia melanjutkan perkataannya, "Bahwa Dunia memang sudah ditakdirkan seperti ini."
Tidak ada yang tahu, pada siapa Ren berbicara. Namun ada satu hal yang pasti yaitu, Tebasan Menyilangnya tadi membuat Pepohonan terpotong dan Runtuh. Sebuah Jalan Lurus kemudian terbentuk, Jalan yang menampakan Tiga Sosok Humanoid berwarna Hitam di Ujung nya.
Seluruh bagian Tubuh ketiga sosok itu memiliki Warna Hitam Legam, bagaikan sebuah Kabut Hitam yang memang dibentuk seperti itu. Lalu dipunggung mereka, menempel sesuatu yang terlihat seperti Tentakel Gurita berjumlah Enam buah. Mata mereka yang berwarna Ungu menyeramkan bersinar dengan Hebat. Lalu ... Sebuah senyum yang mengerikan terdapat disana.
__ADS_1
Salah satu dari sosok itu tersenyum dan terlihat sedang menggenggam sesuatu dihadapannya. Dan apa yang dia genggam adalah ... Dua Bilah Serangan yang berasal dari Pedang milik Ren.
Sosok itu menghancurkan Dua Bilah ditangannya dengan sebuah Cengkeraman. Tanpa mengalami sedikitpun kesulitan, dia berhasil merubah Dua Bilah Serangan milik Ren menjadi Butiran Cahaya.
"EMOC SAH YREVALS FO ARE EHT!"
Sosok yang terdepan dari mereka bertiga mengeluarkan sebuah Suara aneh yang tidak dapat dimengerti oleh Ren. Mereka bertiga secara bersamaan merentangkan kedua lengan mereka ke arah samping, lalu mereka mengeluarkan suara secara bersamaan ....
"SDNAH RUO NI SI DLROW EHT FO NOITCURTSED EHT!"
"RAAAAA!!" Mereka meraung dengan Nada yang tinggi.
Ren terkejut melihat mereka bertiga, tepatnya bukan karena sosok mereka yang aneh maupun menyeramkan. Melainkan dia terkejut karena baru pertama kali di Dunia ini ada sosok yang dapat menahan serta menghancurkan Serangan miliknya.
Disaat Ren masih menatap mereka dengan seksama, mereka akhirnya menyadari bahwa Ren sedang berdiri disana. Lalu salah satu dari mereka menunjuk ke arah dimana Ren berada.
"ERA YUO NAMUH?? OOOONNN ... ERA YUO LIVED DOOLB!" Mereka berbicara lalu mereka juga yang berteriak dengan Nada yang tinggi.
Ren dapat menebak bahwa mereka bertiga sedang marah untuk saat ini. Terbukti ketika satu per satu dari mereka mulai mengeluarkan sebuah Senjata yang terbentuk dari Tubuh mereka sendiri.
"Bertarung? Seperti yang diharapkan dari Makhluk aneh." Ren tersenyum.
Namun sebelum Ren dapat mempersiapkan Posisi bertarung yang baik dan benar, mereka sudah melakukan Gerakan terlebih dahulu. Satu Sosok Hitam melompat tinggi ke langit sedangkan untuk Dua lainnya bergerak dengan cepat ke kiri dan kanan Ren.
"Ya amp ...."
Satu Sosok Hitam yang menggunakan Senjata seperti Kapak dari Kiri, sementara Satu Sosok Hitam yang menggunakan semacam Pemukul Berduri dari Kanan. Mereka sudah langsung menyerang Ren tanpa memberikan tanda sedikitpun.
Tankkk!
Ren menahan Serangan Kapak menggunakan Blood Sword Nuxuria miliknya. Namun disaat yang bersamaan, Pemukul Berduri dengan cepat menuju ke arahnya dari sebelah Kanan. Tanpa Senjata lain, Ren memilih untuk menghindar dengan cara menyerang Sosok Hitam Kapak menggunakan Kaki.
Kaki Kanan Ren dengan cepat terangkat dan diarahkan pada Kepala Sosok Hitam Kapak bagian belakang. Setelah mengenainya, tanpa menunggu waktu sedikitpun, Ren langsung menggunakan Kekuatannya untuk menghantamkan Sosok Hitam Kapak itu menuju Tanah.
Bammm!
Memanfaatkan dorongan ketika menghantamkan Sosok Hitam ke Tanah, Ren langsung melompat ke atas untuk menghindari Pemukul Berduri, dan Pemukul Berduri berhasil dihindari. Sosok Hitam yang menggenggam Pemukul Berduri kehilangan keseimbangan untuk sementara Waktu.
Dalam Waktu yang singkat ini, Ren mempercepat Gerakan dan seluruh Kerja Otaknya, membuat Waktu Dunia terasa melambat. Sosok Hitam yang menggunakan Pemukul Berduri tepat berada dihadapan Ren saat ini yang sedang melompat di Udara. Sedangkan, untuk sosok yang melompat ke Udara, dia tidak menggenggam Senjata apapun dan tampak akan meluncur menggunakan Tangan kosong.
"Kurasa dalam Waktu Nyata, dia akan kehilangan keseimbangan dalam 1,5 Detik sedangkan Serangan dari atas akan datang dalam 2,5 Detik. Sepertinya cukup ...." Ren menganalisa situasi dengan cepat.
Waktu mulai kembali berjalan Normal di Mata Ren. Ren langsung menghilangkan Blood Sword Nuxuria miliknya, dan disaat yang bersamaan, Ren melakukan Putaran Vertikal di Udara kemudian menendang Kepala Sosok Hitam yang tengah kehilangan keseimbangan itu ke Tanah.
Bam!
Dua Sosok Hitam berhasil dia Tendang ke Tanah. Namun seperti yang diharapkan dari Makhluk Aneh, mereka tidak dapat dikalahkan hanya dengan sesuatu yang seperti ini. Ren mendaratkan kedua kaki tepat diatas Dua Kepala sosok Hitam, menahan mereka untuk bangun lebih Jauh lagi.
Meskipun ditendang dengan Kekuatan Ren yang luar biasa, mereka berdua masih tetap Hidup dan mencoba memberontak ketika Ren menginjak dan menekan kepala mereka berdua.
"O-Ohhh Hei ... Jangan bergerak! Aku hampir saja terjatuh." Ren protes pada Dua sosok Hitam yang dia injak Kepalanya.
Dan ... Serangan dari Langit pun tiba.
Duaaakkkkk!!
Serangan sosok Hitam dari Langit terhenti hanya dengan sebelah kaki milik Ren yang diarahkan pada Kepala miliknya. Dengan cepat, Ren menggerakan Kakinya untuk menginjak kembali Sosok Hitam yang masih diam di Tanah.
"Ah ... Apa ini? Sebuah Jabat tangan terbaru? Tapi maaf, aku mencurigai Kulitmu dipenuhi oleh Kotoran sampai Hitam seperti itu." Ren berusaha mengatakan Lelucon namun itu tidak ditanggapi oleh sosok Hitam.
Dan sosok Hitam yang masih diam mematung dengan Posisi menyerang terlihat kebingungan dengan apa yang terjadi.
"Mau mencoba untuk ke Langit sekali lagi?" Ren tertawa mengerikan dan langsung menghempaskan sosok dihadapannya ke Langit.
__ADS_1
Dammm!