
Malam ini, hujan gerimis masih membasahi bumi. hawa dingin menyeruak masuk kesetiap sudut ruangan, tanpa terkecuali kamar tidur Alex dan Vella, pasangan ini masih terlibat perdebatan kecil yang merupakan bumbu-bumbu cinta sebelum tidur.
"Sayang, aku merasa ada kemiripan antara wajahmu dan Kenzo." ucap Alex tiba-tiba, sehingga membuat Ravela mengernyitkan keningnya heran dengan pertanyaan Alex yang tiba-tiba dan tidak masuk akal menurut nya.
"Siapa Kenzo?"
"Suami dari Natali, pria yang barusan ikut menyalami mu."
"Ha...ha... suamiku kamu ingin melucu atau cemburu, mana mungkin kami memiliki kemiripan." ucap Ravela tertawa dan berfikir Alex mengada-ada.
"Apa sih yang nggak mungkin didunia ini, sayang." ucap Alexander.
"Suamiku, tujuan kamu bertanya seperti ini apa?" tanya Vella yang merasa suaminya tengah memiliki maksud tertentu.
__ADS_1
"Yah, sapa tahu saja kamu bisa menemukan jati diri mu yang sesungguhnya. itu saja."
"Apa kamu meragukan asal-usul ku?" tanya Vella.
"Tidak juga, karena aku percaya kamu terlahir dari keluarga baik-baik, cuma aku merasa tatapan Kenzo ke kamu seperti menyimpan kesedihan yang mendalam dan penuh kerinduan, seperti ada ikatan bathin yang membuatnya seperti mengenali dirimu jauh sebelumnya. meskipun itu cuma prasangka aku saja sih." Jawab Alex.
"Bisa jadi, kamu kan suami posesif, cemburuan dan curigaan." goda Vella yang membuat Alex gemas dan menarik Vella kedalam pelukannya.
"Suami manapun pasti akan bersikap seperti diriku, jika memiliki seorang istri secantik dan seimut kamu, sayang." ucap Alex, berusaha kembali mengalihkan perhatian Vella yang tengah dirundung rasa penasaran yang luar biasa setelah mendengar perkataan suaminya.
"Sayang, jangan pernah takut. Aku akan terus mendampingi mu, terutama saat proses persalinan mu nantinya. aku mencintaimu dan terimakasih karena sudah hadir dalam hidupku...L Love You always.." bisik Alex.
Tangan Alex yang semula hanya mengelus bagian perut Ravela, mulai turun kebawah lagi dan menyusup masuk kedalam pakaian tidur yang tipis, sehingga Ravela mendesis pelan karena kegelian dan ******* karena sentuhan Alex semakin lama semakin dalam.
__ADS_1
"Isteri ku, ingat pesan dokter nggak. agar kita sering-sering melakukan aktivitas ranjang."
"Mmmmhh, lakukan kah suamiku...aku milikmu malam ini." jawab Vella karena mulai terangsang dengan sentuhan Alex.
Alex memperlakukan Vella begitu lembut, menikmati ciuman dan hisapan setiap inci bagian tubuh, sehingga Vella benar-benar terbang melayang dengan gairah yang memuncak karena Alex belum juga melakukan penyatuan, pria tampan itu masih betah untuk bermain-main dengan tubuh sang istri yang semakin montok.
"Suami ku, aku...!!"
"Sayang, kamu sering memintaku untuk pelan-pelan. baiklah sekarang aku akan kabulkan keinginan mu." balas Alex mengigit pelan bibir Vella.
Vella yang sudah tidak tahan lagi, akirnya memberanikan diri pindah posisi menindih Alex. dan mendominasi permainan mereka malam ini. Alex yang tidak menduga langsung tersenyum puas menikmati permainan istri Imut nya.
"Bagaimana sayang, apa kamu menikmati posisi ini?" bisik Alex, tidak ada jawaban dari bibir Vella yang terus mendesah, Alex yang tidak tahan membantu sang istri. hingga mereka mencapai pelepasan secara bersamaan.
__ADS_1
Malam mulai beranjak larut dengan udara yang begitu dingin, hujan yang semula gerimis menjadi begitu lebat. namun tidak bagi pasangan yang tengah memadu kasih diatas ranjang peraduan dengan keringat yang membasahi tubuh mereka Masing-masing.
***