
Vella bingung harus menjelaskan bagaimana lagi pada Alex, dalam pikiran suami mesumnya itu hanya bercinta dan bercinta saja. tidak mencerminkan sikap seorang miliader yang biasa sangat ditakuti oleh para karyawan termasuk kolega bisnis nya, mengingat Alex bukanlah orang sembarangan.
"Sayang, jangan badmood gitu dong. ayo senyum lagi, aku cuma becanda He....he...." bujuk Alex.
"Becanda ada batasan nya juga."
"Sebentar, ada telpon masuk dari mami.'
Perdebatan mereka terhenti, begitu panggilan masuk dari mami yang sangat ingin Vidio call dengan Vella sebelum sampai di tanah air.
"Hallo mami, assalamualaikum."
"Waalaikumsallam, Vella. bagaimana kondisi mu sayang?"
"Sudah agak mendingan mi."
"Syukurlah, mami senang sekali akhirnya kamu mengandung cucu mami. yang mengalir garis keturunan Jean." ucap Melinda bahagia bercampur bangga.
"Iya, aku akan menjaganya sebaik mungkin, mi."
"Baguslah, Alex tidak nakal kan? jika dia macam-macam segera laporkan pada mami. karena suasana hatimu harus tetap terjaga."
"Tentu mi, Vella pasti akan mengadukan pada mami." ucap Vella tersenyum puas sedangkan Alex meraba tengkuknya yang tidak gatal. melihat istri dan mami yang sudah sekongkol untuk melawan nya. setelah sambungan telepon Vella dan Mami terputus, Alex kembali mendekati sang istri.
"Sayang, boleh kan aku ikut berbaring disebelah mu." ucap Alex berusaha merayu dan tersenyum sok imut mengedipkan matanya kearah Vella.
__ADS_1
"Suamiku, dalam ruangan ini terdapat dua tempat tidur. kamu bisa mengunakan nya tanpa harus berdesak-desakan dengan ku diranjang khusus untuk pasien rumah sakit."
"Tidak mungkin kita berdesakan, tempat tidur mu luas begini. aku hanya ingin menjadi suami yang siaga untuk mu jika membutuh sesuatu?" Alex masih ngotot.
"Suamiku, kamu bisa bisa mengawasi ku kapanpun. toh tempat tidur kita juga berdekatan."
Alex tidak ingin mendengar penolakan lagi, dia naik dan langsung berbaring memeluk Ravela dari samping.
"Aleexx....."
Vella yang kesal menepuk tangan suami yang melingkar, tapi tidak digubris sama sekali. akhirnya dia pasrah memejamkan matanya tidur dalam pelukan Alex. yang tersenyum menang melihat sang istri akhir nya menyerah.
"Aku tidak bisa jauh darimu sayang, aku akan ikut merasakan mual dan pusing. jika tidak mencium aroma wangi tubuh mu." bisik Alex mencium kedua pipi Vella, lalu melanjutkan tidurnya, dia tidak melihat senyum bahagia juga terpancar dari bibir Ravela.
***
Setelah menempuh perjalanan jauh, Melinda tersenyum lebar, langkah nya semakin cepat dan bersemangat menuju ruang perawatan Ravela. sebelah tangannya memegangi parcel beraneka macam buah-buahan segar. dia berharap dengan mengkonsumsi banyak buah kondisi sang menantu akan kembali fit seperti semula.
"Tok!Tok!
"Masuk!" Melinda masuk setelah mendengar jawaban suara Alex dari dalam kamar.
"Mami!"
"Ya sayang, mami sengaja pulang untuk melihat mu. selamat ya nak atas kehamilan mu ini. semoga dia tumbuh dengan baik dan sehat." ucap mami menyerahkan parcel ketangan Vella, lalu mengusap perut yang masih terlihat datar tersebut.
__ADS_1
"Terimakasih mi."
"Apa kamu sudah makan?"
"Belum mi, semua jenis makanan membuat ku mual. meskipun aku ingin sekali untuk makan." jawab Vella lesu menatap makanan yang belum tersentuh sama sekali.
"Duuh, bagaimana ini nak. cuma infus saja yang membantu mu. padahal bayi dalam perut mu butuh asupan nutrisi, termasuk dirimu sendiri." mami terlihat gusar, lalu membuka parcel buah-buahan yang baru saja dia bawa.
"Kamu makan buah saja ya, biar mami bantu kupasin."
"Boleh mi, tapi buah jeruk ya."
"Alex, apa kamu tidak membeli susu hamil dan vitamin buat istri mu, seharusnya kamu itu lebih pintar dan menjadi suami yang siaga."
"Maaf mi, Alex tidak tahu."
"Ya sudah, cepat beli sana."
Alex langsung meninggalkan ruangan, mami dan Vella ngobrol-ngobrol seraya makan buah.
"Mi, rasanya jauh lebih segar dan enak."
"Kamu suka, biar mami kupasin lagi." ucap Melinda tersenyum senang.
"Iya mi."
__ADS_1
Tidak lama, tim dokter masuk untuk memeriksa kondisi Vella. mulai dari detak jantung, tekanan darah serta keluhan-keluhan yang masih dirasakan Ravela.