
"Tidak biasanya aku terbuka pada orang lain tentang kehidupan pribadi ku, tapi karena kamu sudah aku anggap orang terdekat ku. baiklah aku akan menjawab pertanyaan mu barusan, sebenarnya mama Arini dan kak Sena adalah keluarga angkat ku, mereka merawat ku semenjak umur tiga tahun. aku tidak tahu pasti kebenarannya ataupun keberdaan keluarga kandung ku, karena saat itu aku masih sangat kecil." jawab Ravela dengan mata mengembun, meskipun Vella juga bertanya-tanya kenapa Natali tiba-tiba menanyakan status kekuarga dalam keluarga Wilson yang dulunya begitu terpandang.
"Aku semakin yakin, jika Ravela adalah adik kandung dari Kenzo. yang berarti dia juga adik ipar ku." bathin Natali.
Natali tersenyum, berbagai rencana dan kemungkinan terjadi bermunculan dibenaknya. namun dia tidak ingin Ravela menjadi curiga saat ini, yang terpenting sekarang dia sudah mengetahui titik terang meskipun belum pasti kebenarannya.
"Ngak terasa sudah lebih dari satu jam, kita menghabiskan waktu dengan ngobrol-ngobrol santai ya, bagaimana lain waktu kita sambung lagi, Ravela. paling tidak kita bisa menjadi lebih dekat lagi setelah ini." ucap Natali.
"Boleh juga, berhubung aku juga ingin pergi ke butik mami." jawab Vella bersiap mengambil kartu debit nya untuk melakukan pembayaran, namun Natali dengan sigap mencegatnya.
__ADS_1
"Kali ini, izinkan aku yang mentraktir mu. anggap saja sebagai perayaan dan pertemuan kita kembali sebagai seorang sahabat, aku harap kamu juga bisa memaafkan masa lalu ku." ucap Natali tersenyum tulus.
"Baiklah, aku juga minta maaf padamu, Natali." ucap Vella tersenyum.
"Ya udah, hati-hati ya Vella. sampai bertemu lagi lain kesempatan."
Natali dan Ravela saling berpelukan hangat, berciuman pipi kiri dan kanan layaknya seorang sahabat. tidak ada lagi kemarahan ataupun dendam antara mantan pacar dan istri sah. mereka berdua sudah sepakat akan memulai hubungan yang baru dan penuh kekeluargaan.
"Andaikan Ravela benar-benar adik kandung yang selama ini dicari Kenzo, pasti dia sangat bahagia melihat kehidupan adiknya yang diperlukan bak seorang putri oleh suaminya, yang merupakan salah seorang bangsawan di negeri ini. semoga kamu bahagia Vella, aku sudah ikhlas melepaskan Alex bersama mu." setelah mobil yang membawa Ravela menghilang, Natali baru beranjak dari duduknya, begitu Kenzo meminta nya untuk segera pulang.
__ADS_1
Sementara itu, Alex menarik nafas lega, paling tidak kerjasama yang baru dia mulai bersama Kenzo. sejauh ini sudah berjalan lancar, meskipun dia harus pulang larut karena tuntutan pekerjaan yang menumpuk.
Mobil mewah yang dikendarai Alex meluncur mulus membelah jalanan ibukota yang mulai berkurang kepadatanya, dia sengaja tidak mengunakan jasa asisten Rey berhubung malam sudah semakin larut dan asistennya juga butuh istirahat yang cukup.
"Pasti istri imutku sudah tertidur pulas, begitu aku sampai di rumah." gumam Alex begitu mobilnya sudah memasuki gerbang utama rumah besarnya.
Langkah panjang Alex langsung menuju kamar tidurnya bersama Vella, senyuman manis mengembang begitu melihat sang istri tertidur di sofa menunggu kepulangan dirinya, dengan televisi berukuran besar masih menyala.
"Kebiasaan nonton televisi, tapi malah dirinya yang seolah-olah ditonton." gumam Alex tersenyum melihat ke imutan Vella.
__ADS_1
Setelah membersihkan tubuhnya, Alex mematikan televisi. mengendong Vella yang masih tidur pulas menuju ranjang. mereka tidur berpelukan sambil menghirup aroma tubuh Vella yang menenangkan yang ampuh membuat Alex tertidur pulas hingga pagi menjelang.