
"Oo...jadi itu perempuan yang bernama Anabella!" ucap Vivian begitu melihat Anabella memasuki pusat perbelanjaan.
"Iya sayang, kamu lihat sendiri seperti apa penampilannya, ayo kita ketempat lain saja." jawab Revan malas harus bertatap muka dengan calon istrinya.
"Aku tidak mau, aku ingin tahu sehebat apa sih dia, sampai-sampai ke-dua orang tuamu begitu kukuh ingin menjadikannya menantu, atau jangan-jangan dia memakai pelet?"
"Sudahlah, kamu tidak tahu sejarahnya panjang Viv."
"Wow! aku semakin penasaran, lihatlah dia memasuki toko tempat barang-barang branded. aku yakin dia akan menguras habis semua uangmu, Revan. bisa saja cadarnya itu hanya sebagai kedok untuk menutupi kebusukannya." rasa cemburu membuat nafas Vivian mulai sesak.
"Semua prasangka kamu itu salah Viv, kamu tidak mengenal siapa Anabella yang sebenarnya!"
Vivian tidak mendengarkan ucapan Revan, dia langsung menarik paksa lengan Revan untuk mengejar langkah Anabella.
"Sayang, kamu mau yang mana? silahkan pilih sesuka hatimu." ucap Revan sengaja meninggikan nada suaranya agar terdengar oleh Anabella. dia ingin memamerkan kekasihnya yang jauh lebih cantik dan modis pada Anabella agar gadis itu merasa minder dengan penampilannya sendiri.
"Aku mau yang ini...ini...ini...dan itu!" tunjuk Vivian bersemangat.
DEGH!!!
__ADS_1
Anabella terlonjak kaget, begitu melihat kehadiran Revan dan seorang wanita cantik yang begitu seksi bergelayut manja dilenganya. Anabella merasa dadanya sesak, sebisa mungkin dia berusaha bersikap tenang agar terlihat tidak lemah dan biasa-biasa saja, meskipun dalam hatinya perih.
"Kak Revan."
"Anabella, kamu disini juga? nyari apa?" berpura-pura terkejut.
"Aku ingin membeli gaun untuk pesta pernikahan kita nantinya." menunjuk salah satu gaun yang paling indah dan mewah di toko tersebut dengan harga fantastis.
"Revan sayang, aku juga mau gaun yang itu. agar pelakor ini sadar jika aku jauh lebih pantas mengenakannya dan bersanding denganmu." rengek Vivian seraya pamer kemesraan mereka, sedangkan hatinya penuh rasa iri melihat selera fashion Anabella yang cukup berkelas.
"Maaf Mbak, tapi persediaan gaun ini sangat terbatas dan hanya ada satu." ucap pelayan.
"Oya kamu benar sekali sayang." memilih pakaian yang lainya, sudut matanya terus memperhatikan Anabella yang mengeluarkan Black card untuk membayar belanjaanya.
"Tidak mungkin, kenapa dia bisa memiliki Black card?" bathin Vivian yang semakin penasaran.
Setelah selesai membayar, Anabella tersenyum kearah Revan dan Vivian pamit pergi meninggalkan toko.
"Hey tunggu!" teriak Vivian.
__ADS_1
"Ya ada apa mbak?"
"Jangan berlagak polos ya dihadapanku, dasar perempuan tidak tahu diri, dasar pelakor murahan kamu!" umpat Vivian meninggikan nada suaranya, berniat untuk mempermalukan Anabel.
"Jangan terlalu berlebihan nona, bukankah kalian baru sekedar pacaran? bukan suami-istri!" jawab Anabel tersenyum.
"Kurang ajar kamu!!"
"Nona tolong jaga sikap Anda." tiba-tiba seorang bodyguard yang selalu menjaga dan mengikuti Anabel maju lalu memberikan jalan untuk Anabel melangkah pergi.
"What dia punya bodyguard?" Teriak Vivian syok. sedangkan Revan menahan senyum melihat ekspresi terkejut sang kekasih.
"Revan, pokoknya aku ingin kamu berusaha lagi untuk menggagalkan pernikahan kalian, lihatlah perempuan itu sudah terlalu jauh mempengaruhi orang tuamu." rengek Vivian yang mengira jika kedua bodyguard Anabella, merupakan suruhan dari orang tua Revan yang ingin melindungi calon menantunya.
***
Minggu pagi yang cerah, dikediaman Ravela sudah terlihat sibuk. karena acara pernikahan sederhana akan segera dilangsungkan, hanya dihadiri oleh kerabat terdekat saja, semua itu merupakan salah satu syarat dari Revan, dia tidak ingin orang-orang mengetahui berita pernikahannya dengan Anabel tersebar.
Acara berlangsung cukup sakral, Revan dengan lantang mengucapkan ijab qobul, setelah dinyatakan sah sebagai suami-istri, Vella meminta Revan dan Anabel untuk sementara waktu tinggal bersama mereka, namun Revan menolaknya mentah-mentah, dia langsung memutuskan untuk mengajak Anabel tinggal bersama diapartemennya. agar bisa bebas untuk berbuat sesuka hatinya, tanpa diawasi oleh kedua orang tuanya lagi yang lebih berpihak pada menantu kesayangannya Anabella.
__ADS_1