
"Pergilah Kenzo, aku bukan istri mu lagi."
"Tidak, kamu masih sah menjadi istri ku, Natali. dan anak yang kamu kandung itu butuh sosok seorang ayah." bujuk Kenzo dengan tatapan sendu, dia sangat merindukan wajah Natali, setelah kepergian wanita itu membuat Kenzo tersadar jika dia telah jatuh cinta pada istri nya. sebelah tangan Kenzo terangkat ingin mengelus wajah cantik dihadapannya, namun Natali langsung menepisnya dengan kasar.
"Jangan sentuh aku, aku jijik padamu Kenzo." dengan tatapan penuh kebencian, Natali berusaha untuk menutup pintu, namun tenaganya yang tengah hamil besar kalah dengan Kenzo yang jauh lebih kuat dan perkasa.
Kenzo berhasil masuk kedalam rumah, mengunci pintu dan membuang asal kuncinya, agar Natali tidak berusaha untuk kabur lagi.
"Natali, please dengarkan penjelasan ku. bisakah kita bicara baik-baik." bujuk Kenzo melunak, dia menarik lembut tangan Natali, namun segera ditepis dengan kasar oleh perempuan yang sudah telanjur membenci nya.
Placck...!!!
Refleks tangan Natali terangkat, menampar keras wajah Kenzo. membuat rahang pria tampan itu bergetar menahan amarahnya, tanpa berusaha untuk membalas, dia tahu Natali masih sangat membenci nya.
__ADS_1
"Natali, kembali lah bersamaku. kita akan memulai semuanya dari awal lagi, membesarkan dan merawat anak kita dengan baik. aku berjanji tidak akan pernah menyakitimu." bujuk Kenzo dengan tubuh meluruh dilantai, sesuatu yang mustahil dilakukan oleh pria berdarah dingin dan kejam. namun demi ingin berubah dan hidup bersama keluarga kecilnya Kenzo siap melakukan apapun. termasuk memohon agar Natali bersedia menerima dan memaafkan nya kembali.
"Semua sudah terlambat Kenzo, hati dan jiwaku sudah terlalu lelah kamu sakiti dan tidak ada lagi yang tersisa, aku tidak ingin menjadi wanita peliharaan mu lagi, cukup sudah apa yang terjadi selama ini. sekarang aku hanya ingin hidup tenang dengan anakku." ucap Natali mengelus perutnya.
"Tidak sayang, aku tidak bisa hidup tanpamu dan calon anak kita." Kenzo kembali berusaha untuk meluluhkan hati Natali yang sudah mengeras seperti batu.
"Aku tidak peduli lagi padamu Kenzo, seiring dengan harapan dan cintaku juga sudah berhasil kamu hancurkan." Natali tertunduk sedih jika dia tidak dipaksa untuk menikah dengan Kenzo tentu dia masih memiliki harapan untuk merebut kembali hati Alex.
Kenzo sangat ingin menekuk tubuh Natali yang rapuh. ibu jarinya terangkat untuk menghapus air mata Natali, lalu menariknya dalam pelukan dengan penuh kelembutan dan perasaan sayang.
"Lepaskan aku Kenzo!"
"Natali, please... biarkan ini sesaat saja. aku begitu merindukan mu, wangi tubuh dan ******* mu yang manja setiap bercinta dengan ku, sayang." bisik Kenzo terbawa perasaan nya.
__ADS_1
Natali terdiam, seakan terhipnotis atau pengaruh bayi dalam kandungannya, perempuan itu terbawa suasana hingga terlena dalam kenyamanan pelukan suaminya yang kejam dan egois.
Kenzo mencium bibir Natali dengan penuh kelembutan, makin lama ciumannya makin dalam. tangan Kenzo mulai menyusup masuk kedalam pakaian Natali, mengelus bagian tubuh yang sudah sangat lama dirindukannya, namun hal itu justru membuat Natali kembali tersadar. dia mendorong kasar tubuh Kenzo hingga mundur beberapa langkah kebelakang.
"Berani-beraninya kamu Kenzo, cepat pergi dari sini. dan jangan pernah muncul lagi dihadapan ku." teriak Natali diringi tangisannya.
"Tidak, aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi. susah payah aku mencarimu selama ini. mulai sekarang kamu akan menjadi istri ku lagi." ucap Kenzo dengan rahang bergetar.
"Jangan mimpi, aku tidak akan pernah kembali lagi padamu."
Natali tidak kehabisan akal, dia menendang keras ******** Kenzo. membuat pria itu ambruk kesakitan karena serangan tiba-tiba dari Natali, yang langsung kabur meninggalkan Kenzo yang mengerang kesakitan.
"Aku harus segera pergi!"
__ADS_1