Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Kembali mengingat


__ADS_3

Pasangan ini semakin romantis, dari sebelumnya karena saat ini Ravela sudah mengingat semua masa lalunya. Alex menyewa salah satu hotel termegah. dengan pemandangan indah menghadap ketepi pantai.


"Sayang, setelah bukan madu ke-dua kita ini. aku ingin kamu kembali hamil anak kedua kita, jika perlu terlahir sepasang anak kembar agar kebahagiaan kita semakin lengkap." bisik Alex.


"Kembar?"


Pikiran Ravela menerawang membayangkan sepasang anak kembar yang lucu-lucu dan imut, senyumannya seketika mengembang.


"Menarik juga!"


"Kalau begitu, kita tidak boleh membuang-buang waktu lagi. ayo sayang kita harus segera membuat nya." Alex mengendong tubuh Ravela menunju ranjang yang sudah didekorasi dengan nuansa romantis layaknya pengantin baru.


Tangan kekar Alex menahan kedua tangan Ravela diatas, tangan satunya lagi dengan cekatan membuka satu persatu kancing pakaian Vella, sehingga memperlihatkan buah dada yang besar dan montok. Alex tidak menyia-nyiakan kesempatan layaknya bayi besar yang kehausan.


"Aaaauuww geli, pelan-pelan." ucap Ravela diantara desahannya yang tertahan.

__ADS_1


Alex yang semakin ahli dalam hal bercinta dan memanjakan sang istri, membuat Ravela berkali-kali mencapai *******. pria itu seakan memiliki tenaga lebih untuk bercinta dan bercinta lagi.


"I Love You honey."


"I Love You Too my husband."


Tubuh kedua ambruk sambil berpelukan, senyum kepuasan terpancar dari keduanya. memejamkan mata dengan selimut tebal yang menutupi tubuh mereka berdua.


Paginya, Ravela membuka matanya secara perlahan. namun dia mendapati posisi sebelah kiri nya yang kosong, suami mesumnya itu sudah terbangun terlebih dahulu darinya. Vella berusaha bangkit sambil menahan tubuh nya yang terasa remuk redam, mengigat semalam Alex begitu brutal dan sangat bersemangat bercinta dengan nya.


"Sayang, ternyata kamu disini!" terdengar suara Alex yang tiba-tiba membuka pintu kamar mandi, dia berjalan mendekati Vella.


"Suamiku, aku hanya ingin mandi." ucap Vella yang membaca gelagat aneh Alex yang terus menatap tubuh polos nya.


"Aku tahu, lagian siapa bilang jika kamu mau shopping." Alex menyeringai lalu memeluk tubuh Ravela dari arah belakang.

__ADS_1


"Tubuhku terasa lemas dan tidak bertenaga lagi." ucap Vella yang ingin berendam, Alex mengatur suhu air agar sesuai keinginan istri nya.


"Sayang, aku tidak akan meminta macam-macam lagi. aku akan membantu mu untuk mandi saja." Alex mengambil sampho aroma faforit mereka berdua, lalu mulai membasahi rambut dan memijid pelan dengan sampho barusan.


"Miringkan tubuh mu kedepan, biar aku bantu untuk menggosok punggung mu."


Vella menurut dan membiarkan suaminya, namun dia tidak bisa menahan geli ketika tangan Alex mulai menjalar kebagian dadanya.


"Sayang, kamu jangan terlalu banyak gerak dan memancing ku lagi." ucap Alex tersenyum memperhatikan bentuk tubuh indah istri nya.


"Aku tidak pernah memancing mu, sedangkan tidak dipancing pun kamu sudah tergoda." umpat Vela dengan nada mengejek.


Alex mengetahui kelemahan istrinya, semakin lama usapan nya semakin nakal dan menuju area pangkal pahanya, tanpa sadar Vella mendesah, mendapatkan lampu hijau dari sang istri, Alex semakin berani, apa yang tidak diinginkan Vella pagi ini kembali terulang.


"Sayang, bibirmu selalu menolak dan meminta ku untuk berhenti, tapi bahasa tubuh mu berkata lain, dia selalu lebih jujur dan meminta lebih." bisik Alex dan kembali memacu kuda liarnya, agar Revan segera memiliki seorang Adek perempuan seperti keinginan mereka berdua.

__ADS_1


***


__ADS_2