Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Hasil Tes DNA


__ADS_3

"Rey, tolong selidiki tentang pengusaha bernama Jims, dan juga putri mereka yang bernama Calista." perintah Alex.


"Baiklah tuan."


"Aku ingin, kamu memberikan hasil secepatnya."


Setelah menutup panggilannya, Alex tidak bisa fokus pada pekerjaan nya sendiri. pria itu berjalan mondar-mandir sambil memperhatikan foto Ravela dan dirinya yang tengah berpelukan mesra.


"Sayang, sebentar lagi kita akan bertemu. muaaacch." Alex mencium hangat foto Ravela sambil membayangkan wajah tampan Revan yang begitu mirip dengan perpaduan dari wajah mereka berdua.


Alex tidak sabaran lagi, siang nya dia kembali mengunjungi rumah sakit. untuk mengetahui apakah hasil tes DNA nya dan Revan sudah keluar.


"Ini tuan, hasil tes yang Anda inginkan sudah keluar."


"Terimakasih."


Kedua tangan Alex bergetar, harap-harap cemas saat membuka sebuah map berwarna coklat. yang berisikan hasil tes DNA.


DEGH!!!


Mata Alex membulat sempurna, hampir saja dia menjatuhkan hasil tes tersebut jika tidak segera menguasai keadaan.


"Alhamdulillah, ini benar-benar mukjizat mu ya Allah. akhirnya setelah sekian lama pencarian. aku menemukan juga anak dan istri ku, Ravela." tanpa sadar air mata haru membasahi kedua pipi Alex.

__ADS_1


"Mami harus tahu berita bahagia ini."


Alex segera pulang, sepanjang perjalanan bibirnya tidak henti-hentinya tersenyum dan mengucapkan rasa syukur yang tak terhingga.


"Tidak sia-sia aku mengunjungi tempat itu, sekarang pencarian ku membuahkan hasil." ucap Alex.


Tidak butuh waktu lama, mobil Alex memasuki perkarangan rumah mewah yang dulu nya selalu hangat dan terasa hidup sewaktu masih ada Ravela, namun seketika berubah sepi dan penuh kesedihan semenjak dia pergi.


"Mami!"


"Mami!"


Teriakan Alex menggema disetiap sudut ruangan, mencari kesana-kemari keberadaan sang mami Melinda.


"Nyonya, sedang berada di taman belakang tuan muda."


"Oke, terimakasih."


Alex segera menunju taman belakang, dimana bunga-bunga yang dulu ditanam oleh Vella, masih terawat dengan indah. karena mami tidak ingin apapun yang berhubungan dengan menantu kesayangannya rusak ataupun mati tidak terawat.


"Alex, ada apa nak?"


"Mi, mami pasti senang dengan kabar bahagia ini." ucap Alex dengan nafas ngos-ngosan sambil memegangi sebuah map coklat ditangan nya.

__ADS_1


"Tenangkan diri mu dulu nak, kabar apa yang ingin kamu beritahukan pada mami?" menatap penasaran.


"Mi, sebentar lagi aku akan berkumpul dengan anak dan istri ku, mi."


"Apa? Alex kamu sedang tidak berhalusinasi lagi, nak?" ucap Melinda sedih, dia berfikir Alex belum bisa melupakan Vella seutuhnya, bahkan lebih parah lagi, bisa jadi Alex sudah terganggu mentalnya.


"Tidak mi, dengarkan penjelasan ku ini baik-baik." Alex membimbing tangan sang mami, lalu mengajak maminya duduk dikursi taman, lalu mulai menjelaskan pertemuan pertama kali nya dengan bocah bernama Revan, serta hasil tes DNA yang sudah dilakukannya secara diam-diam, Alex pun memperlihatkan kertas putih dalam map coklat yang dipegangnya, seketika membuat Melinda pingsan, tidak percaya dengan kejutan yang begitu terasa mendadak.


"Mami!"


"Mami! bangun lah." ucap Alex panik.


Setelah dibawa kedalam kamar, Melinda tersadar dia kembali menagis penuh haru.


"Ravela, ternyata kamu masih hidup nak. tapi kenapa kamu menghilang dan tidak pernah kembali kerumah kita hick...hick.."


"Mi, Ravela dianiaya ada yang ingin melenyapkan nya. namun Vella berhasil diselamatkan oleh sepasang suami-istri dan membawanya pergi, Ravela hilang ingatan karena benturan keras dikepala nya, mi." terang Alex.


"Lalu mayat siapa yang ditemukan itu, Alex.?"


"Mayatnya Sena, mi. aku sudah menyelidiki semua nya. fokus ku sekarang bagaimana untuk mendapatkan Ravela dan anakku, lalu membawanya ke rumah kita lagi, karena ingatan nya tidak bisa untuk dipaksakan, dia akan kesakitan setiap mengingat masa lalunya." terang Alex.


"Percayalah nak, semua akan indah pada waktunya. Vella pasti akan mengingatmu kembali." ucap Melinda tersenyum bahagia menepuk-nepuk pundak Alex.

__ADS_1


__ADS_2