Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Tidak pernah berubah


__ADS_3

"Kenapa emangnya? meskipun kalian tidak akur, bagaimanapun Kyano adalah saudara sepupumu anak kakaknya mommy." terang Vella yang biasanya akan menceramahi Revan panjang lebar.


"Iya....iya aku tahu, jangan diteruskan lagi Mom. aku lagi malas berdebat."


"Kalau begitu, cepatan pulang dan segera ajak Anabella kesini." perintah Vella tegas.


"Iya...iya..." balas Revan menutup panggilannya.


"Vivian bakal ngambek lagi nih, mudah-mudahan nantinya dia bisa dibujuk lagi seperti biasanya." gumam Revan, yang ingat sifat sang kekasih yang sangat mudah dibujuk dengan uang ataupun berbelanja barang-barang mewah.


Begitu sampai Revan langsung menghampiri Anabella, gadis itu baru saja selesai sholat Ashar.


"Sudah pulang ya, kak." sapa Anabella tersenyum manis, dia tidak terlalu canggung lagi setelah Revan melihat wajah aslinya.


"Sudah, cepatlah bersiap-siap. mommy meminta kita untuk pulang kerumahnya."


"Baiklah Kak, aku juga sudah merindukan mommy."


"Aku harap kamu tidak keganjengan nantinya."


"Apa maksudmu, kak."

__ADS_1


"Yah siapa tahu, karena nantinya ada Kyano juga." jawab Revan melongos kesal, menuju kamarnya sendiri.


"Astaghfirullah, kak Revan. kenapa kamu selalu berfikir buruk tentang kami." batin Anabella mengusap dadanya berusaha sabar menghadapi Revan.


Selesai mandi, Revan membuka lemari pakaiannya. mencari-cari baju yang menurutnya paling bagus. makan malam ini seperti sebuah tantangan dan Revan ingin penampilannya menjadi yang terbaik dibandingkan Kyano nantinya.


Begitu sampai di rumah besar Alexander, mereka langsung disambut hangat. diruang tengah sudah ada Kenzo dan istrinya Natali.


"Assalamualaikum Mom."


"Waalaikumsalam sayang." Vella memeluk hangat menantu kesayanganya menuju ruang tengah.


"Anabella, kamu terlihat semakin cantik sayang. meskipun tertutup cadar." puji Natali.


"Revan sangat beruntung mendapatkan dirimu, nak."


Ruangan keluarga yang biasanya sepi, sekarang menjadi ramai dengan gelak tawa dan suasana hangat kekeluargaan. Anabella merasa terharu karena sudah lama dia tidak merasakannya.


"Ayo kita makan malam, mommy sudah masak menu spesial makam ini." ajak Vella.


ponsel Revan tidak henti-hentinya berdering, panggilan masuk dari Vivian yang sudah satu jam lebih menunggu kedatangan sang kekasih.

__ADS_1


"Revan, kenapa tidak diangkat?" tanya Vella dengan tatapan curiga.


"Telpon dari orang ngak penting Mom." Revan segera mematikan ponselnya, kikuk karena semua mata tertuju padanya. Anabella tersenyum kecut menatap Revan, dia tahu jika itu panggilan masuk dari Vivian.


"Maaf aku telat." tiba-tiba Kyano muncul.


"Ngak papa nak, kami juga belum mulai makan malamnya sebelum kamu datang " ucap Vella tersenyum menatap keponakannya yang semakin bertambah tampan.


"Hay Ana, apa kabar?" sapa Kyano menatap dalam pada sosok Anabella yang duduk disebelah Revan.


"Alhamdulillah, baik mas."


Revan semakin kesal, dia paham arti tatapan kagum yang ditunjukkan Kyano pada Anabella seolah-olah sengaja ingin memanas-manasi dirinya. tapi dia juga tidak ingin menunjukkan kekesalannya takut Anabella akan bertambah geer dan berfikir jika dia benar-benar telah jatuh cinta. Namun rasa takut kehilangan membuat Revan mau tidak mau akhirnya menurunkan sedikit ego-nya, berlaku sok manis dihadapan semua orang, tidak peduli Ana akan suka atau malah menolak.


"Sayang, cobain deh capcay buatan mommy menang tiada duanya." Revan tiba-tiba bersuara lalu menyuapi Anabella. sudut matanya melirik kearah Kyano yang tidak berkutik dengan senyum kemenangan.


"Iya kak, enak sekali." jawab Anabella tidak menyia-nyiakan momen indah tersebut.


"Nah gitu dong, pasangan suami-istri itu harus tetap rukun dan mesra." sela Tante Natali.


"Iya, jangan sampai kalah oleh kami yang sudah tua-tua ini, tetapi tetap romantis bahkan masih sanggup beberapa ronde lho." goda Alex yang tidak pernah berubah tetap santai dalam segala situasi dan kondisi apapun. yang disambut tawa hangat semua yang ada diruang makan.

__ADS_1


"Ah mas, jangan diceritakan juga kali...malu!!!' Ravela mencubit setengah hati lengan sang suami dengan ekspresi wajah bersemu merah.


"Revan, kami-kami ini sudah semakin tua. kami hanya menginginkan kebahagiaan kalian, dan juga putraku Kyano. semoga dia bisa segera menemukan pasangan halalnya." ucap Kenzo menatap dalam putra kesayangannya.


__ADS_2