
Untuk mengisi kesibukannya, Ravela ingin masak sesuatu yang spesial buat Alex. dia mulai sibuk menyiapkan bahan-bahan masakannya, berharap suami tercinta bakal menyukai masakannya pertama nya.
"Nyonya muda, apa perlu kami bantu?" ucap pelayan menghampiri Ravela, dia tidak tega melihat nyonya muda yang tengah hamil itu akan kecapean.
"Tidak perlu, aku ingin mengerjakan semuanya sendiri." jawab Ravela mulai mengupas bawang. melihat kegigihan Ravela pelayan hanya bisa memperhatikan dari jauh, bersiap jika seandainya dipanggil atau diminta bantuan Vella sewaktu-waktu.
"Baiklah, nyonya."
"Aku akan masak menu sederhana saja, ayam kecap, capcay dan tempe goreng. semoga Alex menyukai nya." tersenyum membayangkan wajah suami yang biasanya selalu makan makanan berkelas yang dimasak oleh koki khusus.
Ravela merasa ada kebahagiaan tersendiri dengan memasak untuk suami nya, hampir satu jam dia berkutat di dapur untuk menyelesaikan tiga menu spesial hasil buatan tangannya.
"Aaahh, akirnya kelar juga." Ravela menyeka keringat diwajahnya, sambil tersenyum puas. sesekali dia melirik kehalaman yang luas berharap Alex sudah pulang.
"Sudah sangat sore, tapi suamiku belum juga pulang. sebaiknya aku segera mandi agar terlihat cantik dan rapi di matanya." Ravela berjalan menuju kamar nya, untuk mandi sore membersikan tubuh dari aroma bawang dan masakan yang masih melekat.
"Segar nya."
Ravela mandi sambil berendam, menikmati aromaterapi yang menenangkan. dia merasa kebahagiaan nya semakin lengkap setelah bertemu dengan saudara kandungnya Kenzo, sesekali kakak beradik ini mengunjungi makam sang ibu. meskipun sampai detik ini Ravela masih penasaran dengan sosok ayahnya, karena Kenzo tidak pernah mau membahas tentang ayah mereka setiap Ravela bertanya.
Aura kemarahan dan dendam masih terpancar dari wajah Kenzo, setiap teringat ayah kandungnya yang menjadi penyebab utama kebagian keluarga mereka hancur.
Ravela menyudahi ritual mandi nya, saat pikirannya mulai menjalar kemana-mana jika tengah melamun. Ravela mengenakan setelan ibu hamil, memoles wajah nya dengan bedak tipis, dan sedikit lipstik, sehingga dia terlihat semakin cantik dan wangi dengan riasan nya yang sederhana.
"Sayang, aku pulang!"
__ADS_1
Ravela langsung menyambut kedatangan Alex, dengan senyum tulusnya.
"Suamiku, segeralah mandi. setelah itu kita akan makan malam berdua."
"Oke, tapi setelah makan malam giliran kamu ya yang akan aku makan." dengan tatapan nakal.
Selesai mandi, Alex terlihat rapi dengan pakaian ala rumahan yang santai. pasangan Ravela dan Alex berjalan bergandengan menuju meja makan. dimana sudah tersaji menu masakan yang dibuat Ravela dengan penuh cinta.
"Tumben, menu makan malam kita berbeda dari biasanya." tanya Alex.
"Tentu, ini adalah masakan pertamaku khusus untuk mu, suamiku tersayang." ucap Ravela manja.
"Jadi semua ini kamu yang masak?" senyum mengembang di bibir Alex.
"Iya, apa kamu tidak menyukai nya?" Ravela terlihat lesu.
"Aku baik-baik saja, bahkan aku sangat bahagia bisa memasak makanan untuk mu."
"Benarkah, jika begitu kamu boleh masak untuk ku. tapi jika capek jangan dipaksakan ya."
"Ya suamiku." jawab Ravela sambil membantu mengambil kan makanan kepiring Alex. senyum mengembang dibibir mungilnya ketika melihat Alex makan dengan lahap.
"Masakan mu enak dan gurih, aku menyukainya."
"Terimakasih suamiku." ciuman hangat bibirnya Ravela mendarat dikedua pipi Alex.
__ADS_1
"Karena kamu sudah memancing ku, bagaimana jika kita melakukan sesuatu yang menyenangkan setelah ini? cepat habis kan makanan mu." ucap Alex tersenyum mesum.
"Tuh kan mudah sekali terpancing, ayo kita lanjutkan makan nya saja, dasar suami mesumku." umpat Ravela menjauhkan tubuhnya dari Alex lalu melanjutkan makannya.
"Kamu bilang apa barusan, suami mesumku?" ulang Alex memastikan.
"Iya, suami mesum kuuuu." ulang Ravela.
"Oke, aku sudah selesai makan nya. ayo kita kekamar aku akan menunjukkan padamu seberapa mesumnya aku." ucap Alex menyeringai.
"Sayang jangan, kita baru saja selesai makan." tolak Ravela mengibas tangan Alex.
"Ayo! Alex kamu mau ngapain, maksa-maksa menantuku. padahal baru jam setengah delapan malam." mami yang baru balik dari butik langsung menghadang Alex.
"Aku tidak maksa kok mi, tapi Ravela yang minta. lagian bercinta dengan istri itu kan ibadah mi, berhubungan sekarang malam Jum'at, sunah rasul." ucap Alex santai tanpa rasa malu, namun tidak dengan Ravela uang menundukkan kepalanya saat melihat ekspresi mami Melinda yang menggelengkan kepalanya melihat tingkah Alex.
"Alex... Alex, kelakuan mu sama persis Papi dulu." ucap mami akhirnya masuk ke kamar nya sendiri mengabaikan Alex dan Ravela yang masih berdebat, dimana ujung-ujungnya akan berakhir diatas ranjang.
"Ayolah sayang, aku sangat ingin memakanmu sekarang." bujuk Alex.
"Aku masih kesal, karena kamu lagi-lagi membuatku malu dihadapan mami dan pelayan."
"Untuk apa malu, aku kan manja-manja dan ingin bercinta dengan istri ku sendiri." balas Alex yang langsung mengangkat tubuh istri nya menunju kamar tidur mereka.
"Turunkan, aku takut jatuh karena tubuh ku sekarang sudah semakin gendut." tolak Ravela.
__ADS_1
"Biarpun gendut, tapi aku tetap cinta dan masih sanggup untuk mengangkat mu, sayang. apalagi gunung kembar mu semakin padat dan berisi." ucap Alex dengan tatapan penuh gairah.
***