
"Apa kamu menyukai tempat ini?"
"Ya, sangat indah dan menenangkan." jawab Vella merentangkan kedua tangannya, menyambut sejuk nya udara lepas dan hangat nya mentari pagi.
"Vella, aku akan berusaha dan berjanji untuk menjadi seorang suami yang baik, menjaga dan melindungi mu. terimakasih sudah hadir dalam hidupku, meskipun aku tidak mahir dalam merangkai kata-kata cinta yang romantis, namun aku sadar jika aku sudah jatuh cinta padamu, istri ku." ucap Alex mengungkapkan isi hatinya. yang membuat Ravela diam ternganga, seakan tidak percaya dengan pendengarannya. apa yang dia harapkan selama ini sudah terwujud, pernyataan cinta dari seorang Alexander.
"Apa aku sedang bermimpi?"
"Tidak sayang, ini nyata."
Alex membelai lembut pipi Ravela yang kembali tersadar dari keterpanaanya. Ravela tersenyum sangat manis, seperti suasana hatinya yang tengah jatuh cinta.
"Apa kamu, belum merasakan cintaku selama ini. meskipun aku terlambat mengungkapkan nya?" tanya Alex.
"Sudah, tapi aku ragu untuk menafsirkannya. aku takut salah jika itu hanya perasaanku yang bertepuk sebelah tangan." ucap Vella tertunduk malu.
"Bagaimana, kalau kita menginap untuk beberapa hari disini." ucap Alex seraya memeriksa pesan masuk dari ponselnya.
"Tapi, kamu kan harus bekerja suamiku."
"Ya, aku akan kekantor sebentar, kamu ngak papa kan aku tinggal dulu?"
"Nggak masalah, aku bisa mengusir kesepian seraya membaca novel-novel kesukaan ku. tanpa melewati dan menikmati hembusan angin dan pemandangan indah ini." ucap Ravela bersemangat.
"Baiklah, aku berangkat kerja dulu, tapi sebelum nya kamu harus memberikan aku ciuman selamat pagi, dan ini berlaku dari sekarang dan untuk seterusnya."
"Apa? ciuman selamat pagi lagi?"
"Ya, apa kamu keberatan?" tanya Alex.
"Tidak suamiku, mendekatlah." ucap Vella tersenyum, lalu memonyongkan bibirnya maju kedepan.
__ADS_1
"Muuuacch.."
"Muuuacch..."'
Muuuacch..."
Alex tersenyum senang, setelah mendapatkan ciuman selamat pagi di kening, kedua belah pipi dan bibirnya.
"Sekarang giliran ku."
Alex menciumi seluruh wajah Ravela, dan terakhir bagian bibir dan leher, meninggalkan tanda merah diantara tanda-tanda yang baru dibuat nya semalam.
"Aku pergi dulu, istrahat lah jika kamu masih merasa capek."
"Iya suamiku, hati-hati dijalan."
Ravela mengantar Alex sampai pintu kamar hotel, setelah itu dia kembali menutup dan mengunci rapat pintu kamar. berjalan menuju balkon sambil mulai berselancar di dunia Maya.
Ketukan pintu dari luar, membuat Vella menghentikan sejenak kesenangannya. dengan malas dia meletakkan ponsel diatas meja.
"Siapa yang datang? tidak mungkin Alex kembali lagi." Vella ragu untuk membuka pintu, diapun mengintip melalui layar monitor siapa tamu yang datang ke kamarnya.
"Rani?"
Ravela langsung membuka pintu begitu melihat jika yang datang adalah asisten Rani, yang ditugaskan Alex untuk terus bersama nya jika tidak ada Alex.
Ceklek...
"Selamat pagi nona muda, aku diminta datang oleh tuan muda untuk menemani mu." ucap Rani.
"Ya, masuklah."
__ADS_1
Rani masuk, dia pun menuju ruangan khusus seraya membawa sebuah laptop, membantu tugas kantor yang diberikan Alex seraya menjaga istri tercintanya. sedangkan Ravela kembali melanjutkan berselancar di dunia Maya.
Digedung perusahaan, Alex memulai aktivitas pekerjaan yang semakin padat. semua terlihat sibuk dengan tugas masing-masing, tanpa terasa kesibukan Alex membuat dia melupakan jam makan siangnya sendiri.
***
"Sudah sore, kenapa Alex belum juga kembali?"
Vella menyetel acara televisi dari satu Chanel ke channel lain, tapi tidak satupun yang menarik perhatiannya. perlahan dia merebahkan tubuhnya di sofa mencari posisi senyaman mungkin.
Banyak nya pekerjaan, mengharuskan Alex pulang larut malam, sampai dikamar dia mendapati Ravela sudah tertidur pulas seraya memeluk hangat guling. Alex tersenyum memperhatikan Ravela yang terlihat imut seperti bayi.
"Kamu pasti menunggu ku."'
Setelah membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian, Alex ikut merebahkan tubuhnya disebelah Vella dengan perlahan menarik guling yang masih dipeluk gadis itu, lalu menggantikan dengan dirinya. Vella mengeliat pelan lalu kembali dengan posisi yang nyaman dengan meletakkan kepalanya di dada Alex, sebelah tangan Alex mengelus lembut rambut Ravela sesekali menciumnya dengan aroma shampoo yang masih melekat.
Malam ini mereka lewati dengan tidur saling berpelukan, tanpa percintaan panas seperti malam-malam sebelumnya. Alex tidak ingin menganggu mimpi indah sang istri, sehingga dia menahan hasratnya.
Ravela tersenyum senang, begitu membuka mata hal pertama yang dilihatnya adalah wajah tampan sang suami. apalagi setelah mendengar kata-kata cinta yang romantis dari bibir Alex, membuat Ravela merasa semakin dicintai.
"Alex sangat sibuk akir-akir ini, jika aku minta sedikit waktu nya untuk sekedar jalan-jalan berduaan dia bakal nolak ngak ya?" gumam Vella dalam hatinya seraya menusuk-nusuk pelan pipi Alex, namun hal itu tidak membuat Alex terbangun.
Iseng-iseng Ravela berbisik-bisik pelan.
"Suamiku sayang, andaikan kamu punya waktu untuk sekedar jalan-jalan berduaan dengan ku, aku pasti akan bahagia sekali, karena selama ini tidak pernah pacaran sebelumnya, dan aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya naik sepeda motor berduaan, nonton bioskop, makan dikaki lima, pasti semua itu sangat menyenangkan." ucap Vella pelan hingga dia merasa hanya dia yang bisa mendengar nya sendiri.
"Baiklah, sayang. aku akan mengabulkan keinginan mu hari ini." balas Alex membuka mata, yang membuat Ravela kaget sekaligus tersenyum mendengar kata-kata Alex.
"Terimakasih suamiku sayang, aku bahagia sekali mendengarnya." Ravela memeluk hangat Alex, menciumi Kedua pipinya saking senang, namun tidak bagi Alex, adik kecilnya langsung beraksi saat mendapat perlakuan manis Vella pagi ini. sehingga tanpa banyak bicara, tangan Alex mulai menyusuri tempat-tempat favorit nya, sedangkan bibir mulai ******* bibir dan leher Ravela.
"Kamu sudah membangunkan singa tidur, sekarang nikmati lah konsekuensinya." bisik Alex mengigit pelan daun telinga Ravela, membuat gadis itu menjerit tertahan.
__ADS_1