Dinikahi Miliader

Dinikahi Miliader
Duniaku hancur


__ADS_3

Elisa langsung mendapatkan penanganan khusus diruangan UGD, Jeremi tertunduk sedih diruang tunggu, dia tidak menyangka kejadian ini begitu mendadak.


"Aku bersumpah tidak akan pernah memaafkan ku, Grace." mengepalkan tangannya melayangkan pada dinding yang keras, tidak peduli akan rasa sakit ditangan nya.


Ravela yang mendengar kabar buruk yang sudah menimpa sahabat baiknya, langsung datang kerumah sakit ditemani oleh Alex, suaminya.


"Sayang,, jalan jangan terlalu cepat." ucap Alex.


"Aku kawathir dengan kondisi Elisa."


"Tapi, kamu juga harus memperhatikan kondisi mu sendiri."


"Ya, maaf."


Begitu melihat Jeremi yang tertunduk sedih, pasangan ini langsung menghampiri.


"Jeremy, bagaimana kondisi Elisa?"


"Dia masih dalam penanganan dokter." jawab Jeremi singkat, dia kembali larut dalam kesedihan sambil berusaha menahan air matanya.


"Dasar pria pecundang kamu, Jeremi. aku pikir kamu sudah benar-benar berubah. ternyata aku salah menilai mu." umpat Alex marah dan tidak mampu mengendalikan emosi nya.


"Ya, aku memang laki-laki hina. semenjak bertemu dengan Elisa, aku ingin berubah menjadi lebih baik. tapi Grace kembali datang dan menghancurkan semuanya."


"Grace?"

__ADS_1


"Ya, dia adalah wanita masa laluku."


"Sekarang dimana perempuan itu?" ucap Alex mengepalkan tangannya geram.


"Aku sudah memerintahkan Jason, untuk menyerahkan gadis itu kekantor polisi. jika tidak aku bisa lepas kendali dan menghabisi nya saat itu juga." balas Jeremi kesal.


"Itu tindakan yang tepat, Jeremi. biarkan dia mendekam di penjara supaya kapok dan menyesali perbuatannya yang sudah membahayakan nyawa Elisa dan calon bayinya." ucap Alex.


"Jeremi, kamu harus kuat dan banyak berdoa. semoga Elisa dan bayimu mampu melewati masa kritisnya." ucap Ravela, yang mana dia sendiri sangat mencemaskan kondisi sahabat baiknya itu.


"Terimakasih atas motivasi dan kedatangan kalian, aku bahagia memiliki sahabat seperti kalian berdua." ucap Jeremi mengangkat kepalanya lalu kembali menunduk sedih.


"Tentu Jeremi."


Tidak lama pintu ruangan tindakan terbuka, Jeremi langsung bangkit menghampiri dokter wanita yang barusan menangani Elisa.


"Tuan, kami sudah berusaha melakukan yang terbaik. tapi janin nyonya Elisa tidak mampu diselamatkan lagi, bahkan dia kehilangan banyak darah." terang dokter yang membuat tubuh Jeremi terhenyak dilantai. pria itu masih syok berusaha mencerna ucapan dokter barusan. sedangkan Ravela menagis dalam pelukan Alex.


"Sahabat ku Elisa, kamu pasti sangat kesakitan dan terluka karena ini Hick... Hick...."


"Sayang, tenangkan dirimu. ingat kondisi mu yang juga tengah hamil." bujuk Alex yang tidak ingin istrinya nya kenapa-napa.


"Ini salah ku, salahku!" ucap Jeremi yang merasa dunia nya runtuh seketika, harapan indahnya untuk memiliki anak bersama Elisa pupus sudah. pria itu meremas rambutnya frustasi.


"Elisa pasti akan meninggalkan aku, karena anak yang mengingatkan hubungan kami sudah tiada."

__ADS_1


"Sudahlah Jeremi, kendalikan emosimu. yang terpenting saat ini kita fokus pada kesembuhan Elisa yang masih belum sadarkan diri."


"Elisa!"


Jeremi berjalan terhuyung masuk keruangan perawatan sang istri, gadis itu nampak lemah dengan selang infus dan oksigen yang masih terpasang ditubuh nya yang terlihat sangat pucat.


"Dok, sampai kapan istri saya akan seperti ini. kenapa dia belum bangun-bangun juga?" tanya Jeremi dengan tatapan sedih.


"Kita tunggu sampai pagi, karena obatnya biusnya setelah melakukan kuret masih bekerja." terang dokter.


Dialam bawah sadarnya, Elisa merasa tubuhnya menjadi ringan seperti kapas, melayang di udara hingga memasuki sebuah lorong yang panjang yang gelap.


Tubuh mungil Elisa terhempas pada sebuah pandang rumput yang sepi, dia ketakutan karena tidak ada seorang pun yang dia temui selain kesunyian dan kehampaan.


"Dimana aku?"


Belum terjawab pertanyaan Elisa, seorang perempuan berwajah menakutkan seperti iblis tiba-tiba datang lalu menarik tubuhnya dengan kasar, iblis itu berusaha mengambil paksa bayi dalam kandungannya tanpa seorangpun yang menolongnya.


"Jangan! jangan ambil bayiku."


Elisa berusaha mempertahankan bayi nya, namun tenaganya yang semakin lemah membuat perlawanan nya sia-sia belaka.


"Siapapun tolong aku, iblis itu telah mengambil bayiku hick... hick.." Elisa menangis sambil menahan sakiiit yang teramat perih, darah bercucuran dengan berlinang air mata, Elisa memohon agar bayinya dikembalikan.


"Jangan ambil anakku, kembalikan dia. aku mohon ...hick... Hick."

__ADS_1


Ditengah-tengah keputus asanya, Elisa masih berusaha bangkit untuk mencari-cari keberdaan bayinya. hingga dia sampai ditempat yang sangat indah diselimuti awan putih.


"Ibu!"


__ADS_2