
Dikediaman Kenzo yang asri dan nyaman, Natali mulai sibuk menyiapkan agar semua berjalan baik, dia ikut membantu para pelayan memasak makanan dan minuman untuk menjamu kedatangan adik iparnya.
Ting tong!!!
"Itu pasti Adikku Ravela dan suaminya." ucap Kenzo tersenyum senang, sambil membawa Kiano kecil dalam gendongannya.
"Silakan masuk Ravela, Alex." ucap Natali dan Kenzo mereka langsung membuka pintu untuk menyambut kedatangan pasangan ini.
"Hallo Kiano, keponakan Tante yang tampan." sapa Ravela antusias dia mengambil alih mengendong Kiano.
Mereka masuk kedalam, sebelah tangan Alex membawa bingkisan yang sengaja mereka beli sebelum sampai, sebagai oleh-oleh untuk Kiano kecil.
"Coba lihat, apa yang Tante bawakan untuk Kiano." Ravela membuka beberapa bungkusan yang berisi berbagai mainan anak laki-laki, Kiano tertawa seakan sangat menyukai hadiah dari tantenya.
"Terimakasih, Tante cantik!" ucap Natali, mewakili Kiano.
Mereka duduk dalam ruangan keluarga, obrolan seru pun mulai meluncur mulai dari seputar keluarga, tingkah dan kelucuan Kiano kecil hingga perbincangan bisinis yang lebih banyak dibicarakan Alex dan Kenzo, sedangkan Natali dan Ravela lebih memilih mengajak Kiano bermain.
"Ravela, tidak terasa sebentar lagi kamu juga akan menjadi seorang ibu. mudah-mudahan semuanya berjalan lancar." ucap Natali.
"Ya kak, aku juga berharap seperti itu." balas Ravela mengusap perutnya, dia juga sudah tidak sabaran lagi untuk menjalankan perannya sebagai ibu muda, seperti kakak iparnya Natali.
__ADS_1
"Punya bayi seperti sangat menyenangkan ya, kak."
"Ya Vella, seakan hati kita yang kosong sudah terisi. meskipun kita akan direpotkan, tapi kita akan sangat ikhlas dalam menjalankan nya, sekarang aku sudah bisa merasakan indahnya menjadi seorang ibu, senyuman Kiano mampu menghilangkan semua keluh kesah ku." jawab Natali mencium sayang anaknya.
"Iya kak Natali, aku boleh nanya sesuatu nggak?"
"Tentu, kamu ingin menanyakan tentang apa?"
"Apa kak Kenzo pernah cerita sama kakak tentang ayah kami, karena setiap aku menanyakan dia tidak mau menjawab." ucap Ravela.
"Kenzo tidak pernah cerita tentang ayah kalian, sepertinya dia ingin menutup rapat masa lalunya yang berhubungan dengan ayah. sehingga aku juga tidak mempunyai keberanian untuk mencari tahu." ucap Natali.
***
"Bagaimana ini, aku juga lupa membawa ponsel ku lagi."ucap Elisa panik, pergerakan gadis ini tidak luput dari perhatian seorang pria yang juga tengah menikmati liburannya di lokasi villa tersebut.
"Ada yang bisa saya bantu, cantik?"
"Eh maaf anda siapa?" ucap Elysa kaget dengan kemunculan seorang pria yang secara tiba-tiba sudah berdiri dihadapannya.
"Sebelumnya, perkenalkan namaku David, Aku pengunjung salah satu villa disini, aku memperhatikan dirimu yang kebingungan. ada yang bisa aku bantu?" mengulangi ucapan nya.
__ADS_1
"Namaku Elysa." jawab Elysa tanpa membalas uluran tangan David yang ingin mengalami nya, semenjak menikah Elysa merasa tidak pantas jika bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya. sehingga dia hanya mengatupkan kedua tangannya. yang membuat David tersenyum kagum dengan sikap nya.
"Aku ingin pulang ke Villa ku, tapi aku juga melupakan ponsel. sehingga aku tidak bisa menghubungi siapapun untuk menjemput." ucap Elisa.
"Kamu bisa memakai ponsel ku." David menyerahkan ponselnya ketangan Elisa.
"Maaf sebelumnya, jika aku merepotkan mu."
"Untuk gadis secantik kamu, aku sangat senang jika direpotkan." jawab David tersenyum manis.
Elisa segera menghubungi Sarah, asisten yang sudah disiapkan oleh Jeremi untuk selalu menemani nya.
"Hallo Sarah, ini aku Elisa. bisakah kamu menjemput kesini." ucap Elysa menyebut apapun bentuk dan ciri-ciri tempatnya berdiri saat ini.
"Baiklah nyonya muda, saya paham sekali lokasinya." ucap Sarah yang sudah bisa bernafas lega, sudah hampir satu jam asisten itu mutar-mutar mencari keberadaan Elisa, dia tidak sanggup membayangkan bagaimana marahnya Jeremi jika sesuatu yang buruk terjadi pada Elysa.
"Bagaimana jika kita duduk menunggu dalam kafe dulu sambil minum-minum, sampai seseorang datang menjemput mu." ajak David.
"Maaf tapi aku?"
"Jangan takut, aku orang baik-baik lagian tidak mungkin kamu berdiri terus di tepi jalan ini."
__ADS_1
"Oke."