
"Anak laki-laki ini? dia seringkali muncul dalam mimpi-mimpi ku." Wajah Ravela berubah pucat, keringat membasahi wajah cantiknya. tangannya bergetar sehingga foto usang yang sedang dipegangnya jatuh kelantai.
"Vella, kamu kenapa nak?" Arini mulai panik melihat perubahan wajah Ravela.
"Aku.... aku?"
Vella merasa dadanya sesak, beberapa kejadian berputar-putar di memori ingatan nya. sehingga membuat jantungnya lemah dan kesakitan, Ravela seketika hilang kesadaran.
"Vella... Vella bagunlah nak, toloooong.... pelayan tolong, Vella tiba-tiba pingsan."
Teriakan Arini yang panik menggema, membuat para pelayan segera berkumpul untuk memberikan pertolongan. Vella segera dilarikan kerumah sakit terdekat. wajah Arini ikutan pucat, dia takut jika Alex dan maminya akan menyalahkan dirinya jika sesuatu yang buruk menimpa Ravela.
"Bagaimana ini, Alex pasti marah besar padaku. ayo dong Vella sayang....kamu bagunlah!" ucap Arini disela-sela isakan tangisannya.
Begitu sampai dirumah sakit, Ravela langsung mendapatkan penanganan khusus, kondisinya yang tengah hamil besar dibawa keruangan UGD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Arini berjalan mondar-mandir dengan keadaan panik, untuk memberitahukan pada Alex dan Melinda. dia sangat takut, sehingga dia berfikir untuk meminta perlindungan dan pertolongan Kenzo.
"Ya, semua ini gara-gara Kenzo. dia harus ikut terlibat dan membantu ku mempertanggungjawabkan dihadapan Alex." Arini segera memencet no ponsel Kenzo dengan tangan bergetar.
__ADS_1
"Hallo ada apa? apa nyonya sudah berhasil meyakinkan Ravela?" tanya Kenzo penuh harap.
"Gawat! Ravela pingsan setelah melihat foto usang tersebut, sekarang kami berada di rumah sakit pusat. tolong anda segera kesini. saya tidak ingin seorang diri menjadi bahan amukan dari Alexander." ucap Arini dengan bibir bergetar.
"Jangan kawathir, aku akan segera kesana. yakinkan Ravela akan baik-baik saja, dia hanya syok menerima keadaan yang begitu tiba-tiba ini." ucap Kenzo menutup panggilan nya, meskipun dia juga sangat panik, takut terjadi sesuatu pada adik perempuan yang baru saja dia temui.
Melinda yang mendapatkan telepon jika menantu kesayangannya tiba-tiba pingsan, panik luar biasa. dia mencoba untuk menghubungi Alexander namun tidak bisa terhubung, sehingga dia langsung menuju rumah sakit, seraya terus berdoa agar anak menantunya baik-baik saja.
"Ya Tuhan, lindungi anak menantu ku dan bayi dalam kandungan nya, hanya padamu kami berserah diri. berikan yang terbaik untuk Ravela, Amiiin." ucap Melinda meremas tangannya yang mendadak dingin.
Seorang perawat wanita, menghampiri Arini yang tertunduk sedih. bahkan perempuan paruh baya itu tidak berani mengangkat kepalanya.
"Ya suster." ucap Arini, bertepatan dengan kedatangan Kenzo, mereka berdua langsung menunju ruangan administrasi.
Melinda yang juga baru datang, langsung masuk keruangan Vella. menatap sedih menantu nya yang terbaring dengan selang infus dan oksigen.
"Vella, kenapa bisa seperti ini sayang. padahal pagi sebelum mami berangkat ke butik kamu terlihat biasa-biasa saja dan masih ceria." ucap Melinda mengusap sayang rambut bergelombang Ravela yang indah.
__ADS_1
"Dokter, kenapa menantu saya tiba-tiba pingsan?" tanya Melinda begitu dokter masuk.
"Nyonya Ravela sepertinya mengalami kejutan yang luar biasa, sehingga jantungnya yang belum siap menjadi lemah dan mudah sekali pingsan." terang dokter.
"Kejutan apa yang sudah didengar oleh menantuku, apa Alexander berselingkuh? awas anak itu jika berani macam-macam ditengah kondisi istrinya yang tengah hamil besar." Melinda mengepalkan tangannya geram.
Melinda keluar dari ruangan Ravela, dia melihat Arini dan Kenzo yang tengah berbicara, wajah keduanya terlihat tengang.
"Ariani, ada apa sebenarnya. kenapa Ravela pingsan? dan kenapa Kenzo juga ada disini?" tanya Melinda penasaran.
"Maaf sebelumnya nyonya Melinda, ini memang salah saya yang menceritakan tentang masa lalunya hidup bersama kekuarga kandung nya." ucap Arini tertunduk sedih.
"Ya, apa yang dikatakan ibu Arini benar. Ravela adalah adik kandungku yang hilang selama dua puluh satu tahun lalu, selama ini aku selalu mencari-cari keberdaan nya, begitu tahu jika dia sudah menikah dan hidup bahagia. aku tidak mampu mengendalikan rasa bahagia sehingga, meminta ibu Arini berterus terang untuk memberitahukan jika dia masih mempunyai saudara laki-laki yang begitu menyayangi nya." jawab Kenzo.
Melinda kaget, dia menatap kesungguhan dari ucapan Kenzo suami dari mantan calon menantunya dulu. selain itu Vella dan Kenzo juga memiliki kemiripan wajah.
"Ya, aku bingung harus berkata apa. sebaiknya kita berdoa semoga Ravela segera sadar dan bisa menerima semua ini." ucap Melinda tertunduk lemas dikursi.
__ADS_1
***