
"Iya, disini Mbaknya yang salah. malah melemparkan kesalahannya pada orang lain." ujar pengunjung yang kebetulan melihat kejadian tersebut.
"Dasar perempuan sombong dan sok kecantikan." ujar yang lainya. membuat Anabel tersenyum melihat ekspresi marah Vivian yang ikut disindir beberapa orang pengunjung.
"Yah, kalian tidak usah ikut campur."
"Hu...hu...hu...!!!' teriak yang lainya.
"Meskipun begini, aku sangat dicintai Revan. bahkan dia membelikan aku cincin berlian dengan harga fantastis yang melebihi cincin kawin yang kamu kenakan, kamu tau kenapa Revan berbuat seperti itu, karena dia tidak pernah mencintaimu." ucap Vivian penuh penekanan menunjuk wajah Anabella lalu pergi begitu saja.
"Huhu... dasar pelakor murahan!!!" teriak beberapa orang, namun Vivian tidak memperdulikan mereka. dia yakin saat ini Anabella pasti sedih dan merasa rendah karena Revan lebih mencintainya dibandingkan dirinya yang istri sah.
"Kamu salah Vivian, bagiku harga cincin seperti itu masih mampu aku beli. tanpa harus meminta-minta." gumam Anabella membayar belanjaanya lalu kembali pulang.
Vivian terlalu memandang rendah Anabell, dia tidak pernah tahu ataupun ingin tahu siapa sebenarnya gadis itu, seorang Anabella yang merupakan pewaris tunggal dan lulusan luar negeri dengan nilai terbaik.
"Kenapa lagi kamu Viv?" tanya Mela sahabat baiknya sesama model. begitu melihat wajah kusutnya.
"Kesal sama istri Revan, udah bentuknya kayak mumi berjalan karena ditutupi dari atas sampai bawah, tapi anehnya kenapa dia mampu menguasai pikiran kedua orang tua Revan, bahkan sekarang Revan sepertinya juga mulai ikut-ikutan." Vivian tidak habis pikir.
"Menurut aku, sesuatu yang ditutupi seperti itu ada dua kemungkinan sih." jawab Mela.
"Maksudmu?"
__ADS_1
"Yah, bisa jadi perempuan itu sangat cantik, atau malah terlalu jelek."
DEGH!!!
Vivian tercekat mendengar penuturan sahabatnya, ekspresi wajahnya terlihat kawathir.
"Kamu benar, jangan-jangan dia terlalu cantik. dan Revan sudah juga sudah mengetahuinya sehingga dia mulai berubah."
"Bisa jadi, sebaiknya kamu cepat-cepat bertindak sebelum Revan benar-benar pergi meninggalkan dirimu." saran Mela.
"Aku harus bagaimana Mela?"
Vivian mengusap pelipisnya bingung, bagaimana cara mempertahankan hubungan mereka untuk kedepannya.
"Ide bagus, kamu benar Mela, aku harus berhasil mengajak Revan tidur lalu hamil anaknya." Vivian tersenyum licik membayangkan rencana yang akan dijalankannya.
Vivian menyambar ponselnya, dia terlihat bersemangat sekali untuk menghubungi sang kekasih. di seberang sana Revan yang tengah sibuk menghentikan sejenak pekerjaannya, lalu mengangkat panggilan masuk dari Vivian.
"Hallo Viv!"
"Hallo juga Yang, kita makan siang bareng yuk!" ajak Vivian setelah berdandan berjam-jam di sebuah salon termahal, kali ini dia ingin tampil secantik mungkin dihadapan Revan.
"Tapi aku lagi sibuk Viv."
__ADS_1
"Revan, ada apa denganmu? tidak biasanya kamu seperti ini." Vivian mulai kesal, dan tidak bisa mengendalikan emosinya lagi.
"Aku minta maaf sayang, kamu jangan ngambek seperti ini dong." Revan kembali melunak, dia juga belum yakin dengan perasaannya yang sesungguhnya, apakah Anabella istrinya atau Vivian yang seksi yang sudah beberapa tahun ini setia menemaninya.
"Aku tidak akan ngambek, tapi jadilah Revanku yang dulu lagi, mencintaiku dan selalu ada waktu untukku." rengek Vivian.
"Baiklah sayang, sepulang kerja nanti aku langsung menemuimu." bujuk Revan.
"Benarkah sayang, aku bahagia sekali. love you....!!!"
"Love you too baby." ucap Revan.
Waktu berlalu begitu cepat, sorenya saat akan bersiap-siap menuju kediaman Vivian, ponsel Revan kembali berdering, kali ini tertera nama sang mommy.
"Assalamualaikum Mom!"
"Waalaikumsalam Revan, mommy senang semenjak menikahi Anabella, kamu sudah bisa mengucapkan salam pada mommy. biasanya langsung nyerocos saja." ledek Vella diantara candaan.
"Ah mommy, selalu membuatku serba salah. emangnya ada apa sih mommy menghubungi sore-sore begini?" tanya Revan yang takut janjinya dengan Vivian bakal batal lagi.
"Malam ini kamu dan Anabella harus datang kerumah mommy, kita akan makan bersama. mommy telah mengundang Om Kenzo, Tante Natali dan juga Kyano. karena sudah sangat lama kita tidak berkumpul bersama mereka lagi." terang Vella.
"Kenapa harus ada Kyano sih Mom?"
__ADS_1